Share

Sedikit perih

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-06-17 06:46:00

Sebelum Nayra sempat membela diri, Anna langsung menoleh tajam ke arah pelayan tua itu.

"Mbok Ratih! Ngapain masih berdiri di situ melayani orang gak jelas? Ikut aku ke atas sekarang, bantu aku beresin kamar Agas!"

"Tapi, Non Anna... ini Non Nayra mau—"

"Gak usah dibantah! Sekarang!" potong Anna ketus dengan nada perintah yang tidak bisa diganggu gugat.

Mbok Ratih memandang Nayra dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa tidak enak yang teramat sangat.

"Maaf ya, Non Nayra..
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 60

    Arga membalikkan sedikit tubuhnya menghadap Nayra. Sisa-sisa kilatan amarah di matanya mendadak melunak, digantikan oleh tatapan teduh dan penuh perhatian yang khusus ia berikan hanya untuk istrinya. Pria itu mengulurkan tangan kirinya, meraih telapak tangan kiri Nayra yang bebas di atas konter, lalu membawanya ke depan bibir."Iya, Sayang. Aku lagi nemenin atasanku buat cari kado di mal ini. Gak sengaja lewat depan gerai kamu, jadi aku mampir buat lihat kondisi kamu," kata Arga lembut, disusul sebuah kecupan hangat dan lama yang mendarat di punggung tangan Nayra, mengabaikan kehadiran orang lain di sekitar mereka.Sementara itu, Shila yang menyaksikan momen kemesraan spontan tersebut di depan matanya sendiri merasa hatinya semakin panas membara. Dadanya naik-turun menahan luapan emosi yang bercampur aduk antara cemburu, kesal, dan marah. Pria yang dahulu selalu bersikap tenang dan mengalah kepadanya, kini justru menunjukkan perhatian dan perlindungan yang begitu luar biasa kepad

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 59

    "Maaf ya, Mbak Shila... sepertinya kamu sudah terlalu jauh ikut campur urusan yang sama sekali bukan urusan kamu," ucap Nayra dengan nada suara yang ditekan serendah mungkin, namun setiap kata yang keluar terdengar begitu menusuk dan penuh penekanan."Apa kamu bilang? Ikut campur? Aku cuma bicara kenyataan, Nayra!"Nayra tidak memedulikan bantahan tersebut. Ia menggeser sedikit tumpukan brosur toko di atas meja kasir dengan gerakan anggun, lalu melayangkan pandangan dingin ke arah pintu keluar kaca transparan. "Jika Anda datang ke sini tidak untuk membeli produk kami, lebih baik Anda pergi sekarang juga. Silakan."Mendengar kata 'silakan' yang diucapkan dengan begitu tenang namun mengusir itu, harga diri Shila yang setinggi langit runtuh seketika di hadapan kedua temannya. Wajahnya yang semula putih karena riasan tebal kini memerah padam akibat rasa malu yang teramat sangat."Kamu berani mengusirku, hah?! Jangan kurang ajar kamu ya, perempuan udik!" bentak Shila dengan suara meleng

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 58

    Mendengar sindiran yang begitu menusuk telinga, dada Nayra sempat berdesir perih. Ada rasa hangat yang menjalar di matanya, memicu amarah yang ingin meledak. Namun, begitu mengingat nasihat Arga tentang pentingnya menjaga martabat dan ketenangan diri, Nayra menarik napas dalam-dalam. Ia meremas jemari tangan kirinya di bawah meja kasir, mencoba menyalurkan seluruh sisa kesabarannya."Ada yang bisa saya bantu, Mbak Shila?" tanya Nayra dengan nada suara yang diusahakan tetap datar, tenang, dan profesional, mengabaikan seluruh hinaan yang baru saja dilontarkan.Shila melangkah mendekati meja kasir, lalu menggebrak tas bermerek miliknya di atas meja dengan kasar, membuat beberapa brosur di sana agak berantakan."Tentu saja ada. Aku ke sini kan sebagai *customer*, dan kamu tugasnya melayani aku dengan baik, bukan malah pasang muka masam begitu," ketus Shila, memajukan wajahnya. "Aku mau lihat koleksi barang terbaru yang ada di rak atas sana. Ambilkan sekar

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 57

    Sinar matahari sore menerobos masuk melalui pintu kaca gerai, memantulkan bayangan deretan produk yang tertata rapi di rak display. Ini adalah hari pertama ia kembali menginjakkan kaki di tempat kerja setelah mengambil cuti nikah selama hampir sepuluh hari. Langkah kakinya terasa sedikit lebih ringan, walau di balik kemeja kerjanya, plester medis masih melekat rapi melindungi luka di telapak tangan kanannya yang mulai mengering."Cieee... pengantin baru!" goda Tari, dengan suara melengking yang sengaja ditahan agar tidak menggema sampai ke area depan. Mata Tari berbinar-binar penuh kejahilan begitu melihat siluet Nayra yang baru saja muncul."Astaga, Tari! Suaramu kecilin sedikit, nanti kalau terdengar sampai luar gimana?"Tari tidak memedulikan protes itu. Ia malah berlari kecil, membuntuti langkah kaki Nayra dengan jarak yang sangat rapat, lalu menyandarkan tubuhnya di pintu loker besi yang terbuka. Senyum di wajah Tari semakin lebar, meng

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 56

    "Ahhh..."Napas Nayra mulai memburu, tersengal kecil di sela-sela tautan bibir mereka yang kian menuntut. Arga mengurai pagutan mereka sejenak, memberikan ruang bagi sang istri untuk meraup oksigen, namun dahi mereka tetap saling menempel. Napas hangat mereka beradu, menciptakan melodi intim di keheningan kamar."Mas... Arga..." bisik Nayra terbata-bata, menatap sayu ke dalam manik mata suaminya."Ya, Sayang? Aku di sini," sahut Arga dengan suara baritonnya yang kini terdengar lebih berat dan parau.Kedua tangan Arga yang kokoh kini beralih, turun mencengkeram pinggang ramping istrinya dengan kelembutan yang dominan, menuntun tubuh mungil itu bergerak mundur secara perlahan tanpa memutuskan sedikit pun keintiman yang tercipta. Langkah kaki Nayra terasa goyah, seolah seluruh persendiannya telah melumer akibat pesona suaminya yang begitu memabukkan.Hingga pada akhirnya, bagian belakang lutut Nayra membentur pinggiran ranjang *king size* yang empuk.

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 55

    Ia mempererat pelukannya, mengecup pelipis Nayra dengan penuh kelembutan. "Tapi aku berharap besar, ke depannya tempat ini akan menjadi istana kecil kita. Tempat kita membangun mimpi, membesarkan anak-anak kita nanti, dan menghabiskan sisa waktu kita bersama sampai akhir hayat."Mendengar ketulusan dan harapan yang tersirat dalam setiap untaian kata suaminya, sudut mata Nayra kembali menghangat. "Aminnn... Amin ya Rabbal Alamin," bisik Nayra khusyuk."Mulai hari ini, kamu bebas mau ngapain aja di sini, Sayang. Kamu gak perlu sungkan, gak perlu takut, dan gak perlu merasa ragu pada siapa pun lagi. Ini rumah kita, istana kita sendiri. Di sini, hanya ada kita berdua," bisik Arga, menekankan kata 'hanya ada kita' seolah ingin menegaskan bahwa tidak akan ada lagi gangguan dari ego Kak Anna atau tuntutan yang mengintimidasi seperti di Cikarang.Perasaan haru dan lega yang teramat sangat seketika membuncah di dalam dada Nayra. Ia segera membalikkan tubuhnya di dalam dekapan Arga, mengaba

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Meja makan II

    Arga menarik napas dalam-dalam, lalu bersandar pada sandaran kursi jatinya. Sebuah senyuman getir yang sangat dingin terukir di wajah tampannya. "Menurut Mama bagaimana? Apa Mama mau langsung percaya begitu saja dengan semua cerita sepihak dari Mbak Anna, seperti yang selalu Mama lakuka

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Meja makan

    Suasana ruang makan malam itu terasa berkali-kali lipat lebih mencekam dibandingkan malam-malam sebelumnya. Denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen terdengar begitu nyaring, memecah keheningan yang dipaksakan. Semua orang yang duduk melingkari meja kayu jati itu tamp

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Menghapus luka

    Nayra langsung tersentak kaget dan menolehkan kepalanya yang lemas ke arah sumber suara.Di sana, sosok Arga tengah berlari kencang memotong jarak di antara mereka. Napas pria itu memburu hebat dengan kaus oblong putihnya yang tampak sedikit kusut, mencerminkan bagaimana ia baru saja ber

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Nayra juga luka

    Kalimat terakhir Arga laksana sebuah hantaman telak yang langsung mengunci rapat mulut Anna. Wanita itu seketika terdiam seribu bahasa. Wajahnya yang semula merah padam karena amarah perlahan berubah menjadi sedikit pias. Ia tahu persis apa yang dimaksud oleh Arga. Ia tahu ada bata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status