LOGINAlfred terkejut dan menoleh pada Lady Jane. Aliran darahnya seakan gemetar mendengar perkataan Lady Jane.Berani sekali dia membohongi Yang Mulia Pangeran!Beruntung dia sudah menyuruh Aubrey, Avery, dan Margareth tetap di dalam. Setidaknya, Alfred berharap Pangeran Edgar dan Alfonsius tidak mengetahui bahwa Jane bukanlah istri sahnya.Tapi Alfred menyesal juga karena menyambut kedatangan Pangeran Edgar bersama Jane. Andai dia tahu tamu yang mendatangi mereka adalah Pangeran Edgar, maka ia akan keluar bersama Margareth. Atau setidaknya akan jauh lebih baik jika dia menyambut Pangeran Edgar seorang diri saja.Jane terlalu gegabah. Dia menyeret mereka ke lubang masalah!Di balik pintu, Aubrey mengepalkan tangannya.Berani sekali Lady Jane membongkar aibnya di depan Yang Mulia Pangeran! Ini benar-benar menghancurkan reputasinya lalu menginjak-injaknya.Air matanya tanpa sadar menetes.Dia benar-benar emosional.Hormonnya yang tidak stabil membuat Aubrey tak bisa menahan tetesan air matan
Mendengar kedatangan tamu besar, Aubrey dan Margareth segera bersiap untuk menyambut.Tapi Alfred mendorong mereka.“Kalian tidak perlu ke depan! Cukup aku dan Jane!”Aubrey tak terima. “Apa? Mana bisa begitu! Kami ini keluargamu yang tercatat hukum!”“Diam! Ini masih rumahku! Masih bagus aku tidak mengusir kalian!”Baik Aubrey maupun Avery kehilangan kata-katanya. Margareth pun juga tak tahan untuk menghadapi Alfred. Dia hanya melotot dan Alfred merangkul Lady Jane untuk menuju ruang depan.“Siapa yang datang, Ave?” tanya Aubrey begitu ayah mereka sudah ke depan.Mereka duduk di teras belakang, berusaha menenangkan diri setelah tingkah laku tidak pantas Lady Jane.“Tidak tahu. Tapi ... iring-iringannya sangat banyak. Tidak pernah sebelumnya kita kedatangan tamu seperti ini.Lalu ... keretanya juga sangat bagus.”Di ruang depan, Alfred dan Lady Jane menyambut di pintu.Begitu kereta tiba tepat di halaman depan mansion, para pengawal turun duluan untuk membukakan pintu bagi tuan mereka
Di kediaman Caldwell ...Aubrey menyadari ada yang salah dengan tubuhnya. Ia terus-terusan lapar. Dan masa periode nya pun tak kunjung tiba.Masalahnya, lapar yang ia rasakan terasa menusuk-nusuk sekali. Ini jelas bukan sekadar lapar biasa. Apalagi ia selalu menuruti rasa laparnya dengan makan apapun yang dia inginkan.Tapi tetap saja, satu jam kemudian, ia sudah lapar menusuk-nusuk lagi di perutnya.Apakah ia telah berubah menjadi wanita yang rakus yang tak bisa mengontrol lagi nafsu makannya? Aubrey bergidik memikirkan itu. Dia tidak ingin hal seperti itu terjadi.Dielusnya perut ratanya itu.Beberapa minggu terakhir ini juga dia kerap menginginkan gaun yang longgar untuk dipakai. Sekalipun gaun ketat masih muat di tubuhnya, Aubrey merasa gaun itu menyesakkan pernapasannya.Gaun longgar barulah melegakan.Tapi ada apa gerangan?Dengan kuas di tangan, ia menggambar pakaian jas pria. Tapi alih-alih merancang model baru, ia malah menggambar utuh beserta dengan pria-nya. Wajah yang nam
“Anda punya anak, Pangeran!” Alfonsius berseru, tapi entah harus senang atau cemas.Sedangkan Edgar terdiam seribu bahasa.Yang ia pikirkan hanya Aubrey. Berarti Aubrey sedang mengandung?Tapi ... Aubrey mengandung saat ia masih terikat pernikahan dengan Oliver.Bisa saja anak itu anak Oliver. Sekalipun pertama kalinya dirinya yang merenggut, tapi tidak menutup kemungkinan setelah itu Oliver tidak tidur dengan Aubrey!Edgar bingung.Ia mondar mandir dan akhirnya kembali pada peramal.“Apa ramalanmu selalu tepat? Seratus persen?”Wanita peramal itu menatapnya. Wajahnya datar sehingga tidak tersirat emosi yang ia rasakan.“Ramalanku tepat 99,99%, Pangeran!”Edgar ingin menyentil telinga wanita peramal itu. Apa bedanya 99,99 % dengan 100%!“Apa susahnya kau mengatakan 100%? Itu sama saja!”“Tidak sama, Pangeran. Jika aku mengatakan 100%, maka tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Tapi 99,99% masih bisa ada kesalahan. Karena masih ada 0,01%.”Edgar mengepalkan tangannya mendengar wanita
Di istana ...Raja Elliot mengalami sakit kepala hebat yang menyebabkan dia tak bisa bangun dari tempat tidurnya.Ketika tabib istana memeriksanya, tabib menyampaikan bahwa Raja sudah cukup tua untuk alangkah baiknya beristirahat saja, alias mundur dari tampuk pemerintahannya.Kabar ini pun segera disampaikan pada Prince Edgar selaku Putra Mahkota.Alfonsius menunduk hormat pada Pangeran Edgar.“Lapor, Pangeran. Yang Mulia Raja jatuh sakit dan tabib mengatakan bahwa Yang Mulia Raja lebih baik beristirahat mulai hari ini karena usianya yang sudah tua.”Di luar dugaan, Edgar malah mengeluh, “Tua apanya? Ayahku baru 52 tahun!”Alfonsius yang sudah terbiasa dengan perangai Pangeran Edgar menjawabnya, “Perlu Pangeran ingat, 52 tahun itu sudah setengah abad lebih 2 tahun!”“Aku tahu!”“Dewan kerajaan juga setuju untuk segera melantik Anda menjadi Raja menggantikan Ayah Anda.”Edgar tiba-tiba bangkit dengan raut wajah memendam kesal.“Dasar Pak Tua satu itu! Aku ini masih ingin bebas! Usiaku
“Bagaimana ini? Orang tuaku tidak boleh melihatmu ada di sini, terutama karena Aubrey tidak sedang berada di rumah.”Oliver terlihat panik dan memandangi sekelilingnya.Ia mencari tempat yang mungkin Zeline bisa jadikan persembunyian. Akhirnya matanya tertuju pada kamar Aubrey.“Sembunyi dulu di sini. Jangan keluar, oke?”Zeline mengangguk meskipun wajahnya terlihat tak senang.Setelah memastikan Zeline di kamar Aubrey dan menutup pintu kamar, Oliver turun ke bawah untuk menemui orang tuanya.“Yah, Bu, tumben datang mendadak,” sapanya dengan wajah berusaha sedatar mungkin.Tapi sepertinya Duchess Rosalie tidak datang dengan niat berkunjung belaka.Begitu Oliver di hadapannya, Duchess Rosalie langsung mencecarnya.“Apa yang terjadi, Oliver? Aku mendengar kau dan Aubrey bercerai. Bagaimana bisa kau mengambil keputusan sembrono secara sepihak?”“Bu, ini antara aku dan Aubrey, tidak perlu ikut campur.”“Tidak perlu ikut campur, kau bilang? Aku mengorbankan banyak waktu dan tenagaku agar k







