LOGINSuamiku, Vincent Cornela adalah seorang bos mafia, dia diserang dalam sebuah transaksi. Begitu bangun, dia ingat semua orang, kecuali diriku. Di depan anak buahnya, dia mengumumkan bahwa Angela adalah nyonya yang baru dan memberinya posisi sebagai ahli mekanik presisi. Namun, tanpa sengaja aku mendengar percakapan mesra mereka di gudang senjata, “Kamu meminjamkan identitas nyonya padaku selama tujuh hari. Selama tujuh hari itu, aku boleh melakukan apa saja pada tubuhmu, ‘kan? “Tentu saja! Aku pura-pura amnesia hanya untuk membuatmu senang.” Aku bersembunyi di balik bayangan, kukuku menusuk telapak tangan. Aku memilih untuk tak membongkar kebohongannya. Keesokan harinya di pertemuan keluarga, Vincent merenggut paksa cincin batu hitam dari jariku. Dia membentak, menyatakan bahwa Angela adalah nyonya satu-satunya. Lalu mengusirku dari Napol dan menuntutku menyerahkan semua gambar desain senjata. Semua anak buahnya menatapku, menunggu perlawananku. Namun, aku diam saja. Detik itu juga, aku mengajukan pengunduran diri dan gugatan cerai. Vincent tak tahu bahwa hanya aku yang paham tentang teknologi perakitan senjata model baru itu dan batas waktu pengirimannya hanya tersisa tujuh hari. Tujuh hari kemudian, saat pengiriman barangnya bermasalah dan posisi keluarganya terancam hancur, aku sudah menghilang sepenuhnya. Saat kami bertemu lagi, Vincent dengan panik mencengkeram tanganku dan bertanya, “Valen, kamu ke mana saja? Kok kamu meninggalkanku?” Aku berpura-pura bingung dan bertanya, “Maaf tuan, kamu siapa? Kita kenal?”
View MoreSetelah menyelesaikan urusan temanku, malam itu juga aku menghilang sepenuhnya dari vila Vincent.Aku tak membawa apapun, kecuali barang-barang yang kubawa saat pertama kali datang dulu.Aku menemukan sebuah perkebunan baru dengan taman zaitun di pinggiran Silia. Setiap pagi aku memangkas bunga mawar dan setiap sore membersihkan senjataku di teras. Hidupku terasa tenang dan indah.Belakangan aku baru tahu, demi menutupi kerugian bisnis senjatanya, Vincent menyerahkan tiga bidang tanah milik keluarganya di Palmo pada penguasa lokal Silia.Namun, pihak Silia tetap tak puas.Yang lebih buruknya, setelah aku pergi, Maikel, periset amunisi yang sudah mengikutiku bertahun-tahun, beserta dua puluh anak buah lainnya mengundurkan diri secara massal. Para tetua keluarga besar juga mulai menggerutu.Kini, Vincent seperti gasing yang berputar tanpa henti. Pagi hari dia harus menghadapi interogasi dari para tetua, malamnya dia harus ke dermaga untuk meminta maaf orang Silia.Kudengar dia tak tidur
Mendengar penolakanku, Vincent merasa sangat malu.Namun, saat ini dia sudah terdesak, tak ada jalan keluar lain selain memanggil Angela ke hadapanku.“Ini semua kekacauan yang kamu buat. Sekarang minta maaf pada Valen dan masalah ini dianggap selesai.”Terlihat jelas, Angela sangat enggan. Dia mencibir dan mencoba membantah, “Kenapa aku harus minta maaf padanya?”Vincent langsung mengerutkan kening, nadanya terdengar penuh peringatan, “Angela, jangan keras kepala! Jangan lupa siapa yang membuatmu hidup mewah selama bertahun-tahun ini! Kamu sudah nggak mau mobil sedan antipeluru itu?”Mendengar soal mobil antipeluru, mata Angela langsung berbinar.Akhirnya dia melirikku dengan enggan dan bergumam pelan,“Maaf, puas?”Aku tak menyangka Vincent bisa begitu murah hati pada Angela, bahkan rela memberikan mobil sedan antipeluru edisi terbatas.Dulu, saat aku menggunakan bonus hasil riset senjata kustomku sendiri untuk membeli pistol browning kustom, Vincent mengomeliku selama setengah tah
“Bos, lagipula aku hanya mengacaukan satu kerja sama ini saja, ‘kan? Ini juga bukan pertama kalinya, kok harus memasang wajah muram begitu padaku?” Vincent meremas gagang pistolnya kuat-kuat hingga jari-jarinya memucat.Dengan mata berkaca-kaca, Angela mulai memasang wajah tersakiti.Dia mulai mengoceh tentang satu per satu kegagalannya di masa lalu.Mendengar itu, teka-teki di kepalaku selama ini akhirnya terjawab.Tahun lalu, satu kloter senjata yang aku riset dan awasi sendiri secara langsung, tiba di tangan Vatik dalam keadaan rongsokan tak berguna yang daya ledaknya payah.Saat itu, Vincent menimpakan semua kesalahan padaku. Dia memarahiku, bilang aku tak becus menjaga barang dan hanya tahu merusak rencana saja.Padahal aku sudah memeriksa barang itu tiga kali sebelum membiarkan Angela mengirimnya.Siapa sangka, si Angela bodoh itu menghapus manifes barang asli sebelum pengiriman. Karena tak berani bertanya padaku, dia malah menyegel kotak berisi peluru rijek di gudang dan mengir
Mendengar laporan itu, Vincent meremas cerutu di tangannya kuat-kuat, keningnya juga berkerut.Dia langsung menoleh melihat Angela.“Apa yang terjadi? Kamu sendiri yang mengawasi pengiriman barang ini, kok bisa ada kesalaan fatal seperti ini?”Selama ini, akulah yang memegang kendali penuh atas urusan bisnis keluarga. Vincent hanyalah bos mafia secara nama saja.Baru saja tadi dia memuji Angela setinggi langit dan menyebutnya berkali-kali lipat lebih hebat dariku, tapi tak lama kemudian kekacauan besar ini terjadi.Karena belum pernah menghadapi masalah sebesar ini sebelumnya, Vincent mulai panik.Angela pun tak menyangka situasinya akan jadi begini, sudut mulutnya gemetar karena ketakutan.Namun, dia tetap bersikeras mencoba lepas tangan.“Risetmu nggak ada masalah sama sekali! Aku bekerja keras berhari-hari untuk menyelesaikannya! Pasti pihak kerja sama sengaja mau menjebak kita dan merusak reputasiku!”“Lagipula, keluarga kita bukan pengecut yang bisa ditakut-takuti! Kenapa harus ta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.