共有

Sumpah Mas

last update 公開日: 2025-09-25 03:22:32

Pintu rumah berderit keras saat didorong. Langkah sepatu menghantam lantai marmer, bergema ke seluruh ruangan. Carlos masuk dengan sorot mata penuh badai. Elina yang sedang duduk di sofa ruang tamu langsung terperanjat, wajahnya pucat melihat ekspresi suaminya yang beringas.

“Jawab aku, Elina,” suara Carlos parau, tapi tekanannya membuat udara di ruangan terasa sesak. “Waktu kau hamil… ada tidak laki-laki yang masih sempat ‘membeli’ kau?”

Elina menegang, bibirnya gemetar. “Mas, aku sudah bilang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Suami Perkasa   Aku Salah Apa

    Tapi kemarahan Mariana tak hanya sampai disitu, Tangannya langsung meraih vas bunga di meja samping dan melemparkannya. BRAK. Vas itu menghantam kepala Edgar. Pria itu tersentak, tubuhnya oleng sambil memegang pelipisnya. Tangisan Lucy masih memenuhi ruangan saat semuanya mulai terasa kacau. Edgar yang tadi masih berdiri, tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Tubuhnya goyah, tangannya sempat mencari pegangan—tapi tidak menemukan apa-apa. “Gar—” suara Mariana nyaris keluar, refleks. Terlambat. Tubuh Edgar jatuh ke lantai dengan bunyi berat yang membuat Nadia kembali menjerit. “Ya Allah, Pak Edgar—!” Kepalanya terbentur sisi karpet, matanya tertutup, napasnya ada… tapi tidak sadar. Dunia Mariana yang tadi panas tiba-tiba seperti disiram dingin. Sunyi sekejap. Hanya tersisa tangisan Lucy yang makin histeris. “Bangun…” suaranya berubah. “Edgar… bangun.” Tidak ada respon. Tangannya gemetar saat berlutut di samping tubuh itu. —amarahnya retak. “Gar… jangan be

  • Suami Perkasa   Ciuman diruang Tamu

    Sore itu Mariana pulang lebih cepat dari biasanya. Tidak ada alasan jelas—hanya perasaan tidak enak yang sejak siang terus mengganggu. Ia mematikan mesin mobil dengan gerakan cepat, lalu turun tanpa benar-benar berpikir. Rumah itu tampak seperti biasa. Tenang. Rapi. Lampu teras menyala. Tapi begitu pintu dibuka, ada yang terasa tidak beres. Terlalu sunyi. Tidak ada suara Lucy. Tidak ada langkah kaki Nadia. Tidak ada televisi. “Edgar?” panggilnya. Tidak ada jawaban. Mariana melangkah masuk perlahan. Tas masih di bahunya, sepatu belum dilepas. Ia berhenti sejenak saat mendengar suara dari arah ruang tengah. Tawa. Pelan. Cekikikan ringan, seperti dua orang yang sedang berbagi sesuatu yang hanya mereka pahami. Jantung Mariana berdetak lebih cepat. Ia berjalan mendekat. Begitu berbelok, pemandangan di depannya langsung menahan napasnya. Lucy ada di stroller. Terbangun. Tangannya bergerak kecil, matanya berkedip pelan, seperti mencari seseorang yang seharusnya ada di dekatnya.

  • Suami Perkasa   Cemburu

    Pagi di kantor Mariana tidak pernah benar-benar pelan.Telepon berdering. Email masuk tanpa jeda. Orang keluar-masuk ruangannya dengan wajah tegang seolah semua hal di dunia harus selesai hari itu juga.“Mariana, meeting jam dua dimajuin jadi setengah satu ya.”“Mariana—”“Iya, iya, kirim aja ke aku,” potongnya cepat, matanya bahkan tidak benar-benar terangkat dari layar laptop.Rina masuk, duduk tanpa diundang, seperti biasa.Tangannya mengambil salah satu kertas di meja, tapi matanya justru menatap Mariana dengan ekspresi yang terlalu santai untuk sesuatu yang akan ia katakan.“Gue tuh kepikiran sesuatu dari kemarin pas habis nenggok Lucy.”Mariana masih mengetik.“Biasanya kalau lu kepikiran, itu bukan hal penting.”“Enggak, ini penting.”Nada Rina tetap ringan.“Apa lu nggak… cemburu?”Jemari Mariana berhenti.Hanya satu detik.Lalu lanjut lagi, seolah tidak terjadi apa-apa.“Cemburu sama siapa?”“Ya itu,” Rina mengangkat bahu. “Suami lu di rumah terus sama babysitter.”Mariana me

  • Suami Perkasa   Baby

    Pagi harinya, rumah baru mereka di kawasan elit terlihat seperti Katalog properti Tangisan Lucy yang menggema dari kamar. “MARIIIII!” “YA?!” “DIA NANGIS LAGI!” Mariana muncul dari ruang kerja dengan ekspresi lelah. “Ya angkat dong, Edgar!” “Aku takut salah!” “Dia bukan bom, dia bayi!” --- Edgar akhirnya menggendong Lucy dengan kaku. Seperti sedang memegang barang pecah belah harga miliaran. Lucy berhenti menangis. Edgar membeku. “Dia… diam… sayang” Mariana melirik. “Ya bagus.” Beberapa detik hening. Lalu Edgar berbisik pelan, “…kayaknya dia suka aku.” Mariana tersenyum tipis. “Dia cuma lagi mikir ini orang siapa kok aneh.” --- Siang itu, Mariana kembali duduk di ruang kerjanya. Laptop terbuka. Meeting berjalan. Nada suaranya kembali berubah. Tegas. Dingin. Profesional. Seolah tadi pagi bukan dia yang dilempari tangisan bayi. --- Di ruang tamu, Edgar duduk di sofa. Lucy tertidur di dadanya.Sejak semalam— Rumah itu bena

  • Suami Perkasa   Lucy

    Ruang bersalin itu tidak pernah benar-benar tenang. Suara alat medis berdetak pelan. Langkah kaki perawat berlalu-lalang. Dan di tengah semua itu— Suara Mariana. “SAKIT BANGET,ADUH!” Gema suaranya hampir mengalahkan semua yang lain. Keringat membasahi pelipisnya, rambutnya menempel berantakan di wajah. Tangan kanannya mencengkeram seprai, sementara tangan kirinya— menjambak rambut Edgar tanpa ampun. “AA— SAYANG, RAMBUT AKU—” “DIEM LO!” bentak Mariana, napasnya tersengal. “INI GARA-GARA LO!” Edgar meringis, setengah jongkok karena kepalanya tertarik ke bawah. “Iya… iya… salah aku… semua salah aku…” “TAU LO!” --- “Tarik napas, Bu… ya… pelan…” suara dokter tetap tenang di tengah kekacauan itu. Tapi Mariana sudah tidak peduli. “PELAAAN GIMANA?! INI KAYAK MAU MATI!” Edgar mencoba lepas dari cengkeraman. Gagal. Rambutnya masih jadi korban. --- Di sudut ruangan, berdiri seorang gadis muda—Aura, adik Mariana. Tangannya bersedekap, wajahnya antara kasihan dan… geli. Ia

  • Suami Perkasa   Eror

    Memasuki trimester kedua, perubahan Mariana terasa… drastis. Kalau dulu ia bisa tiba-tiba bengong memikirkan Alan, sekarang? Tidak sama sekali. Bahkan ketika nama Alan disebut, reaksinya datar. Sangat datar. Seolah fase itu… sudah lewat begitu saja.Bagi Mariana.,Alan sama sekali tidak menarik. --- Di sisi lain, Alan tetap datang ke rumah Mariana. Awalnya untuk “ngecek kondisi Mariana”. Lalu jadi “sekadar mampir”. Lalu entah sejak kapan… jadi rutinitas. Dan yang paling aneh— Edgar tidak pernah melarang ataupun marah. --- Sore itu, suara riuh terdengar dari ruang keluarga. “WOI! KENA HEADSHOT!” teriak Alan sambil berdiri dari sofa. “Tenang aja, itu lu cuma hoki,” jawab Edgar santai, matanya tetap fokus ke layar TV. Dua laki-laki itu duduk berdampingan, masing-masing memegang stik PlayStation . dengan ekspresi yang sama seriusnya. Mariana berdiri di ambang pintu, memandangi mereka dengan wajah tanpa ekspresi. Ia menyilangkan tangan. “Ini… rumah aku

  • Suami Perkasa   Terapi Vitalitas

    Aurora menatap wajah kakak iparnya dengan cemas. Elina duduk di hadapannya, mata masih sembab, pipi memerah karena tangis yang belum kering sepenuhnya. Ruang tamu kecil itu terasa sesak oleh beratnya cerita yang baru saja ia keluarkan. “Dia bilang begitu, Ra…” suara Elina bergetar, nyaris tak ter

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Suami Perkasa   Ayah Parasit

    Sejak kabar pernikahan Elina dengan Carlos menyebar, Baskoro merasa hidupnya berubah. Selama ini ia hanya lelaki tua yang habis masa kejayaannya, tenggelam dalam utang judi dan tipu daya kecil di kampung. Tapi kini, pikirnya, ia memiliki menantu miliarder. Setiap kali nongkrong di warung kopi, ia d

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Suami Perkasa   Saya Minta Refund

    ---Elina berjalan di lorong kampus dengan langkah hati-hati. Gamis longgar berwarna biru tua yang ia kenakan bergoyang ringan setiap kali ia bergerak. Dari luar, ia tampak seperti mahasiswi biasa—kalem, tertutup, dan selalu menjaga jarak dengan orang-orang. Tidak ada yang tahu, di balik kain yang

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Suami Perkasa   Dipakai Ramai Ramai

    - Langkah-langkah kecil Mariana bergaung di lorong marmer rumah besar itu. Sepatu hak tipisnya beradu dengan lantai, menghasilkan denting dingin yang seirama dengan debar jantungnya. Malam itu ia tidak mengenakan topeng kelembutan, melainkan menyusun strategi. Gaun merah darah membalut tubuhnya, m

    last update最終更新日 : 2026-03-29
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status