Home / Romansa / Skandal Liar Musuh Bebuyutan / Bab 2 Pelayan dan majikan

Share

Bab 2 Pelayan dan majikan

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-06-18 11:31:31

Dika mendahului Jordy masuk ke dalam. Jordy berhenti, dia berdiri di samping bangku sebelah Dika.

“Taruh di sini!” Perintahnya pada Ajeng sambil melipat kedua tangannya, Jordy mengedikkan dagunya ke arah bangku di sebelah Dika.

Ajeng segera meletakkan tas Jordy di atas bangku tersebut. Berikutnya Ajeng menatap wajah Jordy.

Selain menjadi pesuruh apalagi yang akan dilakukan Jordy padaku? Ajeng bertanya-tanya dalam hatinya.

Ajeng pikir semuanya sudah selesai jadi dia memutuskan untuk masuk ke dalam kelasnya sendiri karena kelasnya dan kelas Jordy berbeda. Jordy tinggal di kelas A jurusan IPS kelas pilihan ayahnya, sementara Ajeng tinggal di kelas B jurusan bahasa. Melihat Ajeng berniat pergi, Jordy segera menegur.

“Hei! Mau ke mana kamu!?” Menarik tali tas pada bahu Ajeng. Menahan gadis itu agar tetap tinggal di sana.

“Mau-mau-mau....” Ajeng tidak bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan karena gugup dan takut. Jantungnya berdetak kencang sekali. Hatinya sangat bimbang, entah apa yang dia pikirkan sekarang. Bahkan dia tidak bisa memutuskan antara harus pergi ke kelasnya sendiri atau tinggal di sana karena Jordy tidak bersedia melepaskannya.

Jika saja tadi dia tidak terburu-buru karena terlalu gembira diterima di SMA ternama tersebut, dia tidak akan menabrak Satya Pamungkas dan dia juga tidak akan terlibat degan laki-laki tengil bernama Jordy di depannya sekarang.

“Mau apa?!” Bentak Jordy padanya.

“Mau ke kelas.” Ucapnya dengan bibir bergetar.

“Di mana kelasmu?” Tanya Jordy sambil menatap kedua mata Ajeng dengan tatapan tajam.

“Dasar penindas! Cowok jahat!” Gumam Ajeng saat melihat sorot mata tajam mengintimidasi dari sinar mata Jordy saat ini.

Niat Jordy untuk menanyakan kelas Ajeng karena dia tahu kalau Satya Pamungkas tidak akan melepaskan Ajeng begitu saja. Jordy tahu betul siapa Satya, walau dia tidak satu SMP dengan Satya. Satya bersama satu gengnya terkenal dengan kelakuan buruknya yang suka menindas murid lain.

“Dua kelas dari kelas ini, jurusan bahasa.” jawabnya pada Jordy.

“Ya, sudah sana!” Usirnya.

Ajeng menatap ke arah tali tas miliknya yang sejak tadi berada di dalam genggaman Jordy. “Tali, tasku.” Ucapnya sambil menunjuk dengan tangan gemetar ke arah genggaman Jordy. Spontan Jordy segera melepaskan genggaman tangannya dari tali tas Ajeng. Setelah lepas dari Jordy, Ajeng tidak menahan niatnya lagi untuk cepat-cepat kabur dari dalam kelas pria tersebut.

***

Sampai di dalam kelasnya, Ajeng merasa lega sekali. Dia mengambil kursi paling belakang lalu duduk di sana. Ajeng melepaskan kacamata tebal miliknya lalu membersihkannya dengan ujung rok yang dia kenakan. Kelas hari ini berjalan lancar tanpa hambatan. Saat jam istirahat, Ajeng enggan untuk pergi ke kantin. Jadi gadis itu memilih tinggal di dalam kelas. Ajeng terus merenungkan kejadian beberapa jam lalu. Dia masih merasa kesal karena perlakuan anak kota Jakarta.

“Aku pikir cowok tadi tulus nolongin aku, tapi ternyata sama saja to!? Ndak ada bedanya sama cowok kejam sebelumnya! Itu siapa namanya, Satya-Satya sama gengnya itu!” Ajeng mengomel sambil mengingat kejadian sebelum Jordy tiba di lokasi Satya menindasnya beberapa waktu yang lalu. “Masa, lawong aku cuma nyenggol nyerempet sedikit saja, langsung marah terus aku didorong sampai jatuh. Aduuuh, kakiku sakit sekali.” Ajeng mengusap lututnya yang nyeri dan lecet.

Ajeng menopang pipinya menggunakan kedua telapak tangannya. “Aku pikir cowok kota itu baik semua, dibandingkan di kampung. Nggak tahunya malah banyak premannya! Mentang-mentang Ajeng dari kampung! Seenaknya saja menindas! Perasaan bajuku ini juga sudah aku setrika lo, wangi harum semerbak!” Ucapnya sambil mengendus bajunya sendiri. “Aku juga sudah pakai bedak, kata Bapak wajahku ini ayu. Kembang desa Jepara! Menang ratu cantik saat lomba rias Ibu Raden Ajeng Kartini! Tapi siswa laki-laki di Jakarta sini kayaknya pada belekan! Buta semuanya! Cantik-cantik begini kok dipanggil cupu!” Mengomel sambil menoleh ke samping. Dan dia melotot kaget saat mendapati Jordy sudah duduk di samping sambil menopang pipinya.

“Aaaaaa! Jurik Jakarta!” Teriak Ajeng spontan lalu buru-buru membekap mulutnya sendiri.

Jurik? Apa aku tidak salah dengar? Wajah ganteng keren begini? Bisa-bisanya dipanggil jurik!? Bertanya dalam hati.

Brrakkk! Jordy menggebrak meja dengan kasar. “Jurik-jurik! Heh, cupu! Kamu ini tidak ada sopan-sopannya! Nih belikan aku es jeruk di kantin! Awas panggil aku jurik lagi! Aku ini majikan! M-a-j-i-k-a-n!” Jordy mengeja huruf sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Ajeng. “Panggil aku majikan!” perintahnya pada Ajeng seraya meletakkan uang senilai sepuluh ribu di atas meja.

“Maksudku, Jurik-Eh, Jikan! Majikaaaan!” ulangnya gugup dengan kedua mata terpejam, tanpa sadar dia sudah berteriak di depan wajah Jordy.

“Astaga! Muncrat!” Jordy mengusap wajahnya sendiri dengan kasar. Melihat wajah Jordy semakin murka Ajeng dengan cepat membekap bibinya sendiri lalu menjauhkan wajahnya ke belakang.

Ajeng diam-diam segera mengambil uang dari atas meja lalu berlari seraya meremasnya dalam genggaman tangannya. Gadis itu segera menuju ke kantin untuk membelikan minuman seperti permintaan Jordy.

Setelah mendapatkan jus jeruk pesanannya, Ajeng menatap cup berisi air jeruk di depan wajahnya. “Duh kesel sekali rasanya, pengen sekali aku campurin obat sembelit biar si tukang suruh itu mencret-mencret!” Omelnya seraya berjalan menuju ke kelasnya, di mana Jordy sudah menunggu es jeruk tersebut.

Di dalam kelas bahasa, Jordy masih duduk menunggu si cupu, tak lama kemudian Satya Pamungkas masuk ke dalam kelas tersebut. Kali ini Satya datang seorang diri, niatnya ke sana untuk memberikan pelajaran pada Ajeng karena gadis itu sudah membuat dirinya berhadapan dengan Jordy. Tidak disangkanya ternyata Jordy sudah lebih dulu berada di sana.

Dengan santainya Satya duduk di atas meja tepat di depan Jordy.

“Wah, rupanya Jordy sang pangeran yang terkenal di Jakarta jatuh cinta sama gadis cupu! Cuih!” Satya meludah ke samping.

Jordy langsung berdiri, pria itu menarik kerah baju Satya. “Tutup mulutmu! Sialan!” Geramnya seraya menatap tajam kedua mata Satya Pamungkas.

Sementara itu, Ajeng baru tiba. Gadis itu melihat Satya dan Jordy saling beradu mulut. Entah apa yang diperdebatkan oleh dua pria itu, dia tidak tahu.

“Tuh!” Satya mengedikkan dagunya ke arah Ajeng yang baru saja tiba di kelas tersebut. “Buktikan padaku kalau kamu nggak naksir sama dia!” Satya menunjuk dada Jordy menggunakan telunjuk tangan kanannya sambil menyeringai penuh ejekan. Jordy mengepalkan tangannya, dia geram sekali mendengar ucapan Satya Pamungkas. Jordy menoleh ke samping menatap Ajeng di sebelahnya.

Ajeng yang tidak tahu apa-apa segera berjalan mendekat dan berdiri di sebelah Jordy.

“Majikan, ini es jeruknya.” Menyodorkan gelas plastik berisi es jeruk ke arah Jordy.

Tatapan mata polos dan lugu dari gadis itu membuatnya tidak sampai hati untuk melukainya, tapi jika dia tidak melakukan apa-apa pada si cupu, maka Satya akan menjadikan Ajeng sebagai target tetap di sekolah tersebut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 64 End

    Tidak disangka setelah Jordy puas menikmati menggunakan bibirnya, Jordy juga meminta jatah untuk dipuaskan oleh Ajeng.“Jeng, aku pengen.” Ujar Jordy berterus terang.“Kamu yakin? Nggak apa-apa, Jo?” Tanya Ajeng dengan tatapan penuh keraguan lantaran dirinya sudah menikah bahkan memiliki seorang anak dengan Reno.Jordy menganggukkan kepalanya, akhirnya hari itu Ajeng bersedia melakukan hubungan intim dengan Jordy sampai keduanya meraih klimaks bersama-sama.Sejak kedatangan Ajeng ke rumah sakit, perkembangan Jordy semakin membaik dari hari ke hari. Jordy tidak lagi mengeluh tentang sakitnya, dia menjadi lebih bersemangat menjalani hari-harinya.Selang satu bulan kemudian, Jordy sudah sembuh dan diizinkan pulang. Mendengar kabar baik tersebut Reno memutuskan menjenguk Jordy di rumahnya. Reno datang seorang diri tanpa sepengetahuan Ajeng.Jordy agak kaget saat melihat Reno datang di rumahnya. Saat itu Dika juga ada di sana.“Bang Jo?” Sapanya saat tiba di rumah Jordy.“Iya, masuk Ren.”

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 63 Kembali

    “Mau ke mana? Nolak aku? Perceraian kita belum terbongkar sama Bapak, kan? Aku pengen kita datang ke Jepara. Aku kangen sama kamu.”Ajeng tahu Jordy ingin mengulang masa-masa indah bersama seperti semula. Akan tetapi Ajeng sudah punya Reno di sisinya. Bahkan Reno yang selalu menemaninya semenjak dia terpuruk dan ditinggalkan oleh Jordy.“Jo, aku nggak bisa ...”“Jeng, kamu tahu aku paling suka ini?” Jordy kembali mendorong organ intimnya ke dalam liang intim Ajeng.“Uhhh, akh, Jo.” Ajeng memekik sambil menggigit bibir bawahnya.“Kamu sangat seksi dan cantik.” Bisik Jordy.“Jo aku nggak bisa kita balikan.”“Ya sudah kalau nggak bisa, selamanya aku akan sering-sering culik kamu!” Ujarnya dengan nada serius.Sejak Jordy membawanya ke vila, hampir setiap seminggu sekali Ajeng dibawanya pergi ke vila untuk bersenang-senang.Lama-lama Reno tahu, dan dia membahasnya dengan Ajeng saat mereka sedang sarapan bersama.“Mbak akhir-akhir ini pergi dengan Bang Jordy?”“Iya, Re. Aku pergi sama Abang

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 62 Sebuah pilihan

    Lama menjalin pernikahan dengan Kartika, Jordy tetap disepelekan oleh Kartika. Seiring dengan berjalannya waktu. Jordy menolak tinggal di Jakarta, dia memutuskan tinggal di Jogjakarta bersama Dika. Saat Jordy mengepak barang-barangnya, Kartika juga tidak begitu peduli. Bagi Kartika Jordy tidak berarti seperti pertama kali saat melihatnya duduk di bangku kuliah. Bagi Kartika yang paling penting saat ini adalah seorang pria yang bisa mengayominya dan juga bayinya yang baru lahir.Mengingat penghasilan Jordy yang tidak seberapa akhirnya Kartika memutuskan untuk bercerai dari Jordy. Padahal baru satu tahun lebih mereka menikah. Tepatnya setelah Kartika melahirkan, beberapa setelah hari itu mereka meresmikan perceraian.Sejak saat itu Jordy kembali tinggal di Jogjakarta. Jordy secara diam-diam sering mengamati Ajeng yang bekerja sebagai seorang guru. Dan dia melihat Ajeng dan Reno sering pergi bersama. Karena tidak senang dengan kebersamaan mereka Jordy bertanya pada Dika. Siang itu sepula

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 61 Masih sama

    Ajeng terlelap dalam pelukan Reno. Sekitar pukul enam pagi Reno terjaga, dia tidak membangunkan Ajeng. Reno membelikan sarapan untuk Ajeng lalu membangunkannya.“Mbak? Bangun, sudah hampir setengah tujuh.” Reno membangunkan sambil memilin puting Ajeng di dalam selimut.“Aakh, Ren, nakal kamu ...” rengeknya pelan lalu menyibakkan selimut ke samping. Ajeng bisa mencium aroma parfum Reno ketika Reno mulai menyesap kedua buah dadanya dengan penuh gairah. Meremas dan memainkannya menggunakan ujung lidahnya.Puas melumat bukit kenyal dan kencang milik Ajeng Reno melonggarkan ikat pinggangnya dan meminta jatah dari Ajeng sebelum berangkat. Ajeng mengangkang di tepi ranjang sambil menerima sodokan Reno pada liang intimnya. Gesekan Reno memunculkan suara berisik karena milik Ajeng begitu basah dengan cairan.“Enak Ren, oukh terus Ren, aku pengen keluar, oukh Reno, yang cepat sayang.” Pinta Ajeng sambil mengangkat bokongnya naik turun untuk mengimbangi sodokan Reno pada area intimnya.Setelah p

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 60 Tergoda

    Puas bercinta dengan Ajeng, Reno membawa Ajeng pulang ke rumah. Ajeng turun dari atas boncengan Reno langsung masuk ke dalam rumah. Reno membawa motornya menuju garasi lalu mengikuti Ajeng ke dalam.Sampai di dalam dia melihat Ajeng berdiri di dalam kamar mandi dengan tubuh telanjang, sepertinya Ajeng sengaja mandi tanpa menutup pintu. Reno hanya melihat Ajeng tanpa berkomentar, Ajeng menoleh ke arah Reno sejenak. Bibir ranumnya mengukir senyum, lalu duduk di atas kloset sambil menahan kedua pahanya.“Ayo ...” Ajeng melambai.Reno bisa melihat bibir area intim Ajeng yang merekah merah di antara bulu-bulu lebat di sana, Reno segera melepaskan bajunya dan memberikan apa yang Ajeng inginkan. Di dalam kamar mandi mereka berdua basah-basahan sambil bercumbu mesra. Ajeng nampak sangat menikmati permainan panas yang Reno lakukan.Puas menyodok liang intim Ajeng yang basah, Reno memeluk tubuh Ajeng dari belakang. “Reno ...” panggil Ajeng dengan suara pelan.“Iya Mbak?”“Aku pengen bicara, ser

  • Skandal Liar Musuh Bebuyutan   Bab 59 Ajeng dan Reno

    Seolah sudah terbisa dengan percintaan yang begitu liar, Ajeng tidak pernah protes saat Reno kembali membawanya ke dalam lautan asmara. Bukan sekali dua kali, mereka lebih sering bersama hanya untuk melepaskan gairah di dalam tubuh masing-masing.Setelah selesai makan siang, Ajeng dan Reno saling melumat bibir satu sama lain. Baju dari tubuh mereka satu-persatu lepas, sejak Reno meremas buah dadanya lalu memainkan ujung putingnya menggunakan ujung lidahnya, gairah Ajeng sudah mulai merayap naik, darahnya terasa bergolak dan panas. Sisi intim tubuh Ajeng mulai basah ditambah buah dadanya yang semakin nampak mengencang dan membulat. Reno sangat menyukai penampilan buah dada Ajeng yang seksi. Walau tubuh Ajeng ramping dan kurus tapi buah dadanya terlihat montok, besar, enak saat diremas terasa pas dalam genggaman tangannya. Di samping itu bokong Ajeng juga nampak kencang dan sekal. Reno selalu menciuminya saat Ajeng menungging untuk dipuaskan dari belakang bokongnya.“Ahhh, Ren, jilat te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status