Home / Romansa / Pak, Jangan! Nanti Ketahuan! / 123| The Pretty Reckless

Share

123| The Pretty Reckless

Author: sidonsky
last update publish date: 2026-04-30 22:10:01

Suasana ruangan kerja Atlas malam itu dipenuhi suara rintik hujan yang jatuh konstan di balik dinding kaca tinggi yang menghadap langsung ke jalanan kota.

Dari lantai atas gedung itu, lampu-lampu kendaraan terlihat seperti garis cahaya yang bergerak perlahan, sesekali terdistorsi oleh air hujan yang mengalir di permukaan kaca. Langit gelap menggantung rendah, seolah menekan suasana menjadi lebih sunyi dari biasanya.

Di dalam ruangan luas itu, pencahayaan hangat dari lampu-lampu tersembunyi mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   184| Downfall Era

    Butuh waktu cukup lama sampai Aruna benar-benar tenang. Semua tirai rumah ditutup rapat, suara kerumunan di luar memang masih terdengar sesekali, tetapi setidaknya ia tidak perlu melihat mereka secara langsung. Kini Aruna duduk meringkuk di sofa ruang tamu, di tangannya terdapat secangkir cokelat hangat yang dibuatkan Amanda, sementara ponselnya masih menempel di telinga."Iya, Tante Amanda di sini," ucap Aruna pelan ke ponselnya.Suara Atlas terdengar dari seberang, nada bicaranya terdengar lelah tapi tetap berusaha tenang."Mas Atlas nggak usah khawatir," kata Aruna lagi, melirik Amanda yang sedang duduk di kursi sebelah. Wanita itu membalas dengan senyum kecil. "Iya. Hati-hati."Beberapa detik kemudian panggilan terputus. Aruna meletakkan ponselnya di atas meja kaca. Amanda lalu mendorong secangkir teh hangat ke depan dirinya sendiri sebelum kembali menatap Aruna."Jadi," katanya pelan, "kontrak itu bohong?"Pertanyaan tembakan itu membuat Aruna menunduk, dengan jemarinya yang sali

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   183| Pelukan Dalam Kegelapan

    Aruna tidak tidur malam itu. Sejak pesan anonim itu kembali masuk ke ponselnya, ia hanya meringkuk di atas ranjang dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Lampu kamar sudah lama dimatikan, menyisakan cahaya temaram dari layar ponsel yang sejak tadi tak pernah benar-benar ia lepaskan dari genggamannya. Matanya terus kembali pada kalimat yang sama.Membiarkan Atlas tenggelam di kapalnya sendiri. Kalimat itu terasa seperti pisau yang perlahan menggores bagian paling sensitif dalam hatinya, karena jauh di dalam dirinya, di tempat yang paling enggan ia akui, Aruna tahu kenapa kalimat itu begitu menyakitkan. Karena sebagian dirinya takut itu benar.Sejak kontrak mereka bocor, semua hal buruk seolah datang bertubi-tubi. Nama Atlas diseret ke mana-mana, Heartline kehilangan kepercayaan publik, investor mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan, saham bergerak tidak stabil, dan media menyerang tanpa henti. Dan dirinya? Dirinya hanya menjadi pusat badai itu. Aruna memejamkan mata

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   182| Limbo

    Malam sudah turun ketika Aruna akhirnya sampai di kediamannya. Tubuhnya terasa lelah, bukan hanya karena jadwal yang padat, tetapi juga karena semua hal yang terjadi hari ini seperti menghantamnya tanpa jeda.Van yang membawanya berhenti perlahan di depan rumah. Pintu otomatis bergeser terbuka dengan suara lirih, dan Aruna menghela napas panjang sebelum melangkah turun.Namun baru beberapa langkah menjauh dari mobil, sorot lampu terang tiba-tiba menyapu halaman rumahnya dari arah belakang. Aruna refleks memutar tubuh, dan sebuah Lamborghini hitam berhenti tepat beberapa meter di belakang van miliknya. Jantungnya berdegup.Pintu mobil sport itu terbuka, dan Atlas turun dari sana. Dengan jas gelap yang masih melekat rapi di tubuhnya, wajah tegang, serta langkah cepat yang sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Aruna untuk bereaksi."Mas Atlas?"Belum sempat Aruna mengucapkan apa pun lagi, Atlas sudah sampai di hadapannya. Lelaki itu langsung menarik tubuh Aruna ke dalam pelukan, e

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   181| Rumah yang Runtuh

    Seseorang telah mengubah isi kontrak mereka, dan fakta itu membuat keadaan yang semula buruk berubah menjadi jauh lebih rumit.Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, internet seperti kehilangan akal sehatnya. Portal berita, akun gosip, kanal ekonomi, hingga forum-forum diskusi mulai membahas hal yang sama. Nama Atlas Wicaksono dan Aruna muncul di mana-mana. Potongan kontrak yang telah dimanipulasi itu tersebar luas tanpa ada yang benar-benar tahu mana bagian asli dan mana yang telah diubah.Yang mereka tahu hanya satu. Hubungan Atlas dan Aruna berawal dari sebuah kontrak. Dan itu sudah cukup untuk membuat publik menghakimi.Aruna yang selama ini dikenal sebagai pembawa acara podcast Ruang Rasa, perempuan yang memberi nasihat tentang hubungan, cinta, komunikasi, dan komitmen, kini justru menjadi sasaran utama. Pakar cinta gadungan. Pembohong. Social climber. Perempuan yang memanfaatkan Atlas demi popularitas. Semua label itu dilemparkan tanpa ampun.Satu per satu brand mulai men

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   180| Guilty as Sin

    [EXCLUSIVE: KONTRAK PERJANJIAN HUBUNGAN ATLAS WICAKSONO & ARUNA BOCOR]Hubungan yang selama ini dianggap sebagai kisah cinta paling sempurna di kalangan publik mendadak menjadi sorotan setelah sebuah dokumen yang diduga merupakan kontrak hubungan antara Atlas Wicaksono dan Aruna tersebar luas di internet. Dokumen tersebut memperlihatkan sejumlah pasal yang mengatur hubungan keduanya secara rinci, mulai dari kewajiban tampil bersama di depan publik hingga kesepakatan finansial yang diduga diberikan Atlas kepada Aruna. Kebocoran ini langsung memicu pertanyaan besar dari masyarakat. Benarkah hubungan yang selama ini dipertontonkan hanyalah sebuah kontrak? Apakah semua kemesraan yang ditampilkan selama ini hanya bagian dari kesepakatan bisnis?Tak hanya itu, kredibilitas Aruna sebagai pakar cinta dan pembawa acara Ruang Rasa ikut dipertanyakan. Banyak pihak menilai seseorang yang membangun citra hubungan ideal namun ternyata menjalani hubungan kontrak dianggap tidak layak memberikan na

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   179| Malam Petaka

    Meskipun kejadian di rumah Camelia sempat meninggalkan bekas di pipinya, satu kalimat dari Atlas berhasil menutupi semuanya."I love her."Kalimat itu terus terngiang di kepala Aruna sejak semalam. Bahkan ketika pagi berganti siang, lalu siang berubah menjadi malam dan ia harus menghadiri acara peluncuran fitur terbaru Heartline sebagai salah satu pembicara utama, senyum itu masih bertahan di bibirnya.Hari ini Aruna mengenakan gaun hitam elegan dengan potongan punggung terbuka yang memperlihatkan kulit putih mulusnya. Rambut panjangnya ditata rapi dalam sanggul rendah modern, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya dengan sempurna. Berlian yang melingkar di jemarinya memantulkan cahaya lampu ballroom setiap kali ia bergerak.Ballroom khusus yang disewa Heartline malam itu berada di lantai tertinggi sebuah hotel bintang lima. Megah, eksklusif, dan dipenuhi tamu-tamu yang bahkan sebagian besar tidak pernah muncul di media. Para pengusaha, investor, petinggi perusahaan tekno

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   126| Dialog di Ujung Hari

    Suasana ruang tengah itu tenggelam dalam pencahayaan redup yang hanya bersumber dari lampu sudut dan sorot kecil dari layar ponsel yang belum sepenuhnya dimatikan. Bayangan bergerak pelan di dinding, mengikuti setiap gerak tubuh yang masih menyisakan ketegangan dari kejadian beberapa menit lalu.Di

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   125| Pelukan di Tengah Badai

    "Kamu tidak apa-apa?!" Ia langsung mendekat, kedua tangannya menangkup wajah Aruna, memeriksa setiap sisi dengan tatapan yang tidak biasa, khawatir, nyata, dan tanpa disembunyikan.Membuat Aruna mengangguk pelan, meski tubuhnya masih gemetar. Namun begitu melihat Atlas, sesuatu di dalam dirinya la

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   124| The Manipulated

    Aruna merebahkan kepalanya di sandaran kursi van besar milik Atlas, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam empuknya jok kulit yang terasa terlalu nyaman untuk malam yang melelahkan seperti ini. Lampu kota berkelebat di balik kaca jendela, memantul samar di wajahnya yang masih dipenuhi sisa riasan dan

  • Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!   122| Ke Arah Lain

    [EXCLUSIVE: ATLAS WICAKSONO RESMI BERTUNANGAN DENGAN KEKASIHNYA ARUNA, SEORANG BEAUTY INFLUENCER DAN PAKAR CINTA]Kabar itu menyebar jauh lebih cepat daripada yang Aruna bayangkan.Tidak hanya di satu portal berita, tapi hampir di semua lini media digital. Foto-foto malam gala itu beredar luas, pot

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status