Share

bab 6

Author: Mamahgabut11
last update publish date: 2026-08-06 16:04:15

Nabila dan Bima menoleh dengan kaget, ternyata Ririn salah satu karyawan mereka di perusahaan.

"Iyah Rin?" Jawab Nabila yang masih sedikit kaget.

"Kalian sedang belanja disini?" Tanya Ririn bingung sambil melihat tas belanja transparan Nabila yang isinya beberapa lingerie.

Sontak Nabila menyembunyikan nya dibalik tubuhnya.

"Ahh.. iya.. ini.." Nabila bingung mau menjawab apa.

"Teman kampus kita dulu menikah, jadi kita beli beberapa hadiah untuk mereka." Ucap Bima membantu Nabila menjawab.

"Oh jadi gitu Pak Bim. Ya sudah pak Bim , Bu Nabila aku juga mau belanja dulu yah, maklum aku pengantin baru jadi mau beli beberapa disini." Ucap Ririn percaya dengan ucapan Bima.

"Iya Rin, disini bagus-bagus banget. Kita duluan ya Rin." Ucap Nabila yang bergegas ke kasir dan pergi meninggalkan toko itu.

Dimobil Nabila menjadi salah tingkah dan masih sedikit kaget kenapa harus bertemu ditoko lingerie, menurutnya itu agak memalukan, untung saja Ririn percaya dengan ucapan Bima.

"Kaya nya mereka itu yang gak akan dipercaya itu kalau kita menikah." Ucap Bima tertawa lucu.

"Iya karena kita sudah terlalu lama sering bertengkar." Ucap Nabila.

"Tapi selama kita menikah, kita tidak pernah bertengkar dirumah." Ucap Bima sambil menggenggam tangan Nabila.

Nabila hanya tersenyum manis, memang selama menikah mereka benar-benar tidak pernah bertengkar masalah pribadi kecuali kantor soal masalah pekerjaan atau hal lainnya. Dan mereka berharap pertengkaran tidak akan pernah terjadi pada mereka, karena mereka tidak ingin kehilangan satu sama lain.

Saat awal menikah, mereka baru lulus universitas, sudah jelas Bima memang sudah dipersiapkan meneruskan perusahaan ayahnya, dan Nabila ingin bekerja sesuai minatnya dibagian desain perhiasan. Karena orang tua nya yang memiliki toko perhiasan dia Jadi sangat menyukai perhiasan, hingga bercita-cita ingin menjadi designer perhiasan yang sukses.

Dia bicara pada Bima ingin tetap berkarir sesuai yang dia impikan, jadi Nabila ingin melamar pekerjaan sebagai designer perhiasan, tetapi Bima meminta Nabila untuk melamar pekerjaan di perusahaannya.

Nabila setuju dengan usulan Bima tetapi Nabila meminta agar dia tidak diberikan hak istimewa, dia hanya ingin diterima dan berkembang di perusahaan sesuai dengan kemampuannya.

Hingga sudah tiga tahun lamanya dia akhirnya menduduki kursi direktur, karena memang kemampuan Nabila yang pekerja keras dan tidak pantang menyerah.

Dari situ juga lah membuat Bima semakin mencintai Nabila, mereka berdua sangat profesional dalam pekerjaan, jika ada yang salah mereka tidak segan saling mengoreksi satu sama lain meskipun kadang ide dan tujuan mereka bertentangan.

Sesampainya dirumah orang tua Nabila, ibu dan ayah Nabila menyambut mereka dengan bahagia.

Mereka menuju meja makan, karena ibu Nabila sudah menyiapkan makan siang untuk mereka santap bersama.

"Bima, ibu sudah masak makanan kesukaan kamu. Nih kamu cobaain yah." Ucap ibu Nabila sambil memberikan udang asam manis kesukaan Bima.

"Terimakasih ya Bu, sudah merepotkan ibu." Ucap Bima.

"Anak ibu aku atau Bima sih.." ucap Nabila bercanda.

"Kamu tuh yah, nih ibu juga masakin makanan kesukaan kamu. Kalian berdua anak ibu, jadi ibu siapin makanan kesukaan kalian berdua." Ucap ibu Nabila.

"Iya jadi ayah yang tersingkir disini." Ucap ayah Nabila yang akhirnya menjadi gelak tawa bersama.

Mereka menikmati makan siang, kemudian berbincang bersama diruang keluarga.

"Bima, Nabila, ibu masih sangat ingat saat pertama kali kalian meminta izin menikah pada kami. Ibu kira kalian akan bicara tentang pertengkaran kalian lagi, ternyata tak ada angin tak ada hujan kalian minta izin menikah." Ucap ibu Nabila mengingat masa lalu.

"Benar, ayah juga sebenernya kaget tapi sekaligus bahagia mendengar niat baik kalian. Meskipun kalian tadinya sering bertengkar tetapi ayah berharap kalian selalu akur satu sama lain." Ucap ayah Nabila.

"Dan lagi kalian sudah lama menikah, kalian juga merahasiakan pernikahan kalian bahkan tidak membuat pesta besar. Jadi ibu sedikit khawatir apa pernikahan kalian baik-baik saja?" Ucap ibu Nabila.

"Ayah, ibu. Kalian tenang saja, aku dan Nabila sangat baik, kami bahagia bersama. Untuk merahasiakan pernikahan ini memang keputusan kita saat itu karena kami masih meniti karir bersama." Ucap Bima sambil menggenggam tangan Nabila.

"Iya ibu dan ayah tidak perlu mengkhawatirkan kami." Ucap Nabila.

"Hanya saja, apa kalian tidak berencana memiliki anak?" Tanya ibu Nabila.

Bima dan Nabila saling berpandangan.

"Mungkin nanti kita berdua bicarakan lagi ya Bu, Nabila saat ini juga masih sangat sibuk. Aku gak mau dia terganggu dengan hal lain." Ucap Bima.

Nabila hanya memandang Bima, dalam hati nya dia merasa tidak enak pada Bima, mungkin saja Bima memang benar-benar mengharapkan mereka memiliki anak.

Bima dan ayah Nabila berbincang bersama, sedangkan Nabila membantu ibunya membereskan piring didapur.

"Nabila, kalian sudah tiga tahun menikah. Karirmu juga sudah bagus, begitu juga Bima. Apa kamu masih tidak berencana memiliki anak? Ibu melihat Bima sendiri sudah ingin memiliki anak. Kamu jangan egois lagi Bil, pikirkan perasaan suamimu juga." Ucap ibu Nabila.

"Iya Bu, aku juga lagi memikirkan hal itu. Ibu tenang aja yah, aku gak akan ngecewain kalian apalagi Bima." Ucap Nabila sambil menggenggam tangan ibunya.

Setelah berlama-lama dan bercengkrama bersama dirumah orang tua Nabila, mereka pamit pulang kepada kedua orang tua Nabila.

Diperjalanan pulang, Bima yang fokus menyetir tetapi juga menyadari istrinya yang tampak lebih diam seperti sedang memikirkan sesuatu.

Sebenernya Nabila sedang memikirkan perkataan ibu nya, dan memikirkan tentang keinginan Bima.

Sepertinya setelah Opening di Chandra mall selesai dia memang harus benar-benar memikirkan rumah tangga mereka dan berencana untuk memiliki anak secepatnya.

Sesampai nya dirumah, mereka membersihkan diri dan berganti pakaian.

Nabila menghampiri Bima yang sedang duduk diatas tempat tidur sambil membaca buku, Nabila duduk disamping Bima lalu merangkul tangan Bima dan menyandarkan kepalanya dipundak Bima.

Bima mengusap rambut Nabila sambil tetap fokus membaca buku.

"Bim..?" Panggil Nabila lembut.

"Iya Bil?" Jawab Bima lalu menyimpan bukunya dimeja samping tempat tidur.

"Aku sudah memikirkan banyak hal tentang hubungan kita." Ucap Nabila yang juga menggenggam tangan Bima.

Bima memandang Nabila dengan serius, menunggu apa yang akan dikatakan Nabila selanjutnya.

"Setelah Opening Brand kita di Chandra mall selesai, bagaimana kalau kita memiliki anak?" Ucap Nabila.

"Kamu serius Bil?" Ucap Bima memastikan dengan bahagia.

"Iya Bim, dan gak masalah jika hubungan kita diketahui semua orang." Lanjut Nabila.

"Terimakasih ya Bil, aku bahagia dengar kamu mengatakan ini. Aku cinta banget sama kamu Bil, aku gak mau kehilangan kamu. Kamu janji yah jangan pergi meninggalkan aku?" Ucap Bima sambil memandang Nabila dengan penuh cinta dan mata yang berkaca-kaca karena terharu.

"Iya sayang, aku juga cinta banget sama kamu. Aku janji gak akan ninggalin kamu." Ucap Nabila sambil membelai wajah Bima dengan lembut.

Bima mencium kening Nabila dengan lembut, mereka berpelukan.

----Esok hari..

Nabila terbangun lalu bersiap untuk berangkat kerja, seperti biasa Bima sudah menyiapkan sarapan untuk Nabila dan berangkat ke kantor terlebih dahulu. Hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka selama tiga tahun lamanya, karena tidak ingin diketahui oleh orang lain tentang hubungan mereka jadi mereka berangkat ke kantor secara terpisah.

Nabila hanya sebentar dikantor untuk mengambil berkas lalu pergi ke kantor Chandra grup menemui Kevin.

Sesampainya dikantor Kevin, Nabila dipersilahkan masuk ke ruangan Kevin oleh sekertarisnya.

Dia duduk menunggu di sofa sambil membaca kembali berkas yang akan diberikan kepada Kevin.

"Nabila??"

----

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suami Rahasiaku   Bab 39

    Hari pertama Nabila kembali masuk kerja, sekarang Nabila dan Bima berangkat kerja bersama. Tentu saja dikantor sudah riuh dengan gosip Nabila yang hamil dan diantarkan oleh Bima, karena Ririn yang menceritakan semua itu. Saat Nabila dan Bima masuk, semua mata tertuju pada mereka. Semua orang sangat heran ada apa sebenarnya diantara mereka, bukankah selama ini mereka selalu perang dingin.Nabila dan Bima masuk ke ruangan mereka masing-masing, Raya mengikuti Nabila masuk ke ruangan Nabila."Bu Bil? Gosip panas banget Bu Bil. Tapi kenapa ini tentang Bu Bil?" Ucap Raya."Gosip apa lagi si Raya?" Tanya Nabila sambil tersenyum, tapi dalam hatinya ingin tertawa karena sudah tau apa yang digosipkan."Ririn pagi-pagi sudah heboh, bilang ketemu Bu Nabila dan pak Bima di dokter kandungan. Bahkan bilang Bu Nabila lagi cek up kandungan dan pak Bima mengelus perut Bu Bil." Ucap Raya."Oh itu, itu bukan gosip kok. Itu fakta." Ucap Nabila sambil fokus pada komputer nya."Hah? Apa? Fakta?" Ucap Raya.

  • Suami Rahasiaku   Bab 38

    "Ardi??" Panggil Anya hingga membuyarkan lamunan Ardi."Iya Nya? Hmm.. lebih baik nanti kamu tunggu Bu Nabila saja yang menceritakan hal detailnya. Aku merasa tidak nyaman jika menceritakan privasi pak Bima. Aku tidak terbiasa untuk itu." Ucap Ardi."Luar biasa, kamu benar-benar berdedikasi tinggi. Sangat setia pada bos." Ucap Anya."Maaf ya Nya, aku hanya ingin memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan. Kamu gak marah kan?" Ucap Ardi sambil merangkul tubuh Anya."Tidak, aku hanya kagum dengan kinerjamu. Aku juga penasaran kenapa kamu belum memiliki kekasih? Meskipun kamu itu terlalu serius bekerja kamu itu cukup tampan dan tubuh kamu bagus. Pasti banyak juga yang menyukaimu?" Ucap Ardi."Memang beberapa wanita ada yang mendekatiku, tetapi aku merasa tidak tertarik merasa kurang cocok. Setelah bertemu kamu, entah kenapa aku bisa seterbuka ini padamu." Ucap Ardi."Ucapan laki-laki semua sama." Ucap Anya sambil tertawa.Ardi bicara dalam hatinya (" bagaimana caranya agar kamu percaya pad

  • Suami Rahasiaku   Bab 37

    Pagi yang begitu cerah, Nabila masih tertidur dalam pelukan Bima tanpa pakaian hanya tertutup selimut.Bima yang terbangun lebih dulu mengelus rambut Nabila dan mencium keningnya.Nabila perlahan terbangun dan membuka matanya perlahan."Pagi sayang." Ucap Nabila tersenyum."Pagi sayangku." Ucap Bima lalu mengecup bibir Nabila."Rasanya nyenyak sekali bisa tidur dipeluk kamu lagi." Ucap Nabila semakin mempererat pelukannya pada tubuh Bima."Maaf yah harus terpisah beberapa waktu kemarin, bahkan aku tidak menemanimu saat cek up pertama anak kita." Ucap Bima."Sudah sayang minta maafnya, yang terpenting sekarang kita sudah bersama lagi." Ucap Nabila sambil mengelus wajah Bima."Setelah pulang nanti jangan ada yang ditutup-tutupi lagi, aku mau semua orang tau kamu adalah istriku. Satu-satunya istriku." Ucap Bima."Iya sayang." Ucap Nabila tersenyum bahagia."Hari ini kamu mau jalan-jalan kemana? Ayo kita nikmati babymoon disini." Ucap Bima."Hmmm.. aku ingin naik kapal pesiar, dan yah men

  • Suami Rahasiaku   Bab 36

    Mobil nya berasap dan rusak cukup parah membuat semua orang berkumpul dan memanggil ambulan untuk segera membawa Brian dan Bima ke RS. Luka benturan dikepala Brian sangat parah dan sebelah mata Bima terkena pecahan kaca. Dengar segera ambulan datang dan melakukan pertolongan pertama pada mereka lalu segera membawa mereka ke rumah sakit. Silvi yang mengetahuinya langsung berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan mereka berdua. Kecelakaan itu membuat Silvi ketakutan, dia tidak menyangka kecelakaan ini akan terjadi. Brian dan Bima sampai dirumah sakit dan langsung ditindak di IGD, mereka bersebelahan. Bima masih mengerang kesakitan karena sebelah matanya terkena pecahan kaca dan dokter memeriksa nya kemungkinan harus di operasi dan sepertinya mata sebelah kiri Bima tidak bisa melihat lagi karena rusak cukup parah. Brian yang setengah sadar mendengar hal itu, dengan lemah dia memanggil Bima. Silvi mengintip mereka dari luar dan tidak berani masuk kedalam. Keluarga Brian d

  • Suami Rahasiaku   Bab 35

    "Sial ! Aku minum wine yang salah." Ucap Silvi dalam hati."Silvi kamu baik-baik saja kan?" Tanya Brian lalu memapah Silvi untuk keluar dari bar."Antar aku ke kosanku Brian." Ucap Silvi."Baiklah." Ucap Brian.Brian mengantarkan Silvi ke kosannya, tidak jauh dari bar. Brian menggendong Silvi sampai ke kamarnya.Tubuh Silvi benar-benar bergejolak, bahkan melihat wajah Brian menjadi wajah Bima. Saat Brian menidurkannya ditempat tidur, Silvi menarik nya mendekati tubuhnya hingga menindih tubuh Silvi."Silvi? Kamu ngapain?" Ucap Brian."Bima, akhirnya kamu disini. Aku sangat menyukai kamu Bima." Ucap Silvi lalu mengecup bibir Brian."Silvi, kamu lihat baik-baik aku ini siapa!" Ucap Brian mencoba melepaskan pelukan Silvi.Tanpa menjawab apapun karena Silvi yang sedang bernafsu dia membalikan keadaan sekarang dia yang berada diatas Brian.Perlahan dia mengelus wajah Brian dan sampai ke dada Brian, tangannya menyelelusup masuk kedalam kaos Brian dan meraba tubuh Brian membuat Brian kegelian

  • Suami Rahasiaku   Bab 34

    Sesampainya di Swiss, Bima dijemput oleh travel yang disiapkan oleh hotel. Dia menginap di tempat yang sama dengan Nabila bahkan bersebelahan, itu semua sudah diatur oleh Anya.Di hotel, Bima langsung masuk ke kamarnya. Dia begitu takjub dengan keindahan lingkungan sekitar dan pemandangan yang sangat menakjubkan.Dia membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu keluar untuk menghirup udara segar dibalkon.Dia menarik nafas panjang, merasa bebannya lebih ringan. Tanpa dia sadari seseorang dari balkon sebelah memandangi nya dengan tajam, yah dia Nabila. Nabila juga sedang menikmati keindahan pemandangan dibalkon, tetapi tiba-tiba dia menyadari orang yang baru saja datang ke balkon samping adalah suaminya Bima.Nabila memandang tajam karena kaget, apa ini mimpi pikirnya. Bima kembali memandang nya dengan penuh kerinduan dan tersenyum manis pada Nabila."Sayang?" Panggil Bima."Ka..kamu ngapain disini Bim?" Ucap Nabila bingung."Menurut kamu untuk apa aku disini? Ya tentu saja menikmati p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status