LOGINBerita diangkat: '... Ouran Cahaya tiba di bangsa Timur-Laut dan langsung mendapatkan pengamanan yang ketat ....' '... Ouran Cahaya telah dijadwalkan akan melakukan pertemuan-pertemuan penting dengan para petinggi Timur-Laut dan sejumlah Party-Aura Timur-Laut ....' '... masyarakat Timur-Laut tampaknya menyambut baik kedatangan sang Pewaris Aura Cahaya yang digadang-gadang hendak menjadi penyambung lidah masyarakat Timur-Laut dengan bangsa-bangsa dunia Aura ....' ... begitulah akhirnya rombongan Eriel berhasil membuktikan sendiri keberadaannya di sini yang baik-baik saja. Adapun tiga Party-Aura dan dua Energias tidak dikenal sempat menyerangnya keadaan masih teratasi serapi mungkin, yang tidak jauh berbeda dengan negeri-negeri yang telah dikunjunginya. Meskipun peringatan-peringatan mara bahaya tetap tidak Eriel abaikan. Kunjungan rombongan Eriel yang pertama kali itu bahkan dibuka dengan acara makan-makan bersama sejumlah petinggi negara Timur-Laut di Kota Deisim. Semuanya be
“... jadi anak-anak ... pengaruh alur sejarah bangsa kita tidak lepas dari kebutuhan banyak kelompok. Secara cepat dan radikal hingga secara langsung dan tidak langsung.”Demikianlah bagaimana seorang pria berkumis cokelat tebal yang terbosesi dengan penampilan militer (Adam Madaprana) memaparkan buku sejarah negara Selatan-Putih rezim Haven pada 57 muridnya. 57 murid yang bercampur antara non-Auranias sampai Energias sekaligus campuran antara kelas 1 sampai kelas 6. Akademi Aura Tentail, desa Aswad.”Krisis sudah terjadi sejak beberapa periode akhir kerajaan dinasti selatan, pemerintahan terpusat sebetulnya sudah berlangsung juga sejak masa itu. Makanya kita bisa lihat sejarah kerajaan yang tidak luput dari pertikaian, sampai-sampai hampir sering mengganti ibu kotanya, bahkan kerajaan memiliki sistem rotasi ibu kota tiap lima tahun hanya demi menjaga kestabilan ....“ Adam juga menuliskan poin-poin penting faktor runtuhnya kerajaan dinasti selatan tepat di papan tulis kapur. “... de
Berita telah tersiar, Yang Mulia Yang Mengetahui Segalanya Raja Neziah Al-Manamah pagi ini mengumumkan kepastian masa abdikasinya di tahun depan dan suara dukungannya diberikan sepenuhnya kepada kepala pemerintahan federasi Utara-Daya (Erbik Al-Deneb). Sementara tarik-ulur kepentingan kubu Pangeran Nein dengan kubu Ketua Erbik Al-Deneb kian serius. Ketua Erbik yang bertekad mempertahankan agenda-agenda Raja Neziah dalam pemerintahan yang berkelanjutan nahasnya kurang disikapi positif oleh penduduk Utara-Daya. Terutama pada bagian pemerintahan yang hendak memfokuskan pembangunan global di atas pembangunan nasional. Nyatanya, setelah semua kian jelas dan kian dipahami suara masyarakat sekarang cenderung melimpah mendukung rencana 'pemugaran bangsa' yang dipelopori Pangeran Nein, terutama di sektor pembangunan dalam negeri.Syukurnya, dominasi suara dukungan parlemen masih ditujukan kepada Ketua Erbik dan mengakibatkan gelar putra mahkota yang disandang Pangeran Nein terancam tidak berg
Segelas cokelat panas diseruput lembut. Wafer dilahap dengan santai. Televisi tabung dialihkan sebagai pemutar video musik; lagu bergenre gotik dari Party-Aura Musisianity melantun syahdu. Volumenya pelan, tapi tetap kedengaran. Monitor pengawas masih menayangkan keributan antar Energias yang ternyata kian meluas. Beberapa kamera pengawas mati total, listrik dan air pun demikian. Ada penyusup, pun ada sipir yang membantu kekacauan. Sedang tidak jauh dari sana sesuatu menarik perhatian Nirumi; pertempuran lain para Auranias. “Haaaddeeehhh ... para Auranitod ini ngapain sih?!” Tidak peduli ini tugasnya Nirumi tidak terhindarkan dari bosannya menemukan pertarungan liar di lokasi kerjanya lagi. Tetapi, ada sesuatu yang membikin ia sangat kaget begitu mengetahui salah satu Auranias yang tengah berduel cukup dikenalnya. “Eh?” Dia dekatkan wajahnya menuju salah satu layar monitor. Memastikan seakurat apa penglihatannya. Dan, ya, tidak salah lagi itu adalah laki-laki itu; Kael De Rigel.
Duel kedua Auranias tidak terhalangi. Lampu masih berkedip mati-nyala dengan jeda waktu yang makin lama. Urusan dengan Party-Aura Eksilinity sepatutnya telah tuntas. Selanjutnya mereka bisa berhadapan dengan penegak hukum membereskan semua kasus. Namun, entah bagaimana ini yang terjadi, mereka yang semula melarikan diri dan menikmati hasil kerja keras kelompok justru dengan sengaja datang kembali ke tempat yang siap menerkam mereka. Memperparah polemik. Atau mungkin itu yang mereka ekspektasikan?Bersama Niraja Gunta mereka berkolaborasi merancang desa Aswad sebagaimana kebutuhan mereka. Kelompok Eksilinity banyak bergerak di bidang ekonomi dan keamanan desa. Tujuan utama mereka mungkin sudah tercapai, tapi beberapa rencana telah gagal atau belum menemui kesuksesannya. Salah duanya, yakni rencana penulisan ulang kitab Aswadian sebagaimana kepentingan kelompok, dan yang kedua, rencana penaklukan desa Abyad dibawah cengkeraman Party-Aura Eksilinity. Dan, tanpa ragu kedua rencana itu ma
Dari apa yang didapatkannya tidak lain berupa pertanyaan demi pertanyaan. Apa yang harus disesalinya?Apa yang harus dilupakannya?Apa yang harus disepelekannya?Untuk sepersekian menit itu mengganggunya, memperjelas segala kendala yang menghantuinya sekalipun konsekuensinya telah terbayang sebelumnya.“HHAAHH ....” Terduduk lesu di depan televisi, di sana Kael menghela napas penat. Kegundahan melandanya. “Kenapa ini rasanya tidak sreg di hati. Kurang memuaskan. Bukan hasil yang kubayangkan. Sudah susah payah padahal kulawan rasa malasku, susah payah kukorbankan kehidupanku yang bebas nan nyaman, tapi malah untuk sesuatu yang tidak berujung yang sekarang kudapatkan ....”Nirumi sudah kembali ke tempatnya bekerja sambil membawa lagi segelas cokelat panas dan sepiring camilan wafer Fafer. Mengamati masing-masing monitor karena sadar kalau hari semakin malam maka semakin besar potensi para narapidana bertindak di luar hukum. Tetapi, mendengarkan si Auranias Cahaya mengoceh adalah pengal
Episode 14: Perbudakan Yang Bersembunyi Dalam Peran Kepatuhan Dan Kesetiaan. Alternasi waktu: 9 / Bintang Cancer. Musim hujan.Pagi hari merupakan waktu bagi kedua pewaris Aura cahaya guna berlatih teknik beladiri Aura atau mengeskalasi Aura mereka.Dibimbing langsung oleh Erika selaku guru, Eriel ber
Episode 6: Langkah Pertama Untuk Meninggalkan Masa Lalu, Langkah Terakhir Untuk Menetapkan Masa Depan. Inilah era generasi ke 70 dari Pewaris-Aura. Era di mana kehidupan telah menyisakan delapan Aura Utama—Aura Merah, Aura Biru, Aura Pingai, Aura Hijau, Aura Sian, Aura Cokelat, Aura Jingga dan Aura
Episode 27: Semoga Semua Pelayanan Ini Diterima Sang Kegelapan Abadi. DALAM beberapa bintang/bulan berikutnya Jenderal A Aldia mengurus banyak persoalan pelik yang mengharuskannya tidak pulang ke rumah. Persoalan yang nyatanya telah mengguncang lagi psikisnya, yang menjadikannya dilema dalam opsiona
Episode 13: Kasih Sayang Tidak Melulu Soal Seberapa Banyaknya Uang Yang Diberikan. Satu wanita yang sempat mengguncang heboh negara Bangsa Selatan. Yang sempat dicap sebagai anggota militer pemberontak. Yang hukuman mati telah melekat semenjak sang wanita nekat ini memenggal kepala walikota Aurania.







