Beranda / Pendekar / Sistem Aura (Infinity) / Episode 294: Karena Ini Fakta, Maka Ini Dibenci.

Share

Episode 294: Karena Ini Fakta, Maka Ini Dibenci.

Penulis: Radif
last update Tanggal publikasi: 2023-09-28 22:16:14

Episode 294: Karena Ini Fakta, Maka Ini Dibenci.

3469 / 10 / Pisces (Musim Hujan).

06:11.

Kota Tera ....

Asap-asap yang berkibar laksana tirai menguar dari kolam air es. Sesosok pemuda tengah berdiri atau berendam dalam kolam tersebut, [Pemancar Aura] aktif, hanya menyisakan bagian dada dan kepalanya ke permukaan. Andai kata bukan untuk ilmu Aura Kegelapan dia melakukannya, atau sedikit saja metodenya menyeleweng, kematian niscaya sudah ditanggungnya jauh-jauh hari.

'SWOOSH'.

Aura Merah yang l
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 429: Karena Bangsa Kami Aturan Mainnya Sesuai Imajinasi Kami (Part 2).

    15:06.”Woaah ... terima kasih Ketua Oshi! Terima kasih!“Toko kelontong menjual permen lolipop. Meskipun pasokannya terbatas, Sury dan dua temannya masih bisa bersyukur mendapatkannya.”... aku ingin banyak banget punya permen. Aku ingin dunia merasakan manisnya!“ Seorang Pewaris-Energi (Ertan De Antares) bocah laki-laki bermantel tebal, penyandang autisme yang selalu punya cara terbaik membahagiakan diri duduk tepat di samping Sury menikmati permen lolipop.”Eh, Sur, gimana kalau nanti kita cari lagi penguin!“ kata Yulia Citra. Anak perempuan berambut pirang bermantel bulu beruang. Non-Auranias yang sama-sama punya permen dan lebih sering memberikan permen atau jajanannya ke hewan-hewan yang biasanya dijumpai. Kepribadiannya yang ekspresif dan selalu banyak bercerita agak merepotkan Sury sebetulnya. ”Aku bawa alat masak-masakan juga deh, biar kita bisa masak lagi ... eh, atau ... nanti aja deh.“”Ya!“ Dan, Sury, anak perempuan yang memeluk boneka penguinnya dengan senang hati mau me

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 429: Karena Bangsa Kami, Aturan Mainnya Sesuai Imajinasi Kami (Part 1).

    “... ini semua tidak pernah sepadan. Tidak pernah terlintas sebagai harapanku. Tidak peduli kita bicara soal persatuan dan kehormatan.” Dua tentara. Dua perbedaan. Terlalu banyak keresahan yang bisa diekspresikan, tapi satu persamaan menciptakan kolusi bagi keduanya. “Benar.” Cewek bondol berseragam militer lengkap ini pun mengungkapkan keberatan yang sama. “Kita justru dikerdilkan untuk urusan ini.” Lalu kabut yang pucat menebal, memburamkan panorama pesisir pantai. Menyekat ruang pandang. Awan-awan di langit kelihatan memadat tanpa celah, warna perak, salju juga terjun lebih deras. Sementara perasaan getir yang tidak terobati itu terus merongrong di kedua insan. Terjebak oleh kenyataan yang tidak pernah mereka impikan. Tugas pokok mereka terus menekan, menghantui mereka bagai bom waktu yang siap meletus. Perselisihan desa Aswad dan pemerintah pusat membawa kedua anggota militer (militer desa Aswad dan militer nasional) ke dalam ketidakberdayaan dan dilema besar. Seorang kopra

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 428: Semakin Canggih Ajarannya, Semakin Picik Penjahatnya.

    Ada alasan krusial mengapa Eriel beserta rombongannya dapat atau justru diperkenankan masuk secara legal ke dalam bangsa yang dilegitimasi sangat berbahaya, yang bukan tanpa syarat. Khususnya, bagi para petinggi Timur-Laut, keberadaan Eriel adalah upaya menunjukkan atau membuktikan pada dunia kalau bangsa Timur-Laut ramah bagi siapapun selagi tidak ada niatan merusak, sekaligus merupakan pernyataan implisit betapa segala persoalan global tidak lebih dari perbedaan gaya politik, maka kepada bangsa-bangsa dunia Aura yang merasa terancam sangat tidak dapat dibenarkan. Eriel De Atria bukanlah ancaman. Orang yang berjuang demi perdamaian dan persatuan dunia Aura jelas harus didukung, bukan dikecam maupun dimusuhi.Kehadiran elite dunia yang satu ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa Timur-Laut. Sangat baik, karena Eriel adalah Pewaris-Aura Cahaya yang diyakini sangat penting dalam kestabilan dunia Aura. Dengan demikian, tawar menawar sudah pasti tidak terelakkan. Kepada sejumlah kel

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 427: Kita Bangsa Yang Besar, Yang Bosan Hidup Berjaya Bahagia.

    Merasakannya. Mengalaminya. Membayangkannya. Harapan-harapan itu melambung melampaui jangkauan tangan ....Sekarang dan untuk waktu yang akan datang ....Kembang api dan konser musik dan pertunjukan seni di malam hari ini rupa-rupanya berlaku sebagai seremonial penyambutan tahun yang baru ....Sury De Canopus, salah satu anak dari miliaran penduduk bumi yang juga terikat akan harapannya. Sementara dunia Aura yang kurang ramah buat bocah sepertinya adalah kenyataan terbaik yang bisa disyukurinya. Tumbuh dewasa, sehat bugar, punya rumah impian, keluarga yang harmonis, negara yang sportif dan hidup bahagia ... sesuatu yang dia sendiri pun ingin tahu sejauh mana dia bisa memilikinya, sebagaimana perasaan kesepiannya yang mengakar.Di atas bukit. Di dalam dangau yang menghadap rumah-rumah penduduk desa Aswad, dia menikmati pergantian tahun seraya memainkan kembang api, menikmati pemandangan, menikmati dinginnya cuaca ....Dia ditemani Lora Zepamin, seorang pria berkumis tipis (ilmuan dari

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 426: Ampunilah Kami Hanya Rakyat Jelata Yang Lemah Tidak Bisa Apa-Apa.

    Arsitektur yang penggah. Kemewahan intan dan berlian melapisi hampir di setiap inci ruangan. 12 pilar yang dihiasi relief bernilai historis. Tirai-tirai emas yang berjuntaian menyekat ruang. Lantai yang menyajikan visual akar-akar listrik. Kilatan petir yang mendekor langit-langit istana sekaligus sebagai penjaga alami. Tidak sekadar monumental, tapi juga bernilai artistik. Bahkan tidak cukup kata untuk melukiskan bagaimana sungguh menakjubkannya istana raja Utara-Daya ini.Di ujung istana tampak awan-awan mendung tebal yang berbungkus kelap-kelip listrik menyaput sebagian lantai seakan mengilustrasikan badai petir dan tidak lain merupakan singgasana raja Utara-Daya. Semerbaknya wangi khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Tempat yang memadukan ilmu Aura dan teknologi paling mutakhir di zaman Alara ini.Dan, di depan singgasana telah berdiri seorang pria bersetelan jas biru panjang berparas kaku nan tampan sebagai Putra Mahkota Nein Al-Manamah. Atas dasar merayu sekalian komp

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 425: Hemat Anggaran, Belikan Alat Perang, Untuk Perdamaian, Korbankan Kemanusiaan.

    Berita diangkat: '... Ouran Cahaya tiba di bangsa Timur-Laut dan langsung mendapatkan pengamanan yang ketat ....' '... Ouran Cahaya telah dijadwalkan akan melakukan pertemuan-pertemuan penting dengan para petinggi Timur-Laut dan sejumlah Party-Aura Timur-Laut ....' '... masyarakat Timur-Laut tampaknya menyambut baik kedatangan sang Pewaris Aura Cahaya yang digadang-gadang hendak menjadi penyambung lidah masyarakat Timur-Laut dengan bangsa-bangsa dunia Aura ....' ... begitulah akhirnya rombongan Eriel berhasil membuktikan sendiri keberadaannya di sini yang baik-baik saja. Adapun tiga Party-Aura dan dua Energias tidak dikenal sempat menyerangnya keadaan masih teratasi serapi mungkin, yang tidak jauh berbeda dengan negeri-negeri yang telah dikunjunginya. Meskipun peringatan-peringatan mara bahaya tetap tidak Eriel abaikan. Kunjungan rombongan Eriel yang pertama kali itu bahkan dibuka dengan acara makan-makan bersama sejumlah petinggi negara Timur-Laut di Kota Deisim. Semuanya be

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 411: Pengalaman Tidak Menjamin Kebenaran.

    15:23. “... asal tuan-tuan tahu sebetulnya ini sederhana, ikuti undang-undang negara Selatan-Putih soal izin pertambangan dan kesehatan lingkungan. Adapun rupa-rupanya belum memenuhi syarat, yaaaa ... harap maklum, artinya tidak ada cara selain membatalkan semua kepentingan kalian. Pasalnya, keunt

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 416: Dalam Politik Efektivitas Di Atas Moral, Kepentingan Di Atas Kebenaran.

    12:01.'Kring-Kring'. Seiring alarm berdering para narapidana berhamburan dari sel tahanan secara bertahap. Waktunya merampungkan jam makan siang dan bercengkerama.Benda kubus bernama radio di sudut ruangan tidak ketinggalan berbunyi menyiarkan berita:'... dalam jadwal kunjungannya ke desa Uno Ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 409: Mudah Bagiku Bukan Berarti Mudah Bagi Yang Lain.

    “... lah, sejak kapan mematuhi dan menjalankan hukum yang tidak adil berarti sangat mulia dilakukan ...?”“... karena itu sama saja melestarikan kejahatan serta ketidakadilannya!”Suara yang lantang nan bernyali itu baru saja dimuntahkan seorang pria bertopi tani. Masih dengan pendiriannya yang kok

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 407: Buat Apa Perdamaian Kalau Keadilan Dilecehkan?

    Ramai. Gaduh. Monitor kesehatan desa Aswad telah menyajikan data dan informasi terkait segala polemik panas yang baru-baru ini menerjang. Tetapi, yang paling disoroti darinya ialah 'Polling' atau pemungutan suara mengenai penyelesaian konflik desa Aswad dengan pihak luar desa (utamanya dewan utam

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status