Share

Bab 87 Orang Ketiga

Auteur: Secret juju
last update Dernière mise à jour: 2026-01-30 16:22:49

Winter menelan ludah.

“Greyson tidak mau masuk,” lanjut Serena. Nada suaranya turun sedikit. “Auranya… aneh. Entah marah, entah kesal. Atau dua-duanya.”

Winter memejamkan mata sesaat. Detik berikutnya, ia membuka kembali, mencoba menyusun potongan ingatan yang berantakan. “Bagaimana dia bisa …” kalimatnya terputus.

Serena menatapnya lurus. “Kak, semalam kau tidak bilang ke Greyson kalau kau menginap disini?”

Winter menunduk. Jawabannya muncul terlalu cepat, terlalu jujur. Kepalanya sudah terla
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 98 Jatuh Dalam Pelukanmu

    Malam itu berjalan lebih pelan dari biasanya. Setelah dari kamar mandi, Greyson kembali ke kamar dengan bantuan Winter. Langkahnya masih kaku, setiap perpindahan berat tubuh terasa seperti pengingat bahwa ia belum sepenuhnya pulih. Winter membantunya duduk di tepi ranjang, lalu memastikan posisinya nyaman sebelum mengambilkan nampan makanan.Greyson makan dalam diam. Winter tidak banyak bicara, hanya sesekali mengingatkan agar ia menghabiskan sayurnya, atau menyesuaikan posisi gelas supaya mudah dijangkau. Tidak ada basa-basi, tidak ada candaan. Keheningan mereka terasa berbeda, tidak canggung, tapi juga tidak hangat seperti sebelumnya.Setelah selesai, Greyson menyerahkan piring kosong. “Taruh saja di situ,” katanya pelan.Winter menggeleng. “Biar aku bawa ke dapur.”Greyson mengangguk, mengira itu akan menjadi akhir dari kehadiran Winter malam ini. Ia membayangkan pintu kamar akan tertutup, langkah kaki menjauh, lalu kesunyian yang biasa menemaninya tidur.Namun beberapa menit kemud

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 97 Melihat dan Menyentuhnya

    Setelah menghabiskan beberapa hari di rumah sakit, Greyson akhirnya diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah stabil, meski pergelangan kakinya masih terbalut perban tebal. Setiap langkah yang ia ambil kini harus dibantu sepasang kruk, gerakannya lebih pelan dari biasanya, jauh dari sosok Greyson yang dikenal selalu sigap dan penuh kontrol.Lorong rumah sakit terasa lebih sunyi saat ia melangkah keluar. Ada rasa lega karena bisa meninggalkan bau antiseptik dan suara alat medis, tapi juga ada ketidaknyamanan yang mengendap, ketergantungan, keterbatasan, dan jeda paksa dalam hidup yang biasanya bergerak cepat.Greyson tidak menyukainya. Namun, ia tidak punya pilihan selain menerima.Mereka tiba di apartemen. Mike sigap seperti biasa, membantu Greyson berjalan hingga masuk ke kamar. Setelah memastikan pria itu berbaring dengan nyaman, Mike keluar dan duduk di sofa ruang tamu, menghembuskan napas panjang untuk pertama kalinya hari itu.Tak lama kemudian, pintu apartemen terbuka. Winter muncu

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 96 Pulih

    Winter mendongak. Ada dorongan kuat di dadanya. Keinginan untuk melihat Greyson, memastikan dengan matanya sendiri bahwa pria itu baik-baik saja. Namun rasionalitasnya lebih dulu berbicara. Rumah sakit terlalu berisiko. Terlalu banyak mata.Ia menggeleng perlahan.“Aku mempercayakan Greyson padamu, Mike,” ucap Winter akhirnya.Kalimat itu terdengar tenang. Padahal di baliknya, ada kegelisahan yang belum juga reda dan keinginan yang ia paksa untuk tetap disimpan sendiri.***Mike kembali ke rumah sakit. Greyson sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Pria itu setengah bersandar di ranjang, ponsel di tangannya, fokus pada permainan yang sebenarnya tidak benar-benar ia nikmati. Ia hanya sedang membunuh waktu dan kebosanan.Saat pintu terbuka, Greyson sempat melirik ke arah sana. Ada jeda sepersekian detik, harapan kecil yang nyaris tak ia akui. Namun yang masuk adalah Mike.Ekspresi kecewa itu cepat ia tekan, terlalu singkat untuk dibaca orang lain. Greyson mematikan ponselnya dan meletakk

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 95 Cedera

    Greyson mengerang pelan. Suara itu nyaris tak terdengar, namun cukup untuk memecah keheningan.Mike langsung bereaksi. Ia berlari menghampiri, menjadi orang pertama yang paling panik di antara kerumunan yang mulai bergerak.“Greyson, jangan berdiri! Jangan dipaksa,” ucapnya cepat, berlutut di hadapan Greyson tanpa peduli debu di celananya.Tangannya gemetar saat hendak menyentuh pergelangan kaki Greyson, lalu ragu. Takut salah, takut memperparah. Mike menoleh tajam ke arah kru.“Panggil tim medis. Sekarang!”Beberapa orang langsung bergerak. Yang lain mundur, memberi ruang. Greyson masih bertumpu pada satu lutut, napasnya berat, keringat bercampur debu menempel di pelipisnya.“Bisa berdiri?” tanya Mike lebih pelan, suaranya turun, cemasnya tak bisa lagi disembunyikan.Greyson menggeleng singkat. Rahangnya mengeras, menahan lebih dari sekadar rasa sakit.“Bukan apa-apa,” gumamnya, entah pada Mike atau pada dirinya sendiri.Namun cara tangannya mencengkram aspal terlalu kuat untuk diseb

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 94 Salah Langkah

    Ia menghela napas panjang, menatap langit-langit kamar yang gelap. Sunyi di apartemen itu terasa menekan, berbeda dengan sunyi yang biasa ia nikmati. Sunyi kali ini penuh gema nama Winter, suara Winter, dan kata tidak yang diucapkannya dengan tegas.Nyaman, Greyson mengulang kata itu dalam kepalanya. Dia nyaman… tanpa aku dikenal sebagai bagian dari hidupnya.“Aku tidak pernah meminta banyak,” gumamnya pelan, suaranya nyaris tenggelam. “Aku hanya tidak ingin merasa sendirian saat aku bersamamu.”Ia menutup mata sejenak. Bayangan Winter muncul begitu saja, cara perempuan itu menarik napas saat gugup, caranya berpura-pura tenang ketika jelas-jelas sedang ketakutan. Cara ia selalu berdiri di antara ingin dan takut, memilih aman meski harus mengorbankan sesuatu.Ia bangkit setengah duduk, menyandarkan punggung ke kepala ranjang. Sepatu bayi itu masih ada di tangannya, kini terasa semakin berat.“Kenapa aku membelimu?”“Apa aku berharap sesuatu yang bahkan belum tentu ia inginkan?”Greyson

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 93 Sepasang Sepatu Bayi

    Stella sudah melangkah pergi ketika tinggal dua langkah lagi menuju pintu. Tangannya terangkat hendak meraih gagang, lalu ia berhenti.Ia menoleh pelan, ekspresinya berubah seolah baru mengingat sesuatu yang nyaris terlupa. Senyum kecil terbit di sudut bibirnya.“Ah,” gumamnya ringan. “Aku hampir lupa.”Winter menegakkan tubuhnya, instingnya langsung menegang.Stella berbalik setengah, menyandarkan bahunya ke arah Winter. Tatapannya tajam, penuh minat yang tidak disembunyikan lagi. “Sekarang aku mengerti,” lanjutnya. “Kenapa Greyson bisa terlihat… dekat denganmu.”Ia melangkah mendekat, jaraknya cukup dekat untuk membuat Winter sulit menghindar tanpa terlihat mencurigakan. “Kau bukan sekadar menolong Greyson Hale,” ucap Stella perlahan. “Kau tahu kelemahannya.”Winter menahan napas. “Aku tidak tahu apa yang kau maksud.”Stella terkekeh kecil. Bukan tawa senang, lebih seperti konfirmasi. “Oh, Winter,” katanya lembut, hampir simpatik. “Kau terlalu cepat menyangkal.”Ia mencondongkan tub

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status