Share

Bab 8

Author: Mamahgabut11
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-08 11:57:23

Bima terus menciumi Nabila tanpa ampun, dia membuka jas dan melempar dasinya.

"Bim.. hentikan Bim." Ucap Nabila dengan terus mencoba melepaskan diri dari Bima.

Bukannya mendengarkan ucapan Nabila, Bima malah menaikan tubuh Nabila ke atas meja kerjanya. Berkas-berkas dan barang diatas meja seketika berantakan.

Dia menarik Tali pakaian dan kancing Nabila dengan kasar hingga kancing Nabila terlepas berjatuhan dilantai. Kemeja Nabila  langsung dilempar oleh Bima, Gunung kembar Nabila menyembul dibalik bra hitam Nabila, Bima membukanya dengan cepat lalu melemparnya lagi sambil mencium bibir Nabila dengan penuh nafsu. Bima menghisap gunung kembar yang menyembul dihadapannya itu.

"Aaahh.. Bima.. ah.. dengarkan aku Bim, aku akan menjelaskan pada kamu. Aaahh.." ucap Nabila sambil mengeram nikmat.

Bima masih tidak menghentikan aktivitasnya, dia terus menghisap titik gunung kembar Nabila yang berwarna pink dengan penuh nafsu dan terus meremas nya tanpa ampun.

"Aahh.. sayang, maafkan aku.. hmm." Ucap Nabila sambil meremas rambut Bima yang sedang bermain dengan gunung kembarnya.

Bukan memberi ampun Bima malah mengangkat rok Nabila lalu merobek celana dalamnya dengan kasar sambil tetap fokus menghisap gunung kembar yang sekal itu.

Bima menundukan tubuhnya dan mengangkat kaki Nabila dengan kasar keatas pundaknya, perlahan dia memainkan lidah nya dari perut hingga sampai di strawberry Nabila yang sudah tidak terhalang apapun. Dia menghisap strawberry Nabila dengan lembut dan terus memainkan jari-jarinya yang nakal keluar masuk lubang kecil milik strawberry Nabila, hingga Nabila tidak kuasa berucap apapun lagi untuk menjelaskan kepada Bima tentang pertemuan nya bersama Kevin.

"Sayang.. aaahh.." rintih Nabila sambil terus meremas rambut Bima karena merasakan puncak nikmatnya.

Sambil terus memainkan lidahnya diarea itu Bima membuka celana dan kemeja yang tersisa ditubuhnya dengan cepat, lalu Bima memasukkan pisangnya yang sudah begitu mengeras ke dalam strawberry Nabila dengan kasarnya dia menggoyangkan tubuhnya sehingga Nabila terus mengeram nikmat.

Meja kerja itu seakan menjadi saksi bisu pasangan yang penuh nafsu itu hingga suara meja yang terdengar ikut bergoyang karena aktivitas mereka berdua.

Mereka saling berpandangan dengan wajah yang penuh nikmat, sesekali mereka kembali berciuman. Bima terus melakukannya dengan kasar lalu dia menggendong Nabila sambil terus melakukan olah raga menaik turunkan tubuh Nabila sambil berjalan perlahan dan mendudukan tubuhnya diatas sofa.

Kini Nabila yang menyetir permainan, dia menggoyangkan pinggulnya dan sesekali menaik turunkan pinggulnya. Tangan Bima yang berada dibok*ng Nabila membantu istrinya itu untuk bergoyang dengan kencangnya.

Tubuh mereka penuh keringat, bermain dengan kasar tanpa henti hingga mereka tidak sadar sudah jam pulang kantor.

Ardi yang masih setia berjaga diluar memastikan semua karyawan sudah pulang terlebih dahulu baru dia meninggalkan kantor untuk pulang dan membiarkan dua pasangan suami istri itu melakukannya dengan tenang.

Mereka terus melakukannya dengan berbagai gaya, langitpun hingga berubah gelap dan akhirnya mereka sama-sama berada dipuncak nikmatnya entah yang kesekian kalinya.

Nabila menurunkan tubuhnya dari pangkuan Bima, dia memandang suaminya yang terengah-engah kelelahan sambil menutup matanya.

Nabila tidak mengatakan apapun, dia membiarkan suaminya itu dan menunggu sampai Bima mau berbicara dengannya nanti.

Dia mengambil pakaiannya dan berjalan menuju toilet pribadi Bima dengan kaki yang mengangkang karena perihnya bekas peperangan sengit itu.

Nabila mengenakan kembali pakaiannya, baju nya tidak terpasang sempurna karena beberapa kancing nya lepas ditarik oleh bima bahkan dia tidak memakai celana dalam karena sobek.

Nabila memandang dirinya dicermin, lipstik dan rambutnya benar-benar berantakan.

dia mencuci wajahnya dan merapikan rambut panjangnya, lalu keluar dari toilet.

Terlihat Bima yang sedang memakai pakaiannya , Bima melihat Nabila yang berjalan dengan kesakitan, dia sadar itu ulahnya.

Bima memakaikan jas navy nya pada nabila karena ia melihat baju nabila yang telah dirusak olehnya, tak ada kata apapun terucap, mereka pulang dengan keheningan seakan tidak ada pemenang diantara mereka.

Sesampainya dirumah, Nabila mandi terlebih dahulu dan berganti pakaian. Setelah selesai dia duduk diatas tempat tidur dan memasukan kakinya kedalam selimut.

Dengan harap-harap cemas dia menunggu suaminya selesai membersihkan diri, Bima selesai mandi dan berganti pakaian.

Dia berjalan menghampiri Nabila dengan membawa salep ditangannya, tanpa mengucapkan apapun dia membuka selimut yang menutupi paha nabila yang mulus itu.

Perlahan Bima membuka bagian bawah gaun tidur Nabila lalu merenggangkan kaki istrinya itu. Nabila hanya memandang suaminya tanpa melakukan penolakan apapun atas perlakuan suaminya.

Dengan lembut Bima mengoleskan salep dibagian sensitif Nabila.

"Ahh.. sakit Bim. Pelan-pelan.." ucap Nabila yang meringis perih.

Tanpa mengatakan apapun Bima menyelesaikan hal itu, lalu menyelimuti Nabila lagi.

Mereka berbaring saling berhadapan, Nabila juga tidak menjelaskan apapun pada Bima karena dia merasa akan lebih baik jika Bima yang berbicara terlebih dahulu padanya.

Dalam keheningan malam, mereka yang masih berpandangan itu tanpa terasa tertidur nyenyak karena kelelahan akibat perang sengit sore tadi.

----

Terik matahari masuk kedalam kamar Nabila melewati kaca jendelanya, perlahan dia membuka matanya karena silau mengarah kewajahnya.

Dia melihat Bima yang sudah tidak berada disampingnya, waktu menunjukan jam 10 pagi tentu saja dia kaget karena dia benar-benar terlambat pergi bekerja.

Dia dengan segera bersiap untuk berangkat ke kantor, dia memakan sarapan yang telah disiapkan Bima seperti biasanya.

Meskipun sedang marah Bima tidak lupa untuk selalu melakukan kegiatan rutinnya sebelum berangkat bekerja menyiapkan sarapan untuk sang istri.

Sesampainya dikantor Nabila berjalan dengan sedikit mengangkang karena masih terasa perih akibat perang kemarin.

Belum sempat dia sampai diruangannya Raya dengan segera menghampiri Nabila dengan wajah penuh rasa cemas.

" Bu Nab kemana saja sih baru datang? gawat bu gawat !" ucap Raya yang cemas.

"Ada apa sih Raya?" Tanya Nabila Bingung.

"Bu gawat! Pak Bima mengalihkan proyek New Brand kita di Chandra mall untuk diteruskan oleh Jenie." Ucap Raya.

"Apa?" Ucap Nabila kaget.

Dengan segera dia berjalan menuju ruangan Bima, dia masuk tanpa mengetuk pintu. Didalam sana ada Jenie dan Ardi.

"Pagi Bu Nab." ucap Jenie sambil tersenyum seakan dia pemenangnya.

"Apa maksud kamu Bim?" Ucap Nabila dengan wajah penuh kekesalan.

"Kalian boleh kembali bekerja." Ucap Bima mempersilahkan Ardi dan Jenie meninggalkan ruangannya.

Ardi dan Jenie meinggalkan ruangan Bima, Nabila melirik untuk memastikan mereka berdua sudah keluar lalu menghampiri Bima lebih dekat.

"Jawab Aku Bima !" ucap Nabila kesal.

"Biarkan proyek New Brand kita di Chandra mall Jenie yang meneruskan, kamu urus proyek lain. Atau kamu boleh cuti dan berjalan-jalan untuk bersantai. Kamu mau ke Swiss? Atau ke Paris?" Ucap Bima.

"Jangan bercanda kamu Bim! Proyek ini aku dan timku dan bersusah payah merancangnya. Aku paling gak suka ada yang mengganggu proyekku Bim!" Ucap Nabila kesal.

"Oh jadi kamu gak mau aku ganggu kamu dan Kevin?" Ucap Bima.

"Bima! Jaga ucapan kamu Bim!" Ucap Nabila kesal.

"Kamu berikan proyek ini pada Jenie atau aku tarik kembali opening brand kita di Chandra mall!" Ucap Bima tegas.

"Kamu gila ya Bim!" Ucap Nabila semakin kesal.

"Aku gila karena aku gak mau dia terus mendekati kamu Bil! Prasaja Sapphire tidak akan miskin hanya dengan menarik diri dari Chandra mall! Dia yang membutuhkan kita, dia yang memohon untuk bekerja sama dengan kita. Aku bisa kapanpun membatalkan semua ini!" Ucap Bima.

"Jangan berlebihan seperti itu Bim, Kamu hanya salah paham! Aku hanya makan siang biasa dengan Kevin, aku bilang tidak punya pacar karena memang aku tidak memiliki pacar. Yang aku miliki itu suami! Tapi bukankah kita sudah sepakat untuk menyelesaikan proyek ini dulu baru kita umumkan hubungan kita Bim. Tolong mengertilah Bim." Ucap Nabila menjelaskan.

Ditengah perdebatan mereka, tiba-tiba pintu kantor Bima terbuka. Seseorang memaksa masuk..

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Suami Rahasiaku   bab 14

    Mereka saling berpandangan tajam.."Kamu boleh marah sama aku Bil, kamu boleh pukul aku, tapi jangan diemin aku kaya gini Bil." Ucap Bima."Kamu mandi dan istirahat dulu Bim. Aku juga ingin tidur." Ucap Nabila sambil melepaskan genggaman tangan Bima.Bima tidak lagi menahan istrinya itu, dia pergi membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.Bima membaringkan tubuhnya disamping Nabila yang masih membelakanginya, dia tidak mau mengganggu Nabila yang terlihat sudah memejamkan mata. Tetapi sebenarnya Nabila belum tertidur.---Pagi hari.Tidak seperti biasanya, pagi ini Nabila berangkat terlebih dahulu. Bima baru saja bangun dan menyadari Nabila sudah tidak disampingnya lagi.Baru kali ini setelah menikah Nabila begitu marah padanya hingga mengabaikan nya begitu saja.Bima segera bersiap untuk berangkat ke kantor, di meja makan tersedia Sandwich dan teh hangat yang telah disiapkan Nabila.Bima memotret sarapannya dan mengirimkan nya pada Nabila dengan sebuah pesan manis."Terimakasih say

  • Suami Rahasiaku   Bab 13

    Senin pagi ini dimulai dengan rapat rutin karyawan Prasaja Sapphire Grup, mereka bergantian melaporkan perkembangan pekerjaan yang mereka pegang masing-masing. "Hari ini aku akan mengecek pembuatan perhiasan baru kita ke pabrik lalu ke galeri kita di Chandra mall , karena semua hal sudah beres tinggal memantau perkembangan penataan interior galeri nya." ucap Nabila. "Biar Steve yang berangkat. Steve kamu pergi ke lokasi untuk memantau perekembangan renovasi galeri kita di Chandra mall." ucap Bima dengan tegas. "Sayang kamu..." ucap Nabila keceplosan. semua orang meliriknya dan kaget dengan ucapan Nabila. " Maksud saya, SAYA yang mau pergi secara langsung ke lokasi. Jadi Pak Bima tolong pahami cara kerja saya seperti biasanya." ucap Nabila yang segera membenarkan ucapannya agar semua orang tidak salah paham. "Baiklah. Steve dan Raya kalian temani Bu Nabila ke Lokasi Chandra mall. Cukup sampai disini Rapat kita hari ini kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing." uca

  • Suami Rahasiaku   bab 12

    Mereka semua berganti pakaian, Bima dan Nabila sudah terlebih dahulu menunggu diruang VVIP restoran Chinese food. Mereka duduk bersebelahan sambil menunggu pak Doni dan Kevin datang.Bima dengan tangannya yang nakal membelai paha mulus Nabila dibalik rok hitamnya."Bim, hentikan Bim!" Ucap Nabila sedikit kesal dengan suaminya itu.Tangan nakal Bima malah semakin masuk kedalam hingga menyentuh strawberry Nabila."Aww... Bim! Please sayang jangan disini." Ucap Nabila memohon."Cium aku dulu." Ucap Bima menyodorkan bibirnya."Nanti ada yang datang Bim!" Ucap Nabila."Makannya cepat." Ucap Bima memaksa.Akhirnya Nabila mengecup bibir Bima dengan cepat, barulah Bima mau berdiam tidak bertingkah lagi.Pak Doni dan Kevin datang dan duduk dihadapan mereka, pesanan makanan datang dan mereka menikmati makan siang bersama sambil berbincang tenang perkembangan bisnis mereka."Saya berharap kerjasama Aisen

  • Suami Rahasiaku   bab 11

    Nabila terkejut karena disana ada Bima dan Kevin yang menemani Pak Doni berbincang."Bu Nabila sudah datang, Kenapa begitu merepotkan Bu harus pak Bima sendiri yang turun untuk menemani saya bermain golf. Suatu kebanggaan bagi saya bisa bermain golf bersama pak Bima. Terimakasih banyak yah." Ucap pak Doni.Jadi yang dimaksud Steve dia sudah menemukan pengganti dia itu ternyata Bima, Nabila kesal tapi juga merasa nyaman dan aman.Entah bagaimana pikirnya bisa Bima yang datang padahal dia tidak mengatakan apapun pada Bima, karena dia tidak ingin mengganggu pekerjaan Bima.--Kemarin lusa.Steve sedang minum kopi di pantry bersama kawan-kawan nya yang lain dan bertanya adakah yang mau menggantikannya menemani Nabila bermain golf bersama bos Aisen grup, tetapi semua tidak bisa menggantikan karena sudah ada urusan dan kegiatan masing-masing.Saat obrolan itu Bima sedang lewat dan mendengar pembicaraan Steve bersama teman-temannya, lalu iya menyuruh Steve datang ke ruangannya."Permisi pak B

  • Suami Rahasiaku   bab 10

    Nabila membuka matanya perlahan, ternyata disamping bathtub terlihat Bima yang duduk memandanginya.Dia masih menggunakan kemeja putih dengan kancing yang setengah terbuka."Bim? Kapan kamu datang?" Tanya Nabila."Belum lama, kamu terlalu asik dengan busa-busa ini sehingga tidak sadar aku datang." Ucap Bima.Nabila tersenyum manis."Iya Bim, rasanya tubuhku segar lagi berendam dengan air hangat. Kamu juga mau berendam air hangat? Nanti aku siapkan untuk kamu mandi yah." Ucap Nabila."Kenapa harus nanti?" Ucap Bima yang mulai perlahan membuka semua kancing kemeja nya.Nabila sedikit bingung, tapi akhirnya dia mengerti bahwa suaminya itu ingin berendam bersama.Semua yang membalut tubuh Bima sudah ia lepaskan, lalu dia duduk didalam bathtub yang cukup besar itu disamping Nabila. Merenggangkan tangannya kebelakang pundak Nabila, Nabila hanya tersenyum karena hal itu juga sudah biasa mereka lakukan.Nabila menggosok tubuh Bima dengan perlahan, begitupun Bima yang membantu Nabila menggosok

  • Suami Rahasiaku   bab 9

    "Maaf pak Bim, tadi saya sudah menahan pak Kevin untuk masuk. Tapi .." ucap Ardi dipotong oleh Kevin."Tidak perlu menjelaskan lagi, aku disini cuma mau penjelasan dari kamu Bima. Kenapa kamu menyerahkan proyek yang jelas-jelas kerja keras Nabila kepada orang lain?" Tanya Kevin dengan tegas." Sepertinya ini bukan ranah kamu untuk bicara tentang siapa karyawan yang bisa saya utus untuk mengerjakan kelanjutan proyek ini." Ucap Bima dengan lebih tegas.Suasana semakin memanas, tatapan diantara dua pria itu seperti menyalurkan petir. Para karyawan diluar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga terjadilah bisik-bisik karyawan."Maaf sekali Kevin, nanti kita hubungi kamu lagi untuk kelanjutan proyek kita. Masalah internal perusahaan kami biar kami yang membereskan nya. Ardi, tolong antar pak Kevin kedepan yah." Ucap Nabila."Kalau ada apa-apa kamu hubungi aku saja ya Bil." Ucap Kevin lalu pergi meninggalkan kantor Bima.Ucapan Kevin membuat Bima semakin kesal, namun iya masih m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status