แชร์

sltc - 057

ผู้เขียน: Haifa Dinantee
last update วันที่เผยแพร่: 2023-12-16 23:42:16

"Suami?" Suami siapa? " tanya wanita itu seraya melirik ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari sosok suami yang disebutkan oleh Sova.

“ Ibu belum mengerti juga?" tanya Sova seraya mengangkat alisnya, seolah mempertanyakan dan mencela wanita itu.

"Mas, Memang menantu kamu ikut?" tanya wanita itu kepada Roy dengan suara yang mendayu-dayu.

Sova melirik tajam ke arah Roy seolah dia sudah bersiap untuk melahapnya. Dan ia pun mengangkat tangannya “Saya suaminya Bu, Bukan ayahnya. " Kali ini Roy m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   115. Akhirnya

    "Jangan pedulikan saya, pak Roy! Ingat bu Sova di rumah," tolak Beni dengan suara yang terdengar payah.Roy mengangguk pelan seolah memberi isyarat bahwa ia ada di sana, bahwa ia datang untuk menyelamatkan Beni. "Lepaskan dia. Urusan ini hanya antara kau dan aku. Dia tidak ada hubungannya sama sekali." Rian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa keras, suaranya bergema di dinding gudang kosong itu. "Ah, Roy... kau tidak pernah pandai bernegosiasi. Kau pikir aku bodoh? Jika aku melepaskan dia sekarang, kau akan membunuhku di tempat ini, bukan? Tidak, tidak. Dia adalah jaminan terbaikku. Dan kau... kau adalah kunci dari segalanya." Rian melangkah lebih dekat lagi, matanya menyala penuh kebencian. "Dengar baik-baik. Selama sembilan tahun ini aku bersembunyi, membangun kembali kekuasaanku, menyusup diam-diam. Aku tahu segalanya tentangmu—perusahaan barumu, rumah mewahmu, istri cantikmu, anakmu, bahkan Beni yang begitu setia kepada bos-nya. K

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   114. Memasuki Sarang Lawan

    Asap knalpot berputar liar di udara malam saat mobil Roy melesat semakin kencang, membelok tajam memasuki jalanan berbatu di pinggiran utara kota, daerah yang sepi, penuh bangunan tua yang terbengkalai, sisa-sisa pabrik tekstil yang sudah ditutup puluhan tahun lalu. Jantungnya berdegup kencang, bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena amarah yang membakar setiap inci tubuhnya. Roy tersenyum smirk, pertanda bahwa semua masih bisa ia kendalikan, meskipun rasa takut akan kehilangan Sova membuncah. Bukan tanpa perhitungan ia mendatangi tempat ini, tapi rencana yang sudah ia susun runtuh seketika saat pertahanan terakhirnya diusik. Di balik keningnya yang berkerut, bayangan wajah Sova yang menangis, suara tangisan bayinya, dan ketakutan di mata mereka terus berputar tanpa henti. Sosok lembut dan damai yang ia bangun selama bertahun-tahun kini runtuh seketika; pria yang dulu dikenal sebagai pemimpin kejam dan tak kenal ampun, sosok yang ia kubur dalam-dalam kini bangkit kembali,

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   113. Terjebak

    "Ayo!" pinta Hilda agar Sova terus bergerak masuk ke dalam kamar. Sova pun mengikutinya. Sova terdiam di sofa kamar, sementara Hilda memeriksa setiap jendela, kemudian menutup gordennya. "Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres." Hilda duduk di sofa yang bersebelahan dengan Sova. "Maksudnya?" "Rumah ini sudah gak aman," sahut Hilda. "Sova, ingat, apapun yang terjadi, kamu tidak boleh keluar dari sini. Setidaknya, kita bisa lebih aman di dalam. Cepat hubungi Roy!" titah Hilda. "Kang Roy tadi pergi dengan tergesa-gesa, wajahnya sangat serius. Dia bilang ada urusan pekerjaan, tapi... aku merasa ini ada hubungannya dengan Beni yang hilang." Hilda mengangguk pelan, matanya menatap ke arah jendela-jendela besar yang tertutup tirai tebal. Ia juga tahu sedikit banyak tentang masa lalu Roy, hal-hal yang tidak pernah dibicarakan secara terang-terangan namun terasa berat di bahu pria itu. "Tenanglah, Roy orang yang hebat, dia pasti bisa mengatasi semuanya. Selama ini dia selalu bisa men

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   112. Harus Pergi

    Roy mematikan layar ponselnya dengan tangan yang sedikit gemetar, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya tampak menonjol. Pesan ancaman itu tercetak jelas di benaknya, setiap kata seolah berubah menjadi pisau yang menusuk tajam ke dalam kesadarannya. Ia tahu betul siapa pengirim pesan itu—orang yang mengenal dirinya luar dalam, orang yang paham betul apa yang paling ia takuti, dan orang yang sengaja memanfaatkan kelemahan terbesarnya untuk menjeratnya. "Kang... siapa yang menelepon? Ada apa?" suara Sova terdengar pelan dan cemas, ia melangkah mendekat, tangannya yang lembut menyentuh lengan Roy dengan penuh kekhawatiran. Matanya yang bening menatap lurus ke manik mata suaminya, berusaha membaca apa yang sedang terjadi di balik raut wajah yang berubah pucat itu. Roy menoleh perlahan, menatap wajah wanita yang telah mengubah seluruh hidupnya. Wanita yang ia nikahi hanya sebagai sarana untuk mewariskan segala hartanya, namun kini telah menjadi satu-satunya alasan ia ingin tetap

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   111. Richard

    Roy menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya dwngan sedikit kasar.Suara itu adalah suara Richard. Bos mafia yang dulu berada di bawah kendalinya. “Richard… ini saya” jawab Roy dengan suara yang tenang namun tegas. Ada jeda beberapa detik di seberang sana, seolah orang yang dipanggil itu sedang terkejut sekaligus senang mendengar suara orang yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya. “Bos Roy. Wah, sungguh keajaiban. Sekian purnama saya menunggu anda menghubungis saya, akhirnya hal itu tiba. Pasti ada masalah besar yang membuat anda memutuskan untuk memecah kesunyian ini, kan?” tanya Richard dengan nada yang terdengar antusias sekaligus penasaran. “Kamu benar. Saya butuh bantuanmu, Richard.""Dengan senang hati saya akan membantu. Maaf, karena saya menghentikan pengawasan dan perlindungan diam-diam terhadap anda karena permintaan anak buah anda saat itu," ucapnya membuka kisah lama. Sepeninggal Roy, Richard

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   110. Rencana Roy

    “Raut wajahmu saat mempertanyakan hal tadi benar, Sayang. Semua yang akang katakan tadi hanyalah kebohongan dan strategi saja.""Maksud Akang?" Sova mengernyitkan wajahnya, menuntut penjelasan dari ucapan Roy."Akang tahu persis ada orang yang masih bekerja untuk musuh kita di antara mereka."Roy memainkan sebuah pulpen yang berada di atas meja kerjanya."Bagaimana mungkin orang-orang itu bisa tahu persis kapan Beni akan keluar, kalau tidak ada yang memberitahu dari dalam? Mereka datang berbondong-bondong seolah sudah menunggu dengan sabar, itu berarti mereka mendapat laporan yang akurat dari seseorang yang ada di sini. Begitu maksudnya?" tanya Sova sambil berjalan mondar-mandir, dengan gaya detektif yang memecahkan puzzle sebuah kasus.Roy berbalik, menghadap ke arah Sova. "Ya. Dan Akang tidak bisa langsung menuduh siapa-siapa.""Ya, karena kalau akang bertindak sembarangan, orang itu akan semakin berhati-hati dan kita tidak ak

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 080

    Sova mendadak tremor saat kakinya melangkah masuk ke dalam ruang NICU. Baginya, ini kali pertama memasuki ruangan steril dengan menggunakan baju rumah sakit dan penutup kepala. Apalagi, ruang steril rumah sakit, yang dikhususkan untuk bayiSofa menyambut hangat disambut hangat oleh Roy yang bersiap u

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   sltc - 079

    “Aku hanya mau dengar cerita tentang Ibu Yah.”Pak Harun menelan ludahnya, khawatir jika sang anak mengetahui kejadian sebenarnya. Di dalam benaknya, Ia merutuki Roy yang menurut perkiraannya sudah menceritakan kisah tentang Ibu Sova yang sebenarnya. “Permisi!” Obrolan mereka diinterupsi oleh seorang

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   sltc - 078

    “Kenapa sama Mama?” tanya Sova antusias. Bagaimanapun, Sova masih memiliki rasa sayang kepada bu Devi. Meskipun Ia sudah mengucapkan janji pada dirinya sendiri untuk tak peduli lagi dengan wanita yang berstatus sebagai ibu tirinya itu, tapi hatinya terlalu lembut untuk bersikap keras.

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   sltc 077

    “Sova!” Pak Harun tiba-tiba datang dan langsung memeluk Sova. Lelaki yang bergelar ayah bagi Sova itu menitikkan air matanya kala memeluk sang anak. Ia begitu terharu karena mendapati anak perempuannya sehat setelah melalui proses lahiran. “Pak, tolong jangan begitu! Non Sova baru saja operasi caesa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status