Share

Bab.139

Author: Kairon
last update publish date: 2026-03-19 10:31:54

Lampu-lampu di lorong Sektor Zero-Six berkedip dengan ritme yang tidak stabil, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding beton yang berjamur. Liu Xue Lan duduk di sebuah kursi besi lipat di depan pintu laboratorium, tangannya yang masih mati rasa karena kedinginan menggenggam segelas air hangat yang diberikan oleh seorang anak kecil secara sembunyi-sembunyi tadi.

Di seberang lorong, penduduk bunker—yang kini menyebut diri mereka Faksi Terbuang—berkumpul dengan gumaman rendah. Me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.140

    Pintu kedap udara Sektor Zero-Six terbuka dengan geraman hidrolik yang berat. Liu Xue Lan melangkah keluar, dan seketika itu juga, realitas di luar bunker menghantamnya seperti palu godam yang terbuat dari es. Suhu -85 bukan sekadar angka; itu adalah kekuatan fisik yang mencoba menghentikan getaran atom di dalam tubuhnya. Zirah Seraphim yang kini berwarna perak kusam mengeluarkan suara desisan elektrik. Kristal es terbentuk dalam hitungan detik di atas sensor optiknya, memaksa Xue Lan untuk membersihkannya secara manual dengan tangan yang kaku. "Aktivasi... Protokol Termal," bisik Xue Lan. Suaranya terdengar berat, terdistorsi oleh masker oksigen yang mulai membeku. Alur merambat sangat lambat saat narasi membedah setiap langkah Xue Lan menuju katup pelepas tekanan di permukaan bukit. Salju tidak lagi lembut; butirannya sekeras kerikil, didorong oleh angin berkecepatan 120 km/jam yang membawa partikel logam dari langit. Setiap kali ia mengangkat kaki, sendi-sendi zirahnya mengeluar

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.139

    Lampu-lampu di lorong Sektor Zero-Six berkedip dengan ritme yang tidak stabil, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding beton yang berjamur. Liu Xue Lan duduk di sebuah kursi besi lipat di depan pintu laboratorium, tangannya yang masih mati rasa karena kedinginan menggenggam segelas air hangat yang diberikan oleh seorang anak kecil secara sembunyi-sembunyi tadi. Di seberang lorong, penduduk bunker—yang kini menyebut diri mereka Faksi Terbuang—berkumpul dengan gumaman rendah. Mereka menatap Xue Lan bukan dengan rasa kagum, melainkan dengan rasa jijik yang murni. Bagi mereka, Xue Lan adalah simbol dari teknologi yang merenggut nyawa keluarga mereka di permukaan. Pria tua dengan luka bakar, yang kini dikenal sebagai Elder Thorne, melangkah maju. Ia meletakkan sebuah alat hitung geiger tua di atas meja di hadapan Xue Lan. "Persediaan oksigen kami hanya cukup untuk dua minggu jika kami membagi rata. Dengan kedatangan kalian, dan mesin-mesin yang menyedot daya dari genera

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.138

    Badai salju di pinggiran utara Detroit bukan lagi fenomena alam biasa. Butiran es yang turun memiliki struktur heksagonal yang tidak sempurna, sering kali membawa serpihan logam mikroskopis yang berpendar redup—sisa-sisa satelit Aegis yang terbakar di atmosfer. Li Lan memimpin di depan, menggunakan pedang vibrasinya yang tumpul untuk menebas semak-semak beku yang menutupi jalur kereta api tua. Di belakangnya, Liu Xue Lan menyeret sebuah tandu darurat yang dibuat dari pelat pintu mobil dan kabel baja. Di atas tandu itu, Shen Long terbaring diam, tertutup oleh jubah termal yang sisa energinya hampir habis. "Tahan... sedikit lagi," gumam Xue Lan. Suaranya hampir hilang ditelan deru angin. Alur merambat sangat lambat saat narasi mendeskripsikan setiap inci perjalanan mereka. Salju yang setinggi lutut membuat setiap langkah menjadi perjuangan kinetik yang melelahkan. Xue Lan merasakan otot pahanya mulai mengalami kram hebat, namun ia terus memaksa kakinya bergerak. Ia tidak lagi melihat

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.137

    Cahaya aurora yang dihasilkan oleh ledakan satelit Aegis mulai memudar, digantikan oleh langit yang berwarna abu-abu pekat. Debu perak yang menyelimuti Detroit kini bercampur dengan salju pertama yang turun—bukan salju putih yang murni, melainkan butiran kristal beku yang membawa residu kimiawi dari atmosfer yang baru saja dirobek oleh energi orbital. Liu Xue Lan berlutut di atas reruntuhan aspal yang masih mengeluarkan uap panas. Kedua tangannya, yang kini gemetar hebat karena kelelahan saraf, mencengkeram bahu Shen Long. Pria itu masih terbaring kaku, separuh tubuhnya terjepit di bawah lempengan logam unit Purifier yang telah padam. Wajah Shen Long tidak lagi menunjukkan amarah; hanya ada pucat yang menakutkan dan napas yang sesekali terhenti. "Long... kumohon, jangan sekarang," bisik Xue Lan. Suaranya pecah, ditelan oleh angin dingin yang mulai menderu di antara gedung-gedung pencakar langit yang meranggas. Alur merambat sangat lambat saat narasi mendeskripsikan upaya Xue Lan un

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.136

    Di permukaan Detroit yang hancur, waktu seolah-olah membeku bagi Li Lan. Unit Purifier alien di depannya telah mengunci target. Lensa optik raksasa pada "wajah" laba-laba mekanis itu berputar cepat, melakukan kalibrasi akhir untuk meriam plasma yang terletak di bagian bawah perutnya. Udara di sekitar moncong meriam tersebut mulai berderak, menciptakan distorsi visual akibat panas yang terkonsentrasi secara ekstrem. Li Lan memeluk drone medis itu di dadanya. Ia tidak berlari. Ia tahu bahwa dalam jarak sedekat ini, kecepatan manusia tidak akan pernah melampaui kecepatan cahaya plasma. Ia hanya bisa menatap lensa merah itu dengan keberanian seorang prajurit yang telah menerima takdirnya. Namun, di bawah kakinya, tutup lubang got yang tadinya diam tiba-tiba bergetar hebat. BOOM! Tutup besi seberat ratusan kilogram itu meluncur ke udara seperti proyektil, menghantam kaki depan sang Purifier tepat saat meriam plasmanya melepaskan tembakan. Tembakan ungu yang mematikan itu meleset bebera

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.135

    Lorong vertikal itu terasa seperti tenggorokan raksasa beton yang pengap. Li Lan mengatur napasnya, mencoba menstabilkan sensor pada pergelangan tangannya yang terus menangkap sinyal ping terputus-putus dari The Sovereign Mind. Di belakangnya, Shen Long masih mendekap Liu Xue Lan, menahan tubuh mereka agar tidak merosot di dinding lorong yang licin oleh lumut dan rembesan air danau. "Aku harus keluar," bisik Li Lan. Suaranya datar, namun ada getaran urgensi yang tidak bisa ia sembunyikan. "Shia Yue butuh DNA-ku untuk mengaktifkan Lazarus Breach. Tanpa itu, satelit Aegis hanya akan jadi rongsokan di atas kepala kita." Shen Long mendongak, matanya yang lelah menatap Li Lan. "Kau akan keluar ke sana sendirian? Tanpa pelindung? Drone-drone itu masih menyisir area ini, Lan." "Mereka mencari energi Void dan tanda tangan saraf Seraphim," balas Li Lan sambil memeriksa magazen terakhirnya. "Darah manusia murni sepertiku adalah satu-satunya hal yang tidak mereka prioritaskan. Itu adalah kele

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.24

    "bersikaplah lembut.. karena aku adalah yang pertama bagimu.. begitu juga sebaliknya" ucap yin hua.. matanya begitu dipenuhi dengan tekad yang kuat.. dia adalah tipe gadis yang sangat berkomitmen dan sulit untuk dilawan.. seperti itulah yang shen long hadapi saat ini.. benar - benar tidak disangka

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.27

    "sepertinya nona ning memiliki bakat memasak yang sangat baik" ucap shen long begitu tiba didekatnya.. "tuan shen terlalu memujiku.. aku tidak sehebat itu.. ini hanyalah kemampuan dasar bagi seseorang yang senang memakan hidangan ini.. tidak banyak hidangan yang dapat kubuat dengan keahlian memasa

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.22

    "Sejak kapan anakku menjadi seorang kultivator? Mengapa aku tidak pernah tau sebelumnya?" Tanya Lee Juyi namun pertanyaan ini dilemparkan pada dirinya sendiri.. "kau... seorang kultivator?" Tanya Yin Hua menimpali.. "ibu tidak perlu khawatir karena itulah aku dapat kembali bergerak dan berjalan nor

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.28

    begitu berada didalam.. shia yie tanpa basa basi langsung mendorong shen long ke arah ranjang hingga membuatnya terduduk disana.. jangan kemana - mana dan tunggu aku disitu.. aku akan mandi lebih dulu" ucap shia yue kemudian meletakkan tasnya diatas meja dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.. she

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status