로그인Aubrey kembali ke kamarnya dengan segala perasaan di hati yang saling berkecamuk.
Dia marah, dia sangat kecewa. Dan pasti dia juga tersinggung pada sikap Oliver.
Namun, di sisi lain, ketakutannya terhadap Oliver masih sangat kuat. Apalagi sekarang, dia memiliki dosa baru.
Jika Oliver tahu sedikit saja tentang Velvet, lalu tentang Edgar, maka Aubrey sadar dia takkan layak untuk memprotes sedikit pun tentang sikap Oliver padanya.
Ini membuat Aubrey merasa frust
Di kediaman Caldwell ...Aubrey menyadari ada yang salah dengan tubuhnya. Ia terus-terusan lapar. Dan masa periode nya pun tak kunjung tiba.Masalahnya, lapar yang ia rasakan terasa menusuk-nusuk sekali. Ini jelas bukan sekadar lapar biasa. Apalagi ia selalu menuruti rasa laparnya dengan makan apapun yang dia inginkan.Tapi tetap saja, satu jam kemudian, ia sudah lapar menusuk-nusuk lagi di perutnya.Apakah ia telah berubah menjadi wanita yang rakus yang tak bisa mengontrol lagi nafsu makannya? Aubrey bergidik memikirkan itu. Dia tidak ingin hal seperti itu terjadi.Dielusnya perut ratanya itu.Beberapa minggu terakhir ini juga dia kerap menginginkan gaun yang longgar untuk dipakai. Sekalipun gaun ketat masih muat di tubuhnya, Aubrey merasa gaun itu menyesakkan pernapasannya.Gaun longgar barulah melegakan.Tapi ada apa gerangan?Dengan kuas di tangan, ia menggambar pakaian jas pria. Tapi alih-alih merancang model baru, ia malah menggambar utuh beserta dengan pria-nya. Wajah yang nam
“Anda punya anak, Pangeran!” Alfonsius berseru, tapi entah harus senang atau cemas.Sedangkan Edgar terdiam seribu bahasa.Yang ia pikirkan hanya Aubrey. Berarti Aubrey sedang mengandung?Tapi ... Aubrey mengandung saat ia masih terikat pernikahan dengan Oliver.Bisa saja anak itu anak Oliver. Sekalipun pertama kalinya dirinya yang merenggut, tapi tidak menutup kemungkinan setelah itu Oliver tidak tidur dengan Aubrey!Edgar bingung.Ia mondar mandir dan akhirnya kembali pada peramal.“Apa ramalanmu selalu tepat? Seratus persen?”Wanita peramal itu menatapnya. Wajahnya datar sehingga tidak tersirat emosi yang ia rasakan.“Ramalanku tepat 99,99%, Pangeran!”Edgar ingin menyentil telinga wanita peramal itu. Apa bedanya 99,99 % dengan 100%!“Apa susahnya kau mengatakan 100%? Itu sama saja!”“Tidak sama, Pangeran. Jika aku mengatakan 100%, maka tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Tapi 99,99% masih bisa ada kesalahan. Karena masih ada 0,01%.”Edgar mengepalkan tangannya mendengar wanita
Di istana ...Raja Elliot mengalami sakit kepala hebat yang menyebabkan dia tak bisa bangun dari tempat tidurnya.Ketika tabib istana memeriksanya, tabib menyampaikan bahwa Raja sudah cukup tua untuk alangkah baiknya beristirahat saja, alias mundur dari tampuk pemerintahannya.Kabar ini pun segera disampaikan pada Prince Edgar selaku Putra Mahkota.Alfonsius menunduk hormat pada Pangeran Edgar.“Lapor, Pangeran. Yang Mulia Raja jatuh sakit dan tabib mengatakan bahwa Yang Mulia Raja lebih baik beristirahat mulai hari ini karena usianya yang sudah tua.”Di luar dugaan, Edgar malah mengeluh, “Tua apanya? Ayahku baru 52 tahun!”Alfonsius yang sudah terbiasa dengan perangai Pangeran Edgar menjawabnya, “Perlu Pangeran ingat, 52 tahun itu sudah setengah abad lebih 2 tahun!”“Aku tahu!”“Dewan kerajaan juga setuju untuk segera melantik Anda menjadi Raja menggantikan Ayah Anda.”Edgar tiba-tiba bangkit dengan raut wajah memendam kesal.“Dasar Pak Tua satu itu! Aku ini masih ingin bebas! Usiaku
“Bagaimana ini? Orang tuaku tidak boleh melihatmu ada di sini, terutama karena Aubrey tidak sedang berada di rumah.”Oliver terlihat panik dan memandangi sekelilingnya.Ia mencari tempat yang mungkin Zeline bisa jadikan persembunyian. Akhirnya matanya tertuju pada kamar Aubrey.“Sembunyi dulu di sini. Jangan keluar, oke?”Zeline mengangguk meskipun wajahnya terlihat tak senang.Setelah memastikan Zeline di kamar Aubrey dan menutup pintu kamar, Oliver turun ke bawah untuk menemui orang tuanya.“Yah, Bu, tumben datang mendadak,” sapanya dengan wajah berusaha sedatar mungkin.Tapi sepertinya Duchess Rosalie tidak datang dengan niat berkunjung belaka.Begitu Oliver di hadapannya, Duchess Rosalie langsung mencecarnya.“Apa yang terjadi, Oliver? Aku mendengar kau dan Aubrey bercerai. Bagaimana bisa kau mengambil keputusan sembrono secara sepihak?”“Bu, ini antara aku dan Aubrey, tidak perlu ikut campur.”“Tidak perlu ikut campur, kau bilang? Aku mengorbankan banyak waktu dan tenagaku agar k
Aubrey mengendap-endap menuju jendela untuk mengintip ada apakah yang terjadi di luar. Apakah ada hewan yang mendekati pondok?Atau ...Aubrey benar-benar tak sanggup berpikir. Dia tak bisa membayangkan hewan apa yang ada di luar.Ketika Aubrey mengintip, ia seperti melihat sekelebat bayangan orang.“Siapa itu?” seru Aubrey dengan suara cukup keras.Tapi tidak ada sahutan.Aubrey akhirnya menutup jendela lagi dan bersembunyi di balik selimut.Esok paginya, begitu matahari terbit, Aubrey meninggalkan pondok itu dan tidak lagi berencana kembali menginap di sana. Kecuali ada Edgar, maka ia tidak akan mau mendatangi pondok itu lagi.Wanita itu kembali mengunjungi Cafe Sheina.Cafe itu sedang ramai hari itu. Begitu Aubrey masuk, semua mata menoleh ke arahnya.Lady Annora dan Lady Freya tetap seperti biasanya, langsung menarik Aubrey duduk di antara mereka.“Kau darimana saja, Duchess? Seluruh kota membicarakanmu!”“Apa yang mereka bicarakan tentangku?”“Oh, Duchess ... tentu saja perceraia
Lalu sebuah memory membuat Edgar terhenyak. Pantasan Aubrey mengajaknya pindah dan hidup di desa. Ternyata ini penyebabnya. Dia akan kehilangan reputasinya jika harus bercerai dan jika sudah begitu, sulit baginya untuk tetap hidup dan menikah lagi.Edgar merenung dengan terus mengetuk jari jemarinya pada pegangan kursi.Tetap saja, Aubrey sudah keterlaluan!Aubrey seharusnya bisa terbuka padanya, bukannya malah menjadikannya lelucon. Dengan berpura-pura menjadi seorang nona muda yang masih single, Aubrey sudah membohonginya.“Sudahlah. Kembali pada pekerjaanmu,” ujar Edgar pada Alfonsius.“Baik, Yang Mulia.”Alfonsius undur diri. Ketika menutup pintu ganda, ia masih bisa melihat Pangeran Edgar masih termenung di kursi kebesarannya.Esok harinya, sebuah berkas di meja kerjanya menarik perhatian Edgar.PERMOHONAN PERCERAIANTertera pada surat itu nama yang mengajukan adalah Oliver Osbourne. Dan tergugat adalah Aubrey Caldwell. Alasan perceraian, karena Duchess Aubrey telah berselingkuh







