Share

Bab 353

Author: Citra Sari
Setelah menyelesaikan jadwal pemeriksaan pasien, Shanaya mengisi perutnya seadanya, lalu langsung mengemudi menuju institut riset.

Hari ini adalah hari penting, yaitu hari keluarnya hasil umpan balik uji obat.

"Shanaya, data hasilnya sudah keluar," kata seseorang menyambutnya begitu dia tiba.

Begitu Shanaya tiba di lembaga riset dan meletakkan tasnya, dia melihat Davin masuk dengan wajah berseri. Namun, begitu tatapan mereka saling bertemu, ekspresi cerah itu seketika berubah menjadi murung.

Daffa yang kebetulan berbalik badan langsung melihat raut kebingungan di wajah Davin. Sambil tersenyum, dia bertanya ringan, "Bagaimana, Pak Davin? Datanya sesuai dengan perkiraanmu dan Bu Shanaya, 'kan?"

"Jauh dari perkiraan," gumamnya.

Davin menghela napas pelan. "Perbedaannya terlalu besar. Kondisi para subjek uji coba juga tidak terlalu baik."

Shanaya mengerutkan alis tipisnya. "Biar aku lihat."

Dia mengambil berkas data dari tangan Davin. Setelah menelusuri beberapa baris, raut wajahnya ikut m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
New Restoe Restoe
pak Marioo..ada apa sebenarny, benarkah Shanaya istri tuan Lucien ?
goodnovel comment avatar
Fitri Kayla
surat perjanjian Lucien dengan sanaya itu surat nikah bukan sih itu sih menurut analisa ku sih hehe
goodnovel comment avatar
Fitri
aq suka....kocak, trimakasih thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 604

    Dia selalu tahu bahwa Aurelia bukan orang yang mudah dihadapi.Namun, sebelumnya cara Aurelia selalu langsung ke inti dan masih menyisakan ruang toleransi.Ini adalah pertama kalinya Helsa merasa takut.Dia bisa merasakan dengan jelas bahwa Aurelia ingin membuatnya tak pernah bisa bangkit kembali.Mendengar itu, tatapan Zafran ke arah Aurelia dipenuhi beberapa keraguan.Namun, Aurelia hari ini sejak pagi sudah seperti orang yang berbeda.Biasanya dia tenang dan tegas, sekaligus berbakti dan memahami etika.Akan tetapi, hari ini hanya sifat yang pertama saja yang tersisa.Belum sempat Zafran berbicara untuk mempertanyakan, Aurelia sedikit mengangguk ke arah polisi, lalu tersenyum tipis. Di hadapan semua tamu, dengan suara tegas dan menggema, dia menyahut, "Ya, itu aku. Tapi apa yang kulakukan ini bisa disebut bermain licik dari belakang? Bukankah orang yang benar-benar bermain kotor dari belakang dan meracuni orang lain itu kamu?""Salah satu ajaran Keluarga Wirantara adalah tidak perna

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 603

    Begitu mendengarnya, raut bahagia di sudut mata dan alis Helsa makin jelas.Dia sama sekali tidak menyangka bahwa urusan ini akan berjalan selancar ini.Karena pembicaraan sudah sampai pada tahap ini, Zafran pun tak punya apa lagi untuk dikatakan. "Kalau begitu, besok .…"Saat dia baru setengah bicara, dari luar pintu tiba-tiba terdengar keributan.Samar-samar terdengar seseorang menyebut kata polisi.Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu yang tergesa-gesa.Hati Helsa mendadak terasa tercekat hingga ke tenggorokan, dan tanpa sadar dia merapat ke sisi Zafran.Detik berikutnya, pintu ruang VIP itu didorong terbuka oleh seseorang.Itu Rivaldi.Zafran menoleh ke arahnya dan melihat dia masih dengan sikap urakan seperti biasa. Alisnya langsung berkerut."Apa-apaan kamu masuk sembarangan begini? Tidak tahu ada tamu terhormat di sini?""Tamu terhormat yang mana?"Rivaldi bekerja sama menengok ke dalam. Saat melihat Gayatri, rasa jijik dan amarah di wajahnya sama sekali tak bisa disembuny

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 602

    Rivaldi menatap dingin. "Cara Kak Aurelia masih tergolong lembut."Lucien ini, dilihat dari segala sisi, memang agak tidak pantas untuk adiknya.Akan tetapi, tetap harus Shanaya sendiri yang bilang tidak, baru bisa.Siapa yang berhak datang dan merebutnya?Elvano menggelengkan kepala dengan kurang setuju. "Kali ini, sulit untuk ditebak."Dia selalu merasa, hari ini ketenangan Aurelia terasa terlalu wajar.Seolah-olah sudah merencanakan semuanya sejak lama dan yakin akan berhasil.Aurelia memang menyadari pandangan kedua saudara itu, tetapi dia tidak menatap mereka sama sekali.Malam ini, banyak tamu sengaja datang dari Kota Selatanaya, dan sebagian besar adalah keluarga atau teman dekat Keluarga Wirantara.Tuan Haryo tidak suka dengan suasana seperti ini, jadi dia tidak datang. Secara otomatis, Aurelia harus mengisi kekosongan itu.Namun, bagi Aurelia, suasana seperti ini bukanlah hal yang sulit. Dia menanganinya dengan sangat lancar.Sebelum Helsa masuk ke ruang pribadi, dia secara re

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 601

    Jadi, Mario tidak langsung menolak, dia masih ingin menanyakan untuk memastikan.Lucien merenung sejenak, lalu berkata, "Pergi."Musuh Shanaya tidak banyak.Mungkin dari Keluarga Wirantara bisa mendapat petunjuk.Adrian mendengar bahwa dia masih sempat memikirkan untuk menghadiri pesta itu, lalu mengerutkan kening dengan tajam. "Kamu masih mencurigai Helsa?"Dia sudah memberi tahu Lucien bahwa penawarnya diserahkan langsung ke tangannya oleh Helsa.Dengan kemampuan Helsa, seharusnya tidak ada lagi rencana cadangan lainnya."Kamu pikir apa yang terjadi hari ini bisa direncanakan oleh kecerdasan Helsa?"Mencuri mobil, menyandera orang, mengganti pelat nomor, menukar mobil, semuanya dilakukan sekaligus tanpa jeda.Lucien langsung mengambil mantel yang tergantung di sandaran kursi dan pergi....Sementara itu, Helsa begitu mendengar bahwa Lucien sudah pergi ke Grup Pranadipa dan membawa pergi penawarnya, dia langsung meledak.Di ruang istirahat aula pesta, dia marah sampai memecahkan ponse

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 600

    Sopir itu meski tegang, tetapi memutar setir dengan sangat cekatan.Polisi yang semula hendak berjalan ke arah mereka, dipanggil oleh orang di sebelahnya.Melihat itu, Shanaya dilanda kecemasan luar biasa.Inilah kesempatan paling besar baginya untuk melarikan diri, sekaligus tidak menyeret Lucien ke dalam bahaya.Kaca mobil sejak tadi sudah terkunci, dia tidak bisa menurunkannya. Dengan menahan perih di kulit kepalanya, dia nekat menerjang ke arah jendela dan mati-matian memukuli kaca mobil itu!Brak! Brak! Brak!Namun, baru dua detik berlalu, tenaga besar di atas kepalanya dengan kasar menariknya ke belakang.Sakit!Shanaya mencondongkan tubuh ke belakang dan terjatuh menghantam sandaran kursi. Rasa sakitnya membuat air mata hampir berderai. "Selama aku belum keluar dari Kota Panaraya, cepat atau lambat Lucien pasti akan menemukan kita!""Kalau sampai saat itu tiba, kalian semua bakal tamat. Lebih baik sekarang juga lepaskan aku!"Pria berkacamata itu tentu tahu bahwa Shanaya tidak s

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 599

    Hati Shanaya seketika mencelos.Kalau orang itu dikirim Bianca, mungkin dia punya cara untuk melarikan diri dengan selamat.Namun, lawan ini datang mengincar Lucien.Dan dirinya adalah titik lemah yang bisa digunakan lawan untuk menekan Lucien.Namun, dia bahkan tidak tahu siapa orang itu.Sekarang masih di Kota Panaraya. Selama bisa menghubungi Lucien, dia pasti akan menemukan caranya.Kalau sudah keluar dari Kota Panaraya, posisinya akan jadi pasif.Shanaya menarik napas pelan tanpa suara, memaksa diri tetap tenang. "Kalau memang mengincarnya, setidaknya biarkan aku menghubunginya dulu, 'kan?""Selama kalian mau melepaskanku, aku bisa membantu kalian menipunya dan memancingnya kemari."Pria berkacamata itu tertegun sesaat, lalu tersenyum mengejek. "Sebenarnya kamu berniat membantu kami menipunya, atau justru ingin menipuku?""Kamu dan Lucien punya hubungan belasan sampai puluhan tahun, bukan?"Dia melirik perut Shanaya yang sudah tampak membesar. "Sekarang kamu bahkan mengandung anak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status