แชร์

Bab 265

ผู้เขียน: Citra Sari
"Baik."

Shanaya mengangguk, lalu melangkah cepat menuju ruang lift.

Di dalam ruang R&D, semua anggota tim proyek sudah menunggu.

Saat Shanaya masuk, Dirga menyerahkan hasil eksperimen yang ada di mejanya. "Coba lihat, datanya baru keluar siang tadi."

Shanaya tak sempat duduk. Dia mengambil laporan itu dan menundukkan kepala, memeriksanya dengan saksama.

Hanya dengan sekali lihat, dia sudah bisa memastikan bahwa data ini bermasalah.

Tak lama kemudian, dia menunjuk beberapa bagian sekaligus. "Bebe
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Ika Hermanto
kok critanya muter2 sih , ayo dong thor kasih shanaya ma lucien waktu yg banyak
goodnovel comment avatar
Ros
Mungkin juga CCTV nya sdh di sabitase juga. Atau sidik jari juga sdh di sabotase…. Parah banget, shanaya ga ada persiapan utk antisipasi. Kn sdh tau bianca di suruh nenek gaytri utk memata matai hasil riset shanaya…
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 860

    Reynald meletakkan ponselnya di sandaran tangan tengah, lalu memejamkan mata sejenak, memaksa dirinya mengesampingkan semua keraguan tadi.Setidaknya untuk saat ini, keputusan yang diambilnya tidak salah.Dia masih bisa mempertahankan semua yang dimilikinya.Tidak lama kemudian, mobil memasuki kawasan Vila Brisa Alam dan perlahan berhenti di depan gerbang besi berukir.Alan turun dari mobil dan menekan bel gerbang.Setelah pelayan membukakan gerbang, Reynald merapikan kerah jas dan kancing mansetnya. Setelah memastikan penampilannya rapi, barulah dia melangkah masuk.Di jam seperti ini, ternyata Aurelia baru saja selesai makan siang.Para pelayan sedang membereskan piring dan peralatan makan dari meja.Aurelia mengenakan gaun beludru hijau tua dengan selendang senada di bahunya. Rambutnya disanggul rendah, sementara anting-anting zamrud di telinganya memancarkan kilau dingin di bawah cahaya lampu.Penampilannya begitu anggun, tenang, dan berkelas, nyaris tanpa cela. Namun, tidak ada se

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 859

    Hari acara makan bersama keluarga itu tiba dengan cuaca yang cerah, sesuatu yang jarang terjadi belakangan ini.Reynald berangkat dari kantor setengah jam lebih awal. Saat sedan hitamnya keluar dari parkiran bawah tanah, Alan yang duduk di kursi penumpang depan menyodorkan sebuah dokumen, tetapi Reynald langsung menolaknya dengan lambaian tangan."Hari ini tidak usah membahas pekerjaan."Dia bersandar di kursi belakang sambil memejamkan mata untuk beristirahat. Namun, jari-jari di atas lututnya tanpa sadar terus mengepal dan mengendur berulang kali.Belum lama mobil memasuki jalan utama, ponselnya berdering.Di layar, muncul deretan angka acak yang tampak seperti kode tidak beraturan.Reynald refleks hendak menolak panggilan itu, tetapi entah kenapa, dia justru mengangkatnya.Dia tidak langsung menyapa.Dari seberang telepon, terdengar suara serak yang berbicara dengan tenang dan perlahan. Suara itu terdengar berat dan tua, seperti kayu lapuk yang telah lama terendam teh pekat."Pak Re

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 858

    Reynald tidak berniat mengungkapkannya.Setidaknya untuk saat ini, dia tidak akan menceritakannya kepada siapa pun, termasuk sang kakek."Kakek tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini."Nada suaranya lembut, tetapi penuh keyakinan. "Kakek cukup tahu semua yang menjadi hak Keluarga Anandita pasti akan kita dapatkan kembali, tanpa terkecuali. Soal Lucien, aku tahu apa yang harus kulakukan."Tuan Abimana tidak bertanya lebih jauh, tetapi juga tidak membiarkan masalah itu berlalu begitu saja."Kamu tahu batasan? Sejak kapan kamu mulai bicara soal tahu batasan di depan Kakek?"Nada suaranya terdengar santai, seolah hanya sedang bercanda. Namun, Reynald tahu ada maksud serius di balik ucapan itu.Sang kakek sedang menguji reaksinya, bahkan bisa dibilang sedang memperingatkannya.Keluarga Anandita tidak keberatan menggunakan cara-cara yang tidak biasa demi mendapatkan keuntungan. Namun, ada satu syarat, yaitu semuanya harus tetap berada dalam batas yang bisa dikendalikan oleh Keluarga Anandit

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 857

    Keesokan harinya, saat Alan membuka pintu dan masuk, Reynald sedang berdiri di depan jendela besar.Di luar, langit Kota Panaraya tampak kelabu. Gedung-gedung tinggi menjulang, sementara kendaraan berlalu-lalang seperti semut. Seluruh pemandangan itu terasa begitu suram dan menyesakkan."Pak Reynald, ada kabar baik!"Nada suara Alan terdengar jauh lebih ceria daripada biasanya."Sore ini, kita mendapat pemberitahuan bahwa beberapa proyek yang sebelumnya dihentikan oleh Grup Wiraatmadja boleh dilanjutkan kembali sesuai rencana awal."Reynald terus menatap ke luar jendela cukup lama sebelum perlahan berbalik. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang nyaris tak terlihat. "Berapa proyek?""Untuk saat ini, tiga proyek."Alan memeriksa tablet di tangannya. "Proyek logistik di selatan kota, tender energi baru di pinggiran timur, dan proyek pembangunan fasilitas pendukung di utara kota yang sebelumnya sudah menandatangani perjanjian penghentian kerja sama. Ketiganya mengirim email.

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 856

    Klinik Tradisional Sehat Damai.Tatapan Lucien terpaku pada nama itu, sementara ibu jarinya tanpa sadar mengusap tepi layar ponsel.Rolls-Royce itu ternyata juga pernah muncul di sekitar klinik.Artinya, ada hubungan tersembunyi antara mobil yang dinaiki Reynald sore tadi dan Klinik Tradisional Sehat Damai.Dan orang di balik semua itu kemungkinan besar adalah Damar.Dengan kata lain, bisa jadi orang itu adalah Herman.Lucien bersandar di kursinya dan memejamkan mata, mencoba merangkai kembali semua informasi yang dia dapatkan.Reynald yang sudah terdesak dan Damar yang selama ini bersembunyi dalam bayang-bayang. Keduanya memiliki satu titik penghubung, yaitu Shanaya.Lucien membuka mata. Tatapannya begitu dingin hingga terasa mengerikan.Dia mengambil ponselnya dan membalas pesan Rony dengan singkat. [Terus awasi.]Setelah itu, dia menelepon Rivaldi."Sudah menemukan sesuatu?" Rivaldi segera mengangkat telepon."Mobil yang dinaiki kakak iparmu itu juga pernah terlihat di sekitar Klini

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 855

    Lucien tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung menutup telepon.Namun, dia tidak segera kembali ke ruang kerja.Dia teringat bagaimana Reynald berbicara dengan begitu hormat dan hati-hati saat meneleponnya tadi. Sikap itu sangat bertolak belakang dengan kepercayaan diri Reynald yang nyaris angkuh, seperti yang baru saja diceritakan Rivaldi.Mustahil seseorang yang tadinya begitu tunduk tiba-tiba berani bersikap seolah punya kuasa tanpa alasan.Lucien menyipitkan mata. Perlahan, sebuah dugaan mulai muncul di benaknya.Lucien kembali ke ruang kerja dan membuka pintu dengan sangat pelan.Benar saja, Shanaya masih meringkuk di sofa. Gelas susunya sudah kosong, dan dia sedang sibuk melihat sesuatu di ponselnya. Mendengar suara pintu, dia langsung mendongak."Sudah selesai? Cepat sekali.""Ya."Lucien menghampiri dan duduk di sampingnya, lalu mengambil gelas kosong dari tangan Shanaya dan meletakkannya di samping."Ayo, kita kembali ke kamar. Sudah waktunya tidur."Lucien merangkul bahu S

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status