Share

Perhatian 4 Boss

Author: DityaR
last update publish date: 2026-05-31 07:00:15

Begitu keluar dari kamar mandi, ia melihat keempat pemuda itu sudah duduk berderet di pinggir kasur. Yesica berhenti sebentar di ambang pintu, mendengar mereka berbicara dengan suara pelan.

“Melinda sama pacarnya itu belum ketahuan ada di mana sekarang,” kata Stefan sambil menggeleng pelan, matanya masih terpaku pada layar ponsel.

“Sialan, kalau ketemu lagi mau aku hajar habis-habisan deh,” potong Giancha sambil mengepal dan mengendurkan tangannya. “Padahal tadi udah aku han
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Terlambat Kerja

    Yesica memeluk pinggang Giancha semakin erat lalu mendongak. Matanya tampak gelap dan berembun di bawah cahaya bulan."Tetap di sini ya?""Oke. Persetan sama Stefan. Lagian tadi malem aku juga nggak bisa tidur."Giancha menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka berdua. Saat ia berbaring telentang, Yesica langsung bersandar nyaman di badannya sambil menghela napas panjang.Berapa lama gadis ini bertarung melawan ketakutannya sendirian sebelum ia datang?Pintu kamar sengaja dibiarkan terbuka, dan hal itu tidak menjadi masalah. Napas Yesica segera beraturan, dan Giancha yakin gadis itu sudah terlelap kembali. Ia tidak bermaksud menyembunyikan keberadaannya dari orang lain. Sayang sekali ia tidak membawa ponsel untuk memberi kabar.***Suara alarm berbunyi pelan dari salah satu sudut ruangan. Itu bukan alarm miliknya, dan ruangan ini bukan kamarnya. Yesica mengangkat kepalanya dari dada Giancha dengan mata terpejam rapat."Pagi..." gumamnya pelan lalu kembali menempelkan wajah dan tidu

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Tempat Aman

    Yesica menyandar ke arah Andree sambil tertawa mendengar lelucon pria itu.Stefan tidak heran jika teman-temannya betah beraktivitas bersama Yesica seharian. Ia justru senang gadis itu mau berterus terang mengenai segala hal.Hal itu menandakan tidak ada rahasia di antara mereka. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi.Kondisi itu merupakan awal yang baik. Ia juga sengaja berhubungan intim dengan gadis itu sebelum makan malam agar jejak kenikmatan masih terasa di seluruh tubuh Yesica. Itu cara sederhana untuk menegaskan statusnya.Bukan berarti Stefan pelit atau melarang orang lain bersenang-senang. Ia hanya ingin memastikan Yesica memahami siapa yang berhak memiliki dirinya.Mungkin karena Yesica sedang berada dalam kondisi rapuh, tetapi wanita sebelumnya tidak pernah bersikap seperti ini. Mereka enggan diajak berhubungan intim terus-menerus dari pagi hingga malam. Jika dipaksa, mereka pasti sudah mengeluh panjang lebar. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Yesica.Besok pekerjaan sudah dimu

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Golden Dinner

    Yesica menggigit bibir, lalu mengangguk pelan. “Iya.” “Mau aku yang ngelakuinnya?” Stefan tetap tak bergerak dari posisinya. Mata Yesica otomatis melirik ke arah celana training pria itu yang terlihat menonjol keras. Yesica menjilat bibirnya. “Iya, Pak.” “Sentuh vaggy mu, biarin jarimu basah.” Yesica menghela napas panjang, lalu memasukkan satu jarinya ke dalam dan meratakan cairan yang melimpah itu ke seluruh area sensitifnya. Stefan hanya diam memperhatikan tanpa berkedip sedikit pun. “Olesin cairan itu ke putingmu!” Pandangan Stefan yang gelap kembali menatap wajahnya. Yesica mendesah pelan saat jari-jarinya yang basah menyentuh putingnya yang keras. Tiba-tiba terdengar suara gesekan kursi dari belakangnya. Stefan melirik sekilas ke belakang bahu, namun segera kembali memusatkan perhatian padanya. “Mainin vaggy muu pake jarimu sendiri, cantik.” Yesica menggerakkan jarinya masu

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Menyiapkan Makan Malam

    Yesica merasa tenang dan damai sepanjang film berjalan. Suasana ruangan terasa nyaman dan hening. “Lapar?” Suara berat Stefan terdengar jelas saat suara dari layar berhenti. Pria itu berdiri di dapur dan sedang menyiapkan sesuatu. Yesica mengecup pipi Kairo sebentar. Ia lalu berjalan mendekati Stefan dan berdiri di samping pria itu. Tanpa sepatu hak tinggi, perbedaan tinggi badan mereka terasa sangat ketara. Stefan terus mengiris sayuran sambil menoleh sekilas ke arahnya. “Hari ini seru gak?” “Seru banget.” Yesica menyandarkan tubuhnya ke pinggir meja dapur. “Terus kamu ngapain aja seharian?” Wajah Yesica langsung memerah. Dalam hatinya, Andree, Giancha, dan Kairo terlintas dengan cepat. Stefan tersenyum tipis. Senyum itu membuat jantungnya berdebar kencang. Suatu saat nanti, ia pasti dapat membuat pria itu tersenyum lebar sepenuhnya. Stefan menyeka tangannya menggunakan handuk. Ia lalu menarik pinggang Yesica dan

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Sangatlah Menenangkan

    Yesica mengembuskan napas yang sedikit bergetar. “Kairo, tolong lakuin aja sekarang.” Kairo memasukkan batangnya ke dalam rahim Yesica. Suara lirih dan memohon dari wanita itu pun membuatnya sulit menahan diri. Ia bergerak beberapa kali, lalu diam di posisi itu sambil berusaha keras mengendalikan diri. Yesica mendekatkan tubuhnya lebih rapat, dan Kairo merasakan rahim wanita itu bergerak halus melingkupi dirinya. “Sabar dikit lagi, Yesica.” Kairo menggeser alat yang dipegangnya, lalu menempelkan ujung benda itu di bagian tersembunyi tubuh wanita itu. Ia mendorong benda itu masuk perlahan, lalu menariknya keluar sepenuhnya sambil mengatur napas agar tetap tenang. Tubuhnya sendiri berdenyut dan ingin segera mencapai klimaks, namun ia tetap memastikan kenyamanan Yesica terlebih dahulu. Ia tidak ingin hanya memuaskan keinginannya sendiri. Alat itu masuk makin dalam, dan Yesica mengerang nikmat. Kairo mengambil alat penggetar dengan tanga

  • TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM   Aku Sudah Siap, Kairo!

    Yesica mengangguk. Ia menatap Kairo dengan penuh hasrat saat menurunkan dan melepaskan celana dalamnya. Kairo diam sejenak untuk melepas celananya sendiri. Yesica membasahi bibirnya sambil menatap batang itu yang kini terbuka sepenuhnya. Ia menggeser tubuh Yesica lebih ke tengah kasur, lalu berbaring di samping wanita itu. Setiap lekuk tubuh Yesica membuat gairahnya memuncak dan dadanya terasa panas. Kairo mengecup kedua payudara wanita itu. Ia menggunakan ujung lidahnya untuk menyentuh putingnya di sana, lalu bergerak turun ke perut. Bentuk lekuk tubuh Yesica terlihat jauh lebih indah daripada bayangannya. Ia menjelajahi pusar wanita itu dengan ujung lidahnya. Yesica menegang dan mendekatkan tubuhnya, seolah meminta sentuhan lebih banyak. Kairo pun mengangkat wajahnya sebentar. “Kalau ada yang nggak enak atau bikin nggak nyaman, langsung bilang ya.” Pupil mata Yesica melebar, sampai bagian biru di matanya hampir tak terlihat.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status