Short
Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas

Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas

Von:  Serein MAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Kapitel
227Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Pernikahan

Pilih Kasih/Egois

Mengejar Istri

Penyesalan

Mandiri

Cinta Toxic

Pada malam ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Kiano kembali melewatkan makan malam bersama. Dia mengirimiku pesan bahwa harus bekerja lembur di bengkel. Aku melihat kue obral seharga seratus ribu itu di atas meja. Aku harus berdesak-desakan mengantre dengan orang banyak di supermarket untuk bisa membelinya. Aku pun menelan paksa rasa pahit di tenggorokanku. "Kita harus menabung untuk membeli rumah sesungguhnya di Bruklima," kataku pada diri sendiri. Aku lalu memasukkan kue itu ke dalam kulkas. Aku merapatkan mantel murahku erat-erat dan berjalan membelah udara malam yang dingin untuk pekerjaan paruh waktu mengantarkan makanan demi mencari uang tambahan. Tapi aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan suamiku yang "miskin" itu di sebuah hotel mewah di Mandira. Dia keluar dari mobil mewah dengan setelan jas pesanan khusus yang sangat rapi, melemparkan uang ratusan ribu kepada petugas parkir. Seorang wanita cantik yang mengenakan kalung rubi berwarna merah darah yang tak ternilai harganya mengikuti dari belakang, sambil menggandeng lengannya. "Kiano, hujannya lebat banget. Apa kau benar-benar harus kembali ke Bruklima untuk bermain rumah-rumahan dengan istrimu yang naif dan miskin itu?" rengeknya dengan manja. Kiano menatap cincin perak murahan dan kusam di jarinya. Secercah kelembutan melintas di sorot matanya yang dingin. "Selama tiga tahun ini, dia rela terima lima pekerjaan dalam sehari demi melunasi utang-utang palsu yang kubuat. Dia bahkan tidak mau pergi ke dokter ketika sedang sakit." "Ini sudah cukup. Dia sudah lulus ujian dariku. Setelah aku selesai membereskan pengkhianat di dalam keluarga, aku akan menceritakan semua padanya. Memberinya kemuliaan yang pantas dia dapatkan sebagai istriku." Wanita itu menggigit bibirnya. "Bagaimana kalau dia sampai tahu bahwa kau adalah seorang Bos Mafia dan hanya mengincar uangmu saja? Mengapa tidak memberitahunya kalau kau menderita penyakit parah saja, dan lihat apakah dia akan menghabiskan tabungannya untuk menyelamatkanmu. Uji dia sekali lagi .…" Kiano terdiam lama. Akhirnya, dia mengangguk. "Satu ujian terakhir. Setelah ini, aku akan memberinya pesta pernikahan termegah." Angin dingin menderu kencang. Aku mencengkeram kantong kertas makanan di tanganku. Air mata jatuh mengalir di wajahku tanpa suara. Aku sudah muak dengan cinta yang arogan dan penuh kebohongan ini.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Aku kembali ke apartemen murahan itu, lalu membuka pintu kulkas dengan kasar.

Kue stroberi seharga seratus ribu lebih itu berada di rak paling atas. Lapisan krim murahnya sudah mulai meleleh.

Aku harus mengantre selama dua puluh menit setelah pulang kerja untuk bisa mendapatkannya. Aku menatapnya selama tiga detik. Kemarin, aku tidak akan pernah berani membuang dan menyia-nyiakannya.

Namun hari ini, aku membuang seluruh kotak kue itu ke dalam tempat sampah.

Selama tiga tahun penuh ....

Aku harus mengorek-ngorek tumpukan di keranjang diskon hanya demi mendapatkan sayuran yang sudah tidak segar. Aku memohon kepada tukang daging untuk mendapatkan potongan daging sisa yang murah. Dan semua itu kulakukan agar Kiano bisa makan dengan sedikit lebih baik.

Dia pulang setiap hari dengan baju bekas kerja yang berbau oli mesin. Dia selalu menghela napas dan memberitahu bahwa bosnya memotong gajinya lagi.

Aku akan memutar cincin kawin murah milikku yang sudah kusam seharga delapan ratus lima puluh ribu, lalu mencium pipinya, dan berkata, "Kau sudah bekerja sangat keras hari ini, Sayang."

Karena rasa cintaku yang begitu besar untuknya, aku rela mengambil tiga pekerjaan paruh waktu yang sangat melelahkan. Bahkan di tengah hujan badai malam ini, aku tetap mengendarai sepedaku menembus angin dingin untuk mengantarkan makanan.

Aku hanya ingin bisa menabung cukup uang untuk membeli sebuah apartemen kecil di Bruklima.

Lalu, bagaimana dengannya?

Dia bahkan membiarkan wanita lain menghakimi dan menghinaku seperti sampah tepat di luar sebuah hotel mewah.

Dan, apa selanjutnya?

Menunggu apa yang disebut pria itu sebagai "ujian" ini berakhir, lalu dia akan memberiku gelar Nyonya seperti melemparkan sepotong tulang kepada anjing liar?

Air mata seakan membakar mataku, tetapi aku menahannya.

Mengapa aku harus menangisi seorang pembohong?

Aku berjalan menuju kamar tidur, lalu menendang kotak perkakas berdebu berisi kunci pas, obeng, dan kain lap berminyak yang ada di bawah ranjang. Semuanya ternyata hanyalah properti sandiwara.

Jariku meraba bagian bawah kotak besi tersebut, dan menemukan sebuah tonjolan. Sebuah kompartemen tersembunyi.

Aku menahan napas dan membuka paksa pelat besi itu.

Aku sebenarnya sudah mengetahui kebenarannya.

Tetapi, saat melihat kartu hitam itu tergeletak tenang di dalam sana, napasku masih saja tercekat.

Kartu Hitam Amexina, kartu kredit tanpa batas pengeluaran dan hanya kurang dari satu persen orang di dunia ini yang memilikinya.

Aku menjepit kartu itu dengan ujung jariku yang gemetar.

Dia adalah seorang miliarder.

Setiap uang yang kukumpulkan dengan susah payah selama tiga tahun ini hanyalah sebuah lelucon bagi pria itu. Seratus kue murahku bahkan tak bisa untuk membelikannya seteguk minuman di dunianya yang nyata dan penuh kemewahan.

Aku menyelipkan kartu hitam itu kembali ke dalam kegelapan, tepat di tempat aku menemukannya.

Aku lalu merangkak ke atas ranjang dan menangis. Aku berdoa agar bisa segera terbangun dari mimpi buruk ini.

Saat fajar menyingsing, pintu depan berbunyi klik.

Kiano melangkah masuk. Aku terlalu mengenali aroma itu ... aroma oli mesin murahan.

Tetapi di balik aroma itu, ada sesuatu yang lain.

Parfum Forex beraroma gaharu. Aku pernah mencium aroma itu di konter sebuah mal. Satu botol parfum itu harganya lebih mahal daripada anggaran belanja bulanan kami.

Dia memainkan perannya dengan sangat sempurna.

"Anita, kau sudah bangun?" Dia tersenyum, berjalan ke dapur dengan membawa sebuah kantong kertas berwarna krem. "Aku membawakanmu kejutan."

Aku keluar kamar masih mengenakan piyama, sambil menarik jubah tidurku yang sudah usang dan berbulu rapat-rapat.

Dia mengeluarkan kue dari kantong itu dan memberikannya kepadaku.

Sebuah Kroisan jamur putih. Aku pernah melihat logo foil emas itu di media sosial. Itu adalah logo sebuah toko roti eksklusif di Mandira yang harganya mencapai delapan juta lebih per buah.

"Makanlah, Sayang. Ini masih hangat." Suaranya terdengar begitu lembut.

Aku mengambilnya dan menggigit sedikit. Mentega yang kaya rasa langsung melapisi lidahku.

"Ini pasti mahal, 'kan?" tanyaku datar, menatap langsung ke dalam matanya. "Sepertinya aku kenal logo itu."

Jari-jarinya berkedut seketika.

Kemudian, dia menggaruk kepalanya dan memberiku senyuman konyol khasnya seperti biasa. "Bosku punya sisa makanan dari jamuan makan malam mewah dengan rekan bisnisnya. Sayang sekali kalau harus dibuang. Jadi, aku ingin kau mencobanya."

"Bosmu sungguh murah hati," kataku pelan.

"Iya, dia selalu memperhatikanku." Kiano mengacak-acak rambutku, menghindari tatapan mataku. "Anita, tinggal dua tahun lagi, kita bisa membeli rumah impian kita."

Aku tersenyum, tidak mengatakan sepatah kata pun.

Kalau ini terjadi kemarin, aku pasti akan menangis bahagia karena haru. Namun hari ini, krim di mulutku bahkan terasa seperti butiran abu.

Ponsel bergetar di saku jaketnya.

Dia mengeluarkan ponsel, menghela napas, dan mencium keningku. "Ini dari bos. Dia membutuhkanku untuk kembali ke bengkel karena ada urusan darurat. Baik-baik di rumah ya, aku akan pulang terlambat."

Dia tidak tahu aku sempat melihat layar ponselnya. Untuk sepersekian detik, nama itu muncul di sana.

Cintia.

Begitu pintu tertutup, aku langsung meraih ponselku dan mencari nama itu di media sosial.

Dia muncul di hasil pencarian pertama. Dia adalah seorang model top majalah ternama. Unggahan yang disematkannya adalah sebuah foto dua tangan yang saling bertautan.

Keterangan foto itu membuat jantungku seakan berhenti berdetak.

[Kiano-ku yang manis membelikanku lagi sebuah kalung batu rubi. Yang keempat bulan ini! Apa yang harus kulakukan pada pria yang begitu terobsesi denganku ini?]

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rezensionen

M--G
M--G
sering terjadi nih.. pura2 miskin padahal py uang.
2026-07-05 10:56:40
0
0
9 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status