LOGINFajar menyapa dengan sinar oranye pucat di balik kabut Arkanis.
Burung-burung berterbangan rendah di atas atap jerami, dan pasar mulai hidup kembali. Namun di sudut bengkel tua itu, Raka masih duduk di depan alat kecil yang kini mengeluarkan suara pelan — ssshhhhhh… — uap naik perlahan dari cerobong mungilnya. Ia menatap hasil kerjanya dengan mata lelah namun puas. Sebuah kompor uap mini berbahan logam kasar, dengan katup yang ia bentuk sendiri. Alat sederhana, tapi bagi dunia ini… itu revolusi. [Item baru: Kompor Uap Mini (Tier D)] Status: Aktif Output Energi: 12 kPa Durabilitas: 74% Efisiensi Energi: 51% Blueprint otomatis tersimpan di database sistem. “Dunia tanpa listrik, tanpa generator… tapi punya sihir. Ini artinya aku bisa bikin campuran teknologi dan sihir,” gumam Raka sambil menyentuh layar holografik yang hanya bisa dilihat olehnya. [Fungsi baru terbuka: Integrasi Mana] Keterangan: Sistem mendeteksi sumber energi lokal non-elektrik. Host dapat menyesuaikan teknologi untuk memanfaatkan mana sebagai bahan bakar alternatif. “Mengubah mana jadi tenaga mesin…” Raka terkekeh. “Kalau berhasil, aku bisa bikin revolusi industri di dunia fantasi ini.” Ia baru hendak menguji lagi alatnya ketika terdengar teriakan dari luar bengkel. “Buka pintunya! Kami tahu kau di dalam!” Raka terlonjak. Ia cepat mematikan kompor uapnya dan menutupinya dengan kain goni. Saat pintu didobrak, beberapa pria berpakaian seragam kulit masuk, diikuti seorang tua berjubah panjang berwarna abu-abu tua — simbol Gereja Cahaya Suci. Pandai besi pemilik bengkel berdiri di belakang mereka, wajahnya tegang. “Dia yang kulihat semalam, Tuan Pendeta! Aku pikir dia mencuri logamku, tapi... lalu muncul cahaya biru dari tangannya!” Pendeta itu menatap Raka dengan tajam. “Anak muda, apakah benar kau memanggil api tanpa mantra? Cahaya biru itu… bukan dari sihir yang kami kenal.” Raka mencoba berpikir cepat. “Aku hanya bereksperimen dengan panas, Tuan. Tidak ada sihir—” “Diam!” seru salah satu penjaga. “Kau berani menentang Gereja?” [Peringatan: Host dalam bahaya.] Mode bertahan otomatis siap diaktifkan. Aktifkan Defend Protocol? (Y/N) Raka memandangi layar holografik yang muncul tiba-tiba di depannya. “Defend… aktifkan!” [Defend Protocol diaktifkan.] Membentuk perisai elektromagnetik skala kecil – daya: 5% baterai internal. Seketika suara mendengung muncul di udara. Saat salah satu penjaga mencoba menariknya, percikan biru menyambar — tangan pria itu terpental seolah terkena aliran listrik! Semua orang di ruangan itu mundur ketakutan. Pendeta berteriak, “Lihat! Itu sihir terlarang! Dia penyihir mesin!” Raka panik, tapi otaknya langsung bekerja cepat. “Scanner, tunjukkan peta keluar!” [Peta Mini Aktif] Jalur evakuasi terdekat ditandai hijau. Ia melihat bayangan jalur cahaya hijau di lantai, menuju pintu belakang bengkel. Tanpa berpikir panjang, ia melompat dan berlari mengikuti panduan holografik itu. Batu-batu kecil berhamburan, dan teriakan orang-orang mengejarnya. “Tangkap dia! Penyihir itu bawa kutukan!” Ia berlari melewati gang sempit hingga mencapai tepi kota. Nafasnya berat, tapi matanya berbinar. Ia sadar: sistem ini bukan hanya alat — tapi kunci kekuatannya di dunia baru ini. [Selamat. Host berhasil melarikan diri dari ancaman pertama.] Reward: Akses Level 2 terbuka. Fitur baru tersedia: Tech Tree (Pohon Teknologi) dan Auto Blueprint Generator. Di depan matanya muncul antarmuka besar berbentuk hologram biru muda — seperti pohon bercabang-cabang, setiap cabangnya berisi ikon kecil teknologi dunia lama: roda gigi, listrik, senjata api, bahkan komputer. “Tech Tree…” Raka tersenyum pelan. “Dunia ini masih di abad besi. Tapi kalau aku bisa buka jalur teknologi satu per satu… aku bisa ubah sejarah Arkanis.” Malam itu, di perbatasan hutan utara, Raka membuat kemah kecil dan menatap langit. Dua bulan bercahaya lembut, memantul di permukaan sungai. Ia membuka menu sistem, membaca setiap fitur baru dengan hati-hati. Fitur Sistem (Level 2): Tech Tree – mengembangkan teknologi baru berdasarkan pengetahuan Host. Auto Blueprint Generator – membuat rancangan alat dari konsep dalam pikiran. Material Scan – mendeteksi bahan sekitar untuk pembuatan alat. Integrasi Mana – konversi energi sihir menjadi daya teknologi. Defend Protocol – perlindungan otomatis skala kecil. “Sumber daya saat ini: 32 unit logam, 5 unit kayu, 1 unit batu bara.” “Saran: Bangun Base Awal – Workshop Mini.” Raka menatap hutan gelap di hadapannya, lalu tersenyum. “Base pertama di dunia baru ini… akan kubangun malam ini.” Ia menggenggam tanah, membuka mode konstruksi holografik, dan mulai menata fondasi dengan bantuan sistem. Setiap kali ia memukul kayu dengan palu, percikan hologram muncul, membentuk struktur setengah nyata. Dan perlahan, di tengah hutan Arkanis, berdirilah bangunan pertama hasil perpaduan antara sains dan dunia sihir — Workshop Teknologi Pertama di Dunia Arkanis. Namun dari kejauhan, mata-mata kerajaan sudah mengamati dari balik pepohonan. Salah satu dari mereka berbisik pada rekannya: “Laporkan pada Dewan Sihir. Seorang anak membuat api tanpa mantra… Dunia ini akan berubah.”Ledakan energi itu mengguncang seluruh hutan Marevos.Kabut ungu terhempas seperti tirai robek, pohon-pohon menunduk, tanah bergetar. Cahaya biru dari sistem dan cahaya emas dari sihir Elvara bertemu di udara, membentuk pusaran dahsyat yang memaksa mereka semua mundur.Raka merasakan dadanya seperti ditarik dari dalam, sistemnya berputar begitu cepat hingga penglihatannya berbayang.【 Mode Perlawanan Diaktifkan 】【 Akses Administrator: DITOLAK 】【 Memulai Firewall Dimensi… GAGAL 】Sosok berarmor hitam itu menapak maju perlahan, seolah ledakan itu sama sekali tidak mempengaruhinya.“Menarik,” ujarnya datar. “Sistemmu masih mencoba mempertahankan diri… meski sudah dikubur dan disabotase.”Ia menekan sesuatu di pergelangan tangannya.Langsung, tubuh Raka terasa berat—seperti gravitasi menekan seluruh tulangnya.【 PERINGATAN: Gravitasi Variabel Terdeteksi 】“Berjongkok,” perintah sosok itu. “Sistemmu tidak dirancang untuk menahan tekanan dari operator kelas utama.”Raka terjatuh berlutut.
Langkah itu terdengar perlahan—tak seperti mesin, tapi juga bukan langkah penyihir.Hening hutan Marevos seolah menahan napas saat sosok itu akhirnya keluar dari balik kabut ungu.Raka merasakan seluruh tubuhnya kaku.Sosok itu berdiri tegak, dengan armor hitam matte yang menyerap cahaya.Desainnya modern, jauh lebih maju dari apa pun yang pernah ada di dunia sihir ini.Helm transparan menutupi wajah seseorang—ya, manusia, bukan robot.Leonhart segera mengangkat pedangnya. “Jangan bergerak!”Elvara menyiapkan sihir cahaya, matanya fokus pada setiap gerakan kecil sosok itu.Namun orang itu hanya menatap mereka… terutama Raka.Tatapannya penuh keyakinan, bukan kebencian.Lebih seperti seseorang yang sudah menunggu momen ini lama sekali.Raka merasakan tenggorokannya kering.“…siapa kamu?” bisiknya.Sosok berarmor itu menunduk sedikit—sebuah salam kecil yang terasa formal.“Raka Pradipta,” katanya dengan suara manusia yang jelas.“Sudah lama sekali… kita akhirnya bertemu.”Raka mundur se
Kabut ungu itu bergerak seperti makhluk hidup. Tenang, namun menyimpan ancaman di setiap lekuknya.Di tengah kabut… mata hijau giok yang berdiam di kegelapan itu membuka lebih lebar.Cahaya dari mata itu menyinari pepohonan, membuat bayangan hutan terdistorsi seolah dunia sedikit melengkung.Elvara memeluk dirinya, merasakan dingin yang meresap sampai ke tulang.“Raka…” bisiknya. “Itu… makhluk hidup?”Raka tidak langsung menjawab. Sistem di depannya berkedip-kedip, mencoba memproses sesuatu yang sangat asing.Leonhart maju setengah langkah, pedang diangkat, namun matanya tak berkedip.Bukan karena keberanian…tapi karena ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.Mata itu… bukan milik monster biasa.Bukan milik roh.Bukan pula dari dunia Raka.Itu… sesuatu yang jauh di atas imajinasi mereka.Sistem berbunyi pelan, seperti berusaha berbicara tanpa membuat kegaduhan.【 Deteksi Entitas: Tidak Dapat Diklasifikasikan 】Nama Sementara: “Penjaga Marevos”Tingkat: S (Ancaman Prioritas
Suara mesin di kejauhan itu terus bergema, lebih ritmis, lebih… hidup. Seolah sesuatu yang jauh lebih besar dari robot sebelumnya baru saja diaktifkan.Raka menegakkan tubuhnya dengan napas tersengal, masih menatap bangkai exo-unit yang tergeletak. Leonhart sudah berdiri kembali, memeriksa pedangnya, sementara Elvara membersihkan debu di pipi dan rok sihirnya.“Aku tidak suka suara itu,” gumam Elvara, melirik ke arah hutan yang makin gelap.“Aku juga.” Raka menarik napas panjang. “Tapi—”Sesuatu menghentikan kalimatnya.Sebuah notifikasi transparan berwarna biru muncul di depan wajah Raka.BIP—!Raka membeku. Elvara dan Leonhart memandang ke arahnya, bingung melihat wajah Raka yang tiba-tiba pucat.“Raka…?” Elvara menyentuh bahunya. “Apa yang terjadi?”Raka tidak menjawab. Ia terlalu sibuk membaca.Di depan matanya, teks sistem muncul dengan kejelasan yang tidak pernah ia lihat sejak kedatangannya ke dunia ini.【 SYSTEM REBOOT: 87% → 100% 】【 SISTEM TEKNOLOGI MODERN AKTIF 】Mode: DARU
Suara mesin itu semakin jelas.Bip…Bip…Bip…Ritmenya teratur, dingin, dan sangat asing untuk telinga Elvara maupun Leonhart. Namun bagi Raka, suara itu… hampir seperti mimpi buruk yang kembali hidup.Ia mencengkeram alat scan di tangannya. “Itu bukan sembarang mesin. Itu… scanner medis tipe lama. Model portable.”Leonhart mengangkat alis. “Scanner? Seperti alat yang kau gunakan untuk melihat kondisi tubuh?”“Ya. Tapi aku tidak punya alat secanggih itu di sini. Dan tidak ada yang bisa membuatnya dalam dunia ini.”Raka menelan ludah.“Kecuali seseorang yang punya pengetahuan teknis dari tempat asalku.”Ketiganya bergerak makin dalam. Kabut biru semakin tebal hingga mereka harus menyalakan lampu kristal. Hutan Marevos mengeluarkan suara aneh—seperti bisikan, tapi bukan dari makhluk hidup.Seolah hutan itu sendiri mengingatkan sesuatu… dan tidak suka kedatangan mereka.Elvara memeriksa udara. “Energi liar sangat padat. Ada bekas distorsi ruang… baru saja terjadi.”Raka merespons cepat.
Pagi baru saja menyentuh puncak menara istana ketika Raka berdiri di balkon tertinggi ruang analisis. Angin dingin menerpa wajahnya, tapi pikiran Raka jauh lebih dingin dari itu. Setelah semalam menemukan pola reaktor yang jelas-jelas tidak berasal dari dunia ini, satu kesimpulan mengganggu terus menghantuinya:Ada orang lain yang memahami teknologi modern.Raka menatap pecahan kristal hitam yang ia simpan di saku. Resonator yang meledak itu meninggalkan residu energi aneh—campuran mana dan gelombang elektromagnetik. Campuran seperti itu… tidak mungkin terjadi tanpa pemahaman teknis dari dunia asalnya.Leonhart berjalan mendekat. “Kau tidak tidur?”Raka tersenyum lelah. “Susah tidur kalau dunia kita mungkin mau diledakkan.”Leonhart berdiri di sampingnya. “Aku sudah menempatkan penjaga di seluruh menara timur. Kalau ada pergerakan bayangan atau energi asing, kita tahu.”Raka mengangguk. “Itu belum cukup.”Ia menoleh pada Leonhart—mata yang penuh tekad.“Aku mau pergi ke lokasi resonan







