Share

Bab 2

Author: Reza
“Cerai?”

Mendengar itu, suara Vincent menjadi berat. Ujung jarinya mengetuk meja dua kali.

“Valen, candaan seperti itu nggak boleh sembarangan diucapkan. Kamu harus sadar posisimu.”

Aku menatapnya dalam diam saat dia berakting di depanku. Hatiku sudah tidak tergerak sedikit pun.

Aku pun mulai mengikuti permainannya.

“Dulu, aku yang memaksa para tetua keluarga besar untuk menjadi saksi ikatan kita. Sekarang, kita akhiri saja hubungan ini!”

Angela yang mendengar percakapan kami sudah kegirangan.

“Benar, memang sudah seharusnya di putuskan sejak awal. Ayo sekarang kita temui para tetua.”

Angela menyenggol lengan Vincent, tak sabar ingin kami segera meresmikan perpisahan.

Vincent ragu-ragu sejenak, nadanya datar tanpa emosi.

“Aku harus mengurus urusan keluarga sekarang, masalah ini kita bicarakan lagi tujuh hari kemudian.”

Aku menatap Vincent yang tidak terpengaruh dengan heran.

Padahal dia rela membuangku demi Angela, lalu kenapa tak segera menuruti kemauan wanita itu?

Jika dulu, aku pasti akan terus mempertanyakannya.

Namun sekarang, aku sudah tak peduli.

Agar bisa segera pergi, aku mulai memprovokasi Angela.

“Vincent nggak mau memutuskan hubungan denganku, mungkin karena sebenarnya lebih mencintaiku?”

Kata-kata itu berhasil memicu kecemburuan Angela.

Mata Angela langsung berkaca-kaca, dia merengek sambil menarik tangan Vincent.

“Sayang, aku ini wanitamu. Kamu nggak mau namaku sah di depan keluarga?”

Melihat situasi yang buntu, akhirnya Vincent berkata dengan dingin, “Baiklah.”

Saat kami berdiri di depan pintu tetua keluarga besar, Vincent menghentikan langkahnya lebih dulu.

Tiba-tiba, dia mendongak menatap mawar hitam di luar, seolah sedang bernostalgia dan memulihkan ingatannya.

“Tempat ini terasa sangat akrab. Aku ingat sekarang. Di hari perayaan keluarga, di sinilah kita disahkan oleh pendeta.”

Dia tahu perayaan keluarga itu sangat bermakna bagiku.

Saat itu, aku mengira itu adalah awal dari kebahagiaan.

Dia pikir dengan mengungkit hari itu, aku akan luluh, bernostalgia dan tak rela meninggalkannya.

Persis seperti sebelumnya.

Namun, dia tak tahu, aku sudah membaca kebenaran dari rekaman ponsel khusus miliknya dengan Angel.

[Cinta tulus? Memilih hari perayaan keluarga itu hanya untuk memanfaatkan momen yang sudah ada, biar nggak repot mengurus dekorasi.]

[Identitasnya sebagai periset mekanik bisa membantu memperkuat kekuasaan keluarga besar. Pernikahan ini dari awal sampai akhir hanyalah transaksi. Menundanya sampai hari perayaan itu hanya agar transaksi ini terlihat seperti kehendak keluarga.]

Melihat kata-kata yang dingin itu, hatiku pun membeku.

Aku mengira telah menemukan cinta sejati, ternyata diriku hanya dianggap alat transaksi.

Pantas saja setelah kekuasaan keluarga meluas, dia mengontrol semua wilayah bisnis dengan sangat ketat. Ternyata, dia ingin waspada padaku, si orang luar.

Saat aku sedang melamun, tiba-tiba Vincent menepuk bahuku dan bertanya padaku ingatannya benar atau tidak.

Aku malas menanggapinya dan langsung menggeleng.

“Kamu salah ingat, sepertinya sakitmu cukup parah.”

Senyuman Vincent pun membeku. Dia tak menyangka aku akan bicara begitu, wajahnya langsung memerah.

Tatapannya tampak dingin. Dia mengambil cincin batu hitam itu dari saku jasnya, lalu dengan paksa memasangkannya ke jari Angela. Gerakannya keras dan tak terbantahkan.

“Benar, tunanganku itu hanya Angela seorang.”

“Sebentar lagi, aku akan mengajukan permohonan pertunangan pada keluarga!”

Vincent berdiri tegak, merangkul lengan Angela dengan tenang dan masuk ke dalam.

Aku tak marah sama sekali, malah langsung menyusul.

Begitu selesai menyerahkan surat pernyataan pemutusan hubungan di depan tetua, kami dibawa ke ruang rapat.

Vincent merangkul Angela, meneguk segelas wiski di meja, lalu mencium Angela sambil menyuapkan minuman itu ke mulutnya.

Tindakan yang sangat provokatif.

Dia pikir dengan begitu, aku akan cemburu.

Padahal aku tak peduli sama sekali, malah merasa konyol.

Dulu, di depan anggota keluarga besar, dia bahkan tak mau berdiri dekat-dekat denganku dengan alasan ‘anggota mafia harus menjaga wibawa’.

Sekarang kelakuannya bahkan membuat para tetua di sampingnya tak sanggup melihat.

Sikap tenangku membuat Vincent sangat kesal. Dengan menahan amarah, dia mendesak tetua untuk segera menyelesaikan proses pemutusan hubungan kami.

Begitu menerima surat cerai, aku menghela napas lega.

Beban pernikahan tujuh tahun dan belenggu keluarga ini akhirnya terlepas.

Aku menghentikan sebuah mobil sedan hitam dan langsung menuju pusat riset amunisi untuk mengambil peralatan risetku.

Angela menarik Vincent dan membuntutiku dengan waspada. Dia berteriak memaki,

“Kamu bukan lagi mekanik presisi, bahkan posisi nyonyamu sudah jadi milikku! Kamu nggak disambut di sini!”

“Kemas barang rongsokanmu dan pergi sejauh mungkin!”

Vincent menatapku dingin dan dengan nada meremehkan, berkata,

“Mekanik presisi terbaik keluarga adalah Angela. Mulai sekarang, kamu nggak pantas mendekati pintu laboratorium ini lagi!”

Vincent mengucapkan kata-kata provokatif itu, berharap aku kehilangan kendali di bawah tekanannya.

Jika dulu, aku mungkin akan mengamuk dan berteriak.

Sekarang, aku hanya menjawab dengan tenang, “Iya, aku pergi sekarang.”

Aku membuka ransel dan mulai berkemas.

Alat-alat eksperimen ini adalah peninggalan guruku yang telah menemaniku bertahun-tahun, aku tak rela meninggalkannya.

Melihat semua ini benar-benar berjalan di luar kendalinya, Vincent mulai kehilangan kendali dirinya.

Untuk memancingku, dia sengaja mengeluarkan kancing manset pemicu ledakan mikro dari lengan bajunya, mengerutkan kening seolah ingin memulihkan sedikit ingatan.

“Valen, kancing manset ini dibuat khusus olehmu untuk melindungiku dulu, kamu sudah lupa?”

Aku sibuk mengemas peralatan kaca, bahkan malas menoleh melihatnya.

Aku hanya menjawab asal-asalan, “Itu produk gagal yang diproduksi massal. Siapapun bisa memakainya.”

Vincent benar-benar meledak marah mendengar kata-kataku. Dia membanting kancing manset itu ke lantai.

“Pergi! Jangan pernah kembali lagi!”

Aku menarik ritsleting tas, membawa peralatan eksperimenku dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Setelah aku pergi, wajah Vincent terlihat sangat muram.

Menyadari ada yang tak beres, Angela berpura-pura meminta maaf,

“Bos, aku hanya ingin merasakan rasanya jadi nyonya, nggak menyangka Valen akan membuat masalah jadi seperti ini.”

“Ini semua salahku, bagaimana kalau aku pergi menjelaskannya pada Valen?!”

Sudut mulut Vincent gemetar sangking marahnya, tapi dia tetap menahan diri dan menepuk pundak Angela untuk menenangkannya.

“Ini bukan salahmu, Valen saja yang nggak tahu diri, bisa-bisanya mempermasalahkannya dengan orang sakit!”

“Abaikan saja dia. Selama tujuh hari ini, nikmatilah posisimu sebagai nyonya!”

“Valen nggak akan bisa hidup tanpaku. Begitu aku melambaikan tangan, dia pasti akan kembali memohon padaku.”

Aku membawa barang-barangku keluar dari gedung itu.

Kali ini, aku benar-benar pergi dan tak akan pernah kembali lagi.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 7

    Setelah menyelesaikan urusan temanku, malam itu juga aku menghilang sepenuhnya dari vila Vincent.Aku tak membawa apapun, kecuali barang-barang yang kubawa saat pertama kali datang dulu.Aku menemukan sebuah perkebunan baru dengan taman zaitun di pinggiran Silia. Setiap pagi aku memangkas bunga mawar dan setiap sore membersihkan senjataku di teras. Hidupku terasa tenang dan indah.Belakangan aku baru tahu, demi menutupi kerugian bisnis senjatanya, Vincent menyerahkan tiga bidang tanah milik keluarganya di Palmo pada penguasa lokal Silia.Namun, pihak Silia tetap tak puas.Yang lebih buruknya, setelah aku pergi, Maikel, periset amunisi yang sudah mengikutiku bertahun-tahun, beserta dua puluh anak buah lainnya mengundurkan diri secara massal. Para tetua keluarga besar juga mulai menggerutu.Kini, Vincent seperti gasing yang berputar tanpa henti. Pagi hari dia harus menghadapi interogasi dari para tetua, malamnya dia harus ke dermaga untuk meminta maaf orang Silia.Kudengar dia tak tidur

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 6

    Mendengar penolakanku, Vincent merasa sangat malu.Namun, saat ini dia sudah terdesak, tak ada jalan keluar lain selain memanggil Angela ke hadapanku.“Ini semua kekacauan yang kamu buat. Sekarang minta maaf pada Valen dan masalah ini dianggap selesai.”Terlihat jelas, Angela sangat enggan. Dia mencibir dan mencoba membantah, “Kenapa aku harus minta maaf padanya?”Vincent langsung mengerutkan kening, nadanya terdengar penuh peringatan, “Angela, jangan keras kepala! Jangan lupa siapa yang membuatmu hidup mewah selama bertahun-tahun ini! Kamu sudah nggak mau mobil sedan antipeluru itu?”Mendengar soal mobil antipeluru, mata Angela langsung berbinar.Akhirnya dia melirikku dengan enggan dan bergumam pelan,“Maaf, puas?”Aku tak menyangka Vincent bisa begitu murah hati pada Angela, bahkan rela memberikan mobil sedan antipeluru edisi terbatas.Dulu, saat aku menggunakan bonus hasil riset senjata kustomku sendiri untuk membeli pistol browning kustom, Vincent mengomeliku selama setengah tah

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 5

    “Bos, lagipula aku hanya mengacaukan satu kerja sama ini saja, ‘kan? Ini juga bukan pertama kalinya, kok harus memasang wajah muram begitu padaku?” Vincent meremas gagang pistolnya kuat-kuat hingga jari-jarinya memucat.Dengan mata berkaca-kaca, Angela mulai memasang wajah tersakiti.Dia mulai mengoceh tentang satu per satu kegagalannya di masa lalu.Mendengar itu, teka-teki di kepalaku selama ini akhirnya terjawab.Tahun lalu, satu kloter senjata yang aku riset dan awasi sendiri secara langsung, tiba di tangan Vatik dalam keadaan rongsokan tak berguna yang daya ledaknya payah.Saat itu, Vincent menimpakan semua kesalahan padaku. Dia memarahiku, bilang aku tak becus menjaga barang dan hanya tahu merusak rencana saja.Padahal aku sudah memeriksa barang itu tiga kali sebelum membiarkan Angela mengirimnya.Siapa sangka, si Angela bodoh itu menghapus manifes barang asli sebelum pengiriman. Karena tak berani bertanya padaku, dia malah menyegel kotak berisi peluru rijek di gudang dan mengir

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 4

    Mendengar laporan itu, Vincent meremas cerutu di tangannya kuat-kuat, keningnya juga berkerut.Dia langsung menoleh melihat Angela.“Apa yang terjadi? Kamu sendiri yang mengawasi pengiriman barang ini, kok bisa ada kesalaan fatal seperti ini?”Selama ini, akulah yang memegang kendali penuh atas urusan bisnis keluarga. Vincent hanyalah bos mafia secara nama saja.Baru saja tadi dia memuji Angela setinggi langit dan menyebutnya berkali-kali lipat lebih hebat dariku, tapi tak lama kemudian kekacauan besar ini terjadi.Karena belum pernah menghadapi masalah sebesar ini sebelumnya, Vincent mulai panik.Angela pun tak menyangka situasinya akan jadi begini, sudut mulutnya gemetar karena ketakutan.Namun, dia tetap bersikeras mencoba lepas tangan.“Risetmu nggak ada masalah sama sekali! Aku bekerja keras berhari-hari untuk menyelesaikannya! Pasti pihak kerja sama sengaja mau menjebak kita dan merusak reputasiku!”“Lagipula, keluarga kita bukan pengecut yang bisa ditakut-takuti! Kenapa harus ta

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 3

    Setelah benar-benar putus dengan Vincent, perasaanku terasa sangat ringan.Hanya saja, mantan anak buahku di tim riset terus-menerus mengirim pesan melalui saluran rahasia.Hari ini, sepertinya situasinya sudah sangat darurat sampai menerobos masuk ke ponsel khususku.“Nyonya! Oh bukan, Bu Valen, tolong cepat kembali! Pesanan senjata kustom ‘dark rose gold’ harus dikirim besok!”Baru saja aku hendak memutuskan sinyalnya, terdengar suara gaduh orang yang merampas ponsel itu.Lalu, terdengar suara teriakan Angela yang nyaris meledak, “Valen, kamu sudah diusir dari keluarga ini, jangan harap bisa menginjakkan kaki di sini lagi!”Suara anak buahku terdengar menahan amarah, “Nona Angela, jangan buat kekacauan lagi! Kalau pengiriman ini gagal, seluruh keluarga besar akan ikut hancur!”Angela tak peduli sama sekali, nadanya terdengar meremehkan, “Panik apa, sih?! Senjata-senjata itu sudah berhasil kukembangkan, sebentar lagi siap dikirim!”Anak buahku menjawab dengan tak percaya, “Apa? Bu

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 2

    “Cerai?”Mendengar itu, suara Vincent menjadi berat. Ujung jarinya mengetuk meja dua kali.“Valen, candaan seperti itu nggak boleh sembarangan diucapkan. Kamu harus sadar posisimu.”Aku menatapnya dalam diam saat dia berakting di depanku. Hatiku sudah tidak tergerak sedikit pun.Aku pun mulai mengikuti permainannya.“Dulu, aku yang memaksa para tetua keluarga besar untuk menjadi saksi ikatan kita. Sekarang, kita akhiri saja hubungan ini!”Angela yang mendengar percakapan kami sudah kegirangan.“Benar, memang sudah seharusnya di putuskan sejak awal. Ayo sekarang kita temui para tetua.”Angela menyenggol lengan Vincent, tak sabar ingin kami segera meresmikan perpisahan.Vincent ragu-ragu sejenak, nadanya datar tanpa emosi.“Aku harus mengurus urusan keluarga sekarang, masalah ini kita bicarakan lagi tujuh hari kemudian.”Aku menatap Vincent yang tidak terpengaruh dengan heran.Padahal dia rela membuangku demi Angela, lalu kenapa tak segera menuruti kemauan wanita itu?Jika dulu, aku past

  • Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya   Bab 1

    “Sebelum pergi, hapus semua data riset senjata ini. Ini teknologi inti keluarga, kamu pikir bisa membawanya pergi begitu saja?”Aku baru saja hendak melangkah keluar, malah dihalang oleh Angela.Tujuh tahun mengelola riset persenjataan keluarga, aku tentu tahu tidak pernah ada aturan bahwa ‘pergi ha

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status