로그인“Kenapa kamu diam terus dari tadi?”Suara Li Mingzi memecah kesunyian di dalam mobil. Lampu jalan melintas cepat di balik jendela, memantulkan bayangan wajah Ruan Yin yang tenang di kaca depan. Wanita itu tetap fokus menyetir tanpa menoleh sedikit pun.“Aku sedang menyetir.”Jawabannya pendek.Li Mingzi meliriknya beberapa kali. Semakin diperhatikan, semakin terasa aneh. Biasanya Ruan Yin akan membalas ocehannya, minimal memarahinya sedikit. Tapi sejak Bai Yumeng turun dari mobil tadi, suasana berubah kaku.Li Mingzi berdeham kecil. “Menurutku Yumeng cukup baik.”Ruan Yin mengangguk tipis. “Mm.”“Dia juga dermawan. Mobilnya boleh dipakai gratis.”“Mm.”Li Mingzi berkedip.Kenapa jawaban semuanya cuma satu kata?Ia menyandarkan kepala ke kursi sambil diam-diam mengamati wajah cantik Ruan Yin dari samping. Apa dia marah?Tapi marah karena apa?Li Mingzi mengingat kembali kejadian di gerbang gunung. Bai Yumeng memang memeluknya tadi… bahkan menangis. Waktu itu ia hanya merasa wanita itu
Pintu mobil terbuka keras hingga membentur sisi kendaraan. Sosok Bai Yumeng berlari tanpa peduli keadaan sekitar. Bahkan sebelum Li Mingzi sempat bicara, wanita itu sudah memeluknya erat. Tubuhnya sedikit gemetar ketika wajahnya menekan dada Li Mingzi, dan suara isak kecil terdengar jelas."Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu…"Li Mingzi berkedip bingung, tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ruan Yuan sampai melongo melihat pemandangan itu. Song Hua yang berdiri tidak jauh dari gerbang gunung juga ikut membeku. Mereka belum pernah melihat Bai Yumeng, wanita dingin yang terkenal sulit didekati itu, menunjukkan ekspresi seperti ini pada siapa pun. Bahkan Gong Manli ikut tercengang di tempatnya berdiri.Li Mingzi membalas pelukannya dengan canggung sambil berkata, "Aku baik-baik saja."Bai Yumeng masih memegang bajunya beberapa detik sebelum akhirnya sadar ada terlalu banyak mata memperhatikan mereka. Tatapannya perlahan bergeser, lalu berhenti pada Ruan Yin. Suasana mendadak jad
Song Hua berdiri limbung di dekat jendela. Wajahnya pucat seperti kertas setelah melihat tubuh Gong Qin tergeletak di bawah sana.Namun perlahan… pikirannya mulai bergerak lagi.Li Mingzi sudah membunuh pewaris Keluarga Gong.Artinya, pria itu tidak mungkin bisa terus hidup tenang di Kota Awan.Semakin dipikirkan, napas Song Hua justru mulai terasa lega.“Benar… benar…” gumamnya pelan sambil tertawa kaku. “Mereka sudah keluar dari keluarga Ruan… ini tidak ada hubungannya dengan kita…”Semakin ia mengulang kalimat itu, semakin besar rasa lega di hatinya.Bahkan matanya sampai sedikit memerah karena emosinya sendiri.Ruan Yuan yang berada di sampingnya buru-buru mengangguk cepat.“Betul! Kita nggak terlibat!” katanya seperti menemukan jalan hidup. “Semua orang di Kota Awan tahu mereka sudah diusir dari keluarga!”Song Hua langsung merasa dadanya jauh lebih ringan.Kalau begitu… masih ada harapan.Selama keluarga Ruan segera menjaga jarak dari Li Mingzi, mungkin kemarahan Keluarga Gong t
“Lin Fang sudah kabur…” Li Mingzi melangkah santai memasuki ruangan sambil menyapu pandangan ke arah Gong Qin. “Kenapa kau tidak ikut lompat juga?”Baru sekarang Gong Qin benar-benar sadar. Lin Fang kalah.Orang yang selama ini dianggap monster pembunuh oleh ayahnya ternyata bahkan tidak mampu menghentikan Li Mingzi beberapa menit saja.Tubuh Gong Qin tanpa sadar mundur selangkah.“Li… Li Mingzi…” bibirnya bergetar. “Aku putra sulung Keluarga Gong. Kalau kau menyentuhku, seluruh Kota Awan tidak akan membiarkanmu hidup!”Li Mingzi memiringkan kepala sedikit seperti sedang berpikir.“Oh?”Plakkk!Tamparan keras meledak di dalam ruangan.Tubuh Gong Qin langsung terpental menghantam pilar beton. Suara retakan samar terdengar dari bahunya. Ia jatuh berlutut sambil memuntahkan darah.“Aaarghhh!”Separuh wajahnya langsung bengkak.Li Mingzi berjalan mendekat.“Jadi…” katanya polos. “Karena kau putra sulung Keluarga Gong, aku tidak boleh membunuhmu?”Gong Qin menggigil.Tatapan Li Mingzi tida
“J-jadi…” Gong Qin menelan ludah keras-keras. “Kau benar-benar bisa membunuh Li Mingzi?”Ruangan menara pandang itu mendadak sunyi.Lin Fang perlahan menarik kembali hawa membunuh yang tadi menekan seluruh ruangan. Tekanan dingin itu menghilang, tetapi wajah Gong Qin justru semakin pucat.Lin Fang memalingkan tubuh ke arah jendela.“Li Mingzi memang sangat kuat,” ucapnya datar. “Aku bukan tandingannya kalau bertarung biasa.”Kalimat itu membuat Gong Qin membelalak.“Namun…” Lin Fang melanjutkan sambil melirik pantulan dirinya di kaca jendela. “Aku bisa membunuhnya.”Gong Qin terdiam beberapa detik sebelum buru-buru tertawa kaku.“Benar! Itu baru masuk akal!” katanya cepat. “Kau pembunuh terbaik ayahku. Mana mungkin kalah dari pengawal kampung seperti dia.”Namun telapak tangannya ternyata basah oleh keringat.Ruan Yin yang duduk terikat di kursi hanya menatap dingin.“Kau takut.”Senyuman Gong Qin langsung membeku.“Apa katamu?”“Kau takut pada Li Mingzi.” Ruan Yin menatap lurus ke ma
“Turunlah dulu.” Li Mingzi menarik napas pendek sambil berdiri di tepi jurang terjal. Di bawah sana hanya terlihat jalanan samar dan jalur kabel gantung yang membentang sampai sisi lain bukit. Bai Yumeng memucat saat melihat kedalamannya. “Kau ikut denganku.” Suaranya bergetar. “Kita turun bersama.” Li Mingzi tidak menjawab. Ia justru memasang kait pengaman ke pinggang Bai dengan tenang. Di kejauhan, suara langkah kaki mulai terdengar semakin dekat. “Mereka hampir sampai.” Li Mingzi mengencangkan tali terakhir. “Kalau aku ikut turun sekarang, kita berdua bakal mati.” Bai Yumeng langsung menggenggam tangannya erat. “Kalau begitu kau yang pergi!” serunya panik. “Mereka mencariku! Semua masalah ini terjadi karena aku!” Itu pertama kalinya Li Mingzi melihat Bai Yumeng benar-benar kehilangan ketenangan. Wanita itu biasanya dingin dan angkuh, tetapi sekarang matanya dipenuhi kecemasan. Li Mingzi malah tersenyum kecil. “Jadi Nona Bai ternyata bisa juga mengkhawatirkan or







