LOGINSeseorang memanggil Nabila, dia Kevin.
"Selamat pagi pak Kevin." ucap Nabila menyapa Kevin dengan tersenyum. "Ayo duduk santai aja Bil, kita sudah kenal lama untuk apa memanggil dengan sebutan pak segala. Cukup panggil nama saja Bil." Ucap Kevin sambil duduk dihadapan Nabila. "Rasa nya tidak pantas saja Pak Kevin, kita sekarang memiliki hubungan profesional kerja. Jadi aku lebih nyaman seperti ini saja." Ucap Nabila. "Tapi aku lebih senang kamu manggil Kevin, jadi mulai sekarang tetap panggil aku Kevin. Okeh." Ucap Kevin. "Baiklah.. Kevin. Oh ya untuk opening brand Prasaja Sapphire sudah selesai dan kita akan memulai membuat produk Minggu depan, Mengenai galeri khusus Brand kami di Chandra mall aku ingin saat opening desain interior galeri juga disesuaikan seperti ini." Ucap Nabila sambil memberikan berkas kepada Kevin. Kevin melihat berkas yang berisi detail desain untuk interior galeri Prasaja Sapphire dengan seksama dan begitu kagum dengan setiap desain yang begitu detail tanpa celah gagal sedikitpun. Kevin memang begitu berusaha menggaet Prasaja Sapphire untuk bisa membuka galeri brand nya di Chandra mall karena Prasaja Sapphire selalu menjadi perusahaan perhiasan yang paling laris diburu oleh pelanggan bahkan dari mancanegara. Demi meningkatkan segala aspek di Chandra mall dia berusaha membuat kerja sama bersama Bima meskipun dia tidak begitu akur juga dengannya. "Aku tidak pernah kecewa dengan setiap rencana dan desain kamu Bil, selalu membuatku kagum." Ucap Kevin. "Baiklah, kalau begitu Minggu depan aku akan memulai pembuatan perhiasan terbaru. Semoga galeri untuk Prasaja Sapphire juga bisa cepat diselesaikan." Ucap Nabila dengan tersenyum manis. Melihat Nabila tersenyum dan terlihat begitu cantik, Kevin jadi terkesima dibuatnya. "Kalau begitu saya permisi kembali ke kantor ya. Semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar." Ucap Nabila berpamitan. "Eh.. Nabila, gimana kalau sebelum kamu kembali ke kantor kita makan siang bersama terlebih dahulu?" Ucap Kevin. "Kaya nya gak perlu deh Kev, aku masih ada kerjaan dikantor. Lain kali saja yah." Ucap Nabila menolak dengan baik-baik. "Please kali ini aja, aku masih ada hal yang pengen di obrolin sama kamu." Ucap Kevin. Karena Kevin yang sedikit memaksa, Nabila merasa tidak enak dan menerima ajakan makan siang itu. "Baiklah kalau begitu." Ucap Nabila menyetujui ajakan Kevin. --- Mereka makan di Chinese food restaurant tidak jauh dari kantor Kevin, mereka memesan makanan sambil berbincang. "Oh ya, sekarang kamu sudah punya pacar Bil?" Tanya Kevin penasaran. Nabila tidak menyangka Kevin akan menanyakan hal itu padanya, dia berpikir sejenak dan meneguk segelas air putih dihadapannya. "Mmm.. pacar? Aku tidak punya pacar sih Kev." Ucap Nabila. Dia sebetulnya bingung harus menjawab apa, karena tentang pernikahannya pun belum saatnya dia ungkap saat ini. Dan memang benar dia tidak memiliki pacar tetapi dia memiliki suami. Mendengar jawaban Nabila, Kevin seakan puas mendengarnya. Merasa dia ada kesempatan untuk mendekati Nabila lagi. "Aku sampai saat ini masih bingung sama kamu Bil, setelah lulus universitas aku meminta kamu bergabung dengan Chandra grup. Tetapi kamu malah menolak, kenapa kamu malah bergabung dengan perusahaan Bima? Yang kita semua saja tau bahwa kamu dan dia sudah lama bermusuhan." Ucap Kevin. "Perusahaan Bima memang sesuai dengan basic aku dan visi misi nya juga sesuai dengan tujuan aku sih Kev karena memang aku sangat menyukai perhiasan. Maaf ya dulu bukan nya aku tidak menyukai perusahaan kamu tapi untuk karir aku punya tujuan aku sendiri." Ucap Nabila menjelaskan. "Baiklah gak masalah ko Bil, toh akhirnya kita masih bisa bekerja sama. Aku memilih perusahaan Bima untuk mengisi Chandra mall juga salah satu alasannya kamu Bil. Ah.. maksudku aku suka kinerja kamu." Ucap Kevin memuji. "Terimakasih banyak ya Kev sudah mempercayakan Prasaja Sapphire untuk bergabung dengan Chandra mall." Ucap Nabila. "Iya Bil, aku harap kedepannya aku juga bisa lebih dekat dengan kamu. Bolehkan aku mengejarmu Bil?" Ucap Kevin. Belum sempat menjawab ucapan Kevin, waiters mengantarkan pesanan makanan mereka. Mereka mengucapkan terimakasih kepada waiters. "Ayo Bil dimakan." Ucap Kevin. "Iya Kev, terimakasih." Ucap Nabila. Mereka berdua menikmati makan siang bersama, tidak disangka disana juga ada Jenie yang sedang makan siang lalu melihat Nabila dan Kevin makan siang bersama. Jenie dengan iseng nya memotret mereka dan mengirimkan fotonya digrup perusahaan, tentu saja mereka langsung heboh begitu juga Bima yang melihat foto itu karena dia juga ada digrup yang sama. Bima langsung menghubungi Nabila, tetapi Nabila tidak mendengar ada telpon karena ponsel nya disilent. Banyak sekali karyawan berkomentar tentang foto mereka. "Wah beruntung nya Bu Nabila bisa makan siang sama bos Chandra grup." "Mereka serasi juga yah" "Aku dengar pak Kevin sudah naksir Bu Bil dari universitas loh, wah kayanya dia lagi ngejar Bu Bil lagi tuh." "Cantik dan ganteng, cocok banget." "Aku juga dengar pak Kevin nanya Bu Bil sudah punya pacar atau belum, dan Bu Bil bilang belum guys.. sepertinya Bu Bil memberikan lampu hijau pada pak Kevin." Tambah komentar Jenie. Seperti itulah komentar-komentar karyawan di grup yang membuat Bima merasa semakin geram dibuatnya, lalu ia ikut berkomentar. "Yang masih mau bergosip saya pecat!" Komentar Bima. Sontak saja semua langsung menghentikan ketikannya bahkan ada yang menghapus komentar mereka disana. Tetapi meskipun begitu tidak ada yang merasa curiga tentang kecemburuan Bima, Bima mengirim banyak pesan kepada Nabila bahkan menelpon nya berkali-kali. Dia juga menghubungi Raya untuk memberitahukan Nabila jika dia datang segera ke ruangannya. --- Setelah selesai makan dan berbincang, Nabila berpamitan pada Kevin. "Aku antar kamu ke kantor ya Bil." Ucap Kevin. "Gak perlu Kev, aku kebetulan nyetir sendiri. Makasih yah traktirannya. Aku pamit dulu, sampai jumpa." Ucap Nabila sambil tersenyum. "Sama-sama Bil. Hati-hati dijalan." Ucap Kevin sambil tersenyum. Nabila bergegas masuk kedalam mobilnya, lalu memeriksa ponselnya. Betapa kaget nya dia ada 50 panggilan tidak terjawab dan 50 pesan dari Bima. Dia juga melihat postingan Jenie digrup, dia benar-benar panik dibuatnya. Raya menelpon Nabila. "Hallo Bu Bil? Kemana aja baru angkat telepon? Sesibuk itulah pdkt nya hehehe.." ucap Raya meledek. "Haduh Raya, habis sudah aku !" Ucap Nabila. "Hah? Kenapa Bu Bil?" Ucap Raya bingung. "Oh iya Bu Bil, tadi pak Bim telpon katanya kalau Bu Bil sudah datang suruh langsung ke ruangan pak Bim." Lanjut Raya. "Yasudah Raya, makasih." Ucap Nabila lalu menutup teleponnya. Sepanjang perjalanan dia memikirkan apa yang akan dia katakan pada Bima, sungguh Bima pasti akan melahapnya sampai habis. Dia memarkirkan mobil nya lalu bergegas ke ruangan Bima. "Ardi, pak Bim ada didalam?" Tanya Nabila. "Ada Bu, dari tadi Pak Bima sudah menunggu. Silahkan masuk." Ucap Ardi. Dengan perlahan Nabila membuka pintu kantor Bima, terlihat Bima yang sedang berdiri menghadap jendela dengan kedua tangannya didalam saku celana. Suasana begitu mencekam bagi Nabila, Bima begitu merasa cemburu pada Kevin apalagi Jenie bilang Nabila menjawab tidak memiliki pacar yang akhirnya membuat Bima semakin kecewa. "Bim...?" Panggil Nabila. Bima membalikan tubuhnya, lalu menghampiri Nabila dengan wajah marah. Dia menarik tubuh Nabila kepelukannya, mencium bibir Nabila dengan kasarnya bahkan membuat Nabila sulit bernapas. Berulang kali Nabila mencoba melepaskan diri tetapi Bima terus menciumnya tanpa ampun, Ardi tiba-tiba membuka pintu dan melihat pemandangan suami istri itu yang sedang bercumbu dia langsung secepatnya keluar lagi dari ruangan Bima dan menutup pintunya dengan rapat bahkan berjaga didepan pintu agar tidak ada yang bisa masuk ke dalam. Ardi sebenarnya tidak diberitahu tentang hubungan Nabila dan Bima, tetapi karena keseharian nya sebagai asisten Bima tentu saja lambat Laun dia mengetahui hubungan mereka berdua. Hanya saja Ardi tidak mau menanyakan apapun pada bos nya itu karena dia menghargai privasi Bima dan Nabila.Hari pertama Nabila kembali masuk kerja, sekarang Nabila dan Bima berangkat kerja bersama. Tentu saja dikantor sudah riuh dengan gosip Nabila yang hamil dan diantarkan oleh Bima, karena Ririn yang menceritakan semua itu. Saat Nabila dan Bima masuk, semua mata tertuju pada mereka. Semua orang sangat heran ada apa sebenarnya diantara mereka, bukankah selama ini mereka selalu perang dingin.Nabila dan Bima masuk ke ruangan mereka masing-masing, Raya mengikuti Nabila masuk ke ruangan Nabila."Bu Bil? Gosip panas banget Bu Bil. Tapi kenapa ini tentang Bu Bil?" Ucap Raya."Gosip apa lagi si Raya?" Tanya Nabila sambil tersenyum, tapi dalam hatinya ingin tertawa karena sudah tau apa yang digosipkan."Ririn pagi-pagi sudah heboh, bilang ketemu Bu Nabila dan pak Bima di dokter kandungan. Bahkan bilang Bu Nabila lagi cek up kandungan dan pak Bima mengelus perut Bu Bil." Ucap Raya."Oh itu, itu bukan gosip kok. Itu fakta." Ucap Nabila sambil fokus pada komputer nya."Hah? Apa? Fakta?" Ucap Raya.
"Ardi??" Panggil Anya hingga membuyarkan lamunan Ardi."Iya Nya? Hmm.. lebih baik nanti kamu tunggu Bu Nabila saja yang menceritakan hal detailnya. Aku merasa tidak nyaman jika menceritakan privasi pak Bima. Aku tidak terbiasa untuk itu." Ucap Ardi."Luar biasa, kamu benar-benar berdedikasi tinggi. Sangat setia pada bos." Ucap Anya."Maaf ya Nya, aku hanya ingin memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan. Kamu gak marah kan?" Ucap Ardi sambil merangkul tubuh Anya."Tidak, aku hanya kagum dengan kinerjamu. Aku juga penasaran kenapa kamu belum memiliki kekasih? Meskipun kamu itu terlalu serius bekerja kamu itu cukup tampan dan tubuh kamu bagus. Pasti banyak juga yang menyukaimu?" Ucap Ardi."Memang beberapa wanita ada yang mendekatiku, tetapi aku merasa tidak tertarik merasa kurang cocok. Setelah bertemu kamu, entah kenapa aku bisa seterbuka ini padamu." Ucap Ardi."Ucapan laki-laki semua sama." Ucap Anya sambil tertawa.Ardi bicara dalam hatinya (" bagaimana caranya agar kamu percaya pad
Pagi yang begitu cerah, Nabila masih tertidur dalam pelukan Bima tanpa pakaian hanya tertutup selimut.Bima yang terbangun lebih dulu mengelus rambut Nabila dan mencium keningnya.Nabila perlahan terbangun dan membuka matanya perlahan."Pagi sayang." Ucap Nabila tersenyum."Pagi sayangku." Ucap Bima lalu mengecup bibir Nabila."Rasanya nyenyak sekali bisa tidur dipeluk kamu lagi." Ucap Nabila semakin mempererat pelukannya pada tubuh Bima."Maaf yah harus terpisah beberapa waktu kemarin, bahkan aku tidak menemanimu saat cek up pertama anak kita." Ucap Bima."Sudah sayang minta maafnya, yang terpenting sekarang kita sudah bersama lagi." Ucap Nabila sambil mengelus wajah Bima."Setelah pulang nanti jangan ada yang ditutup-tutupi lagi, aku mau semua orang tau kamu adalah istriku. Satu-satunya istriku." Ucap Bima."Iya sayang." Ucap Nabila tersenyum bahagia."Hari ini kamu mau jalan-jalan kemana? Ayo kita nikmati babymoon disini." Ucap Bima."Hmmm.. aku ingin naik kapal pesiar, dan yah men
Mobil nya berasap dan rusak cukup parah membuat semua orang berkumpul dan memanggil ambulan untuk segera membawa Brian dan Bima ke RS. Luka benturan dikepala Brian sangat parah dan sebelah mata Bima terkena pecahan kaca. Dengar segera ambulan datang dan melakukan pertolongan pertama pada mereka lalu segera membawa mereka ke rumah sakit. Silvi yang mengetahuinya langsung berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan mereka berdua. Kecelakaan itu membuat Silvi ketakutan, dia tidak menyangka kecelakaan ini akan terjadi. Brian dan Bima sampai dirumah sakit dan langsung ditindak di IGD, mereka bersebelahan. Bima masih mengerang kesakitan karena sebelah matanya terkena pecahan kaca dan dokter memeriksa nya kemungkinan harus di operasi dan sepertinya mata sebelah kiri Bima tidak bisa melihat lagi karena rusak cukup parah. Brian yang setengah sadar mendengar hal itu, dengan lemah dia memanggil Bima. Silvi mengintip mereka dari luar dan tidak berani masuk kedalam. Keluarga Brian d
"Sial ! Aku minum wine yang salah." Ucap Silvi dalam hati."Silvi kamu baik-baik saja kan?" Tanya Brian lalu memapah Silvi untuk keluar dari bar."Antar aku ke kosanku Brian." Ucap Silvi."Baiklah." Ucap Brian.Brian mengantarkan Silvi ke kosannya, tidak jauh dari bar. Brian menggendong Silvi sampai ke kamarnya.Tubuh Silvi benar-benar bergejolak, bahkan melihat wajah Brian menjadi wajah Bima. Saat Brian menidurkannya ditempat tidur, Silvi menarik nya mendekati tubuhnya hingga menindih tubuh Silvi."Silvi? Kamu ngapain?" Ucap Brian."Bima, akhirnya kamu disini. Aku sangat menyukai kamu Bima." Ucap Silvi lalu mengecup bibir Brian."Silvi, kamu lihat baik-baik aku ini siapa!" Ucap Brian mencoba melepaskan pelukan Silvi.Tanpa menjawab apapun karena Silvi yang sedang bernafsu dia membalikan keadaan sekarang dia yang berada diatas Brian.Perlahan dia mengelus wajah Brian dan sampai ke dada Brian, tangannya menyelelusup masuk kedalam kaos Brian dan meraba tubuh Brian membuat Brian kegelian
Sesampainya di Swiss, Bima dijemput oleh travel yang disiapkan oleh hotel. Dia menginap di tempat yang sama dengan Nabila bahkan bersebelahan, itu semua sudah diatur oleh Anya.Di hotel, Bima langsung masuk ke kamarnya. Dia begitu takjub dengan keindahan lingkungan sekitar dan pemandangan yang sangat menakjubkan.Dia membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu keluar untuk menghirup udara segar dibalkon.Dia menarik nafas panjang, merasa bebannya lebih ringan. Tanpa dia sadari seseorang dari balkon sebelah memandangi nya dengan tajam, yah dia Nabila. Nabila juga sedang menikmati keindahan pemandangan dibalkon, tetapi tiba-tiba dia menyadari orang yang baru saja datang ke balkon samping adalah suaminya Bima.Nabila memandang tajam karena kaget, apa ini mimpi pikirnya. Bima kembali memandang nya dengan penuh kerinduan dan tersenyum manis pada Nabila."Sayang?" Panggil Bima."Ka..kamu ngapain disini Bim?" Ucap Nabila bingung."Menurut kamu untuk apa aku disini? Ya tentu saja menikmati p







