Share

Sistem Aura (Infinity)
Sistem Aura (Infinity)
Author: Radif

Prolog.

Author: Radif
last update Last Updated: 2021-09-15 04:19:32

!!! PERHATIAN !!!

(NOVEL TIDAK PLAGIAT DAN TIDAK BERHAK DIPLAGIAT.)

.

.

[Novel Sistem Aura (Infinity) sudah ada versi cetaknya, untuk order bisa cek ke sosial media Imstagrann: @nehulisme]

Jilid 1: Konspirasi Penguasa. (TAMAT)

Jilid 2: Dunia Ilusi. (TAMAT)

Jilid 3: Manipulasi Para Raja.

.

.

________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Menurut beberapa buku-buku sejarah:

Dunia ini telah menanggung purifikasi ratusan kali. Binasanya seluruh kaum. Musnahnya peradaban. Hilangnya catatan sejarah. Sakitnya bumi. Struktur planet-planet yang kacau berantakan. Masa apokaliptik telah berlaku.

Dahulu kala planet yang hijau dan subur telah rusak oleh peperangan seluruh umat manusia. Masa-masa yang rasanya telah menjadi detik-detik kehancuran total. Akan tetapi, pada planet satu-satunya tersebutlah didapati empat manusia yang selamat dari kepunahan.

Tiada lagi yang dapat diperbuat. Seluruhnya sudah rata, binasa, sirna, dan tampak tak berguna. Manakala takdir menuntun mereka secara elusif, pertemuan di antara keempat manusia hanyalah mencetuskan sebuah tanda tanya besar.

Apa lagi yang harus dicari?

Siapa lagi yang wajib dibunuh?

Kaum mana lagi yang pantas digantikan?

Sejarah apa lagi yang harus diubah?

Ideologi apa lagi yang harus dihapus?

Sedang planet ini dan setiap planet atau galaksi di luar sana telah kacau berantakan. Mereka bahkan ragu untuk saling membunuh. Toh, apa gunanya lagi membunuh kalau semuanya sudah diindikasikan akan tamat secara total?

Demi menanti kematian, keempat manusia mengisi sisa waktu dengan perbincangan ringan. Membahas segala kekonyolan yang telah terjadi. Memperbincangkan cita, cinta dan kerja. Membicarakan masa lalu yang suram dan bahagia, menaruh harapan pada impian tinggi yang saat ini berakhir kehancuran.

Dan lain sebagainya selama berhari-hari tanpa makan, tanpa minum. Tanpa tempat meneduh, hanya langit gelap nan berbintang sebagai hiburan pemandangan, sementara bencana alam berkesinambung tetap terjadi.

Manusia bermata hitam, adalah perempuan yang amat pendiam. Bicarakan hal-hal yang amat penting. Tidak terlalu memiliki argumen menarik, namun menurutnya, bintang Fajar di langit sana akan meledak, dan menjadi bintang katai hitam.

Manusia bermata ungu, laki-laki yang memiliki kesadaran terhadap siklus revolusi dan evolusi. Mempunyai pengetahuan terhadap sejarah. Pengetahuan sejarah yang selalu menjadi bagiannya secara turun temurun kehidupan. Karena menurut keyakinannya, sejarah adalah ringkasan untuk sebuah bukti kenyataan.

Ia pria yang cerewet, banyak bicarakan data dan persepsi. Tidak memercayai adanya kedamaian dunia tanpa dalih peperangan. Sebab baginya, sejarah berdarah tidak pernah akan berkesudahan, itu amat mustahil katanya.

Pria berambut putih memiliki keberanian tangguh, pantang menyerah, tanpa pernah jatuh dalam beban keputusasaan. Ia bertahan di sini dengan sebilah pedang berlian, ia hadir dengan darah di sekujur badan. Tak banyak yang dirinya utarakan, hanya satu kalimat penting tidak penting yang disampaikannya: 'Aku hanya ingin memancing ikan lagi.'

Wanita bermata merah, adalah satu-satunya tokoh manusia yang memimpin sebuah bangsa. Bangsa yang disebut bangsa Methuselah. Dia kehilangan banyak kawan. Kekasihnya, kaumnya, dan setiap individu yang dikasihinya telah gugur tanpa sisa.

Dari beberapa kurun waktu, peristiwa tersebut berkelanjutan.

Sebagaimana yang tertuang pada salah satu lembaran-lembaran buku lainnya yang berbunyi:

Mata angin Barat adalah di mana sinar kemerahan terbit.

Mata angin Timur adalah di mana sinar kebiruan terbit.

Mata angin Selatan adalah di mana sinar kehijauan terbit.

Mata angin Utara adalah di mana sinar pingai terbit.

Mata angin Timur Laut adalah di mana sinar keunguan terbit.

Mata angin Barat Laut adalah di mana sinar kecokelatan terbit.

Dan tentu saja, mata angin Barat Daya adalah di mana sinar kejinggaan terbit.

Sejatinya tidaklah kebetulan mengapa hanya keempat manusia yang selamat dalam masa kehancuran ini. Mereka sudah diselamatkan melalui Sistem yang sukar dideskripsikan umat manusia. Sebuah Sistem unik yang melegalitas kempat manusia ini sebagai empat tokoh terpilih: Empat Kreator Alam Semesta Aura.

Namun demikian, hanya tiga manusia yang berkompeten menangkap setiap pendaran sinar elusif dalam empat arah mata angin: Barat, Timur, Selatan dan Utara.

Lantaran tidaklah sebagaimana wanita bernetra hitam, yang sanggup menyaksikan seluruh delapan titik arah mata angin yang dipendari cahaya elusif nan magis.

Bahkan wanita itu pula yang mendapati satu lagi titik pendaran sinar bernuansa putih gemilang, namun terbilang ganjil serta mengundang tanda tanya besar oleh lantaran tidak turut turun di salah satu penjuru mata angin.

Tak pelak, keempat manusia tercengang akan setiap fenomena yang ada. Juga yang tidak kalah mengejutkannya bahwa tidak sedikit pun ketakutan bernaung di antara mereka, justru sebaliknya, hawa aneh nan menarik seakan menyambut tenang segala penjuru mata angin yang terpancar sinar.

Hingga begitulah, fenomena tersebut tidak berlangsung lama, secara tiba-tiba ketujuh pendaran mata angin saling berintegral. Berkumpul sebagai satu kesatuan pendaran denyar yang masif. Lantas memecah. Meledak bagaikan 'bigbang'—dalam intensitas rendah tentunya. Secara irasional musnahnya ledakan tersebut memuntahkan empat buah apel yang serta-merta melayang di hadapan keempat manusia.

Dan lagi-lagi lewat Sistem yang sukar didefinisikan mereka dititah guna memakan masing-masing satu buah apel tersebut.

Hanya satu kesadaran yang mereka rasakan; masing-masing di antara mereka melahap habis buah yang tersaji.

Tetapi karenanya, manusia bermata ungu tiba-tiba berceletuk, “Inilah ilmu yang selama ini kita cari. Sejarah yang sengaja dihapuskan. Buah keabadian.”

“Atau aku menyebutnya sebagai ... ilmu Aura,” sambung pria berambut putih—dirinya bahkan tidak yakin mengapa ia mesti menakrifkan hal tersebut.

”Kalian mengalaminya?“ selidik wanita bernetra hitam seolah telah merasakan kebugaran tubuh yang paling nikmat di muka bumi ini.

Keempat manusia mengalaminya. Mengalami aura magis, yang secara ajaib mengubah segala cara pandang mereka terhadap kehidupan. Sedang tujuh titik sentral aura mereka serentak berpancar cemerlang.

Maka Sistem super-canggih itu mendadak saja menurunkan preskripsi kepada ke-Empat Kreator Alam Semesta guna mendirikan kembali suatu peradaban baru. Peradaban dengan era yang lebih berkualitas. Peradaban hebat dan era yang mereka legalisasi sebagai … Era Aura.

Keempat manusia menanggungnya. Garis takdir telah menentukan. Mereka tidak dapat mengelak. Tidak ada alasan tepat untuk menolak. Lewat alam bawah sadar, mereka telah dirancang sedemikian rupa.

Empat Kreator Alam Semesta Aura mulai mengimplementasikan setiap mandat.

Lewat Aura Biru tanah dihamparkan. Lewat Aura Hijau udara disterilisasi. Lewat Aura Merah lumpur dididihkan. Lewat Aura Pingai lautan dibekukan. Lewat bermacam jenis warna Aura lainnya bumi dan planet-planet direkonstruksi.

Keempat Kreator Alam Semesta kemudian dititah untuk melahirkan keturunan-keturunan baru. Itu mudah bagi mereka. Keturunan-keturunan dari ke-Empat Kreator Alam Semesta akhirnya terlahir ke bumi. Terus kumulatif seiring waktu dan generasi.

Dengan demikian pula, telah lahir manusia-manusia unik, yang berbeda dari kaum-kaum sebelumnya. Ilmu Aura secara alamiah telah menurun pada anak cucu ke-Empat Kreator Alam Semesta—para pewaris Aura. Dan secara inkremental, terbentuklah peradaban baru.

Mulai dari:

Pewaris Aura Hijau serta Aura Biru mempunyai kapabilitas mengendalikan hewan-hewan. Seperti jenis unggas, predator dan sebangsanya. Mereka tinggal di benua Barat. Penguasa benua Barat.

Pewaris Aura Merah berkapabilitas mengendalikan lava, serta Aura Pingai mempunyai kapabilitas yang mampu mengendalikan es. Mereka tinggal di benua Selatan. Penguasa benua Selatan.

Pewaris Aura Sian berkapabilitas memanifestasikan petir. Pewaris Aura jingga mempunyai kapabilitas memanifestasikan listrik. Tinggal di benua Utara. Penguasa benua Utara.

Pewaris Aura Cokelat berkapabilitas mengendalikan aspek botani. Pewaris Aura Kelabu berkapabilitas memanifestasikan aspek halusinasi. Mereka tinggal di benua Timur. Penguasa benua Timur.

Sedang manusia biasa yang bukanlah apa-apa, tetap cukup utilitas dalam tujuan politik. Akan tetapi, digenerasi ke 24 tanpa alasan yang jelas ke-Empat Kreator Alam Semesta mendadak hilang dari panggung dunia. Dan hanya satu kalimat dalam kitab Purnawarna yang mengonfirmasi alasan ke-Empat Kreator Alam Semesta itu menghilang:

'Tidak dapat terelakan, tidak sanggup diabaikan. Kami—Empat Kreator Alam Semesta Aura—harus bersembunyi pula dari panggung dunia. Menyelia dari dimensi tak tergapai. Menunggu isyarat akhir. Demi menghindari kecintaan yang mencetuskan dendam.'

.

.

.

.

.

.

________________________________________________________________________________________________________________________________________________

{Halo teman-teman, bagi yang penasaran dengan fakta-fakta unik dan nyeleneh dari Sistem Aura Infinity—mulai dari fakta ide, konsep, misteri, tokoh-tokohnya, hingga worldbuilding dan lain-lain— teman-teman dapat mengunjungi akun Itagram kami, dengan nama: Nehuselah.}

Terima Kasih. Dan semoga bermanfaat.

(Hak cipta dilindungi undang-undang no 28 tahun 2014.)

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hulwah Damaiyanti
Bagus banget ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 418: Aku Tidak Butuh Pencerahan, Akulah Pencerahannya.

    “Apakah Anda bangkrut?” Seorang cewek berambut merah panjang dengan sentuhan kosmetik yang memoles mukanya seperti seorang badut alih-alih elegan feminin membeberkan informasi penting:“Apakah perusahaan Anda menanggung utang yang besar?”“Langganan air, listrik, internet, siaran bola terpaksa diputus?” “Keluarga menjadi tidak harmonis? Rumah impian, wanita simpanan, perut lapar anak-anak semuanya menuntut pertanggungjawaban Anda?”“Tenang saja, kami dari lembaga kementerian pemberdayaan manusia siap—”Begitulah iklan yang disponsori pemerintahan dilewati Nirumi begitu saja. Tayangan Party-Aura dunia yang menyiarkan perubahan besar-besaran dijadikan alternatif tontonannya sekalian menunggu kembalinya acara kesukaannya.19:38.“... sejak masa revolusi bangsa Selatan dunia seperti bergerak cepat, ya?” Nirumi sebetulnya mengomentari keterkaitan acara di televisi dengan realitas yang ditemuinya. “Aku jadi kepikiran akan seperti apa dunia kita dalam seratus atau seribu tahun ke depan.”“Y

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 417: Tidak Apa-Apa Kok Kalau Memang Tidak Mengetahui.

    ... lantas apa yang bisa dipercaya dari makhluk yang memiliki sifat kontradiktif? Pria kurus ini bersimpuh tepat di karpet bulu beruang salju, mengungkapkan setiap peristiwa yang menjerumuskan negerinya. “... setelah kami tinjau ulang, sebetulnya persoalan desa Aswad bisa diselesaikan lewat dialog terbuka. Karena mau bagaimanapun, negeri kita masih memiliki persoalan yang lebih genting dari ini, minimal sama gentingnya.” Ketua Rion mengungkapkan hasil pengamatannya. “Kita mungkin bisa menang secara militeristik menaklukkan desa Aswad. Tetapi, kita tidak akan menang melawan kemanusiaan. Sebab tidak peduli sebaik apapun peperangan digelar selalu ada pandangan jahat yang membayanginya. Ketambah pihak asing akan mudah menyusup dalam agendanya.” Dan, di hadapannya dalam jarak dua anak panah telah duduk bersila pria yang paling disegani seantero negeri. Pria pemilik rambut hitam bergelombang acak-acakan yang seolah baru disapu angin besar, bertubuh bedegap yang terbungkus rapi oleh se

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 416: Dalam Politik Efektivitas Di Atas Moral, Kepentingan Di Atas Kebenaran.

    12:01.'Kring-Kring'. Seiring alarm berdering para narapidana berhamburan dari sel tahanan secara bertahap. Waktunya merampungkan jam makan siang dan bercengkerama.Benda kubus bernama radio di sudut ruangan tidak ketinggalan berbunyi menyiarkan berita:'... dalam jadwal kunjungannya ke desa Uno Ketua Rion telah meminta kepada seluruh penerima jatah kesejahteraan Sinkretis-Sosial untuk tidak menjadikan dana terkait sebagai tabungan, termasuk mengancam dengan hukum siapa saja yang berani mempermainkan sistem tersebut, beliau mendesak, bahkan memaksa para penerima dana kesejahteraan Sinkretis-Sosial guna secepatnya menggunakan jatah kesejahteraannya sesuai ketentuan yang berlaku, tidak boleh ditimbun ....''... pemimpin dunia Aura Tetua-Aura Alara terus mendorong bangsa-bangsa untuk bergegas menyetujui skema Kekaisaran Agung Dunia Aura. Mengungkapkan akan konsep negara-negaraan yang tidak relevan dipakai buat selama-lamanya. Generasi penerus mesti dituntun menikmati persatuan manusia se

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 415: Sembuhkanlah Kami Dari Dogma Yang Terbukti Tidak Pernah Ada.

    22:05. Darah menetes .... Dalam tirai-tirai malam sekelebat siluet melesat pesat .... Suara-suara keributan saling sapa mengotori lengang .... Tensi memuncak .... 'Brak'. Seorang non-Auranias dicekik seraya tubuhnya dihantamkan pada dinding sebuah rumah. Seorang pria berjubah lonceng monokromatik adalah pelakunya. Sedang seorang pria botak bertato bunga mawar adalah korban. “Tidak ada pengkhianatan yang dapat diampuni sekalipun mengatasnamakan perbaikan.” Dengan intonasi yang mantap pria berjubah ini melampiaskan kecewa. “Kalian mengkhianati Party-Aura kami, membuat hukuman layak dialamatkan kepada kalian ... semuanya.” “Gah ...!” Pria botak ini non-Auranias. Perlawanannya yang maksimal tidak berarti signifikan. Kalah telak malah. Tetapi, belum sempat pria berjubah hitam bertindak lebih jauh, seorang cewek kalangan Auranias Pingai level 58 datang mengintervensi. Merealisasikan [Tinjuan-Aura] teruntuk pria berjubah. 'Ptafh'. Percikan Aura Pingai dan Merah terpencar ket

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 414: Berhenti Percaya Untuk Saksikan Kebenaran Yang Nyata Apa Adanya.

    Bulir-bulir salju secara alami menodai jubah kelabu yang punggungnya berpola '8'. Sebuah urusan memaksa pengguna jubah tersebut untuk di sana. Untuk urusan yang seorang bocah 5 tahun bakal muskil memahaminya. Total tiga individu yang terlibat didalamnya. Kendati hanya dia satu-satunya wanita. Ereia Omu Aum tidak sekali pun memberikan senyuman keramahan, ekspresinya yang kaku malah tidak lekang hingga semua urusannya tuntas. Maka sementara kedua figur itu kembali ke habitat yang semestinya, Ereia pun demikian. 3471-27-Sagitarius (Musim Dingin). 13:23, desa Aswad .... Salju hari ini turun dengan tidak deras. Sedikit berkabut di dekat pesisir pantai. Udaranya dingin mengebaskan kulit serta berbanding lurus dengan suasananya yang tenang, tapi mencekam, hening dan bikin kepingin pipis. Suara 'Ting-Ting' dari lonceng menelusup segala ruang. Kantor kepala akademi Aura Tentail distrik Air kedatangan tamu. Maka dua persona terlibat interaksi lisan yang intens. “Maaf, ya, dik. Pecahnya

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 413: Jika Menjadi Penjahat Dapat Menghentikan Perang Artinya Kita Tidak Punya Pilihan (Part 2).

    Tanpa harus dikatakan, Niraja Avana sampai detik ini belum mengetahui misi yang Elaria lakoni, andaipun diwaktu yang tidak terduga akhirnya mengetahui jua sejujurnya bukanlah masalah besar. Niraja Avana masih persisten memegang pendiriannya dan semua data pertanggungjawaban yang diperlukan sudah dikirimkan pada pusat. Dia merasa cukup dengan semua yang sudah diupayakannya.Sialnya, suatu kendala membikin mereka tidak mampu menghubungi Ketua Kael lewat jaringan telepon. Kecuali sebatas pesan singkat yang Oshi sampaikan supaya melakukan apa yang sudah dimandatkan pada mereka.Zeno sempat mengusulkan agar meraih dukungan semua golongan masyarakat Selatan-Putih, tidak terkecuali tiap-tiap pihak di luar negeri. Salah satunya, media populer supaya menyiarkan segala peristiwa, tepatnya pada bagian desa Aswad sebagai korban. Dalam hal ini, Zeno membangun kekuatan moral guna menekan pihak-pihak yang kontra dengan kehendaknya.Sementara keterlibatan bangsa Eartheia dalam konflik internal bangsa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status