Share

Bab 62: Permainan Gila

Penulis: NACL
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-20 16:15:34

Malam itu mereka membiarkan waktu habis untuk saling melepas rindu dan tuntutan biologis yang menggebu. Ketika pagi datang, baik Dirga maupun Laras sama-sama enggan bangkit dari kasur. Tubuh keduanya masih menempel erat satu sama lain.

Ujung jemari Laras membelai lembut puncak hidung mancung Dirga. Ia menarik napas perlahan dan berbisik, “Makasih, Dok.”

Dirga menggeliat pelan. Mata karamelnya menatap hangat pada Laras dalam pelukannya. “Untuk?”

Pipi Laras bersemu merah, dengan suara pelan menyahut, “Semalam … Dokter udah maafin saya.”

Tatapan hangat Dirga meredup. Ia menarik tangannya yang digunakan sebagai bantal oleh Laras.

“Belum. Tapi saya nggak bisa jauh dari kamu.” Suara pria itu terdengar getir, lalu turun dari ranjang yang menjadi saksi kisah cinta terlarang mereka.

Berbeda dengan Laras yang tersenyum masam. Ia menutup mata, ingin mengingat hangat semalam, bercinta penuh gairah hingga dini hari. Tampaknya itu masih belum cukup untuk meluluhkan hati kekasihnya. Ia mengikuti Dir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
NACL
kalau kena stroke nanti malah jadi nyusahin dong kak T.T
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Pd banget lu Rama bilang ga ada yg percaya lagi selain lu!. Lu bakalan kena stroke pas lihat video mentahan nya!.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 380 Dinda Pamer

    Setelah melalui perjalanan panjang dan memakan waktu berjam-jam, akhirnya pukul delapan malam, mereka tiba di ibu kota. Tujuan pertama bukanlah hunian masing-masing, melainkan apartemen Dirga yang tidak jauh dari kontrakan Dinda.Bel ditekan.Sungguh Dinda tidak sabar bertemu keluarganya, selain membagi oleh-oleh, tentu ingin cerita pada Laras.Pintu terbukaBi Ratih menyembulkan kepala dengan senyum ramah dan mata mengedip genit, lantaran sebelumnya melihat ekspresi malu-malu pasangan ini melalui lubang intip di pintu.“Bi Ratih!” seru Dinda. Ingin rasanya menghambur memeluk wanita yang sudah ia anggap ibu. Namun, mengingat tangannya yang penuh dengan bungkusan oleh-oleh, ia pun mengurungkan niat.“Duh, calon penganten. Ayo, masuk, Pak Randy, Nak Dinda.” Ratih melebarkan pintu.Dinda melangkah ke ruang tengah. Pemandangan pertama yang menyambutnya adalah Laras yang tengah menimang salah satu bayi kembar. Namun, ia tertegun sejenak, mengingat-ingat apakah yang digendong itu Laksa atau

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 379 Dinda Randy – Sebuah Penantian

    Randy beranjak dari duduknya, dan bibir Bu Rima sudah terbuka, tetapi lidahnya terlalu kebas untuk berkata-kata, seperti ada yang menahannya. Wanita paruh baya itu pun hanya bisa memandangi tubuh putra sulung yang menuju kamar belakang. Namun, Bu Rima terus saja menatap ke sana.“Ibu kenapa? Ada yang ganggu pikiran?” tanya Randy, sebab tidak biasanya wanita paruh baya itu tampak berpikir keras, seperti tengah menimbang-nimbang hal berat.Bu Rima mendekat, telapak tangannya mengelap keringat pada pinggiran daster. "Kamu serius mau nikahi anak kota itu?"Randy menarik napas panjang, menatap ibunya tanpa keraguan sedikit pun. "Iya, Bu. Serius. Hanya Dinda yang Randy mau jadi pendamping hidup."Keheningan seketika menyelimuti mereka, sebelum Bu Rima kembali bersuara. "Apa nggak bisa kamu buka hati untuk perempuan lain? Seperti anak Pak Lurah yang sudah jelas asal-usulnya?"Senyum tipis tersungging di bibir Randy. Ia menggeleng tegas, karena memang pilihan lain tidak pernah ada dalam kamus

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 378 Kegigihan Seorang Pria

    “Leksa sayangnya Mami, tunggu sebentar. Mami mandi dulu, Nak.” Laras berlari kecil ke kamarnya. Tatapan jernih Leksa pun tidak lepas dari sang ibu yang dirindukan. Tubuh mungilnya terus menggeliat dalam gendongan pengasuh.Sama halnya seperti Dirga yang tidak bisa menenangkan bayi kecilnya. Ia mengikuti jejak Laras ke kamar. Mereka sama-sama mandi, berbagi shower, tetapi tidak ada sentuhan nakal apa pun. Meskipun mata caramel Dirga yang selalu menatap ke arah payudara penuh Laras.Tidak sampai sepuluh menit kemudian, Laras sudah keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan jubah mandi ungu gelap yang kontras dengan kulit kuning langsatnya. Rambut yang masih basah dililit dengan handuk kecil.Tanpa membuang waktu, ia gegas menghampiri Bi Ratih dan pengasuh, mengambil alih Leksa ke dalam dekapannya."Sini sayang, sama Mami," bisik Laras lembut.Begitu berpindah tangan, tangis Leksa yang tadinya melengking perlahan berubah menjadi isakan kecil yang tenang.Laras membawa bayi kecil itu ma

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 377 Laras Dinda

    Merasa diperhatikan dan entah dadanya mendadak berdebar, Dinda menelan ludahnya yang terasa kelat.“Umm … Bu? Kenapa, ya, lihatin saya sampai segitunya?” Dinda menyengir. Tentunya ia berusaha rileks, agar tidak ketahuan jantungnya saat ini berkonser ria.Bu Rima mengerjapkan mata, lamunannya buyar sudah. Ia berdeham pelan, sekadar mengembalikan wibawanya agartetap terlihat di mata gadis ini."Terima kasih, Dinda," ucap Bu Rima.Meskipun diucapkan tanpa senyum, Dinda hampir saja melonjak kegirangan. Kali ini suara Bu Rima tidak ada nada ketus, tidak ada sindiran tajam.Wah … ini kemajuan besar!"Sama-sama, Bu. Kalau begitu, saya permisi balik ke dapur lagi, ya, Bu. Mau bantuin Bibi," pamit Dinda terlalu sopan. Sepertinya ia mulai tahu cara mengambil hati calon mertua."Ngapain ke dapur lagi?" potong Bu Rima cepat. "Mending kamu makan siang sekarang. Sudah makan belum?"Dinda menggeleng pelan sambil menyengir kuda. "Belum, Bu. Saya nunggu Mas Randy saja, rasanya lebih enak kalau makan b

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 376 Dinda Randy – Dua Kosong

    Sementara itu, beberapa saat sebelumnya, Dinda tersenyum jumawa di balik punggung Randy. Sungguh belum pernah ia merasakan momen semenyenangkan seperti ini. Rasanya ingin melompat ke sana kemari, tetapi terlalu sayang menjauh dari tubuh Randy yang kokoh.Apakah Dinda mesum? Gadis itu menggeleng tegas.Ia menoleh ke belakang. Mencari Riska yang mungkin mengikuti mereka, tetapi tidak ada.‘Kapok, tuh cewe! Nyebelin banget sumpah. Dipikir gue nggak bisa balas dendam? Cih,’ omel Dinda dalam hati. Tubuhnya pun mengayun-ayun mengikuti pergerakan motor yang dikemudikan oleh calon suaminya.Tak lama mereka sampai di pekarangan rumah. Dinda turun dari motor dengan perasaan yang masih melambung tinggi.Sambil menenteng wadah berisi ikan mas besar, ia melepas sepatunya di teras depan yang bersih."Mas, ini cuci di mana? Kalau saya bawa ke dalam, takutnya lantai jadi kotor. Nanti saya dimarahi lagi," adu Dinda sambil melirik ke arah pagar tanaman, khawatir Bu Rima tiba-tiba muncul.Randy turun d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 375 Dinda Randy - Keputusan Sang Ayah

    Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan ayahnya. Melainkan menatap sekitar, ada banyak orang di sini yang menatap heran padanya.“Bapak?” lirih gadis itu, tatapannya penuh permohonan.Sebagai kepala desa yang gagah dan juga dikenal sangat penyayang keluarga, Pak Lurah langsung menangkap sinyal tidak wajar dari mata putrinya. Ia berbalik, menatap para stafnya dengan wibawa dan ketenangn."Kalian kembali kerja saja, selesaikan laporan yang tadi kita bahas," titah Pak Lurah singkat.Ia kemudian membimbing putri cantiknya ini masuk ke dalam ruang kerjanya yang luas dan berbau kayu jati.Begitu pintu ditutup, Riska langsung memutar kunci. Gadis itu takut ada telinga yang menguping pembicaraan mereka. Gadis itu berdiri sambil menunduk di depan meja besar ayahnya. Bahkan jemarinya terus memilin ujung bajunya dengan gelisah.Pak Lurah menghela napas, lalu duduk di kursi kebesarannya. "Ada apa ini, Neng? Siapa yang bikin kamu nangis sampai begini? Cerita semuanya sama Bapak!" tegasnya, d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status