Share

Bab 45

Author: MISTERIOUS
last update publish date: 2026-04-23 17:01:29

Mata sayu Bai Yumeng menyimpan keraguan. Keinginan untuk membalas dendam memang kuat, tetapi ia sadar jalannya tidak akan mudah.

“Aku belum punya rencana,” ucapnya jujur, matanya tetap lurus ke depan sambil menyetir.

Li Mingzi tidak menyela.

“Mencari bukti keterlibatan keluarga Gong bukan hal gampang." ucapnya getir. "Kakek saja tidak mendukungku. Belum lagi Kamar Dagang Air Manis dan Villa Bukit Kuning yang berdiri di belakang mereka. Sementara aku…” suaranya merendah, lalu menghilang begitu s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 70

    Napas Ruan Yin masih terengah. Tubuhnya bersandar lemas di dinding balkon. Li Mingzi menarik diri perlahan, menatapnya dengan sorot mata yang lembut."Aku tahu kau belum siap," bisiknya pelan sambil merapikan gaun Ruan Yin yang berantakan. "Aku bisa menunggu."Ruan Yin mengangguk kecil, wajahnya masih memerah. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan diri.Li Mingzi tahu waktunya tidak banyak, tetapi ia bukan binatang yang suka memaksa. Mereka duduk di tepi ranjang besar yang sudah disiapkan. Keheningan sesaat menyelimuti ruangan."Ruan Yin."Suara Li Mingzi tiba-tiba terdengar serius. Ruan Yin menoleh, penasaran dengan perubahan nada bicaranya."Aku mau bilang sesuatu."Ruan Yin menunggu dengan sabar. Li Mingzi menatap jendela kamar sejenak sebelum melanjutkan."Aku datang ke Kota Awan bukan hanya untuk menepati perjanjian pernikahan.""Lalu?""Aku harus menyatukan dua keluarga besar, Gong dan Bai. Setelah itu, aku akan menegakkan kekuasaan di seluruh kota ini."Ruan Yin terdiam.

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 69

    “Kurang ajar!”Song Hua membalik meja. Namun Li Mingzi hanya mengangkat tangan.Brak!Telapak tangannya menepuk pelan meja kayu jati yang di dorong ke arahnya. Dalam sekejap, meja besar itu ambruk menjadi beberapa bagian.Hembusan tenaga tak kasatmata menyapu ruangan.Song Hua langsung pucat pasi. Tubuhnya gemetar. Ruan Tang buru-buru maju menenangkan keadaan.“Sudah cukup!”Ia memijat pelipisnya lalu memandang putrinya.“Ruan Yin... bicara baik-baik dengan nenekmu.”Ruan Yin menarik napas panjang lalu mendekati Song Hua.“Nenek,” ucapnya pelan, “Tolong jangan atur perjodohanku lagi.”Song Hua menggertakkan gigi.“Aku nggak mengerti! Kenapa kau justru menyukai pria kampung seperti dia?!”Tatapannya penuh ketidakpuasan saat melihat Li Mingzi.“Apa yang bisa dia berikan untuk masa depanmu?!”Ruan Yin terdiam sesaat. Lalu perlahan ia tersenyum kecil. “Aku menyukainya.”Jawaban singkat itu justru membuat Song Hua semakin marah.“Kalau begitu perusahaan keluarga akan kuberikan pada Ruan Y

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 68

    Ruan Yin duduk di depan layar komputer dengan jemari bergerak pelan di atas keyboard, tapi pikirannya sama sekali tidak fokus pada laporan keuangan yang terbuka di monitor. Angka-angka di depannya terlihat kabur.Sesekali ia melirik ke arah sofa.Li Mingzi masih duduk santai di sana sambil memainkan game di laptop. Wajahnya terlihat serius saat bertarung di dalam permainan.“Eh, mati lagi...” gumamnya pelan.Beberapa detik kemudian, ia tertawa kecil sendiri.“Bagus. Balas dendam berhasil.”Ruan Yin mendengus pelan. Perasaan bersalah di dadanya makin berat.Ia merasa seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak seharusnya disembunyikan.Padahal... ia sendiri tidak ingin datang ke pertemuan itu.Tapi posisi Keluarga Xu terlalu penting untuk perusahaan. Jika ia menolak mentah-mentah, Song Hua pasti akan kembali membuat keributan besar.“Kenapa wajahmu aneh begitu?”Suara Li Mingzi tiba-tiba membuat tubuh Ruan Yin sedikit tersentak.“Hah?”Li Mingzi menoleh sambil mengernyit. “Kamu sa

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 67

    Ruan Yuan duduk dengan kaku. Tangannya gemetar di atas paha.Gong Qin menuangkan anggur merah ke dalam gelas, lalu menyodorkannya. "Minum dulu. Santai saja."Ruan Yuan mengambil gelas itu, tapi tidak meminumnya. Ia hanya meremasnya erat."Kenapa... saya dipanggil ke sini?" tanyanya pelan."Karena kita punya musuh yang sama," jawab Gong Qin santai.Gong Manli duduk di sisi lain sofa, kaki disilangkan anggun. Ia memperhatikan wajah Ruan Yuan dengan seksama."Siapa yang memukul wajahmu?" tanyanya tiba-tiba.Ruan Yuan tersentak. Wajahnya langsung memerah, campuran malu dan marah."Bukan urusanmu!" bentaknya sambil berdiri, hendak pergi.Tapi Gong Qin mengangkat tangan, memberi isyarat. Dua pria berbaju hitam langsung menghalangi pintu."Duduk dulu," kata Gong Qin lembut tapi menekan. "Orang yang memukul wajahmu... juga pernah memukul wajahku."Ruan Yuan membeku. Ia melirik luka tipis di pipi Gong Qin. Perlahan ia duduk lagi."Li Mingzi," bisik Gong Qin pelan. "Dialah musuh kita bersama."

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 66

    Li Mingzi mengangkat bahu, ekspresinya polos. "Itu bukan urusanku. Orang-orang di sana hanya kenal dengan Ruan Yin, kok."Bai Yumeng menyipitkan mata, seolah mencoba membaca kebohongan di balik wajah tenang pria itu. Angin malam berhembus pelan, menggerakkan helaian rambutnya yang hitam berkilau."Kau pikir aku bodoh?" bisiknya tajam.Li Mingzi tersenyum lebar, menggaruk kepala dengan gerakan canggung. "Sungguh! Mereka bahkan tidak tahu namaku."Bai Yumeng terdiam lama. Rahangnya mengeras. Akhirnya ia mendengus kesal, lalu berbalik memunggungi Li Mingzi."Lupakan," ujarnya dingin. "Tapi ingat baik-baik. Dua hari lagi temani aku ke krematorium untuk menaruh abu ayahku. Itu sebagai gantinya malam ini."Li Mingzi mengangguk cepat. "Baik, tidak masalah."Bai Yumeng melangkah menuju mobilnya tanpa menoleh lagi. Mesin menyala, lampu belakang menyala merah, lalu mobil itu meluncur keluar dari area gedung.Begitu suara mesin menjauh, Luo Han muncul dari bayang-bayang di samping pintu masuk. I

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 65

    Luo Han mengangkat ponselnya lebih tinggi, memastikan suaranya terdengar jelas di seluruh ruangan."Tuan Wang," katanya dengan nada hormat. "Ada orang yang mengaku teman lama Anda. Namanya Ruan An. Dia bilang punya hubungan bisnis dekat dengan Anda."Hening sejenak. Lalu suara berat dari ujung telepon menjawab dengan nada dingin yang membuat bulu kuduk merinding."Ruan An? Siapa itu?"Pertanyaan sederhana itu seperti pukulan telak. Song Hua tersentak. Ruan Yuan membeku. Luo Han tersenyum tipis. "Dia Direktur Keuangan di Faz Media. Katanya sedang merundingkan proyek dengan Anda.""Faz Media?" Tuan Wang terdengar berpikir sebentar. "Aku tidak kenal orang bernama Ruan An. Yang berurusan denganku dari perusahaan itu hanya Ruan Tang dan Nona Ruan Yin. Suruh dia bicara."Luo Han menatap Ruan An. Ia mengulurkan ponselnya dengan gerakan lambat, seperti menyodorkan hukuman mati."Silakan," katanya datar.Ruan An menatap ponsel itu seperti menatap jurang. Tangannya gemetar hebat saat meraihnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status