Partager

bab 5

Auteur: Mamahgabut11
last update Date de publication: 2026-08-05 17:47:34

"Bu Bil.." ucap Raya sambil membuka pintu.

Nabila yang kaget langsung beranjak dan menampar pipi Bima, Bima sontak memegang pipinya karena kesakitan dan kaget.

"Aku sudah bilang berkali-kali aku akan selesaikan desain ini !" Teriak Nabila lalu mengambil tas nya dan menarik Raya untuk pergi.

Bima hanya mematung ditempatnya dan bingung dengan kelakuan istrinya itu.

Nabila tergesa-gesa pergi bersama Raya, Raya yang kebingungan hanya mengikuti Nabila.

"Bu Bil, kalian kenapa berantem lagi. Malah sampe tampar-tamparan." Ucap Raya bingung.

"Biasalah pak Bima tuh suka gak sabaran, jadi aku kesel ya terbawa suasana aja." Ucap Nabila menjelaskan agar Raya percaya padanya.

"Kamu ngapain balik lagi ke kantor?" Tanya Nabila.

"Ini Bu kunci kosan aku ketinggalan dilaci meja, yaudah jadi balik lagi, eh aku liat lampu kantor ibu masih nyala yaudah aku tadinya mau ajak pulang bareng eh tau nya ibu lagi berantem sama pak Bima." Jawab Raya.

"Yaudah kebetulan emang aku mau pulang, yaudah yuk aku anter ke kosan kamu." Ucap Nabila.

"Beneran Bu? Wah makasih ya Bu Nabila. Ibu emang bos terbaik." Ucap Raya sambil merangkul Nabila.

Nabila mengantarkan Raya pulang ke kosannya dengan mobilnya, setelah itu dia bergegas pulang ke rumah karena ingin meminta maaf kepada Bima karena telah menamparnya.

Sesampai dirumah..

Nabila melihat Bima belum datang, dia mandi dan memakai lingerie seksi miliknya, Nabila menyemprotkan parfum kesukaan Bima dan merapikan tempat tidur tempat mereka bertempur.

Nabila terus menunggu Bima datang, waktu menunjukan jam sebelah malam, dia mengantuk dan hampir tertidur.

Setelah melihat jam, dia menelepon Bima tetapi tidak diangkat olehnya.

Nabila merasa sedih, dia takut Bima marah padanya, karena baru kali ini dia menampar Bima dan bereaksi terlalu berlebihan karena takut ketahuan oleh orang lain bahwa mereka memiliki hubungan suami-istri.

Pintu rumah terbuka, Nabila bangun dari duduk nya dan menghampiri Bima yang baru saja tiba.

Nabila bergegas mengambil jas Bima untuk diletakan, Bima tidak berbicara apapun hanya membuka dasi kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Nabila berjalan bolak balik merasa Bima benar-benar marah padanya, tanpa Nabila sadari Bima sudah selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk.

Bima hanya memandang istrinya itu, dia tersenyum kecil melihat tingkah Nabila, akhirnya dia meneruskan pura-pura marah pada Nabila.

Nabila akhirnya menyadari Bima ada dibelakangnya.

"Bima? Sudah selesai mandinya, sini aku keringkan rambutnya." Ucap Nabila sambil menarik Bima untuk duduk disofa.

Nabila duduk dihadapan Bima sambil mengusap rambut Bima dengan handuk kecil.

Bima memandang kagum akan kecantikan istrinya itu, tetapi meskipun begitu bukanlah satu-satunya alasan dia memiliki rasa pada Nabila.

Sebetulnya mereka berdua belum benar-benar menyatakan cinta satu sama lain, hanya menjalani pernikahan seperti suami istri pada umumnya.

"Bima, maafin aku soal tadi ya. Aku hanya reflex kaget akan kedatangan Raya. Aku..." Ucap Nabila terhenti oleh Bima.

"Kamu.. benar-benar ingin terus menerus menutupi hubungan kita?" Tanya Bima serius.

"Aku.. bukan maksud aku begitu, sebenernya aku cuma gak mau berpengaruh sama kerjaan kamu. Bukannya gak nyaman kalau semua orang tahu?" Ucap Nabila.

"Apa aku harus hamili kamu dulu biar kamu gak perlu perduli lagi omongan orang?" Ucap Bima.

"Bima!" Ucap Nabila lembut.

"Kenapa? Punya anak pun kamu gak mau?" Ucap Bima.

"Bim, kok kamu tiba-tiba bicara kaya gini sih? Kita kan udah sepakat tentang semua ini." Ucap Nabila.

"Baiklah. Terserah kamu." Ucap Bima lalu beranjak dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

Nabila menghela nafas, memang sudah tiga tahun mereka menikah, tadinya tidak terpikirkan untuk memiliki anak tetapi orang tua yang juga selalu mendesak mereka untuk memberikan mereka cucu apalagi Bima anak tunggal dan pewaris perusahaan tentu saja harus memiliki anak untuk meneruskan perusahaannya yang besar itu.

Nabila berpikir memang tidak akan pernah bisa terus menerus menyembunyikan hubungan mereka, dia mulai memikirkan, mungkin setelah Opening galeri di Chandra mall  selesai dia akan fokus untuk memiliki anak dan tidak menyembunyikan hubungan mereka lagi.

Nabila juga beranjak dari duduknya dan membaringkan tubuh nya disamping Bima yang masih membelakanginya.

Selama menikah, baru kali ini Bima menghiraukannya.

Entah mengapa Nabila merasa itu menyedihkan, perlahan air matanya jatuh dan dia tidak kuasa menangis sesegukan.

Bima yang mendengar istrinya menangis langsung membalikan tubuhnya dengan khawatir.

"Bil? Nabila? Kamu kenapa?" Tanya Bima khawatir.

"Aku.. aku sedih aja selama menikah baru kali ini kamu tidur membelakangi aku dan cuekin aku gitu aja. Padahal aku udah dandan cantik buat kamu. Heeeeee..." Ucap Nabila sambil menangis.

Bima tersenyum kecil lalu memeluk istrinya itu, Nabila yang begitu galak diluar sana tetapi begitu manja dan lemah ketika berduaan dengannya didalam rumah.

"Yaudah.. maafin aku yah. Aku yang salah, maaf yah." Ucap Bima lalu mencium kening Nabila.

"Kamu jangan marah lagi yah, ternyata aku gak tahan kalau kamu marah meskipun cuma semenit." Ucap Nabila tersedu.

"Iya sayang, maaf aku gak akan marah dan bikin kamu nangis lagi yah." Ucap Bima sambil menghapus air mata Nabila.

"Bim..." Panggil Nabila dengan lembut.

"Hmm?" Jawab Bima.

"Aku.. aku cinta sama kamu Bim." Ucap Nabila lalu mencium bibir Bima dengan lembut.

Bima sontak merasa tersentuh dan bahagia dalam dirinya karena selama menikah baru kali ini Nabila bilang bahwa dia mencintai Bima.

"Bil, aku juga cinta banget sama kamu." Ucap Bima dengan memandang tajam wajah istrinya itu.

Mereka berciuman dengan lembut, lalu berpelukan.

"Bim.. kamu mau gak?" Tanya Nabila.

"Aku mau, bahkan setiap saat kalau dekat kamu aku selalu mau. Tapi aku gak mau kamu kelelahan, karena aku sulit berhenti kalau sudah bercinta sama kamu sayang. Kamu sudah banyak lembur akhir-akhir ini, kita istirahat saja yah." Ucap Bima dengan lembut.

"Makasih ya sayang, aku juga ketagihan kalau sudah bercinta sama kamu." Ucap Nabila sambil tersenyum nakal.

"Dasar kamu nih." Ucap Bima sambil membelai rambut Nabila dengan lembut.

"Besok kamu bisa kan datang ke rumah orang tuaku? Ibu nanyain terus kita belum datang kesana." Ucap Nabila.

"Iyah besok kita kesana yah." Ucap Bima.

Mereka memutuskan untuk mengunjungi orang tua Nabila, sebelum berangkat mereka berbelanja untuk dijadikan buah tangan untuk ibu dan ayah Nabila.

Mereka belanja di Chen Mall, memilih beberapa makanan ringan dan suplemen kesehatan untuk orang tuanya.

Saat melewati beberapa toko, Nabila terhenti di toko lingerie, dia tersenyum pada Bima.

"Sayang.. aku mau beli beberapa lingerie dulu boleh?" Tanya Nabila lembut.

"Tentu boleh sayang, toh ini buat aku nikmati juga kan." Ucap Bima sambil tersenyum manis.

Nabila dan Bima masuk ke dalam toko dan memilih beberapa pakaian malam seksi itu, Nabila meminta Bima memilih yang mana yang dia suka, tetapi Bima menyuruh Nabila membeli semua.

Nabila tersenyum malu, akhirnya mereka menuju kasir untuk membayar.

"Bu Nabila? Pak Bima?" ...

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Suami Rahasiaku   bab 14

    Mereka saling berpandangan tajam.."Kamu boleh marah sama aku Bil, kamu boleh pukul aku, tapi jangan diemin aku kaya gini Bil." Ucap Bima."Kamu mandi dan istirahat dulu Bim. Aku juga ingin tidur." Ucap Nabila sambil melepaskan genggaman tangan Bima.Bima tidak lagi menahan istrinya itu, dia pergi membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.Bima membaringkan tubuhnya disamping Nabila yang masih membelakanginya, dia tidak mau mengganggu Nabila yang terlihat sudah memejamkan mata. Tetapi sebenarnya Nabila belum tertidur.---Pagi hari.Tidak seperti biasanya, pagi ini Nabila berangkat terlebih dahulu. Bima baru saja bangun dan menyadari Nabila sudah tidak disampingnya lagi.Baru kali ini setelah menikah Nabila begitu marah padanya hingga mengabaikan nya begitu saja.Bima segera bersiap untuk berangkat ke kantor, di meja makan tersedia Sandwich dan teh hangat yang telah disiapkan Nabila.Bima memotret sarapannya dan mengirimkan nya pada Nabila dengan sebuah pesan manis."Terimakasih say

  • Suami Rahasiaku   Bab 13

    Senin pagi ini dimulai dengan rapat rutin karyawan Prasaja Sapphire Grup, mereka bergantian melaporkan perkembangan pekerjaan yang mereka pegang masing-masing. "Hari ini aku akan mengecek pembuatan perhiasan baru kita ke pabrik lalu ke galeri kita di Chandra mall , karena semua hal sudah beres tinggal memantau perkembangan penataan interior galeri nya." ucap Nabila. "Biar Steve yang berangkat. Steve kamu pergi ke lokasi untuk memantau perekembangan renovasi galeri kita di Chandra mall." ucap Bima dengan tegas. "Sayang kamu..." ucap Nabila keceplosan. semua orang meliriknya dan kaget dengan ucapan Nabila. " Maksud saya, SAYA yang mau pergi secara langsung ke lokasi. Jadi Pak Bima tolong pahami cara kerja saya seperti biasanya." ucap Nabila yang segera membenarkan ucapannya agar semua orang tidak salah paham. "Baiklah. Steve dan Raya kalian temani Bu Nabila ke Lokasi Chandra mall. Cukup sampai disini Rapat kita hari ini kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing." uca

  • Suami Rahasiaku   bab 12

    Mereka semua berganti pakaian, Bima dan Nabila sudah terlebih dahulu menunggu diruang VVIP restoran Chinese food. Mereka duduk bersebelahan sambil menunggu pak Doni dan Kevin datang.Bima dengan tangannya yang nakal membelai paha mulus Nabila dibalik rok hitamnya."Bim, hentikan Bim!" Ucap Nabila sedikit kesal dengan suaminya itu.Tangan nakal Bima malah semakin masuk kedalam hingga menyentuh strawberry Nabila."Aww... Bim! Please sayang jangan disini." Ucap Nabila memohon."Cium aku dulu." Ucap Bima menyodorkan bibirnya."Nanti ada yang datang Bim!" Ucap Nabila."Makannya cepat." Ucap Bima memaksa.Akhirnya Nabila mengecup bibir Bima dengan cepat, barulah Bima mau berdiam tidak bertingkah lagi.Pak Doni dan Kevin datang dan duduk dihadapan mereka, pesanan makanan datang dan mereka menikmati makan siang bersama sambil berbincang tenang perkembangan bisnis mereka."Saya berharap kerjasama Aisen

  • Suami Rahasiaku   bab 11

    Nabila terkejut karena disana ada Bima dan Kevin yang menemani Pak Doni berbincang."Bu Nabila sudah datang, Kenapa begitu merepotkan Bu harus pak Bima sendiri yang turun untuk menemani saya bermain golf. Suatu kebanggaan bagi saya bisa bermain golf bersama pak Bima. Terimakasih banyak yah." Ucap pak Doni.Jadi yang dimaksud Steve dia sudah menemukan pengganti dia itu ternyata Bima, Nabila kesal tapi juga merasa nyaman dan aman.Entah bagaimana pikirnya bisa Bima yang datang padahal dia tidak mengatakan apapun pada Bima, karena dia tidak ingin mengganggu pekerjaan Bima.--Kemarin lusa.Steve sedang minum kopi di pantry bersama kawan-kawan nya yang lain dan bertanya adakah yang mau menggantikannya menemani Nabila bermain golf bersama bos Aisen grup, tetapi semua tidak bisa menggantikan karena sudah ada urusan dan kegiatan masing-masing.Saat obrolan itu Bima sedang lewat dan mendengar pembicaraan Steve bersama teman-temannya, lalu iya menyuruh Steve datang ke ruangannya."Permisi pak B

  • Suami Rahasiaku   bab 10

    Nabila membuka matanya perlahan, ternyata disamping bathtub terlihat Bima yang duduk memandanginya.Dia masih menggunakan kemeja putih dengan kancing yang setengah terbuka."Bim? Kapan kamu datang?" Tanya Nabila."Belum lama, kamu terlalu asik dengan busa-busa ini sehingga tidak sadar aku datang." Ucap Bima.Nabila tersenyum manis."Iya Bim, rasanya tubuhku segar lagi berendam dengan air hangat. Kamu juga mau berendam air hangat? Nanti aku siapkan untuk kamu mandi yah." Ucap Nabila."Kenapa harus nanti?" Ucap Bima yang mulai perlahan membuka semua kancing kemeja nya.Nabila sedikit bingung, tapi akhirnya dia mengerti bahwa suaminya itu ingin berendam bersama.Semua yang membalut tubuh Bima sudah ia lepaskan, lalu dia duduk didalam bathtub yang cukup besar itu disamping Nabila. Merenggangkan tangannya kebelakang pundak Nabila, Nabila hanya tersenyum karena hal itu juga sudah biasa mereka lakukan.Nabila menggosok tubuh Bima dengan perlahan, begitupun Bima yang membantu Nabila menggosok

  • Suami Rahasiaku   bab 9

    "Maaf pak Bim, tadi saya sudah menahan pak Kevin untuk masuk. Tapi .." ucap Ardi dipotong oleh Kevin."Tidak perlu menjelaskan lagi, aku disini cuma mau penjelasan dari kamu Bima. Kenapa kamu menyerahkan proyek yang jelas-jelas kerja keras Nabila kepada orang lain?" Tanya Kevin dengan tegas." Sepertinya ini bukan ranah kamu untuk bicara tentang siapa karyawan yang bisa saya utus untuk mengerjakan kelanjutan proyek ini." Ucap Bima dengan lebih tegas.Suasana semakin memanas, tatapan diantara dua pria itu seperti menyalurkan petir. Para karyawan diluar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga terjadilah bisik-bisik karyawan."Maaf sekali Kevin, nanti kita hubungi kamu lagi untuk kelanjutan proyek kita. Masalah internal perusahaan kami biar kami yang membereskan nya. Ardi, tolong antar pak Kevin kedepan yah." Ucap Nabila."Kalau ada apa-apa kamu hubungi aku saja ya Bil." Ucap Kevin lalu pergi meninggalkan kantor Bima.Ucapan Kevin membuat Bima semakin kesal, namun iya masih m

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status