Share

Kemana Ibu Pergi?

Terlihat jelas kekecewaan di mata Emi, bulir air mata berjatuhan membasahi pipinya. Bulan madu kedua yang diimpikannya hanya bayangan. 

“Bi, tolong antarkan saya ke kamar,” pinta Emi sambil membalikkan kursi rodanya ke arah kamar.

“Biar aku saja, Bi!” Andreas tiba-tiba muncul dari belakang.

“Baik, Pak. Saya tinggal dulu ke belakang,” sahut Bi Sarah.

Mendengar kedatangan Andreas, Emi langsung menghapus air matanya, dia mencoba bersikap biasa saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kekecewaan disimpannya dalam-dalam.

“Sayang, maafkan aku, ya. Aku terjebak macet hampir dua jam,” ucap Andreas sambil bersimpuh di hadapan Emi.

“Tidak apa-apa, Sayang. Kita bisa ambil liburan lain kali,” jawab Emi.

“Kita bisa berangkat besok, aku akan atur tiketnya,” tawar Andreas.

“Tidak perlu, Sayang. Betul kata kamu, sepertinya lebih baik aku mempersiapkan diriku yan

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tere
mudah - mudahan ga kayak novel sebelah, istri sah dibuat meninggal. Pelakor dan suami gatau diri dibuat bahagia :))
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status