共有

Bab 3 Patah Hati

作者: Jackie Boyz
last update 公開日: 2026-06-18 11:35:51

Jordy menggertakkan giginya, pria itu mengambil gelas plastik dari genggaman tangan Ajeng lalu membuka tutupnya. Dengan tatapan gelisah Jordy mengarahkan bibir gelas ke dalam mulutnya sendiri.

Melihat Jordy berniat meneguk es-nya, Satya kembali berkata. “Kenapa?! Sepertinya dugaanku memang benar .... kalau Jordy si tampan jatuh cinta sama si buruk rupa!”

Tanpa melihat ke arah Ajeng, Jordy mengarahkan cupnya ke samping tepat di atas kepala Ajeng.

Byuuurr! Jordy menuang air jeruk ke atas kepala Ajeng lalu melempar kasar gelas plastik kosong dari genggaman tangannya ke lantai.

Ajeng menatap Jordy dengan tatapan tidak percaya, bingung, kesal dan marah.

“Iblis, jahanam!” rutuk Ajeng sambil mengusap wajahnya sendiri. Ajeng mengepalkan tangannya, dia sangat membenci Jordy.

Melihat itu, Satya puas sekali. Kini Satya berkacak pinggang tepat di depan Ajeng yang sudah basah kuyup. “Cupu! Ingat tempatmu!” Mendorong kening Ajeng menggunakan telunjuk kanannya sambil berlalu keluar dari dalam kelas.

Melihat Satya meninggalkan kelas Ajeng, Jordy juga berniat pergi. Ajeng langsung mencekal lengan Jordy, untuk menghentikan langkah kaki pria tersebut.

“Kenapa? Lupa? Kalau kamu hanya pelayan!? P-e-l-a-y-a-n!” mengeja kata dan dia sebutkan tepat di depan wajah Ajeng.

“Jahat sekali, sebenarnya salahku di mana?! Aku benci sekali sama kamu Joooooo! Benciiii!” Ingin sekali Ajeng meneriakkan kata-kata itu. Namun sayangnya jeritan itu hanya bisa dia keluarkan di dalam hati. “Nggak apa-apa, Majikan, pergi saja.” Ajeng melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Jordy lalu memutar tubuhnya, gadis itu berdiri memunggunginya sambil mengusap kedua lengannya yang kini basah kuyup. Ajeng sengaja memutar tubuh untuk menyembunyikan air matanya.

Jordy masih berdiri di belakang punggung Ajeng, dia hendak mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahunya.

“Jo! Ayo ke kelas, sudah bel masuk!” ajak Dika dari arah pintu. Jordy menarik tangannya kembali lalu bergegas pergi meninggalkan Ajeng.

Setelah Jordy pergi dari dalam kelasnya. Ajeng menjadi bahan tertawaan satu kelasnya.

“Jordy naksir gadis cupu kayak dia? Ya jelas nggak mungkinlah!” Seru salah satu murid perempuan sambil menyenggol bahu Ajeng ketika menuju ke arah bangkunya.

Ajeng mengusap pipinya, air matanya terus mengalir tanpa bisa berhenti. Dia sangat sedih dan terluka. Tidak disangka impian dia masuk di sekolah ternama malah membuat dirinya menderita. Karena bajunya basah kuyup, dia juga tidak bisa mengikuti jam pelajaran selanjutnya.

***

Keesokan harinya..

Ajeng baru tiba di sekolah, gadis itu melihat Jordy dan Dika sudah berdiri di gerbang menunggu kedatangannya.

Ajeng berniat berlalu melewati mereka berdua begitu saja.

“Hei pelayan! Mau ke mana kamu?! Nggak lihat aku di sini nunggu sejak jaman Siti Nurbaya!” Bentak Jordy pada Ajeng. Pria itu melemparkan tasnya ke arah Ajeng. “Bawa ke kelas!” Perintahnya sambil mendahului Ajeng masuk ke dalam gedung.

Ajeng terpaksa berhenti, gadis itu memutar bola matanya dengan kesal. “Pantas saja muka kamu mirip sama Datuk Maringgih!” Gerutu Ajeng dengan suara pelan.

“Kau!” Jordy berkacak pinggang sambil memutar tubuhnya menghadap ke arah Ajeng.

“Ampun, Majikan!” Seru Ajeng pada Jordy sambil menggelengkan kepalanya.

“Jo, hahahaha! Datuk Maringgih!” Dika tertawa sambil menumpukan sikunya di atas bahu Jordy.

“Mau tonjok!? Nih!” Jordy mengepalkan tinjunya ke arah Dika.

“Nggak!” Sahut Dika cepat.

Tepat di ambang pintu ruang kelasnya, Satya sudah menunggu di sana dengan tepung kemasan satu kilogram. Di sana banyak sekali siswa dan siswi berkerumun untuk menonton. Dari banyaknya orang di sana jelas sekali Satya sengaja membuat mereka berkumpul untuk menunggu kehadirannya.

Jordy, Dika, dan Ajeng berhenti. Jordy melangkah maju menatap tajam ke arah Satya.

“Kurang kerjaan, kamu!” Bentaknya pada Satya.

Tatapan mata Satya tertuju pada Ajeng yang kini berdiri di belakang punggung Jordy, gadis itu sedang memeluk tas Jordy.

Satya menyentuh bahu Jordy. “Aku hanya ingin memberikan selamat, karena kalian sudah dinobatkan menjadi pasangan paling romantis di sekolah kita! Iya nggak teman-temaaaan!?” Seru Satya pada Jordy.

Tanpa disangka Jordy, Ajeng tiba-tiba menyela, gadis itu malah memberikan tas Jordy kembali pada pria tersebut lalu berniat meninggalkan keramaian itu.

“Heh! Cupu! Mau ke mana kamu!?” Seru Satya pada Ajeng seraya menggenggam pergelangan tangan gadis itu.

“Aku sudah bilang, Jejeng ini pelayanku! Jadi tidak ada yang bisa menindas dia kecuali aku!” Bentaknya pada Satya. Jordy mengambil tepung dari genggaman tangan Satya, dengan sengaja Jordy menumpahkan tepung tersebut di atas kepala Ajeng.

“Maafkan aku, Jeng.” Bisiknya dalam hati seraya menatap wajah Ajeng yang kini kotor penuh tepung akibat ulahnya barusan.

***

Tiga tahun berlalu.. Tiga tahun neraka bagi Ajeng sudah berakhir! Gadis jelita dengan penampilan menawan berdiri dengan anggun di depan kampus seni Yogyakarta.

Saat gadis dengan paras elok tersebut melintas sontak para lelaki di sana langsung riuh menggoda. Tatapan mata Ajeng tertuju pada sosok pria muda yang baru saja turun dari dalam mobilnya. Pria muda itu adalah Jordy Wijaya! Itulah tujuan dia datang ke kampus seni tersebut. Membuat Jordy terpikat olehnya lalu menolak cintanya!

Awalnya Ajeng sedikit kesulitan mendekati Jordy. Tapi perhatian yang dia berikan lama-lama membuahkan hasil juga. Tepat setelah beberapa bulan dia terus mengekor Jordy akhirnya pria itu memakan umpan yang dia berikan. Tepat di depan kelas pria itu menyatakan cinta padanya.

"Sorry Jo! Kamu bukan level ku! Srak! Srak! Srak! Pyaarrr!" Ajeng merobek-robek kertas surat cinta pemberian Jordy Wijaya kemudian melemparkan senyum meremehkan, Ajeng dengan sengaja menebar sobekan surat tersebut di atas kepala mereka berdua. Jordy mendongakkan kepalanya. Pria itu masih meremas kepalan jemari tangannya. Merasakan luka dalam hatinya. Perih! Nyeri! Ngilu! Sejuta rasa bercampur menjadi satu dalam dadanya.

Pria itu tak mengalihkan pandangan matanya dari menatap wajah cantik sosok di depannya. "Ajeng, i love you.." Bisiknya tanpa suara, hanya dengan isyarat bibirnya, dia tahu Ajeng pasti mengetahuinya dari gerakan bibirnya.

Pikirnya gadis itu akan terharu dengan ungkapan syahdu tersebut. Namun tidak, Ajeng malah memutar tubuhnya berbalik dan pergi meninggalkan dirinya mematung di depan kelas, berdiri di tengah serpihan surat cinta miliknya.

Bagai dihujam besi tajam pada ulu hatinya! Jordy merasa terluka sakit sekali, tapi tak ada torehan di sana. Wajah Jordy memanas menatap wajah jelita di depannya berlalu dari hadapannya. Jemari tangannya mengepal menggenggam penuh amarah.

"Sialan!" Gumamnya sambil menenteng tasnya keluar dari dalam kelas tersebut. Dia enggan mengikuti pelajaran hari ini. Selain egonya ditelan rasa malu karena baru saja dicampakkan, juga tidak ada mood untuk mengikuti kegiatan belajar hari ini. Dia tidak peduli dengan nilai D dia tidak peduli dengan skorsing!

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 64 End

    Tidak disangka setelah Jordy puas menikmati menggunakan bibirnya, Jordy juga meminta jatah untuk dipuaskan oleh Ajeng.“Jeng, aku pengen.” Ujar Jordy berterus terang.“Kamu yakin? Nggak apa-apa, Jo?” Tanya Ajeng dengan tatapan penuh keraguan lantaran dirinya sudah menikah bahkan memiliki seorang anak dengan Reno.Jordy menganggukkan kepalanya, akhirnya hari itu Ajeng bersedia melakukan hubungan intim dengan Jordy sampai keduanya meraih klimaks bersama-sama.Sejak kedatangan Ajeng ke rumah sakit, perkembangan Jordy semakin membaik dari hari ke hari. Jordy tidak lagi mengeluh tentang sakitnya, dia menjadi lebih bersemangat menjalani hari-harinya.Selang satu bulan kemudian, Jordy sudah sembuh dan diizinkan pulang. Mendengar kabar baik tersebut Reno memutuskan menjenguk Jordy di rumahnya. Reno datang seorang diri tanpa sepengetahuan Ajeng.Jordy agak kaget saat melihat Reno datang di rumahnya. Saat itu Dika juga ada di sana.“Bang Jo?” Sapanya saat tiba di rumah Jordy.“Iya, masuk Ren.”

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 63 Kembali

    “Mau ke mana? Nolak aku? Perceraian kita belum terbongkar sama Bapak, kan? Aku pengen kita datang ke Jepara. Aku kangen sama kamu.”Ajeng tahu Jordy ingin mengulang masa-masa indah bersama seperti semula. Akan tetapi Ajeng sudah punya Reno di sisinya. Bahkan Reno yang selalu menemaninya semenjak dia terpuruk dan ditinggalkan oleh Jordy.“Jo, aku nggak bisa ...”“Jeng, kamu tahu aku paling suka ini?” Jordy kembali mendorong organ intimnya ke dalam liang intim Ajeng.“Uhhh, akh, Jo.” Ajeng memekik sambil menggigit bibir bawahnya.“Kamu sangat seksi dan cantik.” Bisik Jordy.“Jo aku nggak bisa kita balikan.”“Ya sudah kalau nggak bisa, selamanya aku akan sering-sering culik kamu!” Ujarnya dengan nada serius.Sejak Jordy membawanya ke vila, hampir setiap seminggu sekali Ajeng dibawanya pergi ke vila untuk bersenang-senang.Lama-lama Reno tahu, dan dia membahasnya dengan Ajeng saat mereka sedang sarapan bersama.“Mbak akhir-akhir ini pergi dengan Bang Jordy?”“Iya, Re. Aku pergi sama Abang

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 62 Sebuah pilihan

    Lama menjalin pernikahan dengan Kartika, Jordy tetap disepelekan oleh Kartika. Seiring dengan berjalannya waktu. Jordy menolak tinggal di Jakarta, dia memutuskan tinggal di Jogjakarta bersama Dika. Saat Jordy mengepak barang-barangnya, Kartika juga tidak begitu peduli. Bagi Kartika Jordy tidak berarti seperti pertama kali saat melihatnya duduk di bangku kuliah. Bagi Kartika yang paling penting saat ini adalah seorang pria yang bisa mengayominya dan juga bayinya yang baru lahir.Mengingat penghasilan Jordy yang tidak seberapa akhirnya Kartika memutuskan untuk bercerai dari Jordy. Padahal baru satu tahun lebih mereka menikah. Tepatnya setelah Kartika melahirkan, beberapa setelah hari itu mereka meresmikan perceraian.Sejak saat itu Jordy kembali tinggal di Jogjakarta. Jordy secara diam-diam sering mengamati Ajeng yang bekerja sebagai seorang guru. Dan dia melihat Ajeng dan Reno sering pergi bersama. Karena tidak senang dengan kebersamaan mereka Jordy bertanya pada Dika. Siang itu sepula

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 61 Masih sama

    Ajeng terlelap dalam pelukan Reno. Sekitar pukul enam pagi Reno terjaga, dia tidak membangunkan Ajeng. Reno membelikan sarapan untuk Ajeng lalu membangunkannya.“Mbak? Bangun, sudah hampir setengah tujuh.” Reno membangunkan sambil memilin puting Ajeng di dalam selimut.“Aakh, Ren, nakal kamu ...” rengeknya pelan lalu menyibakkan selimut ke samping. Ajeng bisa mencium aroma parfum Reno ketika Reno mulai menyesap kedua buah dadanya dengan penuh gairah. Meremas dan memainkannya menggunakan ujung lidahnya.Puas melumat bukit kenyal dan kencang milik Ajeng Reno melonggarkan ikat pinggangnya dan meminta jatah dari Ajeng sebelum berangkat. Ajeng mengangkang di tepi ranjang sambil menerima sodokan Reno pada liang intimnya. Gesekan Reno memunculkan suara berisik karena milik Ajeng begitu basah dengan cairan.“Enak Ren, oukh terus Ren, aku pengen keluar, oukh Reno, yang cepat sayang.” Pinta Ajeng sambil mengangkat bokongnya naik turun untuk mengimbangi sodokan Reno pada area intimnya.Setelah p

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 60 Tergoda

    Puas bercinta dengan Ajeng, Reno membawa Ajeng pulang ke rumah. Ajeng turun dari atas boncengan Reno langsung masuk ke dalam rumah. Reno membawa motornya menuju garasi lalu mengikuti Ajeng ke dalam.Sampai di dalam dia melihat Ajeng berdiri di dalam kamar mandi dengan tubuh telanjang, sepertinya Ajeng sengaja mandi tanpa menutup pintu. Reno hanya melihat Ajeng tanpa berkomentar, Ajeng menoleh ke arah Reno sejenak. Bibir ranumnya mengukir senyum, lalu duduk di atas kloset sambil menahan kedua pahanya.“Ayo ...” Ajeng melambai.Reno bisa melihat bibir area intim Ajeng yang merekah merah di antara bulu-bulu lebat di sana, Reno segera melepaskan bajunya dan memberikan apa yang Ajeng inginkan. Di dalam kamar mandi mereka berdua basah-basahan sambil bercumbu mesra. Ajeng nampak sangat menikmati permainan panas yang Reno lakukan.Puas menyodok liang intim Ajeng yang basah, Reno memeluk tubuh Ajeng dari belakang. “Reno ...” panggil Ajeng dengan suara pelan.“Iya Mbak?”“Aku pengen bicara, ser

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 59 Ajeng dan Reno

    Seolah sudah terbisa dengan percintaan yang begitu liar, Ajeng tidak pernah protes saat Reno kembali membawanya ke dalam lautan asmara. Bukan sekali dua kali, mereka lebih sering bersama hanya untuk melepaskan gairah di dalam tubuh masing-masing.Setelah selesai makan siang, Ajeng dan Reno saling melumat bibir satu sama lain. Baju dari tubuh mereka satu-persatu lepas, sejak Reno meremas buah dadanya lalu memainkan ujung putingnya menggunakan ujung lidahnya, gairah Ajeng sudah mulai merayap naik, darahnya terasa bergolak dan panas. Sisi intim tubuh Ajeng mulai basah ditambah buah dadanya yang semakin nampak mengencang dan membulat. Reno sangat menyukai penampilan buah dada Ajeng yang seksi. Walau tubuh Ajeng ramping dan kurus tapi buah dadanya terlihat montok, besar, enak saat diremas terasa pas dalam genggaman tangannya. Di samping itu bokong Ajeng juga nampak kencang dan sekal. Reno selalu menciuminya saat Ajeng menungging untuk dipuaskan dari belakang bokongnya.“Ahhh, Ren, jilat te

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status