Home / Rumah Tangga / Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta / BAB 103: Kecurigaan di Balik Layar Ruko

Share

BAB 103: Kecurigaan di Balik Layar Ruko

Author: Dominus
last update publish date: 2026-11-02 11:32:53

Selasa malam pukul 21.00 WIB, aku baru saja selesai memeriksa ulang catatan pembukuan bersama Laras. Pesanan untuk esok hari sudah tersimpan rapi di lemari pendingin, sementara lampu dapur mulai dimatikan satu per satu. Dari kamar bawah, terdengar batuk kecil Ibu Rahmi sebelum suasana kembali hening.

Aku masuk untuk memastikan Ibu sudah minum obat malamnya. Ia membuka mata saat aku menarik selimut hingga menutupi bahunya.

“Belum tidur, May?” tanyanya pelan.

“Sebentar lagi, Bu. Maya cuma menyele
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta   BAB 116: Ketulusan di Atas Puing Krisis

    Jumat siang, pukul 14.00 WIB. Setelah menyerahkan salinan rekaman ruko dan dokumen pendukung kepada pihak yang berwenang, aku kembali ke Toko Kue Lestari bersama Arlan. Tubuhku masih terasa lelah setelah melewati malam tanpa tidur cukup. Namun, aroma nastar yang baru keluar dari oven dan suara Laras menata nampan membuat suasana ruko terasa sedikit lebih akrab.Ibu Rahmi duduk di kursi rodanya di ruang keluarga lantai dasar. Laras sedang memeriksa daftar pesanan di meja dekat dapur. Begitu melihat kami masuk, Ibu tersenyum lega.“Sudah pulang, May? Bagaimana urusan di kantor?”Aku menghampirinya dan mencium punggung tangannya. “Masih dalam proses, Bu. Polisi sedang memeriksa orang-orang yang membuat keributan semalam. Di kantor juga masih ada pemeriksaan independen, jadi belum semuanya selesai.”Ibu mengangguk pelan. “Yang penting kalian selamat. Ibu sempat khawatir ketika mendengar suara ribut tadi malam.”“Maaf membuat Ibu cemas,” ujar Arlan. Ia menundukkan kepala sedikit. “Kami sud

  • Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta   BAB 115: Runtuhnya Kerajaan Kebohongan

    Jumat pagi, pukul 09.00 WIB. Aku kembali berada di Gedung Devan Corp bersama Arlan dan Rian. Tidur yang hanya sebentar membuat mataku terasa berat, tetapi kabar dari penyidik sejak dini hari membuatku tidak ingin jauh dari perkembangan perkara. Nyonya Sofia sudah menunggu di koridor lantai eksekutif. Wajahnya tampak lebih tenang daripada malam sebelumnya, meskipun garis tegang di sekitar matanya belum hilang. Sejak map arsip ditemukan dalam penguasaan Sandra pada rapat dewan, bagian hukum telah menyerahkan catatan akses, inventaris, dan keterangan terkait kepada penyidik. Temuan semalam mengenai aliran dana dan komunikasi Hendra menjadi tambahan bagi pemeriksaan yang sudah berjalan, bukan satu-satunya dasar tindakan hari ini.“Apakah Ibu sudah menerima pemberitahuan dari sekretariat dewan?” tanya Arlan.Nyonya Sofia mengangguk. “Sekretariat menyampaikan bahwa tim pemeriksaan independen sudah mengirimkan catatan pendahuluan. Pemeriksaan mereka masih berjalan dalam tenggat empat belas h

  • Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta   BAB 114: Pengakuan di Kantor Polisi

    Jumat dini hari, pukul 01.30 WIB. Suasana kantor Kepolisian Sektor setempat terasa dingin di bawah lampu neon yang menyala terang. Di luar ruang pemeriksaan, aku duduk berdampingan dengan Arlan. Rian berada di kursi seberang sambil membuka catatan internal untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan penyidik dapat diteruskan kepada bagian hukum Devan Corp. Pak Joko berdiri dekat dispenser, memegang secangkir kopi yang sudah hampir habis.Malam yang panjang belum benar-benar berakhir. Beberapa jam lalu, aku melihat sendiri bagaimana Pak Joko menghentikan lima pria yang mencoba menerobos ruko. Sekarang, kelima orang itu sedang dimintai keterangan secara terpisah. Paman Hendra juga berada di ruang pemeriksaan lain. Petugas medis telah memeriksa para pria yang terjatuh dan memastikan mereka dapat menjalani pemeriksaan tanpa harus dibawa ke rumah sakit.Aku menggenggam ponselku. Di layar masih tersimpan foto kondisi pintu depan. Salinan rekaman kamera keamanan juga sudah disiapkan u

  • Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta   BAB 113: Aksi Puncak Sang Veteran

    Kamis malam, pukul 20.30 WIB.Teriakan Paman Hendra kembali memecah malam. Lima pria yang dibawanya bergerak mengitari teras depan, berusaha mencari celah untuk mendekati pintu utama. Namun, pintu kaca tetap terkunci dari dalam. Pak Joko sudah keluar melalui akses servis samping dan kini berdiri di jalur teras yang menghubungkan sisi bangunan dengan pintu depan.Dari balik sekat kaca bagian dalam, aku bisa melihatnya dengan jelas. Arlan berdiri di sampingku, sementara ponselnya tetap tersambung ke Rian. Kami tidak keluar. Ibu berada di kamar lantai dasar dengan pintu tertutup dan bel panggil di dekat tangannya.“Pak Joko!” bentak Hendra. “Minggir! Kami cuma ingin membawa Maya keluar!”Pak Joko mengangkat gagang sikat pel seperti tongkat komando. “Wah, Kalau cuma ingin bertemu, kenapa rombongannya seperti mau membongkar pasar? Saya sarankan ambil nomor antrean dulu. Nomor satu untuk sopan santun, nomor dua untuk belajar mengetuk pintu.”“Diam kau, sopir tua!” Salah satu pria bertubuh be

  • Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta   BAB 112: Tamu tak Diundang di Pintu Toko

    Kamis malam, pukul 20.15 WIB. Tok! Tok! Tok! Ketukan keras mengguncang pintu kaca utama Toko Kue Lestari. Belum sempat suara itu menghilang, seseorang menarik gagang pintu berulang kali hingga kaca bergetar di dalam rangkanya.“Buka pintunya sekarang juga! Jangan pura-pura tidak ada orang di dalam!” teriak seorang pria dari luar.Aku dan Arlan sudah berada di lantai dasar, berlindung di balik sekat kaca lorong. Dari sana, terlihat Paman Hendra berdiri di depan pintu bersama lima pria yang tadi turun dari sepeda motor. Tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan sikap seperti tamu yang datang untuk menyelesaikan persoalan keluarga.Pak Joko berdiri di dekat lorong menuju pintu utama. Kemeja flanel dan celana training yang dikenakannya membuat penampilannya tampak seperti orang yang baru selesai membersihkan rumah. Hanya gagang sikat pel di tangannya yang terlihat terlalu siap untuk ukuran perlengkapan kebersihan.“Wah,” gumamnya, “rombongan malam ini datang tanpa membawa kue hantar

  • Suamiku Absurd tapi Bikin Cinta   BAB 111: Bayangan di Luar Ruko

    Kamis malam, pukul 20.00 WIB. Suasana di sekitar Toko Kue Lestari terasa lebih lengang daripada biasanya. Sisa gerimis membuat permukaan jalan berkilau di bawah lampu penerangan yang kekuningan. Produksi harian sudah dihentikan lebih awal. Laras juga telah pulang setelah memastikan seluruh peralatan dapur tersimpan rapi dan meminta petugas keamanan kawasan mengantarnya sampai kendaraan.Aku duduk di ruang keluarga lantai dua bersama Arlan. Di atas meja terdapat map berisi salinan dokumen audit independen, catatan pembelian bahan baku, dan daftar tindak lanjut yang harus kami siapkan untuk Tim Pemeriksaan Independen Devan Corp. Arlan membuka laptop, tetapi sesekali matanya beralih ke layar ponsel yang diletakkan di samping cangkir tehnya.Ibu berada di kamar lantai dasar. Pintu ruangannya tertutup agar suara televisi tidak mengganggu kami, tetapi tidak dikunci. Bel panggil diletakkan di sisi kursi rodanya dan jalur menuju pintu tetap lapang. Aku sudah memastikan Ibu merasa nyaman sebel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status