Compartir

Bab 17

Autor: MISTERIOUS
last update Fecha de publicación: 2026-04-12 12:53:00

Sikap Mo Yan berubah seratus delapan puluh derajat saat Bai Yumeng memasuki ruangan. Ia langsung bangkit dengan wajah penuh sanjungan.

"Sepupuku yang cantik!" serunya sambil melangkah mendekat. "Akhirnya kau datang juga. Aku sudah menunggumu sejak..."

"Duduk," potong Bai Yumeng datar.

Mo Yan terpaku. Senyumnya memudar. Ia mengangguk patuh dan mundur ke tempat duduknya.

Bai Yumeng mengalihkan perhatian pada Ruan Yin, ia mengangguk singkat. "Senang bisa bertemu denganmu."

Ruan Yin bangkit dengan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 93

    Saat dalam perjalanan pulang,Di kursi depan mobil, Ruan Yuan melirik ke belakang beberapa kali sebelum akhirnya membuka suara.“Nenek menelepon tadi.”Ruan Yin membuka mata perlahan.“Apa katanya?”“Nenek ingin kita pulang makan malam.” Ruan Yuan berhenti sejenak lalu menambahkan cepat, “Dia merindukan kalian."Tatapan Ruan Yin langsung menyipit curiga.“Kalau nenek membahas pernikahan lagi, aku langsung pergi.”Ruan Yuan tertawa kering. "Aku jamin enggak akan ada kencan buta lagi."Li Mingzi tersenyum bangga sambil menatap Ruan Yin.Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Kediaman Ruan. Seorang wanita tua berambut putih sudah berjalan cepat dari dalam rumah.“Yinyin!”Song Hua tampak benar-benar senang melihat cucunya kembali. Wajah tuanya yang biasanya tegas kini dipenuhi kehangatan.Ruan Yin membiarkan tangannya digenggam sambil tersenyum tipis.“Aku cuma datang makan malam.”“Bagus kalau kau masih mau pulang.”Tatapan Song Hua kemudian bergeser pada Li Mingzi yang berdiri santai d

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 92

    Tetua Desa tertawa pelan setelah mendengar ucapan Li Mingzi. Tawa itu serak dan berat, membuat suasana di sekitar makam terasa kian menekan.“Kau pikir aku akan percaya begitu saja?” katanya sambil mengetukkan tongkat kayunya ke tanah. “Anak muda sepertimu datang tiba-tiba lalu menyuruh kami memindahkan makam leluhur?”Warga desa di belakangnya langsung ikut bersuara.“Benar!”“Mereka cuma ingin menggusur makam!”“Mereka pikir uang bisa membeli segalanya!”Ruan Yin melangkah maju. Gaunnya berkibar tipis tertiup angin.“Aku akan memberi kompensasi.” Suaranya tenang, tapi jelas terdengar semua orang. “Sepuluh miliar, bagaimana?”Keributan warga langsung berhenti sesaat.Bahkan Luo Han sampai melotot.“Direktur Ruan...” gumamnya pelan. “Kita serius kasih sebanyak itu?”Namun Ruan Yin tidak mengalihkan perhatian sedikit pun dari Tetua Desa.“Dana itu cukup untuk membangun ulang seluruh desa,” lanjutnya. “Rumah baru, jalan baru, sekolah, dan fasilitas kesehatan.”Beberapa warga mulai goyah

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 91

    Kepala proyek akhirnya maju sambil menundukkan kepala.“N-Nona Ruan...” suaranya bergetar. “Penggalian makam itu... Direktur Ruan Yuan yang memerintahkannya.”Semua orang langsung menoleh ke arah Ruan Yuan. Pemuda itu pucat seketika.“Aku bisa jelaskan!” katanya buru-buru. “Makam itu tepat berada di tengah area pembangunan hotel. Kalau tidak dipindahkan, proyek ini tidak mungkin lanjut!”Ruan Yin menatapnya dingin.“Lalu kenapa tidak melapor padaku?”Ruan Yuan langsung tercekat.Tatapan wanita itu membuat punggungnya dingin. Dulu, dialah salah satu orang yang memaksa Ruan Yin meninggalkan perusahaan keluarga waktu itu.Mana mungkin ia berani mendatangi Ruan Yin secara langsung?“Aku...” Bibirnya bergerak pelan. “Aku tidak punya pilihan lain.”“Tidak punya pilihan?” ulang Ruan Yin tajam. “Kau diam-diam menggali makam leluhur warga desa dan menganggap itu hal kecil?”“Aku sudah mencoba bicara baik-baik!” bantah Ruan Yuan cepat. “Tapi mereka menolak terus! Makam itu memang harus dipindah

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 90

    Wajah Ji Yang langsung berubah. Dalam jarak sedekat itu, ia bahkan bisa melihat kilatan api kecil dari moncong senapan tua milik Chu Yu.“Celaka...!”Tubuhnya refleks ingin menghindar, tetapi kondisinya sudah terlalu buruk. Sosok Li Mingzi tiba-tiba menghilang dari tempat semula.Wusss!Angin dingin berputar di tengah kerumunan. Dalam sekejap mata, Li Mingzi sudah berdiri di depan Ji Yang. Tangannya bergerak pelan, udara di sekeliling langsung berputar membentuk pusaran transparan.Puluhan peluru baja kecil yang melesat cepat, berhenti di udara.Butiran peluru itu bergetar beberapa detik sebelum jatuh satu per satu ke tanah.Mata semua orang membelalak. Seorang warga desa tanpa sadar mundur sambil gemetar.“Di-dia... menangkap peluru?”“Manusia macam apa itu...?”“Setan... dia pasti setan!”Beberapa orang langsung pucat pasi.Ji Yang sendiri berdiri terpaku dengan mulut sedikit terbuka. Pikirannya kosong. Ucapan sombongnya sebelumnya langsung terngiang jelas di kepala.‘Melawan sepu

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 89

    “Serang dia bersama-sama! Jangan kasih dia napas!”Seorang pria bertubuh besar dengan kulit gelap melompat maju sambil mengayunkan cangkul ke arah kepala Ji Yang. Angin tajam langsung menyapu wajahnya.Ji Yang refleks menunduk.Wusss!Mata cangkul itu lewat hanya beberapa senti dari rambutnya.“Lambat!”Ji Yang menghentakkan kaki kanannya ke depan.Bukkk!Tendangan keras menghantam perut pria itu sampai tubuh besarnya terangkat sedikit sebelum jatuh berdebam ke tanah.Belum sempat orang lain bereaksi, Ji Yang mencabut tongkat karet dari pinggangnya.Plak! Plak!Dua pukulan beruntun menghantam lengan dan bahu seorang warga yang mencoba menusuknya dengan besi panjang.Pria itu langsung menjerit kesakitan.Ji Yang berdiri tegak sambil menggenggam tongkat karetnya erat.“Kalian jangan macam-macam!” ucapnya dingin.Di belakang kerumunan, Chu Yu langsung murka.“Dasar satpam sialan!” teriaknya sambil menunjuk Ji Yang. “Berani melawan kami?!”Bekas luka di pipinya tampak semakin menyeramkan

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 88

    Li Mingzi berdiri santai sambil menepuk tangannya yang kotor.“Ini teknik sederhana untuk melihat aliran fengshui.” Nada bicaranya tetap polos. “Kalau seseorang bisa merasakan pusaran energi bumi, pasirnya akan mengikuti aliran itu.”Semua orang saling berpandangan bingung.Mereka tetap tidak benar-benar mengerti.Namun setelah melihat kejadian tadi dengan mata kepala sendiri, tak ada yang berani menganggap ucapan Li Mingzi omong kosong lagi.Li Mingzi kembali memandang area proyek.“Tempat ini memang tanah pembawa rezeki.”Mendengar itu, Luo Han langsung semangat lagi.“Kalau begitu kita lanjutkan pembangunan sekarang!” katanya penuh gairah. “Aku yakin proyek ini bakal menghasilkan uang dalam jumlah besar!”Namun kepala proyek yang berdiri di samping mereka justru tampak semakin gelisah.Pria paruh baya itu menyeka keringat dingin di dahinya sebelum berkata pelan.“Kami... kami tidak bisa melanjutkan pembangunan, Tuan Luo Han.”Senyum Luo Han langsung menghilang.“Kenapa tidak bisa?”

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status