Home / Romansa / Skandal Terlarang Bersama Mertuaku / BAB 109: Apa salahnya Mencintai Menantu?

Share

BAB 109: Apa salahnya Mencintai Menantu?

Author: NACL
last update Last Updated: 2025-10-05 12:00:10

“Jadi itu yang mau kamu lakukan? Silakan, hancurkan saja papimu sendiri,” geram Dirga. Mata karamel itu menatap tajam dan menantang putra pembangkang di hadapannya. Bahkan ia ingin tahu, sampai sejauh mana Rama berani melawan. Sisi angkuhnya sebagai pria pun muncul, secara materi dan kekuasaan, jelas anaknya itu jauh di bawahnya. Lalu cara apa yang akan ditempuh?

“Tapi jangan pikir aku bakal diam aja, Pi. Aku nggak mau hancur sendirian. Laras dan Papi harus ikut jatuh bersamaku,” desis Rama. Dagunya terangkat, berusaha menunjukkan dominasinya.

Rahang Dirga mengedut, otot perutnya menegang, dan darahnya seolah meletup-letup di dalam tubuh. Cengkeraman tangan di kaos kuning Rama makin kuat.

“Papi nggak akan biarkan Laras jatuh mengikuti kamu,” sentaknya. Ia tidak akan rela Laras yang selama ini mewarnai hari-harinya dirusak oleh sang anak.

Rama terkekeh sinis. Ucapan papinya terasa menggelikan. Pria yang pernah gagal menjaga rumah tangganya itu kini berlagak bijak membela wanita yang le
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 388 Rengekan Perawan Dinda Randy

    “Ssssshhh …,” desahan itu keluar tanpa kontrol. Bagaimana pun, sekuat apa pun Dinda menahan, suara merdunya mendesak. Rasa panas dari dalam tubuh membuat napasnya berderu cepat.“Dinda?” bisik Randy lagi. Dan … ugh, sialnya, bibir pria itu terasa halus dan napas hangatnya menyapu daun telinga. “Sayang, Dinda? Saya tidak bisa nunggu lagi.” Suara Randy tegas.Mata Dinda mengerjap perlahan dan bulu kuduknya sangat-sangat merinding. Bahkan jantungnya berdentum keras seperti genderang yang dipukul bertalu-talu, saat merasakan ujung hidung Randy menyesap aroma lehernya.Ya, Dinda tahu, malam ini ia tidak bisa lagi mengelak di balik selimut atau pura-pura terlelap.Di balik rasa panas yang mulai menjalar ke seluruh saraf, jujur saja ada ketakutan yang membeku di hati. Dinda, membayangkan cerita menyebalkan dari teman-temannya, tentang suami yang egois di atas ranjang, bagaimana rasa sakit yang tak tertahankan, atau lebih buruk lagi, seputar fakta kekecewaan pria jika sang wanita tidak bisa m

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 387 Dinda Randy Gugup

    Beberapa hari setelahnya, Raymond masih terbaring di rumah sakit. Tubuhnya yang sudah ringkih itu memerlukan waktu lebih lama untuk pemulihan. Ia pun tidak lagi memaksa pulang, lantaran ingin benar-benar sembuh. Meskipun gengsi, tetapi ia berbesar hati menerima kebaikan Dirga dengan biaya perawatan gratis di sini.Kini, mantan Casanova di eranya itu bukan hanya hidup bersama istri dan kedua anak dari perikahan sahnya. Namun, Raymond juga ingin melihat kedua putrinya yang lain sukses dan cucu-cucunya tumbuh dewasa.Siang ini, Raymond sedang melakukan panggilan video dengan si kembar. Di layar telepon genggam, tampak Laksa dan Leksa yang mulai aktif tertawa dan bermain ludah. Mereka membuat suara-suara lucu, memenuhi ruangan rawat yang biasanya sunyi.Raymond meneteskan air mata haru kala menatap wajah mungil di layar."Leksa sudah sarapan, Nak?" tanyanya dengan suara serak yang lembut.Seolah mengerti, Laksa justru menyambar dengan ocehan panjang dalam bahasa bayinya yang membuat Raymo

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 386 Ini Sulit

    “Papi …,” panggil Dinda, saat masuk ruang pemulihan. Kini bibirnya sudah tidak lagi kaku, dan lidahnya lebih mudah mengucapkan satu kata itu. Ia sadar selama ini Raymond tidaklah pernah menyakiti hatinya. Bahkan pria itu ingin menjadi Papi terbaik yang ia punya, menebus masa lalu.Raymond menoleh perlahan dengan mata yang berbinar kala menangkap sosok Dinda."Dinda? Anak Papi ...." Suaranya parau. "Mamimu bilang kamu ada di sini semalaman? Menunggu Papi?"Tatapan Raymond fokus pada kebaya putih yang masih melekat di tubuh putri cantiknya itu. Kain brokat itu kini tampak lusuh dan menyesakkan karena dipakai terus-menerus tanpa sempat diganti. Hati pria itu mencelos melihat putrinya harus menghabiskan malam pengantin di kursi rumah sakit yang keras dan dingin.Dinda mengangguk mantap, ia duduk di kursi samping ranjang pasien. "Iya, Pi. Dinda khawatir. Papi ... apa yang terasa sakit? Bagian mana yang masih perih?"Raymond memaksakan tersenyum, meskipun selang oksigen mmasih menghalangi w

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 385 Dejavu

    Tubuh Dinda seketika limbung. Wanita itu kehilangan tenaganya, ia pun nyaris jatuh kalau saja Randy tidak menangkapnya lebih cepat.“Dinda!” seru Randy yang menahan suaranya agar tidak menjadi pusat perhatian tamu yang tersisa.“Saya mau ke rumah sakit, Mas,” isak Dinda, menumpahkan air mata di jas Randy yang seharunya menjadi saksi bisu dalam kebahagiaan.Tanpa membuang waktu lagi, Randy segera memapah Dinda meninggalkan area pesta. Bu Rima yang melihat pemandangan itu tentu saja tidak tinggal diam. Wanita paruh baya itu ngotot ingin ikut karena hatinya tidak tenang melihat anak dan menantu barunya pergi dengan wajah penuh ketakutan."Ibu ikut, Randy! Ada apa sebenarnya? Kenapa wajah kalian seperti itu?" seru Bu Rima dengan nada panik yang tidak bisa disembunyikan lagi.“Boleh, Bu. Nanti Randy jelaskan di mobil,” kata Randy yang tidak lupa menitipkan pesan pada pembawa acara untuk menangani situasi di taman.Sementara itu, Laras juga tak kalah kacau. Setelah memastikan si kembar aman

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 384 Terima Kasih dan Maaf dari Raymond

    "Ray! Bangun, Ray! Jangan buat aku takut!" Jeritan melengking itu membelah kebisingan klakson dan deru mesin kendaraan yang mendadak mengerem.Istri Raymond menghambur ke tengah aspal. Ia tidak peduli bahaya yang mengancam nyawanya. Wanita itu berlutut, lalu memangku kepala Raymond yang sudah terkulai lemas dengan mata terpejam."Papi! Bangun, Pi! Tolong! Siapa pun tolong suami saya!" histeris istri Raymond sambil menepuk-nepuk pipi sang suami yang kian memucat.Kerumunan orang mulai mengelilingi titik kecelakaan, sayangnya tidak ada satu pun yang berani menyentuh tubuh Raymond yang terkapar. Para pengendara mengeluarkan ponsel, sibuk menghubungi ambulans atau sekadar merekam kejadian.Raymond tiba-tiba kejang-kejang. Mata pria itu mendelik ke atas dengan napas yang terdengar berat. Istrinya mencoba menahan guncangan tubuh itu dengan sekuat tenaga. Sedangkan beberapa warga mulai menginterogasi pengemudi mobil yang menabrak."Dia tiba-tiba menyeberang! Saya tidak tahu, saya sudah injak

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 383

    Setelah satu jam yang penuh dengan poles sana-sini riasan dan debar jantung yang tidak keruan, pintu kamar perlahan terbuka. Dinda sudah berhasil ditengankan, usai berkeringat banyak.Tak lama ia muncul dengan anggunnya. Dinda berjalan penuh kehati-hatian diiringi barisan pengiring pengantin yang terdiri dari rekan-rekan sejawat dokternya. Balutan kebaya modern putih karya Diana itu tampak berkilauan, membuat Dinda terlihat seperti hidup dalam mimpi yang indah.Tepat di depan pelaminan, Randy sudah berdiri dengan tegak. Setelan jas yang pas di badan tidak mampu menyembunyikan getaran di tangannya. Mata pria itu terkunci pada sosok Dinda yang kian mendekat, membuatnya lupa cara bernapas.Sedangkan di samping Randy, Dirga berdiri dengan gagah dalam balutan tuksedo hitam yang menambah kesan karismatik.Menyadari asisten sekaligus orang kepercayaannya itu mulai pucat karena gugup, Dirga sedikit mendekat. Ia menepuk bahu Randy."Tarik napas dan embuskan perlahan, Randy, jangan memalukan. In

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status