Share

bab.164

Author: Kairon
last update publish date: 2026-04-02 09:08:40

Setelah melewati gerbang cakram yang memancarkan cahaya putih menyilaukan, tim tidak menemukan medan perang yang dipenuhi mesin pembunuh. Sebaliknya, mereka melangkah ke dalam sebuah ruang hampa yang tak berujung, di mana jutaan kubus kristal melayang dalam susunan fraktal yang rumit. Setiap kubus memancarkan cahaya redup dengan warna yang berbeda-beda, berisi rekaman holografik dari peradaban yang telah "dibersihkan" oleh para Penenun.

Li Lan melangkah dengan ragu. Sepatunya tidak menyentuh la
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sistem Tanpa Batas   bab.166

    Jatuh ke dalam lubang singularitas yang tercipta dari kehancuran Arsip Ketiadaan tidaklah seperti jatuh di bawah pengaruh gravitasi Bumi. Di sini, di jantung The High Loom, hukum fisika telah terpelintir menjadi sesuatu yang mengerikan. Saat Shen Long, Li Lan, dan Liu Xue Lan terhisap ke dalam kegelapan yang berdenyut, mereka tidak merasakan percepatan. Sebaliknya, mereka merasakan Temporal Deceleration (Perlambatan Temporal).Alur merambat sangat lambat saat narasi membedah setiap detik di dalam kehampaan ini. Udara di sekitar mereka tidak lagi terasa seperti gas, melainkan seperti gelatin dingin yang terbuat dari potongan-potongan realitas yang belum selesai diproses.Shen Long mencoba meraih tangan Li Lan, namun ia melihat tangannya sendiri bergerak dalam lintasan yang aneh. Karena informasi di dalam ruangan ini sedang mengalir mundur untuk mencoba memperbaiki dirinya sendiri, Shen Long melihat bayangan dirinya dari beberapa detik yang lalu sedang melakukan gerakan yang sama. Ia te

  • Sistem Tanpa Batas   bab.165

    Di tengah Arsip Ketiadaan, Shen Long berdiri sebagai episentrum dari badai yang belum lahir. Tangan obsidian peraknya kini berpendar dengan cahaya yang begitu putih hingga tampak seperti lubang di dalam realitas. Ia bisa merasakan detak jantung dari jutaan kubus kristal di sekelilingnya—denyut nadi dari sejarah yang membeku."Maafkan aku," bisik Shen Long, sebuah permintaan maaf yang ditujukan kepada triliunan jiwa yang telah lama tiada, yang eksistensinya kini hanya bergantung pada data di depannya.Alur merambat sangat lambat saat Shen Long mengepalkan tinjunya. Narasi membedah setiap tahap pelepasan energi Resonance Shattering. Pertama, udara di sekitar tangannya berhenti bergetar—sebuah vakum akustik yang sempurna. Kemudian, gelombang kejut frekuensi rendah merambat keluar, menyerupai riak di permukaan air yang tenang namun membawa daya hancur sub-atomik.Kubus kristal pertama yang terkena gelombang itu tidak meledak; ia retak secara geometris. Di dalamnya, rekaman tentang sebuah

  • Sistem Tanpa Batas   bab.164

    Setelah melewati gerbang cakram yang memancarkan cahaya putih menyilaukan, tim tidak menemukan medan perang yang dipenuhi mesin pembunuh. Sebaliknya, mereka melangkah ke dalam sebuah ruang hampa yang tak berujung, di mana jutaan kubus kristal melayang dalam susunan fraktal yang rumit. Setiap kubus memancarkan cahaya redup dengan warna yang berbeda-beda, berisi rekaman holografik dari peradaban yang telah "dibersihkan" oleh para Penenun.Li Lan melangkah dengan ragu. Sepatunya tidak menyentuh lantai padat, melainkan seolah-olah berpijak pada lapisan energi yang elastis. Di tengah ruangan, sebuah siluet raksasa muncul. Ia tidak memiliki bentuk fisik tetap; ia adalah tumpukan ribuan wajah manusia dan alien yang terus berganti setiap detiknya."Siapa kalian yang berani menginjakkan kaki di Arsip Ketiadaan?" suara itu terdengar seperti ribuan bisikan yang digabungkan.Alur merambat sangat lambat saat Shen Long maju ke depan. Tangan obsidian peraknya bergetar hebat saat berada di dekat kubu

  • Sistem Tanpa Batas   bab.163

    Langkah kaki Shen Long bergema dengan suara yang tidak wajar saat ia memasuki mulut The Nerve Tunnels. Dinding terowongan ini tidak terbuat dari batu atau logam, melainkan tumpukan serat optik organik raksasa yang berdenyut dengan cahaya merah redup. Setiap denyutan itu mengirimkan gelombang panas yang tidak membakar kulit, melainkan membakar memori."Jangan menyentuh dindingnya," peringatan Shen Long terdengar berat. "Setiap serat di sini adalah aliran data mentah. Jika kalian menyentuhnya, pikiran kalian akan tersedot ke dalam jaringan utama dan menjadi bagian dari sistem operasi The High Loom."Alur merambat sangat lambat saat tim mulai merayap di dalam koridor sempit tersebut. Li Lan memegang senjatanya erat-erat, namun ia merasa tangannya semakin ringan. Ia melihat ke bawah dan menyadari bahwa detail pada sarung tangannya mulai memudar—warna hijaunya menjadi abu-abu, tekstur kainnya menjadi rata. Terowongan ini sedang melakukan Data Simplification (Penyederhanaan Data). Segala se

  • Sistem Tanpa Batas   bab.162

    Hangar Sektor Zero-Six bergetar bukan karena ledakan, melainkan karena frekuensi resonansi yang dihasilkan oleh mesin pesawat Vulture yang telah bermutasi. Shen Long kini duduk di kursi pilot, namun ia tidak memegang kendali fisik. Kabel-kabel saraf organik yang tumbuh dari konsol pesawat telah melilit lengan obsidiannya, menyatu dengan pembuluh darahnya. Baginya, pesawat ini bukan lagi kendaraan; ia adalah kulit terluarnya."Sinkronisasi saraf mencapai 88%," bisik Shen Long. Suaranya bergema melalui pengeras suara kabin seolah-olah pesawat itu sendiri yang berbicara.Li Lan mengencangkan sabuk pengamannya di kursi navigator. Ia bisa merasakan getaran mesin di tulang belakangnya—bukan getaran mesin pembakaran, melainkan denyut jantung elektromagnetik yang sangat besar. Di depannya, monitor radar menampilkan langit Detroit yang kini dipenuhi oleh pusaran awan perak dan petir ungu.Alur merambat sangat lambat saat pintu hangar atas mulai terbuka. Mekanisme hidroliknya merintih karena es

  • Sistem Tanpa Batas   bab.161

    Pesawat Vulture tidak lagi terbang; ia hanyut. Di dalam koridor dimensi yang dikenal sebagai The Slipstream, hukum aerodinamika telah digantikan oleh hukum resonansi. Di luar jendela obsidian, pemandangan Bumi telah lenyap, digantikan oleh hamparan kegelapan absolut yang diiris oleh miliaran benang perak yang berpendar. Benang-benang ini adalah jalur informasi mentah yang sedang ditenun oleh para Penenun untuk membentuk realitas di berbagai galaksi.Shen Long merasakan setiap benang itu melalui sistem sarafnya yang terhubung dengan pesawat. Baginya, benang-benang itu bukan sekadar cahaya, melainkan suara—sebuah simfoni matematis yang sangat dingin dan tak berperasaan."Tekanan dimensi stabil pada 1.2 Plancks," bisik Shen Long. Suaranya terdengar seperti bisikan di balik air. "Kita sedang mendekati batas luar The High Loom. Li Lan, bersiap untuk de-akselerasi kognitif."Li Lan mencoba menggerakkan tangannya untuk memeriksa panel instrumen, namun gerakan itu terasa memakan waktu bertahu

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.104

    Inti dari asteroid Vesta mulai runtuh ke dalam dirinya sendiri. Efek dari hancurnya pilar kristal utama yang dilakukan Shen Long memicu reaksi berantai kinetik yang tak terhentikan. Gravitasi di dalam rongga asteroid itu kini tidak lagi menarik benda ke bawah, melainkan memelintir ruang-waktu menja

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.96

    Guncangan dari Palung Mariana merambat melalui lempeng tektonik dengan kecepatan yang mengerikan. Di pesisir Jepang dan Filipina, sirine tsunami melolong membelah malam, namun air laut sudah surut terlalu jauh ke tengah, meninggalkan hamparan pasir dan karang yang luas—pertanda maut akan segera dat

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.95

    Sementara sisa-sisa api pertempuran masih membara di orbit Bulan, Shen Long sudah berada kembali di permukaan Bumi, tepatnya di atas kapal penelitian The Deep Abyss yang terapung di atas titik terdalam Palung Mariana. Langit di atas mereka masih berpendar perak, namun di bawah sana, kegelapan total

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.98

    Tiga puluh enam jam telah berlalu sejak The Sovereign meninggalkan gravitasi Bumi. Kapal induk cakram itu kini meluncur membelah kegelapan abadi menuju orbit Mars sebagai batu loncatan sebelum mencapai Jupiter. Di dalam kabin komando, suara dengungan konstan dari reaktor Void menciptakan atmosfer y

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status