ANMELDENPada malam ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Kiano kembali melewatkan makan malam bersama. Dia mengirimiku pesan bahwa harus bekerja lembur di bengkel. Aku melihat kue obral seharga seratus ribu itu di atas meja. Aku harus berdesak-desakan mengantre dengan orang banyak di supermarket untuk bisa membelinya. Aku pun menelan paksa rasa pahit di tenggorokanku. "Kita harus menabung untuk membeli rumah sesungguhnya di Bruklima," kataku pada diri sendiri. Aku lalu memasukkan kue itu ke dalam kulkas. Aku merapatkan mantel murahku erat-erat dan berjalan membelah udara malam yang dingin untuk pekerjaan paruh waktu mengantarkan makanan demi mencari uang tambahan. Tapi aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan suamiku yang "miskin" itu di sebuah hotel mewah di Mandira. Dia keluar dari mobil mewah dengan setelan jas pesanan khusus yang sangat rapi, melemparkan uang ratusan ribu kepada petugas parkir. Seorang wanita cantik yang mengenakan kalung rubi berwarna merah darah yang tak ternilai harganya mengikuti dari belakang, sambil menggandeng lengannya. "Kiano, hujannya lebat banget. Apa kau benar-benar harus kembali ke Bruklima untuk bermain rumah-rumahan dengan istrimu yang naif dan miskin itu?" rengeknya dengan manja. Kiano menatap cincin perak murahan dan kusam di jarinya. Secercah kelembutan melintas di sorot matanya yang dingin. "Selama tiga tahun ini, dia rela terima lima pekerjaan dalam sehari demi melunasi utang-utang palsu yang kubuat. Dia bahkan tidak mau pergi ke dokter ketika sedang sakit." "Ini sudah cukup. Dia sudah lulus ujian dariku. Setelah aku selesai membereskan pengkhianat di dalam keluarga, aku akan menceritakan semua padanya. Memberinya kemuliaan yang pantas dia dapatkan sebagai istriku." Wanita itu menggigit bibirnya. "Bagaimana kalau dia sampai tahu bahwa kau adalah seorang Bos Mafia dan hanya mengincar uangmu saja? Mengapa tidak memberitahunya kalau kau menderita penyakit parah saja, dan lihat apakah dia akan menghabiskan tabungannya untuk menyelamatkanmu. Uji dia sekali lagi .…" Kiano terdiam lama. Akhirnya, dia mengangguk. "Satu ujian terakhir. Setelah ini, aku akan memberinya pesta pernikahan termegah." Angin dingin menderu kencang. Aku mencengkeram kantong kertas makanan di tanganku. Air mata jatuh mengalir di wajahku tanpa suara. Aku sudah muak dengan cinta yang arogan dan penuh kebohongan ini.
Mehr anzeigenSudut Pandang Anita.Aku menatap dingin pada pria yang sedang menangis terisak-isak seperti orang gila di kakiku itu.Air matanya bercampur dengan darahnya sendiri, dan menodai gaun putih milikku.Tetapi, aku hanya mundur selangkah dengan perasaan muak. Aku menyentak gaunku dari genggamannya yang berlumuran darah."Anita ...." Tangan Kiano seketika membeku di udara. Dia menatap kilatan dingin di sorot mataku dengan ekspresi tak percaya."Jangan sentuh aku dengan tanganmu yang berlumuran darah dan penuh kebohongan itu." Aku menatapnya, dan suaraku terdengar datar."Selama tiga tahun, kau membuatku terlihat seperti badut, menghemat setiap recehan untukmu di apartemen busuk itu. Sementara kau tinggal di hotel mewah, menginjak-injak cinta dan harga diriku.""Kau terus bilang kalau kau melindungiku. Tapi, kaulah orang yang sudah hampir membunuhku dalam hujan badai itu."Kiano tersentak hebat, dia menggelengkan kepala dengan putus asa. "Tidak .... Aku tidak tahu kalau itu semua palsu .... An
Sudut Pandang Anita.Makan malam perpisahanku di sebuah restoran atap mewah Kota Mandira.Aku minum sampanye dan merasa sedikit sesak, jadi mendorong pintu kaca dan berjalan keluar menuju area teras untuk menghirup udara segar.Sesaat kemudian, sebuah jeritan yang sangat tajam terdengar memecah keheningan malam."Anita … pergi kau ke neraka!"Aku langsung menoleh dengan cepat.Sesosok bayangan muncul dari balik kegelapan pohon palem hias. Terlihat seorang wanita dengan rambut kusut dan tatapan mengerikan seperti hantu.Itu Cintia.Dia tidak lagi terlihat dalam balutan gaun pesanan khusus atau perhiasan seharga miliaran. Dia sekarang hanya mengenakan mantel yang sudah kotor dan robek.Selama tiga tahun ini, Kiano benar-benar seperti orang gila demi mencariku. Dia mencabut semua hak istimewa keluarga Cintia, memutus kartu kreditnya, dan mengusirnya dari rumah besar di Leksona seperti seekor anjing liar.Ekspresi wajahnya tampak dipenuhi oleh amarah. Matanya melotot dan menggenggam sebuah
Sudut Pandang Anita.Setelah mengatakan itu, aku langsung berbalik tanpa menoleh ke belakang."Hentikan dia!"Raungan Kiano yang memilukan menggema di belakangku.Suaranya penuh dengan kegilaan dan obsesi yang benar-benar tak terkendali.Bunyi suara klik tajam dan serempak dari senjata-senjata yang dikokang menggema di sepanjang lorong yang lebar.Belasan penjaga bersenjata dengan setelan jas hitam keluar dari kegelapan, mereka menghalangi jalanku sepenuhnya.Inilah dia, Sang Bos Mafia yang menguasai dunia mafia Kota Nerusia.Jika tidak bisa memilikinya secara baik-baik, maka dia akan mengambilnya dengan paksa.Aku berhenti dan berbalik dengan perlahan.Kiano tampak berjalan dengan terhuyung keluar dari apartemen palsu yang berjamur itu.Matanya merah sepekat darah. Dia menatapku seperti seekor binatang buas yang mengamuk."Anita, aku tidak bisa membiarkanmu pergi." Dia terengah-engah, suaranya terdengar serak dan putus asa. "Di luar terlalu berbahaya, kau hanya akan aman bersamaku! Ak
Sudut Pandang Anita.Petugas keamanan tidak ada yang berani menyentuh Sang Bos Mafia yang legendaris dan kejam itu. Mereka membiarkannya memblokir pintu belakang VIP."Anita, kumohon!" Matanya merah padam, dan suaranya bergetar hebat. "Walaupun kau harus memberiku hukuman mati, setidaknya beri aku kesempatan untuk menjelaskan. Datanglah ke rumahku, dan lihat sekali saja."Aku bahkan tidak sudi menatapnya, hanya berjalan lurus menuju ke mobil timku."Aku masih menyimpan buku catatan hijau tua milikmu yang dulu!" Dia tiba-tiba meraung. "Di dalamnya ada semua sketsa desain awalmu! Apa kau tidak menginginkannya lagi?"Langkahku langsung terhenti.Buku itu menyimpan seluruh jiwa dari desain-desain awal milikku.Aku pergi dengan begitu terburu-buru dan putus asa tiga tahun yang lalu sehingga tidak punya waktu untuk mengemasnya.Aku menoleh, menatapnya dengan sorot mata dingin."Kirimkan alamatnya," kataku dingin. "Aku datang hanya untuk mengambil barang-barangku. Dan ... menjauhlah dari mobi


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rezensionen