Share

99. Wanita Terakhir

Author: ReyNotes
last update Last Updated: 2025-12-24 12:27:42
Tiba-tiba, Belva berdiri. “Kalian kenapa, sih? Aku nggak papa. Tadi sebenarnya... cuma ngantuk.”

Semua orang di ruangan saling berpandangan. Kemudian, mereka menatap Belva.

“Serius nggak papa?” Hendra menatap wajah Belva.

Kepala Belva mengangguk, lalu menunjuk Alvin. “Aku kurang tidur gara-gara ayangku ini.”

Alvin mengangkat kedua alisnya. Lalu ekspresinya dengan cepat berubah. Ia tersenyum pada semua orang.

“Kalian pasti mengerti maksud Belva.”

Sambil menggeleng pelan, satu persatu keluar dari ruang ganti. Belva dan Alvin berjalan paling belakang. Alvin mengecup kepala sang istri.

“Maaf, kamu aku jadikan alasan. Tapi, aku nggak bohong semalam memang kurang tidur.” Belva berbisik.

“Aku nggak keberatan menjadi tamengmu, Sayang.” Lengan Alvin merengkuh bahu Belva. “Merahasiakan sesuatu itu memang sangat berat.”

Belva menatap wajah Alvin. “Setelah pesta usai, bisa kita umumkan.”

Para tamu mulai berpamitan, suasana berubah menjadi jauh lebih santai. Musik band telah berhenti. Lampu-lampu d
ReyNotes

Terima kasih tak terhingga untuk para pembaca. Terutama bagi yang rajin tulis komentar sampai memberikan gems. Mohon maaf jika banyak kekurangan pada novel ini. Love you, all.

| 6
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Maya Andriani
suka banget. kalau sudah baca tulisan kakak susah banget berhentinya.
goodnovel comment avatar
happyface
makasii kisahnya, Kak. ditunggu blue dan grey hehe
goodnovel comment avatar
ReyNotes
masih proses di editor kak. memang lama skrg turun kontraknya. apalagi ini ketunda sm libur panjang. ditunggu yaa.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN   99. Wanita Terakhir

    Tiba-tiba, Belva berdiri. “Kalian kenapa, sih? Aku nggak papa. Tadi sebenarnya... cuma ngantuk.”Semua orang di ruangan saling berpandangan. Kemudian, mereka menatap Belva.“Serius nggak papa?” Hendra menatap wajah Belva.Kepala Belva mengangguk, lalu menunjuk Alvin. “Aku kurang tidur gara-gara ayangku ini.”Alvin mengangkat kedua alisnya. Lalu ekspresinya dengan cepat berubah. Ia tersenyum pada semua orang.“Kalian pasti mengerti maksud Belva.”Sambil menggeleng pelan, satu persatu keluar dari ruang ganti. Belva dan Alvin berjalan paling belakang. Alvin mengecup kepala sang istri.“Maaf, kamu aku jadikan alasan. Tapi, aku nggak bohong semalam memang kurang tidur.” Belva berbisik.“Aku nggak keberatan menjadi tamengmu, Sayang.” Lengan Alvin merengkuh bahu Belva. “Merahasiakan sesuatu itu memang sangat berat.”Belva menatap wajah Alvin. “Setelah pesta usai, bisa kita umumkan.”Para tamu mulai berpamitan, suasana berubah menjadi jauh lebih santai. Musik band telah berhenti. Lampu-lampu d

  • TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN   98. Rahasiakan Dulu

    Pernikahan Estella dan Hendra berlangsung meriah.Tamu-tamu memenuhi area resepsi—wajah-wajah yang datang dari dua dunia yang berbeda namun malam itu menyatu dengan alami. Staf kesehatan dengan setelan rapi berbincang hangat di satu sisi, sementara para model dan rekan industri kreatif Estella menambah kilau dengan gaun dan jas yang elegan. Tidak ada jarak yang terasa canggung. Semua hadir dengan satu tujuan yang sama: merayakan cinta.Upacara sakral telah selesai. Doa-doa terucap khidmat. Ketika pasangan pengantin melangkah keluar dengan senyum lega, tepuk tangan mengalun panjang. Setelah itu, suasana berubah menjadi lebih ringan. Musik mengalir—band kenamaan tampil di panggung, membawakan lagu-lagu yang mengundang tamu bergoyang kecil sambil menikmati hidangan.Di antara keramaian itu, Belva memilih duduk di meja VIP. Tidak berusaha menarik perhatian. Piringnya terisi secukupnya. Ia makan dengan tenang, menikmati jeda yang jarang ia dapatkan di tengah pesta besar. Sesekali matanya m

  • TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN   97. Rumah Baru

    “Apa kata Mamamu? Kok kamu matikan teleponnya?” Belva bertanya pada Arumi yang sudah menurunkan ponsel dari telinganya.Arumi menatap Belva, lalu menunduk. “Mama cuma langsung bilang minta dibayar tebusannya biar bisa keluar dari penjara.”Belva dan Edo saling bertatapan sejenak, lalu mengembuskan napas berat. Mereka membiarkan Arumi yang termangu sendiri menatap ke luar jendela.Hingga akhirnya mereka tiba di apartemen, Arumi segera minta waktu bicara dengan Alvin berdua saja. Belva meninggalkan mereka dan masuk ke kamarnya. Sementara Edo pun langsung berpamitan.“Ada apa, Arumi?”Selama putrinya bercerita, Alvin menatapnya dengan ekspresi datar. Hingga akhirnya Arumi berhenti dan memeluk Alvin sambil terisak.“Aku nggak tau harus bagaimana, Pa?”Sejenak Alvin hanya diam. Lalu perlahan, tangannya mulai mengelus punggung sang putri. Ia mengurai pelukan Arumi dan menatap wajahnya.“Kenapa Mama bisa sampai seperti ini?” Arumi balas menatap mata Alvin.Sebelum menjawab, Alvin menghela na

  • TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN   96. Anak Baik

    Musim semi menyambut keluarga yang berkumpul lengkap di luar negeri untuk menghadiri wisuda Arumi dan Edo yang hanya selisih satu hari.Di halaman kampus yang luas, toga-toga hitam bergerak seperti gelombang kecil. Fredy dan Yarra berdiri berdampingan, wajah mereka dipenuhi senyum yang tidak dibuat-buat. Belva berdiri di sisi Alvin, tangannya sesekali merapikan kerah jas suaminya—kebiasaan kecil yang kini terasa wajar.“Papa, Belva,” panggil Arumi dari kejauhan.Ia melangkah mendekat dengan senyum lebar, toga membingkai wajahnya yang matang. Di sampingnya, Edo berjalan dengan langkah tenang. Mereka berhenti tepat di depan keluarga.“Selamat, Rumi,” ucap Fredy, suaranya berat namun hangat.Yarra memeluk cucunya lama. “Kami bangga sekali.”Belva tersenyum bahagia lalu menggenggam kedua tangan Arumi. “Gimana? Sudah lega?”Arumi tertawa kecil dan mengangguk. “Aku akhirnya selesai.”Edo menunduk sopan. “Terima kasih sudah datang.”Alvin menepuk bahu Edo singkat. Tidak banyak kata, tapi isy

  • TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN   95. Restu

    Saat semua orang bergembira dan menjabat tangan Edo dan Arumi bergantian. Alvin terdiam sambil menatap Edo tanpa berkedip. Lalu, perlahan, ia menyeret Edo ke pojok ruangan.“Sejak kapan?” Alvin melipat kedua yang tangannya di perut sambil menatap Edo tanpa jeda.“Umm... maaf, Om. Kami semakin dekat saat kembali bersama ke luar negeri. Karena satu kampus juga, kami jadi sering bertemu.” Edo menjelaskan.“Kenapa kalian diam-diam? Belva tau?”Edo menggeleng. “Arumi bilang, kalau Belva tau, ia akan langsung cerita pada Om. Arumi mau ini menjadi kejutan.”“Oh yaa.” Alvin mendelik. “Aku memang sangat terkejut.”Edo menunduk santun. “Maaf, Om.”Lalu, Alvin teringat sesuatu. “Belva pernah bilang kamu sudah memiliki kekasih.”“Kami tidak berjodoh.” Edo menghela napas. “Kami sudah putus sebelum aku memutuskan sekolah lagi.”“Begitu.”“Aku minta restu, Om.”Alvin mendekat ke telinga Edo dan mengancam, “Kupatahkan lehermu kalau sampai menyakiti putriku!”Setelahnya, Alvin bergabung pada keluargan

  • TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN   94. Dua Wisuda

    Pagi itu datang dengan situasi yang berbeda. Alvin memeluk dan mengelus punggung Belva yang terbuka. Wanita itu masih nyaman tidur dalam dekapan.“Sayang, aku harus siap-siap ke rumah sakit,” ucap Alvin.“Umm... aku masih mau dipeluk begini.” Belva menggumam sambil mengeratkan pelukannya.Alvin terkekeh. “Lima menit lagi. Oke?”Tidak ada jawaban. Hingga lima menit berikutnya, Alvin mengangkat tubuh Belva dan membopongnya ke kamar mandi.“Aku masih mau tiduran.” Belva merengut kala Alvin melepas pakaiannya.“Sekalian aku mandi, Sayang. Setelah aku berangkat, kamu bisa tidur lagi.”Akhirnya, Belva pasrah dimandikan sang suami. Dengan manja, Belva mengalungkan lengannya di leher Alvin saat tangan lelaki itu mengusap sabun ke seluruh tubuh istrinya. Mereka bertatapan, berciuman hingga kedua kaki Belva kini naik ke pinggang Alvin.Sambil menjaga keseimbangannya di lantai yang basah, Alvin membantu Belva bergerak di atas tubuhnya. Setelah sama-sama mendapat pelepasan, Belva menjejakkan kaki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status