FAZER LOGINBadai salju di pinggiran utara Detroit bukan lagi fenomena alam biasa. Butiran es yang turun memiliki struktur heksagonal yang tidak sempurna, sering kali membawa serpihan logam mikroskopis yang berpendar redup—sisa-sisa satelit Aegis yang terbakar di atmosfer. Li Lan memimpin di depan, menggunakan pedang vibrasinya yang tumpul untuk menebas semak-semak beku yang menutupi jalur kereta api tua. Di belakangnya, Liu Xue Lan menyeret sebuah tandu darurat yang dibuat dari pelat pintu mobil dan kabel baja. Di atas tandu itu, Shen Long terbaring diam, tertutup oleh jubah termal yang sisa energinya hampir habis. "Tahan... sedikit lagi," gumam Xue Lan. Suaranya hampir hilang ditelan deru angin. Alur merambat sangat lambat saat narasi mendeskripsikan setiap inci perjalanan mereka. Salju yang setinggi lutut membuat setiap langkah menjadi perjuangan kinetik yang melelahkan. Xue Lan merasakan otot pahanya mulai mengalami kram hebat, namun ia terus memaksa kakinya bergerak. Ia tidak lagi melihat
Cahaya aurora yang dihasilkan oleh ledakan satelit Aegis mulai memudar, digantikan oleh langit yang berwarna abu-abu pekat. Debu perak yang menyelimuti Detroit kini bercampur dengan salju pertama yang turun—bukan salju putih yang murni, melainkan butiran kristal beku yang membawa residu kimiawi dari atmosfer yang baru saja dirobek oleh energi orbital. Liu Xue Lan berlutut di atas reruntuhan aspal yang masih mengeluarkan uap panas. Kedua tangannya, yang kini gemetar hebat karena kelelahan saraf, mencengkeram bahu Shen Long. Pria itu masih terbaring kaku, separuh tubuhnya terjepit di bawah lempengan logam unit Purifier yang telah padam. Wajah Shen Long tidak lagi menunjukkan amarah; hanya ada pucat yang menakutkan dan napas yang sesekali terhenti. "Long... kumohon, jangan sekarang," bisik Xue Lan. Suaranya pecah, ditelan oleh angin dingin yang mulai menderu di antara gedung-gedung pencakar langit yang meranggas. Alur merambat sangat lambat saat narasi mendeskripsikan upaya Xue Lan un
Di permukaan Detroit yang hancur, waktu seolah-olah membeku bagi Li Lan. Unit Purifier alien di depannya telah mengunci target. Lensa optik raksasa pada "wajah" laba-laba mekanis itu berputar cepat, melakukan kalibrasi akhir untuk meriam plasma yang terletak di bagian bawah perutnya. Udara di sekitar moncong meriam tersebut mulai berderak, menciptakan distorsi visual akibat panas yang terkonsentrasi secara ekstrem. Li Lan memeluk drone medis itu di dadanya. Ia tidak berlari. Ia tahu bahwa dalam jarak sedekat ini, kecepatan manusia tidak akan pernah melampaui kecepatan cahaya plasma. Ia hanya bisa menatap lensa merah itu dengan keberanian seorang prajurit yang telah menerima takdirnya. Namun, di bawah kakinya, tutup lubang got yang tadinya diam tiba-tiba bergetar hebat. BOOM! Tutup besi seberat ratusan kilogram itu meluncur ke udara seperti proyektil, menghantam kaki depan sang Purifier tepat saat meriam plasmanya melepaskan tembakan. Tembakan ungu yang mematikan itu meleset bebera
Lorong vertikal itu terasa seperti tenggorokan raksasa beton yang pengap. Li Lan mengatur napasnya, mencoba menstabilkan sensor pada pergelangan tangannya yang terus menangkap sinyal ping terputus-putus dari The Sovereign Mind. Di belakangnya, Shen Long masih mendekap Liu Xue Lan, menahan tubuh mereka agar tidak merosot di dinding lorong yang licin oleh lumut dan rembesan air danau. "Aku harus keluar," bisik Li Lan. Suaranya datar, namun ada getaran urgensi yang tidak bisa ia sembunyikan. "Shia Yue butuh DNA-ku untuk mengaktifkan Lazarus Breach. Tanpa itu, satelit Aegis hanya akan jadi rongsokan di atas kepala kita." Shen Long mendongak, matanya yang lelah menatap Li Lan. "Kau akan keluar ke sana sendirian? Tanpa pelindung? Drone-drone itu masih menyisir area ini, Lan." "Mereka mencari energi Void dan tanda tangan saraf Seraphim," balas Li Lan sambil memeriksa magazen terakhirnya. "Darah manusia murni sepertiku adalah satu-satunya hal yang tidak mereka prioritaskan. Itu adalah kele
Bunker bawah tanah Detroit tidak lagi menjadi tempat perlindungan; ia telah berubah menjadi perangkap maut. Suara berderit dari beton yang menahan jutaan ton air Danau Erie di atasnya terdengar seperti jeritan logam yang sekarat. Air yang masuk melalui pipa-pipa yang pecah kini sudah mencapai pinggang, membawa aroma tajam ozon dan karat yang menyengat indra penciuman. Shen Long membantu Liu Xue Lan turun dari meja bedah. Meskipun sistem saraf Xue Lan telah dibersihkan dari filamen Seraphim, tubuhnya masih terasa seringan bulu dan rapuh seperti kaca. Setiap kali kakinya menyentuh air yang dingin, ia sedikit menggigil, matanya yang baru saja pulih mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya lampu darurat yang berkedip. "Tahan... pelan-pelan," bisik Shen Long, tangannya melingkar kuat di pinggang Xue Lan. Li Lan berdiri di dekat pintu keluar yang hancur, matanya terus mengawasi langit-langit yang mulai meretakkan debu semen ke arah mereka. "Long, kita tidak punya waktu untuk berjalan. Str
Suara gemuruh dari permukaan danau terdengar seperti raungan monster yang tertahan di balik dinding beton bunker. Shen Long masih memegang pisau bedah polimernya dengan tangan yang gemetar hebat. Di depannya, tengkuk Liu Xue Lan yang terbuka memperlihatkan jalinan serat optik zirah Seraphim yang berdenyut dengan cahaya ungu yang tidak stabil. Tiba-tiba, sebuah suara derit logam yang tajam membelah keheningan ruang pompa. Di sudut ruangan, sebuah pipa pembuangan raksasa mulai melengkung di bawah tekanan air danau yang mendidih. Setetes air jatuh ke lantai, mengeluarkan uap panas yang menyengat. "Tidak sekarang... kumohon, tidak sekarang," bisik Shen Long. Keringat bercampur debu perak menetes dari dahinya, hampir mengenai luka terbuka Xue Lan. Prosedur pemotongan filamen saraf ini berada di tahap kritis. Shen Long baru saja berhasil memisahkan tiga dari tujuh serat utama yang mengikat sumsum tulang belakang Xue Lan. Jika tekanan udara di ruangan ini berubah drastis akibat kebocoran,
Keluar dari tempat pemandian air panas.. shen long mampir dan membeli setelan baru.. karena ia tidak akan pulang untuk berganti pakaian.. baru setelah itu ia benar - benar melesat ke tempat kegiatan berlangsung menggunakan Motor Ducatti Panigale V40R miliknya.. Emerald Pallace yang merupakan hotel
Gadis itu kemudian menatap shen long dengan penuh tanda tanya namun shen long mengangkat salah satu tangannya sebagai aba - aba untuk menunggu.. dan setelah beberapa saat ia akhirnya menyelesaikan permainannya.. "jadi.. siapa kau ini dan mengapa kau membawaku kemari?" Tanya gadis itu.. " yang perta
"Semuanya baru saja terjadi karena itu anda tidak mengetahuinya" kata Lao Ki sembari memberi isyarat pada sekretarisnya untuk menunjukkan kontrak jual beli tadi.. setelah melihat kontrak tersebut manager che segera bertanya pada lao ki siapa tuan shen yang menjadi pemilik emerald pallace yang baru..
"Dia? ia adalah pasanganku.. bukankah wajar bagi pasangan untuk melakukan hal seperti ini?" Ning Shia Yue menjawab lalu memberikan pertanyaan balik.. "pasangan?!! Sejak kapan kalian menjadi pasangan?? Mengapa tidak ada berita bahwa kau telah memiliki pasangan?!!" Lin zong melemparkan banyak pertany







