LOGIN#Hari pernikahan.
Pada hari pernikahan, hanya dihadiri orang tua Nabila dan Nenek dan ayah Bima. Orang tua mereka sangat bahagia ternyata permusuhan mereka sedari kecil berakhir dengan pernikahan, dan berharap pernikahan itu akan langgeng sampai maut memisahkan mereka. Meskipun saat baru lulus universitas mereka meresmikan hubungan mereka yang sakral itu, mereka tidak mengkhawatirkan apapun. ----- Bima terpukau memandang wanita dihadapannya itu memakai gaun pengantin berwarna putih yang indah dan begitu pas ditubuhnya. Nabila juga begitu terpukau melihat pria yang sekarang menjadi suaminya itu dengan stelan pengantin pria dengan tubuh yang proporsional. Semua bahagia dan merayakannya dengan makan malam bersama. Setelah acar selesai Nabila dan Bima pulang ke rumah baru mereka hadiah dari nenek Bima untuk pernikahan mereka berdua. Sesampainya dikamar mereka, Nabila duduk ditempat tidur nya. Bima melepas jas nya dan mencoba membuka dasinya tapi sedikit kesulitan, Nabila dengan sigap membantu Bima melepas dasi Bima. Dengan serius Nabila membuka nya untuk Bima, Bima memandang Nabila yang sedang fokus itu. Setelah selesai Nabila sadar Bima memandanginya dengan tajam. "Hmm.. aku.. mandi duluan yah." Ucap Nabila canggung. Bima menarik tubuh Nabila kepelukannya. "Bima.." ucap Nabila. "Kenapa? Aku suami kamu sekarang." Ucap Bima. "Iya aku tahu, ya sudah aku mau mandi dulu." Ucap Nabila. "Ayo.." ucap Bima. "Ayo? Ayo apa?" Tanya Nabila bingung. "Ayo mandi bersama." Ucap Bima menggoda. "Bima!!" Ucap Nabila yang begitu malu mendengar ucapan Bima. "Jangan aneh-aneh deh! Awas aku mau mandi." Ucap Nabila sambil melepaskan pelukan Bima dari tubuhnya dan bergegas pergi untuk mandi. Bima tersenyum melihat tingkah malu Nabila. Nabila merendam tubuhnya di bathtub bersama busa sabun dan kelopak bunga ditambah harum lilin aromaterapi yang merilekskan tubuh. Setelah selesai dia mengeringkan tubuhnya dan membuka koper pakaian yang telah iya bawa dari rumah orang tuanya. Betapa kagetnya dia yang ada hanya satu lingerie seksi berwarna cream dan celana dalam yg begitu seksi dan ada catatan kecil didalamnya. "Nabila, pakai ini! Layani suamimu dengan baik. Cepat beri kami cucu yang lucu! Besok kami kirim koper pakaianmu yah!" Isi surat itu. "Ibu !" Teriaknya begitu kesal. Mau tidak mau Nabila memakai lingerie seksi itu, dia perlahan keluar dari clothes room. Ternyata Bima sudah mandi di kamar mandi kamar kedua dan masih menggunakan handuk dipinggangnya sambil melihat ponselnya. Nabila ragu keluar, tetapi dia tetap keluar menemui suaminya itu. Bima melihat Nabila dan begitu terbelalak melihat pemandangan yang begitu memanjakan matanya sebagai laki-laki. Nabila terlihat malu-malu dan langsung berlari kecil untuk duduk ditempat tidur lalu memakai selimut untuk menutupi tubuhnya. "Ibuku yang membawakan pakaian ini, hanya ini saja. Besok mereka baru antarkan pakaianku kesini." Ucap Nabila malu. Bima hanya terdiam tidak menanggapi ucapan istrinya itu, dia menghampiri Nabila dan duduk dihadapannya. "Aku suka kamu pakai lingerie ini." Ucap Bima sambil memandang Nabila. "Apa sih Bim, sudah sana pakai baju!" Ucap Nabila yang mata nya tergoda dengan perut kotak-kotak Bima yang masih sedikit basah itu. "Kenapa? Aku tidur tidak pakai bajupun tidak masalah kan? Lagi pula kamu sudah melihat semua nya." Ucap Bima sambil menggoda Nabila. "Bima!!" Ucap Nabila yang semakin malu. "Bil.." ucap Bima dengan lembut. Bima mengambil tangan Nabila perlahan dan menempelkannya di dadanya. Nabila sampai menelan ludah dibuatnya. "Kamu boleh melihatku luar dan dalamku Bil, aku milikmu sekarang. Begitupun kamu, luar dalammu sekarang milikku." Ucap Bima dengan lembut dan membelai rambut Nabila. Perlahan Bima mencium leher Nabila, Nabila menggeliat geli hingga mencengkram dada Bima. "Ahhh... Bim.." ucap Nabila lembut. Tanda merah sudah terlihat dileher Nabila, Bima tersenyum memandang Nabila yang pipinya memerah. Bima beranjak untuk mengambil pakaiannya, tetapi sebelum sampai Nabila berlari ke arah Bima dan memeluk nya dari belakang. "Bima.." ucap Nabila sambil memeluk erat Bima dari belakang. Bima menggenggam tangan Nabila yang begitu erat memeluk tubuhnya itu. Perlahan Nabila menciumi punggung Bima, Bima mulai terpancing dengan perlakuan Nabila lalu dengan segera dia membalikan tubuhnya. "Bim.." ucap Nabila dengan lembut. Bima merasa tidak tertahankan dan mereka berciuman dengan penuh gairah, Bima menggendong Nabila di depan tubuhnya sambil berciuman menuju tempat tidur. Bima berada diatas Nabila, Mereka terengah-engah dan merasa tidak tahan satu sama lain. Entah mengapa mereka merasa begitu bernafsu jika tubuh mereka bersentuhan. Bima memandang Nabila dengan tajam, pipi Nabila memerah. "Sayang..." Ucap Nabila dengan lembut. Ucapan sayang itu membuat Bima semakin tidak tahan dan kembali menjelajah tubuh Nabila yang seksi itu. Bima melepas handuk yang membalutnya itu dan membuka lingerie seksi Nabila secara perlahan, menciumi Nabila dari atas hingga kebawah dengan lembut. "Ahh.. Bimm.." ucap Nabila menggeliat. Iya tidak menyangka Bima menciumi bawahnya dengan lembut dan membuatnya semakin berada dipuncak nikmatnya lagi. Malam pertama pernikahan mereka menjadi malam panjang yang menggairahkan. #Flashback off Jam pulang kantor telah tiba, semua karyawan telah pulang hanya Nabila yang masih bekerja dikantornya. Bima juga masih sibuk dikantornya, Ardi asistennya telah pamit pulang terlebih dahulu karena ada urusan keluarga. Bima menghampiri kantor Nabila, tanpa mengetuk dia masuk ke dalam ruangan Nabila. Terlihat Nabila yang begitu serius dengan komputer nya hingga tidak menyadari suaminya datang. Bima yang iseng berjongkok dibawah meja Nabila, dan perlahan membelai kaki Nabila dengan lembut. Nabila kaget dibuatnya dan akhirnya menyadari ada suaminya. "Bima!!" Ucap Nabila sedikit kesal. "Hampir aku jantungan Bim." Lanjut Nabila. Bima bangun dan tersenyum melihat Nabila yang kaget. "Gimana sudah selesai desainnya?" Tanya Bima. "Sudah, besok tinggal cetak. Okeh selesai.. hmmm..." Ucap Nabila sambil merenggangkan tubuhnya yang begitu pegal setelah bekerja begitu keras. Nabila memeluk suaminya yang berdiri disamping kursinya itu. Dia merasa aman karena semua karyawan sudah pulang. "Kamu masih ada kerjaan Bim?" Tanya Nabila. "Engga aku cuma nunggu kamu aja." Ucap Bima lalu iya mendudukan Nabila dimeja kerjanya. Mereka saling berpandangan. "Sudah sepi.." ucap Bima menggoda. Nabila seakan mengerti apa yang di maksud suaminya itu. "Bima! Jangan aneh-aneh deh. Kita pulang aja deh." Ucap Nabila. "Ayo kita main disini, seperti waktu itu disiang bolong saat mereka pergi makan siang." Ucap Bima mengingatkan peristiwa yang begitu menggoda disiang hari dikantornya. Nabila tertawa kecil mengingat hal itu, memang cukup berani tetapi membuat berdebar dan semakin menggairahkan. Nabila menarik dasi Bima, mereka saling berpandangan tajam. Nabila mengusap bibir merah alami Bima dengan lembut, Bima selalu tidak bisa menahan diri jika sudah tergoda oleh Nabila, mereka semakin mendekatkan kedua bibir tetapi tiba-tiba ketukan pintu terdengar. Perlahan pintu terbuka...Hari pertama Nabila kembali masuk kerja, sekarang Nabila dan Bima berangkat kerja bersama. Tentu saja dikantor sudah riuh dengan gosip Nabila yang hamil dan diantarkan oleh Bima, karena Ririn yang menceritakan semua itu. Saat Nabila dan Bima masuk, semua mata tertuju pada mereka. Semua orang sangat heran ada apa sebenarnya diantara mereka, bukankah selama ini mereka selalu perang dingin.Nabila dan Bima masuk ke ruangan mereka masing-masing, Raya mengikuti Nabila masuk ke ruangan Nabila."Bu Bil? Gosip panas banget Bu Bil. Tapi kenapa ini tentang Bu Bil?" Ucap Raya."Gosip apa lagi si Raya?" Tanya Nabila sambil tersenyum, tapi dalam hatinya ingin tertawa karena sudah tau apa yang digosipkan."Ririn pagi-pagi sudah heboh, bilang ketemu Bu Nabila dan pak Bima di dokter kandungan. Bahkan bilang Bu Nabila lagi cek up kandungan dan pak Bima mengelus perut Bu Bil." Ucap Raya."Oh itu, itu bukan gosip kok. Itu fakta." Ucap Nabila sambil fokus pada komputer nya."Hah? Apa? Fakta?" Ucap Raya.
"Ardi??" Panggil Anya hingga membuyarkan lamunan Ardi."Iya Nya? Hmm.. lebih baik nanti kamu tunggu Bu Nabila saja yang menceritakan hal detailnya. Aku merasa tidak nyaman jika menceritakan privasi pak Bima. Aku tidak terbiasa untuk itu." Ucap Ardi."Luar biasa, kamu benar-benar berdedikasi tinggi. Sangat setia pada bos." Ucap Anya."Maaf ya Nya, aku hanya ingin memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan. Kamu gak marah kan?" Ucap Ardi sambil merangkul tubuh Anya."Tidak, aku hanya kagum dengan kinerjamu. Aku juga penasaran kenapa kamu belum memiliki kekasih? Meskipun kamu itu terlalu serius bekerja kamu itu cukup tampan dan tubuh kamu bagus. Pasti banyak juga yang menyukaimu?" Ucap Ardi."Memang beberapa wanita ada yang mendekatiku, tetapi aku merasa tidak tertarik merasa kurang cocok. Setelah bertemu kamu, entah kenapa aku bisa seterbuka ini padamu." Ucap Ardi."Ucapan laki-laki semua sama." Ucap Anya sambil tertawa.Ardi bicara dalam hatinya (" bagaimana caranya agar kamu percaya pad
Pagi yang begitu cerah, Nabila masih tertidur dalam pelukan Bima tanpa pakaian hanya tertutup selimut.Bima yang terbangun lebih dulu mengelus rambut Nabila dan mencium keningnya.Nabila perlahan terbangun dan membuka matanya perlahan."Pagi sayang." Ucap Nabila tersenyum."Pagi sayangku." Ucap Bima lalu mengecup bibir Nabila."Rasanya nyenyak sekali bisa tidur dipeluk kamu lagi." Ucap Nabila semakin mempererat pelukannya pada tubuh Bima."Maaf yah harus terpisah beberapa waktu kemarin, bahkan aku tidak menemanimu saat cek up pertama anak kita." Ucap Bima."Sudah sayang minta maafnya, yang terpenting sekarang kita sudah bersama lagi." Ucap Nabila sambil mengelus wajah Bima."Setelah pulang nanti jangan ada yang ditutup-tutupi lagi, aku mau semua orang tau kamu adalah istriku. Satu-satunya istriku." Ucap Bima."Iya sayang." Ucap Nabila tersenyum bahagia."Hari ini kamu mau jalan-jalan kemana? Ayo kita nikmati babymoon disini." Ucap Bima."Hmmm.. aku ingin naik kapal pesiar, dan yah men
Mobil nya berasap dan rusak cukup parah membuat semua orang berkumpul dan memanggil ambulan untuk segera membawa Brian dan Bima ke RS. Luka benturan dikepala Brian sangat parah dan sebelah mata Bima terkena pecahan kaca. Dengar segera ambulan datang dan melakukan pertolongan pertama pada mereka lalu segera membawa mereka ke rumah sakit. Silvi yang mengetahuinya langsung berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan mereka berdua. Kecelakaan itu membuat Silvi ketakutan, dia tidak menyangka kecelakaan ini akan terjadi. Brian dan Bima sampai dirumah sakit dan langsung ditindak di IGD, mereka bersebelahan. Bima masih mengerang kesakitan karena sebelah matanya terkena pecahan kaca dan dokter memeriksa nya kemungkinan harus di operasi dan sepertinya mata sebelah kiri Bima tidak bisa melihat lagi karena rusak cukup parah. Brian yang setengah sadar mendengar hal itu, dengan lemah dia memanggil Bima. Silvi mengintip mereka dari luar dan tidak berani masuk kedalam. Keluarga Brian d
"Sial ! Aku minum wine yang salah." Ucap Silvi dalam hati."Silvi kamu baik-baik saja kan?" Tanya Brian lalu memapah Silvi untuk keluar dari bar."Antar aku ke kosanku Brian." Ucap Silvi."Baiklah." Ucap Brian.Brian mengantarkan Silvi ke kosannya, tidak jauh dari bar. Brian menggendong Silvi sampai ke kamarnya.Tubuh Silvi benar-benar bergejolak, bahkan melihat wajah Brian menjadi wajah Bima. Saat Brian menidurkannya ditempat tidur, Silvi menarik nya mendekati tubuhnya hingga menindih tubuh Silvi."Silvi? Kamu ngapain?" Ucap Brian."Bima, akhirnya kamu disini. Aku sangat menyukai kamu Bima." Ucap Silvi lalu mengecup bibir Brian."Silvi, kamu lihat baik-baik aku ini siapa!" Ucap Brian mencoba melepaskan pelukan Silvi.Tanpa menjawab apapun karena Silvi yang sedang bernafsu dia membalikan keadaan sekarang dia yang berada diatas Brian.Perlahan dia mengelus wajah Brian dan sampai ke dada Brian, tangannya menyelelusup masuk kedalam kaos Brian dan meraba tubuh Brian membuat Brian kegelian
Sesampainya di Swiss, Bima dijemput oleh travel yang disiapkan oleh hotel. Dia menginap di tempat yang sama dengan Nabila bahkan bersebelahan, itu semua sudah diatur oleh Anya.Di hotel, Bima langsung masuk ke kamarnya. Dia begitu takjub dengan keindahan lingkungan sekitar dan pemandangan yang sangat menakjubkan.Dia membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu keluar untuk menghirup udara segar dibalkon.Dia menarik nafas panjang, merasa bebannya lebih ringan. Tanpa dia sadari seseorang dari balkon sebelah memandangi nya dengan tajam, yah dia Nabila. Nabila juga sedang menikmati keindahan pemandangan dibalkon, tetapi tiba-tiba dia menyadari orang yang baru saja datang ke balkon samping adalah suaminya Bima.Nabila memandang tajam karena kaget, apa ini mimpi pikirnya. Bima kembali memandang nya dengan penuh kerinduan dan tersenyum manis pada Nabila."Sayang?" Panggil Bima."Ka..kamu ngapain disini Bim?" Ucap Nabila bingung."Menurut kamu untuk apa aku disini? Ya tentu saja menikmati p







