Masuk“Aku berhasil menyelesaikan misi pertamaku tepat waktu.” Morgan mendongak ke langit yang cerah. “Ini menjadi awal yang baik untukku.”
Morgan meninggalkan outlet beberapa menit kemudian. Manajer dan para pegawai membantunya memasukkan barang belanjaan ke dalam taksi. Mereka juga mengantar kepergiannya di depan outlet, membungkuk hormat.
Morgan mengamati pemandangan kota, tersenyum. “Ini benar-benar hari yang luar biasa. Aku sangat senang melihat Mike dan Missy kesal. Meski begitu, aku yakin mereka akan membalas dendam.”
Morgan mengamati penampilannya di cermin. “Aku memang tampak lusuh. Aku harus mengubah penampilanku.”
Morgan mengamati struk belanja di Luxury Outlet. “Aku menghabiskan sepuluh juta dolar. Ini sungguh gila.”
Morgan bersandar di kursi, menepuk kening, tertawa. “Aku butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang itu jika aku masih bekerja sebagai pegawai restoran.”
Morgan mengecek statusnya di layar hologram. “Aku masih berada di level 1, tetapi poin pengalamanku sudah meningkat sebanyak 10 poin setelah berhasil menyelesaikan misi. Selain itu, aku masih memiliki saldo sebesar empat ratus sembilan puluh sembilan juta dolar.”
Morgan mengamati sebuah mobil mewah. “Mobil itu sangat bagus. Apakah aku harus membeli mobil? Aku memang selalu bermimpi untuk memiliki mobil selama ini.”
Morgan menepi di sebuah barber shop beberapa menit kemudian.
Morgan mengamati penampilannya di cermin. “Penampilanku sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Aku juga tampak tampan dengan pakaian ini.”
“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”
[Ding]
[Misi 2 : Menghabiskan uang sebesar 10 juta dolar dalam waktu satu jam]
[Durasi : 60 Menit]
[Hadiah : $10.000 + 10 EXP]
“Sebuah misi baru.” Morgan mengamati layar hologram, tersenyum. Ia sudah membayangkan barang-barang yang akan ia beli.
Morgan pergi ke sebuah toko ponsel. Para pegawai menyambutnya dengan sangat ramah. Para pengunjung beberapa kali meliriknya.
“Mereka memperlakukanku dengan sangat baik. Aku yakin mereka akan mengusirku jika aku masih berpenampilan lusuh. Ini tampak tidak adil, tetapi hampir semua orang menilai seseorang dari penampilannya,” gumam Morgan.
Morgan membeli ponsel paling mahal. Para pegawai bahkan manajer toko mengantarkan kepergiannya. Para wanita berusaha menarik perhatiannya.
“Aku harus fokus pada misiku sekarang.”
Morgan berkunjung ke sebuah toko kendaraan. Para pegawai juga memperlakukannya dengan sangat baik. Setelah berkeliling dan mendengarkan penjelasan pegawai, ia memutuskan membeli sebuah mobil paling mewah.
Morgan termenung di dalam mobilnya, menatap kedua tangannya di kemudi. “Ini seperti mimpi. Aku membeli sebuah mobil mewah?”
Morgan tertawa dan terdiam setelahnya. “Semua ini kenyataan. Ini sangat luar biasa.”
Morgan meninggalkan show room, membeli beberapa jam tangan di toko berbeda. Orang-orang memperhatikannya sejak tadi.
“Jika mereka mengabaikanku dan menghinaku sebelumnya, mereka memperhatikanku dan bersikap sangat baik padaku sekarang. Uang memang mampu mengubah seseorang.”
Morgan meninggalkan toko, mengabaikan beberapa wanita yang berusaha mendekatinya. Ia membutuhkan waktu sebelum mahir menggunakan mobil barunya.
Morgan mengelilingi pusat kota, membeli beberapa barang untuk menyelesaikan misi. Ia melihat banyak tas menumpuk di kursi belakang. “Aku menghabiskan dua puluh juta dolar kurang dari tiga jam. Ini benar-benar gila.”
[Selamat]
[Host berhasil menyelesaikan misi]
[Host menerima $10.000 dan 10 EXP]
“Aku berhasil menyelesaikan misi kedua. Aku mendapatkan poin pengalaman sebanyak sepuluh. Untuk mencapai level 2, aku harus mendapatkan tujuh poin lagi.”
Morgan menoleh ke arah gedung-gedung pencakar langit sesaat. “Aku memang memiliki banyak uang sekarang, tetapi aku tidak boleh terus menghambur-hambur uang. Aku tidak boleh terlalu bergantung pada sistem, apalagi aku belum tahu informasi sepenuhnya mengenai sistem.”
Morgan melirik cincinnya sekilas. “Aku harus menggunakan sistem dengan sebaik mungkin untuk mencapai tujuanku.”
Morgan mencengkeram kemudi, menatap tajam. “Aku selalu ingin tahu siapa orang tuaku dan keluargaku selama ini. Aku tumbuh dan besar di panti asuhan. Aku hidup mandiri setelah aku berusia lima belas tahun dan menjalani kehidupan yang berat.”
“Aku baru tahu jika nama keluargaku adalah Mayler. Aku harus mencari informasi orang tuaku dan keluargaku. Itulah tujuanku sekarang.”
Morgan terkejut saat cincin mendadak bersinar. “Apa yang terjadi?”
[Sistem mencatat keinginan Anda]
Morgan tersenyum, memacu mobil lebih cepat. “Ya, sistem hadir untuk membantuku, dan aku harus menggunakan sistem sebaik mungkin.”
Morgan beristirahat di hotel mewah. Ia tertidur sangat pulas dan terbangun saat sore.
Morgan merenggangkan badan, membersihkan diri, mengamati penampilannya di cermin. “Aku berubah sangat drastis. Aku terlihat sangat tampan sekarang.”
Morgan terdiam saat melihat tas-tas belanja di sofa dan lantai. “Aku membeli banyak pakaian dan sekarang aku bingung harus memakai yang mana.”
Bel berbunyi. Para pegawai wanita berada di depan ruangan. Salah satu dari mereka berkata, “Kami datang membawa makanan untuk Anda, Tuan.”
“Tunggu sebentar.” Morgan mengambil sebuah kemeja dan celana, membuka pintu.
Lima pegawai wanita memasuki ruangan, tersenyum sangat ramah. Mereka mendengar tamu tampan yang menyewa kamar termahal, dan mereka harus mengakui jika pria itu memanglah sangat tampan.
Lima wanita itu menata makanan di meja, melirik Morgan sesekali. Mereka berbaris rapi di depan samping meja.
“Apakah ada hal lain yang bisa kami lakukan untuk Anda, Tuan?” tanya wanita yang berada paling dekat dengan Morgan.
Morgan duduk di kursi, mengamati hidangan di meja. “Kalian bisa keluar sekarang. Aku ingin menikmati hidangan ini dengan tenang.”
Para wanita itu keluar dari ruangan, tampak kecewa.
Morgan menikmati hidangan sembari mengamati pemandangan pusat kota dari ketinggian. Langit sore tampak begitu indah. Kawanan burung terbang ke arah barat.
Morgan tertawa. “Aku penasaran bagaimana keadaan Mike dan Missy sekarang.”
“Dasar bajingan!” Seorang pria paruh baya menampar Mike, mendengkus kesal. Para polisi yang berada di sekitar pintu masuk seketika menoleh, kembali bertugas.
“Kenapa kau bisa berakhir di penjara? Kau membuatku kehilangan seratus ribu dolar hanya untuk membebaskanmu dan kekasihmu!”
“Aku sungguh menyesal, Ayah.” Mike menunduk. “Tapi aku sama sekali tidak bersalah. Morgan pasti sudah membayar para polisi. Dia juga sudah mencuri uang restoran, Ayah.”
Pria itu kembali menampar Mike, mencengkeram wajah putranya. “Apa kau pikir aku bodoh? Kaulah yang sudah mencuri uang restoran untuk berfoya-foya. Di saat kakak-kakakmu berusaha keras untuk mengembangkan perusahaan keluarga, kau justru bermalas-malasan dan membuat masalah.”
“Jika kau ingin mencari alasan, kau sebaiknya membuat alasan yang masuk akal. Bagaimana mungkin pegawai rendahan seperti Morgan bisa menyuap polisi? Bukankah kau mengatakan dia hanya seorang yatim piatu yang miskin?”
Mike meringis kesakitan. “A-aku sungguh mengatakan hal yang sebenarnya, Ayah.”
“Tutup mulutmu, brengsek!” Pria itu menampar Mike kembali. “Jika aku mendengar kau membuat kesalahan lagi, aku akan mengirimmu ke luar negeri dan melarangmu pulang selama dua tahun.”
Mike membungkuk, menahan perih. “A-aku sungguh menyesal, Ayah. A-aku berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi.”
Mike terdorong hingga nyaris terjatuh saat ayahnya menabraknya. Ia membungkuk saat ayahnya memasuki mobil.
Mike mendengkus kesal. “Dasar brengsek! Aku pasti akan membalasmu, Morgan!”
Missy berada di dalam mobil. Pikirannya terus mengulang peristiwa di outlet tadi. Meski sangat kesal pada Morgan, tetapi di saat yang sama, ia penasaran.
Missy mengembus napas panjang, mengamati sapu tangan di dalam tasnya. “Apa mungkin Morgan hanya berpura-pura miskin selama ini? Dia hanya ingin mengujiku. Setelah tahu aku berselingkuh, dia menunjukkan dirinya sesungguhnya.”
“Aku mengenal Morgan sejak masa sekolah dahulu. Dia sering kali mendapat hinaan dari orang-orang, tetapi dia tidak melakukan apa pun karena lawannya adalah orang-orang kaya. Apa yang sebenarnya terjadi?”
Missy memijat kening, meremas gaun. “Astaga, kepalaku sangat pening sekarang. Kenapa aku justru sial di hari ulang tahunku?”
Mike memasuki mobil. “Apa aku membuatmu menunggu cukup lama, Sayang?”
Missy menggeleng. “Aku sangat lelah sekarang. Aku ingin segera beristirahat.”
Mike melajukan mobil, mencengkeram kemudi saat mengingat kejadian di outlet dan kantor polisi. “Sial, aku pasti akan membalasmu, Morgan.”
“Apakah kita akan tetap pergi ke Heaven Restoran malam ini?” tanya Missy.
“Tentu saja kita akan pergi. Bukankah aku sudah berjanji untuk mengajakmu ke sana?”
[Host : Morgan Mayler][Level : 1 (100/100)][Saldo : $479.978.000]“Aku berhasil menyelesaikan misi tepat waktu.”Morgan ambruk di tanah, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia mengamati langit yang bertabur bintang.Morgan menoleh ke samping, mengamati para berandal yang tidak sadarkan diri. “Aku sempat khawatir aku tidak bisa mengalahkan mereka karena kondisiku yang sudah kelelahan.”Morgan meringis kesakitan ketika memaksakan berdiri. Ia menyeka darah di dahi dan bibir, mengembus napas panjang. “Aku berlatih bela diri sejak anak-anak di panti asuhan. Aku tidak memiliki pilihan selain terus berlatih dan bertambah kuat karena aku hidup sendiri.”Morgan terjatuh, mengendalikan napas yang terputus-putus. “Aku harus segera pergi ke rumah sakit sekarang. Aku yakin Mike mengawasiku dari suatu tempat sekarang.”Morgan kembali berdiri, berjalan terhuyung-huyung menuju mobil. Ia memijat kepala beberapa kali, nyaris terjatuh beberapa kali.“Dasar brengsek!” pekik Mike saat melihat semua
“Dasar sialan! Kau bertarung dengan curang!” teriak seorang berandal sembari mengayunkan pipa besi pada Morgan.“Kalian semualah yang bertindak curang! Kalian menyerangku secara berkelompok sekaligus memakai senjata!” sahut Morgan sembari menghindari serangan. “Aku hanya menggunakan tongkat, sarung tangan, dan petasan kecil! Tapi, kalian datang bergerombol dan menyerangku secara tiba-tiba!”“Tutup mulutmu, sialan!” bentak seorang berandal sembari berlari ke arah Morgan.Morgan menendang berandal itu hingga berandal itu terlempar dan menubruk berandal lain. Ia menghajar para berandal yang berdatangan, mengalahkan mereka satu per satu.Morgan memukul beberapa berandal yang akan kembali berdiri. Ia mengamati para berandal yang sudah tergeletak di tanah, mengembus napas panjang.[Waktu penyelesaian misi : 10 menit 10 detik]“Para berandal itu cukup lemah. Meski begitu, mereka membuatku kelelahan. Aku harus tetap waspada karena berandal lain akan muncul sebentar lagi.”Morgan terkejut saat
“Apa maksudmu, Missy? Kenapa kau tiba-tiba mengakhiri hubungan denganku?” Mike terkejut dan marah di waktu yang sama. “Apakah semua ini karena kau menyukai Morgan?”“Tidak!” Missy menggeleng beberapa kali, terdiam sesaat. “Aku merasa kita tidak lagi cocok satu sama lain, Mike. Aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku mohon mengertilah. Kita masih bisa berteman, dan mulai melupakan semuanya mulai sekarang.”“Aku tidak menerima keputusanmu, Missy. Kau mendadak berubah dan mengambil keputusan yang salah.” Mike mencengkeram tangan Missy. “Jangan bermain-main denganku atau kau akan menyesal, Missy!”“Lepaskan tanganmu dari tanganku, Mike. Kau menyakitiku.” Missy menarik tangannya, tetapi Mike semakin keras mencengkeram tangannya. “Aku akan berteriak jika kau apa tidak melepas tanganmu, Mike.”Mike melepas tangannya perlahan. “Missy, kita masih bisa ....”Missy bergegas meninggalkan kafe, melirik Mike sekilas. “Aku melihat Morgan berada di hotel saat aku menemui temanku di sana. Dia ternyata adal
[Host : Morgan Mayler][Level : 1 (050/100)][Saldo : $479.928.000]Morgan keluar dari kantor polisi, memasuki mobil, mengembus napas panjang. Ia mengamati lalu lalang kendaraan di jalan raya. Langit tampak sangat cerah sore ini.Morgan melajukan mobil, menyalip beberapa kendaraan. “Polisi dan pemadam kebakaran tidak tahu informasi mengenai pria misterius itu. Pria itu muncul dan menghilang dengan cepat.”“Aku sudah mencari pria itu ke seluruh sudut kota, tetapi aku tidak mendapatkan petunjuk apa pun. Siapa dia sebenarnya?”Mobil berhenti saat lampu merah. Beberapa berandal berlarian karena para polisi mengejar mereka. Mereka menabrak beberapa pejalan kaki, memasuki lorong.Morgan mengamati beberapa pria berpakai hitam di trotoar. “Aku kembali ke bekas gedung tua pagi dan siang tadi, tetapi aku juga tidak mendapatkan petunjuk mengenai pria itu.”“Mondy mengatakan Mike mengumpulkan banyak berandal untuk menghajarku. Aku tahu Mike tidak akan berhenti begitu saja.” Morgan mencengkeram ke
“Dasar bajingan tengik!” bentak Mondy sembari menahan kesakitan di pinggang kirinya. “Aku hanya melihat seorang pria berpakaian hitam memasuki gedung yang terbakar. Aku tidak melihat wajahnya.”“Seorang pria berpakaian hitam?” gumam Morgan.“Pria itu tampaknya gila. Dia berjalan ke dalam kobaran api tanpa takut.” Mondy mengawasi keadaan sekeliling, mendengkus kesal.Mondy berjalan terseok-seok, meninggalkan Morgan. Akan tetapi, pria itu tiba-tiba berhenti dan berbalik. “Aku mengatakan ini karena kau sudah mengalahkanku. Aku mendengar Mike mengumpulkan para berandal malam kemarin. Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan.”“Jangan menggangguku lagi, brengsek! Jika kita kembali bertemu, aku akan menghajarmu tanpa ampun!” Mondy meninggalkan Morgan, berlari ke sebuah gang.Morgan mengembus napas panjang, menoleh pada sisa gedung. “Mike dan Missy benar-benar membuatku marah! Mereka berniat membunuhku sejak awal!”Morgan memasuki kawasan gedung, mengamati beberapa potongan kayu, besi, dan bar
[Ding][Misi 3 : Mengalahkan si Raja Arena][Durasi : lima menit][Hadiah : 10 EXP dan $10.000]“Sebuah misi baru?” Morgan tersenyum. “Sistem memberikan misi di waktu yang tepat. Aku mendapatkan sepuluh ribu dolar jika berhasil mengalahkan si Raja Arena.”“Aku mencari informasi mengenai si Raja Arena alias Mondy di internet semalam. Dia memang kuat, tetapi dia memiliki kelemahan di pinggang kiri.”“Dasar bajingan tengik! Kenapa kau tiba-tiba tersenyum, brengsek?” Mondy berteriak seraya memutar-mutar pipa besi. “Apa kau tidak sabar untuk mati? Aku dengan senang hati mengirimmu ke neraka!”“Aku melihat sebuah sepeda listrik di dekat gang. Kau juga memiliki pakaian yang bagus. Aku akan menjual sepeda listrik dan pakaianmu setelah kau kalah.”“Kau bisa membawa sepeda dan pakaianku jika kau memang berhasil mengalahkanku. Sayangnya, aku tidak berniat untuk kalah.” Morgan berlari sekencang mungkin, melompat tinggi, melayangkan sebuah tendangan ke arah dada Mondy.Mondy menahan tendangan deng







