author-banner
sidonsky
sidonsky
Author

Novels by sidonsky

Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Usai diselingkuhi suaminya yang ‘sempurna', Liraya kabur ke kota lain. Tidak disangka, sesampainya disana ia bertemu lagi dengan cinta pertama yang tidak direstui oleh sang ibu, Jagara. Namun, pria itu kini merupakan calon pengantin yang akan menggelar acara di sana. Pertemuan itu seharusnya berakhir. Namun Jagara menariknya kembali ke dalam lingkarannya—dengan amarah yang belum padam, dendam yang belum selesai, dan rasa yang seharusnya sudah mati. "Saya tahu ini salah," Jagara bersuara parau, penuh dengan konflik. "Tapi saya gak bisa, Raya. Saya gak bisa gak mencintai kamu." Raya membeku mendengar pernyataan itu. Tak separah saat, "Setelah apa yang kamu kasih ke saya semalam? Kamu masih bilang gak ada apa-apa?"
Read
Chapter: 91| Keputusan Spontan
Pagi datang tanpa tergesa, menyelinap lewat celah tirai dan jatuh lembut di dinding kamar Raya. Ia terbangun bukan oleh alarm, melainkan oleh kesadaran kecil yang menyenangkan—hari ini libur. Tidak ada jadwal operasi, tidak ada rapat mendadak, tidak ada panggilan pasien gawat. Hanya satu agenda yang tertera rapi di kepalanya: sebuah seminar kedokteran gigi di salah satu universitas negeri ternama, siang nanti. Undangan resmi sudah ia terima sejak dua minggu lalu.Namanya tercantum sebagai pembicara tamu untuk sesi diskusi klinis. Bukan hal baru, tapi tetap saja ada rasa tanggung jawab yang membuatnya ingin tampil prima.Raya berguling pelan, duduk di tepi ranjang, lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dibandingkan beberapa hari lalu. Tidak ada pusing yang mengganggu, tidak ada rasa mual samar. Ia tersenyum kecil pada dirinya sendiri sebelum berdiri dan menuju kamar mandi. Air hangat mengalir membasahi bahunya, membawa sisa-sisa lelah y
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 90| Belum Mengenal Jagara
Malam sudah benar-benar turun ketika Jagara mengemudi sendirian meninggalkan klinik.Kota tampak tenang dari balik kaca mobil, lampu-lampu jalan memantul memanjang, berpendar lembut seolah tak tahu bahwa di dalam dada lelaki itu ada sesuatu yang sedang berpacu cepat. Kertas hasil lab masih berada di tangannya, terlipat rapi namun tak pernah benar-benar ia lepaskan sejak keluar dari ruang dokter. Setiap kali jemarinya menyentuh permukaan kertas itu, ada rasa nyata yang menegaskan bahwa semua ini bukan ilusi. Bukan lagi dugaan, bukan lagi ketakutan yang ia pendam sendirian selama dua bulan terakhir.Jantungnya berdegup tidak teratur, bukan karena kecemasan, melainkan karena antusiasme yang tertahan. Bayangan Raya muncul berulang kali di benaknya, begitu jelas hingga hampir terasa menyakitkan. Cara wanita itu menatapnya di hari terakhir mereka bertemu, tatapan yang tidak marah namun juga tidak berharap. Tatapan seseorang yang sudah terlalu lelah untuk menunggu penjelasan. Jagara menel
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: 89| The Truth Behind the Poison
Ruang tunggu itu terasa lebih sempit dari ukurannya yang sebenarnya.Lampu putih di langit-langit memantul dingin di lantai keramik, membuat bayangan Jagara jatuh lurus dan kaku di bawah kursinya. Bau antiseptik mengisi udara, menusuk hidung, bercampur dengan aroma kopi dari dispenser sudut ruangan, aroma yang biasanya menenangkan, namun kali ini justru membuat dadanya terasa penuh.Jagara duduk dengan punggung tegak, kedua lengannya terlipat di depan dada. Sikapnya terlihat tenang, nyaris dingin, namun hanya ia yang tahu betapa keras tubuhnya bekerja menahan diri. Jari-jarinya menekan lengan jasnya sendiri, bukan karena dingin, melainkan karena ia butuh sesuatu untuk digenggam agar pikirannya tidak lepas kendali.Di balik pintu kayu bercat pucat itu, dokter kepercayaannya, seorang pria paruh baya dengan suara tenang dan tatapan objektif—sedang membahas hasil uji laboratorium yang sudah Jagara tunggu selama dua bulan terakhir. Dua bulan penuh penyangkalan. Dua bulan hidup di antara “
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: 88| Perlakuan Sederhana
Hari pertama Raya kembali bekerja berjalan lebih pelan dari biasanya dan untuk pertama kalinya, itu bukan hal yang membuatnya gelisah.Ia tiba di rumah sakit saat matahari belum sepenuhnya naik, mengenakan jas dokter yang masih terasa sedikit asing di bahunya setelah beberapa hari terbaring sebagai pasien. Langkahnya terukur, tidak tergesa, seolah tubuhnya sendiri masih memberi peringatan agar tidak memaksakan apa pun. Aroma antiseptik yang khas menyambutnya, membawa rasa familiar yang justru menenangkan.“Udah enakan, Dok?” sapa seorang perawat ketika Raya melewati nurse station.Raya berhenti sejenak, menoleh dengan senyum kecil yang jujur. “Lumayan,” jawabnya singkat, tidak berlebihan, tidak pula meremehkan. Ia tahu tubuhnya belum sepenuhnya pulih, tapi hari ini, setidaknya, ia merasa cukup.Untungnya, jadwal hari ini bersahabat. Tidak ada operasi. Tidak ada tindakan berat yang menuntut stamina penuh. Hanya pemeriksaan rutin, visit pasien, membaca hasil lab, dan diskusi singkat den
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: 87| Anggota Geng Motor
Motor Triumph Bonneville Speedmaster berwarna hitam itu melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di depan bangunan apartemen sederhana tempat Raya tinggal. Mesin besar itu menggeram pelan sebelum benar-benar mati, menyisakan keheningan malam yang hanya diisi suara serangga dan dengung lampu jalan yang redup.Raya turun perlahan. Tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih, dan perjalanan singkat tadi—meski terasa aman—cukup menguras tenaganya. Ia meraih helm full face yang sejak tadi melindungi kepalanya, sedikit kesulitan membuka pengait di bawah dagu.Belum sempat ia benar-benar melepasnya, tangan Aksara sudah lebih dulu terulur.“Biar saya,” ucapnya ringan.Dengan gerakan hati-hati, Aksara membantu membuka pengunci helm, lalu mengangkatnya perlahan dari kepala Raya. Rambut wanita itu sedikit kusut, beberapa helai menempel di dahi dan pelipis akibat keringat. Tanpa sadar, Aksara merapikannya, jemarinya menyibak helaian rambut yang jatuh ke wajah Raya, gerakannya pelan, nyaris refleks.“Be
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: 86| Insatiable Habits
Hari terakhir Raya dirawat berjalan tanpa drama berkepanjangan, setidaknya di permukaan.Tak ada kejadian mendadak, tak ada alarm yang berbunyi terlalu nyaring, tak ada langkah tergesa yang biasanya mengiringi hari-hari sibuknya sebagai dokter. Semua terasa… tenang. Terlalu tenang, sampai keheningan itu sendiri terasa melelahkan.Rutinitas rumah sakit berjalan seperti biasa. Perawat datang dan pergi, mencatat, mengecek tekanan darah, mengganti cairan infus dengan gerakan efisien yang nyaris otomatis. Seorang dokter jaga menyempatkan diri mampir, membuka berkasnya, lalu menatap Raya dengan ekspresi profesional.“Kondisinya sudah stabil,” ucapnya sambil menutup map. “Tapi jangan terlalu memaksa diri. Istirahat penuh dulu beberapa hari, hindari begadang, dan tolong… makan teratur.”Raya mengangguk. Ia mendengar semua itu, mencatatnya dengan kepala, meski tahu sebagian akan sulit ia patuhi. Ada resep yang diselipkan, jadwal kontrol ulang yang dituliskan singkat, dan pesan terakhir yang di
Last Updated: 2026-01-01
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Bagi Elanora Maheswari, menulis novel hanyalah pelarian di tengah rutinitasnya sebagai staf IP Development di sebuah perusahaan penerbitan besar—meski ia sendiri bukan penulis profesional. Namun, satu kesalahan konyol mengubah segalanya. Naskah dewasanya justru terbaca oleh Dirgantara Ardawijaya, sang CEO megah yang namanya dengan sembrono ia jadikan tokoh utama. Sejak saat itu, Elanora terikat pada pria yang seharusnya hanya ada dalam fantasi. Bukan hanya menyingkap rahasianya, tapi Dirga juga menuntut sesuatu yang jauh lebih berbahaya yaitu memuaskan hasratnya sendiri. “Apa yang ada di pikiranmu saat menulis adegan ini?” suaranya rendah, menghantam telinga sekaligus detak jantungnya. Tatapannya menusuk, nyaris menelanjangi. Ia tersenyum samar. “Saya?” WARNING 21+
Read
Chapter: 193 (Epilog)
Rumah Dirgantara malam itu jauh berbeda dari masa-masa dulu, tidak lagi sunyi, tidak lagi dingin. Lampu-lampu hangat temaram, aroma lavender memenuhi udara, dan dari salah satu sudut ruangan terdengar suara lembut dan teratur… napas seorang bayi yang sedang tidur.Nora berdiri di samping boks kecil itu, jemarinya mengusap lembut pipi chubby yang memerah alami. Ada lingkaran gelap samar di bawah matanya, hasil begadang selama berbulan-bulan, namun matanya tetap jernih, penuh cinta, dan tidak sekali pun menunjukkan tanda penyesalan.“Aneh ya,” bisiknya lirih pada bayi mereka. “Dulu saya cuma nulis fantasi… sekarang saya hidup di dalamnya.”Pintu kamar bergeser pelan. Dirga masuk dengan langkah hati-hati seperti seseorang yang takut mengusik kedamaian yang rapuh. Ia masih menggunakan kemeja kerja, lengan sudah digulung, dasi sudah dilepas sejak lama. Tatapannya langsung jatuh pada dua makhluk paling berarti dalam hidupnya.“Nora,” panggilnya pelan.Gadis itu menoleh, tersenyum kecil. “Ud
Last Updated: 2025-11-26
Chapter: 192
"Saya juga. Tapi saya bersama kamu. Kita lakukan ini bersama. Tarik napas... lihat saya... jangan lepaskan tangan saya, janji?"Nora mengangguk lemah, air mata mulai menggenang di matanya.Dokter Darmaji, seorang pria paruh baya dengan wajah tenang dan berpengalaman, masuk ke ruangan. "Pembukaan sudah penuh. Kita siap mulai."Dirga mengangguk cepat tanpa melepaskan pandangannya dari Nora, bahkan tidak sedetik pun. Maka, dimulailah pertarungan paling sengit yang pernah Dirga ikuti, bukan di ruang rapat yang dingin, melainkan di ruangan ini yang dipenuhi teriakan, keringat, dan aroma cinta yang membara. Kontraksi datang seperti gelombang badai yang saling menindih, tanpa ampun."Dorong, Nyonya! Tarik napas dalam-dalam dan dorong!" perintah bidan kepala dengan suara yang tegas namun menenangkan."Sedikit lagi! Kepala bayinya sudah kelihatan!""Bagus! Begitu! Lagi!""AAAHHHH!!!" Nora memekik, tubuhnya menegang kaku, tangannya hampir menghancurkan jari-jari Dirga. Ia menarik rambut suaminy
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: 191
Gedung Ardawijaya Group menjulang tinggi di tengah hiruk pikuk kota, sebuah monumen modern dari baja dan kaca yang mencerminkan ambisi tunggal pemiliknya. Namun, siang itu, getaran yang terasa bukan berasal dari lalu lintas di bawah atau angin yang menerjang puncaknya. Getaran itu lahir dari satu sumber amarah murni yang memancar dari lantai eksekutif Dirgantara Ardawijaya.Di dalam ruang rapat utama yang luas, dengan dinding kaca yang memandang ke langit-langit kota, udara terasa dingin dan pekat. Meja mahoni yang mengkilap seolah mengecil di bawah tekanan energi negatif. Para direktur, pria dan wanita yang biasanya percaya diri dan mengendalikan pasar, kini terlihat seperti anak sekolah yang dimarahi. Rapat berjalan kacau bukan karena grafik merah di layar atau laporan keuangan yang mengecewakan, tapi karena sang raja di kerajaannya sedang naik pitam."Bagaimana bisa kontrak sebesar itu nyaris terlepas?!" suara Dirga menghentak meja. Bunyi dentuman yang keras membuat cangkir kopi
Last Updated: 2025-11-24
Chapter: 190
Begitu jet pribadi mulai menurunkan ketinggian, lampu kabin berganti menjadi mode pendaratan. Di luar jendela, Dubai bersinar seperti hamparan emas, gedung-gedung tinggi memantulkan cahaya lampu kota, gurun malam membentang sunyi dengan garis-garis jalan yang berpendar.Nora memandangi pemandangan itu sambil memegang perutnya, sedikit tak percaya bahwa perjalanan impulsif ini benar-benar terjadi. Semua demi satu kalimat iseng dari bibirnya: ingin makan cokelat Dubai langsung dari Dubai.Sementara itu, Dirga duduk di sebelahnya, tubuhnya sedikit condong untuk memastikan Nora nyaman. Tangan besar lelaki itu terus bertengger di pinggang Nora, tidak bergerak terlalu jauh, tidak pernah benar-benar melepaskan.“Begitu kita turun, kamu tetap di dekat saya,” ujar Dirga perlahan, suaranya mantap dan mengandung aba-aba. “Bandara di sini cukup ramai bahkan untuk jalur private. Saya tidak ingin kamu terpisah sedikit pun.”Nora tersenyum kecil. “Mas, saya kan nggak mau kabur.”“Saya tidak peduli,”
Last Updated: 2025-11-23
Chapter: 189
Keputusan itu langsung mengubah seluruh suasana rumah. Dalam waktu kurang dari lima belas menit, rumah besar Dirgantara seakan berubah menjadi markas operasi militer yang sedang menghadapi krisis internasional.Lorong-lorong yang biasanya sunyi mendadak penuh suara langkah cepat, suara walkie-talkie, dan instruksi yang bersahut-sahutan. Para pengawal bergerak bak prajurit terlatih, sebagian menghubungi tim bandara untuk memastikan semua izin terbang darurat diproses seketika, sebagian lagi memeriksa keamanan rute dari rumah ke hanggar pribadi.Matthew sudah berlari ke garasi bawah tanah, mengecek kondisi jet pribadi yang memang selalu standby, tetapi hari ini harus siap sekarang juga. Ia memastikan bahan bakar penuh, pilot dan co-pilot sudah dipanggil, lalu mengirim laporan singkat ke ponsel Dirga.Asisten rumah tangga muncul dari berbagai penjuru membawa koper, pakaian longgar Nora, jaket, syal, dan bahkan bantal favorit perempuan itu. Mereka memasukkannya ke koper dengan efisiensi t
Last Updated: 2025-11-22
Chapter: 188
Tidak pernah terbayang oleh siapa pun terutama oleh Dirgantara Ardawijaya, pria yang selama ini memegang kendali atas segalanya, bahwa bentengnya yang paling pribadi, rumah megahnya yang selama ini dikenal dingin, sunyi, dan membosankan, akan berubah menjadi… sebuah museum warna-warni yang kacau dan penuh kehidupan.Rumah itu dulu adalah cerminan dirinya. Sebuah kubus marmer abu-abu yang berdiri kokoh di tengah taman yang terawis rapi. Di dalamnya, lantai marmer hitam mengkilap yang begitu dingin hingga menyentuh telapak kaki, memantulkan bayangan sosok-sosok yang bergerak tanpa suara. Patung-patung menyeramkan dari batu obsidian, karya seni abstrak yang terasa lebih seperti ancaman daripada hiasan, berdiri di setiap sudut seperti penjaga bisu. Vas-vas minimalis tergeletak kosong, tanpa bunga, karena menurut Dirga, bunga adalah representasi sesuatu yang akan layu dan mati. Pencahayaan redup, tersembunyi di balik balik-balik langit-langit, menciptakan suasana seperti hotel bisnis prem
Last Updated: 2025-11-21
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status