공유

Bab 88

작가: MISTERIOUS
last update 게시일: 2026-05-19 23:53:03

Li Mingzi berdiri santai sambil menepuk tangannya yang kotor.

“Ini teknik sederhana untuk melihat aliran fengshui.” Nada bicaranya tetap polos. “Kalau seseorang bisa merasakan pusaran energi bumi, pasirnya akan mengikuti aliran itu.”

Semua orang saling berpandangan bingung.

Mereka tetap tidak benar-benar mengerti.

Namun setelah melihat kejadian tadi dengan mata kepala sendiri, tak ada yang berani menganggap ucapan Li Mingzi omong kosong lagi.

Li Mingzi kembali memandang area proyek.

“Tempat ini
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 90

    Wajah Ji Yang langsung berubah. Dalam jarak sedekat itu, ia bahkan bisa melihat kilatan api kecil dari moncong senapan tua milik Chu Yu.“Celaka...!”Tubuhnya refleks ingin menghindar, tetapi kondisinya sudah terlalu buruk. Sosok Li Mingzi tiba-tiba menghilang dari tempat semula.Wusss!Angin dingin berputar di tengah kerumunan. Dalam sekejap mata, Li Mingzi sudah berdiri di depan Ji Yang. Tangannya bergerak pelan, udara di sekeliling langsung berputar membentuk pusaran transparan.Puluhan peluru baja kecil yang melesat cepat, berhenti di udara.Butiran peluru itu bergetar beberapa detik sebelum jatuh satu per satu ke tanah.Mata semua orang membelalak. Seorang warga desa tanpa sadar mundur sambil gemetar.“Di-dia... menangkap peluru?”“Manusia macam apa itu...?”“Setan... dia pasti setan!”Beberapa orang langsung pucat pasi.Ji Yang sendiri berdiri terpaku dengan mulut sedikit terbuka. Pikirannya kosong. Ucapan sombongnya sebelumnya langsung terngiang jelas di kepala.‘Melawan sepu

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 89

    “Serang dia bersama-sama! Jangan kasih dia napas!”Seorang pria bertubuh besar dengan kulit gelap melompat maju sambil mengayunkan cangkul ke arah kepala Ji Yang. Angin tajam langsung menyapu wajahnya.Ji Yang refleks menunduk.Wusss!Mata cangkul itu lewat hanya beberapa senti dari rambutnya.“Lambat!”Ji Yang menghentakkan kaki kanannya ke depan.Bukkk!Tendangan keras menghantam perut pria itu sampai tubuh besarnya terangkat sedikit sebelum jatuh berdebam ke tanah.Belum sempat orang lain bereaksi, Ji Yang mencabut tongkat karet dari pinggangnya.Plak! Plak!Dua pukulan beruntun menghantam lengan dan bahu seorang warga yang mencoba menusuknya dengan besi panjang.Pria itu langsung menjerit kesakitan.Ji Yang berdiri tegak sambil menggenggam tongkat karetnya erat.“Kalian jangan macam-macam!” ucapnya dingin.Di belakang kerumunan, Chu Yu langsung murka.“Dasar satpam sialan!” teriaknya sambil menunjuk Ji Yang. “Berani melawan kami?!”Bekas luka di pipinya tampak semakin menyeramkan

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 88

    Li Mingzi berdiri santai sambil menepuk tangannya yang kotor.“Ini teknik sederhana untuk melihat aliran fengshui.” Nada bicaranya tetap polos. “Kalau seseorang bisa merasakan pusaran energi bumi, pasirnya akan mengikuti aliran itu.”Semua orang saling berpandangan bingung.Mereka tetap tidak benar-benar mengerti.Namun setelah melihat kejadian tadi dengan mata kepala sendiri, tak ada yang berani menganggap ucapan Li Mingzi omong kosong lagi.Li Mingzi kembali memandang area proyek.“Tempat ini memang tanah pembawa rezeki.”Mendengar itu, Luo Han langsung semangat lagi.“Kalau begitu kita lanjutkan pembangunan sekarang!” katanya penuh gairah. “Aku yakin proyek ini bakal menghasilkan uang dalam jumlah besar!”Namun kepala proyek yang berdiri di samping mereka justru tampak semakin gelisah.Pria paruh baya itu menyeka keringat dingin di dahinya sebelum berkata pelan.“Kami... kami tidak bisa melanjutkan pembangunan, Tuan Luo Han.”Senyum Luo Han langsung menghilang.“Kenapa tidak bisa?”

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 87

    Luo Han langsung melangkah maju dengan dada membusung. Angin kencang meniup jasnya hingga berkibar pelan, membuat pria itu terlihat semakin percaya diri.“Kalau diberi waktu dua hari,” katanya sambil menatap ke arah Desa Kecil, “Aku bisa menundukkan mereka semua.”Nada bicaranya penuh keyakinan.Ruan Yuan yang berdiri di dekat alat berat segera ikut menyahut dengan semangat.“Betul! Orang-orang seperti itu memang pantas dipukul!” Ia mendecakkan lidah kasar. “Kalau tidak diberi pelajaran, mereka pasti makin menjadi-jadi.”Begitu kalimat itu keluar, Ruan Yin langsung menoleh tajam.Tatapan wanita itu dingin seperti pisau.“Kalau begitu, pergilah kau yang pukul mereka.”Ruan Yuan yang tadi masih berapi-api langsung menelan ludah. Wajahnya berubah canggung.“Kak... aku cuma bicara saja.”“Kalau tidak punya kemampuan, lebih baik diam.”Ruan Yuan buru-buru menutup mulut. Ia benar-benar tidak berani membantah lagi.Ji Yang yang berdiri tidak jauh dari sana diam-diam menahan tawa. Dalam hati

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 86

    Pertanyaan Li Mingzi membuat suasana lobi langsung menegang.Ji Yang yang tadi masih keras kepala sempat menelan ludah, tapi pemuda itu tetap mengangkat dagu dengan sorot mata menantang.“Namaku Ji Yang!”Tuan Song yang berdiri di sampingnya hampir pingsan mendengar jawaban itu. Wajah pria tua tersebut langsung berubah pucat. Dengan panik ia menendang kaki Ji Yang dari samping.“Bocah! Bicara yang sopan!” bisiknya geram sebelum buru-buru menoleh ke Li Mingzi. “Tuan Li, dia masih muda. Belum mengerti aturan. Tolong jangan dimasukkan ke hati.”Li Mingzi tidak marah.Ia justru memperhatikan Ji Yang dari atas sampai bawah dengan cukup serius. Tubuh pemuda itu tegap, bahunya lebar, dan napasnya stabil. Setelah beberapa detik, Li Mingzi tiba-tiba tersenyum kecil.“Nama yang bagus.” Ia menyandarkan tubuh ke dinding lift. “Dan sepertinya kamu juga punya bakat.”Ji Yang sedikit tertegun. Ia sudah siap dimarahi atau dipukul, tapi reaksi Li Mingzi benar-benar di luar dugaan.Tuan Song langsung

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 85

    Li Mingzi sadar mereka hanya ingin mempermainkannya. Ia menatap Bai Huan sebentar, lalu menggelengkan kepala pelan."Aku cuma pengawal kecil." Suaranya terdengar pasrah. "Nggak punya kemampuan sebesar itu."Li Mingzi tidak berniat mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya kepada mereka. Lagipula, apa gunanya? Keluarga Bai sudah menilainya rendah sejak awal.Mendengar pengakuan itu, Bai Huan kehilangan minat. Ia menyilangkan tangan di dada dengan wajah dingin."Kalau begitu, buktikan keaslian surat pernikahan itu."Li Mingzi menatapnya beberapa detik. Alisnya terangkat sedikit."Apa kau ingin aku membuktikannya lewat mimpi?"Surat perjodohan itu dibuat oleh ayah Bai Yumeng yang sudah meninggal. Bagaimana mungkin ia membuktikannya?Namun siapa sangka, Bai Huan justru menjawab dengan nada mengejek."Ide bagus."Kakek Bai menghela napas panjang di sebelahnya. Ia mengangkat tangan untuk menenangkan suasana.Li Mingzi kemudian menatap lelaki tua itu dengan serius."Apakah Kakek juga bernia

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status