
TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM
"Kamu harus ingat, setiap kali kamu terlambat, kita harus lakukan hal ini sebagai hukuman buat kamu!"
"Ba—baik, Pak."
"Sekarang, lepas Rok kamu!"
"I—iya, Pak."
"Duduk di atas meja, dan buka kakimu! Mulai sekarang, aku mau kamu datang tepat waktu, atau bahkan lebih awal. Kamu gak bisa berharap kami bersikap baik kalau kamu sendiri gak bisa mengendalikan jadwalmu, mengerti?"
***
Dari lima puluh surat lamaran kerja hingga empat kali wawancara yang gagal, ini adalah kesempatan terakhir Yessica untuk bertahan hidup di kerasnya Kota Jakarta sebelum uang simpanannya benar-benar habis. Jika kali ini kembali gagal, ia harus mengubur semua impiannya dan pulang ke kampung halaman.
Namun, wawancara terakhir itu jauh dari kata biasa. Alih-alih menghadapi satu pewawancara, Yessica justru berhadapan dengan empat pria yang luar biasa tampan, berkuasa, dan penuh misteri.
Stefan, sang CEO dingin dan dominan. Giancha, pria tenang dengan aura penuh wibawa. Kairo, sosok memikat dengan tatapan tajam yang sulit ditebak. Dan Andree, pria hangat yang selalu berhasil membuatnya gugup.
Mereka menawarkan gaji fantastis, apartemen mewah, serta berbagai fasilitas eksklusif dengan satu syarat, Yessica harus bekerja sekaligus tinggal bersama mereka.
Semakin lama berada di dekat keempat pria itu, semakin sulit bagi Yessica membedakan antara perhatian profesional dan godaan yang berbahaya.
Di balik kontrak kerja yang tampak sempurna itu, tersimpan aturan-aturan aneh, rahasia yang sengaja disembunyikan, serta sebuah perjanjian yang dapat mengubah seluruh hidupnya.
Mampukah Yessica tetap menjaga batas profesionalnya di tengah godaan empat pria yang selalu membuat jantungnya berdebar?
Atau justru ia akan terjerat dalam permainan mereka dan menghadapi sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya?
Read
Chapter: Anak TunggalMelalui kaca pancuran yang berembun, Yessica melihat bak mandi yang mengepul dengan lapisan busa mengambang di permukaannya. Aroma herbal memenuhi udara. Rasa bergairah menjalar di sepanjang tulang belakangnya. Yessica sudah bertahun-tahun tidak berendam di bak mandi. Apartemennya bahkan tidak memiliki bak mandi yang bisa digunakan, seandainya dia punya waktu untuk menikmatinya. Bak mandi itu sendiri sangat indah, tetapi Yessica tidak pernah mengizinkan dirinya menikmati kemewahan seperti ini. Sampai sekarang. Kairo mengambil spons dan sabun Yessica, sementara Giancha mengambil sampo miliknya. Tidak lama kemudian, tubuh Yessica sudah dipenuhi busa. Bagian dalam tubuh Yessica terasa panas, dan pancuran bukan satu-satunya hal yang basah. Ketika Kairo berlutut untuk mencuci kakinya, Yessica menggigit bibir dan menahan napas. Kairo mengangkat mata birunya menatap Yessica lalu terseny
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Salahkah Aku Mencintai Mereka? Kedua tangan besar Kairo bertumpu di atas pinggul Yessica. Kedua ibu jarinya menekan otot yang tegang, dan Yessica pun mengerang ketika otot-otot itu sedikit mengendur. Yessica membuka mata. Belum ada yang bangun. "Perlu yang lain, Sayang?" Bisikan rendah Kairo membuat Yessica semakin gelisah. Dia berharap bisa berbalik dan melakukan semua hal nakal yang mampu diciptakan pikirannya bersama Kairo, untuk Kairo, dan kepadanya. Namun, isi perutnya terasa seperti berada di dalam mesin penghancur sampah yang dipenuhi pecahan kaca. "Ibuprofen?" Mungkin sekalian rahim baru untuk menggantikan yang sedang dihancurkan sekarang? Kairo bergerak sedikit dan Yessica mendengar geraman pelan. "Hati-hati dengan sikumu." Suara serak Giancha mengusik kesunyian di sekitar mereka. "Gadis ini sedang kram. Jadilah pahlawan dan ambilkan obat untuknya." Kairo terus memijat punggung bawah Yessica. Kasur pun sedikit bergerak. Giancha duduk dan mengusap rambut gelapnya. Tatapan mengantuknya bertemu de
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Pijatan Pereda NyeriStefan tidak bisa tidur. Dia duduk di tepi ranjang, lalu bangkit. Dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Pengakuan cinta Yessica terus terngiang di kepalanya, membuatnya tetap terjaga. Mungkin itu hanya kekhilafan sesaat karena Yessica sedang terbawa suasana ketika mencapai klimaks bersama mereka.Namun, bahkan kata-kata yang diucapkan saat sedang terbawa gairah bisa mengandung kebenaran. Mungkin Yessica memang mulai jatuh cinta kepada mereka. Sama seperti mereka semua yang sepertinya mulai jatuh cinta kepadanya.Namun, pertanyaan tentang ke mana hubungan ini akan berjalan terus mengganggu pikiran Stefan. Pertanyaan itu muncul setiap kali dia memejamkan mata. Apa yang bisa mereka miliki setelah ini?Yessica adalah karyawan mereka. Ya, berhubungan seks dengannya bisa menimbulkan masalah, tetapi jatuh cinta adalah persoalan yang berbeda. Mereka bisa berhubungan seks tanpa melibatkan perasaan. Mereka sudah pernah melakukannya sebelumnya. Tidak pernah me
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Gigitan Harimau Mereka sudah bersahabat selama bertahun-tahun, dan Giancha tahu Stefan akan melakukan sesuatu yang berbeda. Hanya saja, Giancha tidak tahu seperti apa perubahan itu. Stefan berdiri di antara kedua lutut Giancha dan mencengkeram celana dalam Yessica, lalu menariknya dengan kuat hingga robek. Yessica pun menarik napas, hampir tidak percaya, tetapi rahimnya justru semakin basah. Yessica menyukai permainan yang kasar. Stefan mendorong tubuh Yessica ke dada Giancha. Giancha menggigil ketika jari-jari Stefan mengoleskan pelumas pada rudalnya yang berada di dalam Yessica. Mata Yessica melebar ketika menyadari apa yang dilakukan Stefan. Lalu ujung rudal Stefan menekan rudal Giancha, dan Stefan mendorongnya masuk ke dalam rahim Yessica yang sudah sempit bersama rudal Giancha sekaligus. Giancha mengerang karena rangsangan yang bercampur antara rudal Stefan bergesekan dengan miliknya, sementara rahim Yessica mencengkeram keduanya. Yessica mengerang saat menerima keduanya. Saat rudal Stefan
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Indahnya PersahabatanBergabung dengan mereka di kamarnya, Andree menggendong Yessica dengan kedua kaki melingkar di pinggangnya. Stefan, Kairo, dan Giancha menunggu dalam diam. Tangan Yessica berada di rambut Andree yang basah, dan kepala mereka saling menempel. Andree hanya mengenakan celana boxer, sementara Yessica mengenakan kemejanya. Celana dalam renda terlihat di bawah ujung kemeja."Mandinya menyenangkan, Harimau Betina?"Berbeda dari dua pria lain yang berjalan seperti harimau sungguhan, Giancha duduk di tepi ranjang. Mereka semua sudah mengenakan boxer masing-masinh, mengira permainan malam itu telah berakhir.Andree berhenti dan Yessica langsung menjatuhkan diri ke arah Giancha. Giancha menangkapnya saat Yessica membuatnya terlentang di atas ranjang. Tubuh Yessica hangat dan lembut. Andree membantu menahannya tetap stabil ketika Yessica duduk di atas pinggul Giancha. Rudal Giancha yang tadi sudah setengah tegang ketika Yessica datang langsung menegang sepenuhnya di antara kedua pahanya.Mata Yes
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Aku Mencintaimu, AndreeRambut Andree jatuh menutupi matanya saat dia menekan kedua tangan ke dinding kamar mandi dan membiarkan air mengguyur tubuhnya. Dia tahu sudah cukup lama bahwa dirinya mencintai Yessica dan ingin mempertahankannya. Andree tidak tahu bagaimana perasaan yang lain, tetapi dia sudah siap.Siap mengakui kepada dunia bahwa yang diinginkannya sama dengan yang diinginkan teman-temannya. Dia ingin berbagi Yessica dengan mereka sekaligus memilikinya untuk dirinya sendiri. Bagi Andree, Yessica bukan sekadar teman seks dan tidak pernah seperti itu. Tetapi mungkin bagi yang lain, hanya itu dirinya.Mereka tidak pernah membicarakannya. Sebelumnya tidak pernah menjadi masalah. "Sial." Andree menghantam ubin dengan tangannya.Andree memahami sudut pandang Stefan dan Giancha. Kisah dengan Relix sangat memengaruhi mereka. Andree tidak pernah memercayai wanita jalang itu, dan Relix juga tidak menyukainya, tetapi rumor yang disebarkannya masih menghantui mereka. Da
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Tamat୨ৎ D E R R I N જ⁀➴Satu tahun kemudian ....Cowok-cowok mutusin buat bikin acara nonton bareng pertandingan di rumah mereka. Karena kemarin malem kita nggak bisa ngumpul, jadi sekarang kita nongkrong bareng Minggu sore sambil nonton rekamannya. Ada bagian dari aku yang kepikiran, apa nggak berat buat Toyi dateng ke acara kayak gini? Tapi dia selalu bilang dia enjoy aja. Dia emang udah pensiun sebagai juara, walau sekarang sabuknya jatuh ke orang lain, soalnya dia udah berhenti."Masih aja kamu nggak percaya sama aku?" Toyi melingkarin lengannya ke aku sambil melihatin juara baru pamer sabuknya. "Coba deh lihat muka si Patrick. Aku dulu bisa jagain muka aku tetep cakep gini." Dia nepok pipinya sendiri sambil nyengir.Pertarungan dia sama Patrick setahun lalu gila-gilaan banget buat ditonton. Aku sempet berdiri dan teriak dukung dia, tapi bagian nemenin dia pulih setelahnya tuh berat banget buat aku. Melihat suami aku yang kuat ampe susah bangun dari sofa itu bikin hati aku ngilu. Merek
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: I Love You"Beneran? Kamu percaya aku?" Dia gigit bibir dalemnya, terus natap aku. "Awalnya aku percaya, tapi saat lihat barang-barang dia di suite kamu, aku nggak bisa bohong... itu kelihatan kayak bukti." Sialan, Anelle udah ngerusak momen reuni aku sama Derrin. "Jadi kamu nangis karena mikir aku selingkuh?" Dia geleng kepala. Syukurlah. Aku hampir gila barusan. "Aku nangis karena sempet ada momen aku ragu sama kamu. Emang sebentar banget, tapi tetep aja itu ada. Gimana kalau aku nggak pernah bisa percaya penuh sama kamu?" Aku nyenggol kepala ke belakang, hembus napas panjang. Harusnya sekarang aku udah di dalem dia, bukan malah sibuk ngeyakinin perasaan dan kesetiaan aku. "Dengan apa yang Anelle lakuin, siapa pun bakal kepikiran kayak gitu." "Tapi gimana kalau, Toyi? Gimana kalau rasa takut aku nggak pernah ilang?" Dia duduk di sofa, kepala ditutupin tangan. "Gimana kalau aku selalu jadi orang yang berantakan gini? Kamu hidup dengan gaya hidup yang bikin aku takut." Aku duduk
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: CemburuDia diam, dan perut aku mules karena aku tau aku bakal bikin hari dia jadi jelek.Setelah kayaknya nunggu seabad, dia akhirnya nanya, "Apa?""Anelle nyergap aku di pesta dan ada orang yang ngejepret kita.""Oh.""Tolong dengerin dulu. Itu kejadian tiba-tiba. Dia nyamperin buat nyapa, aku udah mau nyuruh dia pergi, tapi dia malah nempel ke aku saat ada yang moto.""Toyi," katanya."Maksud aku, dia sengaja deketin aku biar kelihatan kayak kita pasangan.""Toyi.""Aku udah bilang ke dia buat minggat. Kataku aku suami orang dan aku bahagia."Dia malah ketawa. "Toyi.""Apa?""Nggak apa-apa. Aku ngerti. Kamu bakal foto bareng banyak orang.""Tapi dia mantan aku," kataku."Aku tau. Santai aja. Aku percaya sama kamu kok."Aku pengen dia ulang kalimat terakhir itu. "Serius kamu?"Dia ketawa. "Ya ampun, aku emang sensitif, tapi cuma gara-gara satu foto nggak bakal ngeganggu aku."Aku angguk, meski dia nggak bisa lihat. "Wah, syukurlah.""Kamu bener-bener butuh seks deh. Kamu kaku banget.""Inga
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Karpet Merah"Batang aku masuk ke dalem kamu, kamu ngeluh nikmat.""Lebih cepet," aku desah."Aku udah makin cepet. Aku balik posisi, sekarang kamu yang di atas, nunggangin aku, arahin batang aku ke pintu masuk kamu. Terus kamu naik-turun, aku remes tetek kamu. Kita sama-sama teriak, kulit nabrak kulit.""Jangan berhenti," aku mohon."Aku keluar masuk makin keras, jari aku main di kelentit kamu, muter-muter. Ayo keluar, Baby, keluar buat aku," katanya, dan aku pun meledak."Derrin, kamu ada di situ?" suara orang lain teriak.Hape aku jatuh dari tangan, nyemplung langsung ke kloset. Sial. Aku cuma bisa berharap dia udah kelar sebelum hape aku kecebur. Semoga Donna punya stok beras di dapur. Kalau nggak, aku harus kabur ke Izel Crater besok buat beli hape baru.Aku ambil hape dari kloset, keluar bilik, ketemu Connie berdiri di sana dengan tangan di pinggang."Pipi kamu merah banget, Sayang, kamu nggak apa-apa?"Aku angguk sambil cuci tangan. "Aku baik-baik aja. Cuma agak overwhelmed."Semoga aja Con
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Bandung"Malah makin ganteng dari dulu," Althaf nimbrung.Dia jalan ke arah meja kita bareng Donna, dan kedua adik aku cuma bisa melototin tanpa ngomong apa-apa.Aku ulurin tangan. "Hei, Gavin, aku Derrin Sunya. Kayaknya kamu kenal sama suami aku, Toyi, kan?" Gila, aneh juga nyebut Toyi kayak gitu keras-keras.Donna nyediain kursi buat Gavin gabung sama kita, sementara bisik-bisik mulai kedengeran dari meja-meja lain di restoran."Hei, Derrin. Seneng ketemu kamu. Jadi, Toyi udah cerita soal podcast kamu, tapi dia nggak bisa berhenti muji kota ini, jadi aku ngerasa harus dateng sendiri buat lihat apa yang aku kelewatan. Lagi pula, aku juga butuh kabur sebentar dari Bandung.""Kopi? Teh?" tanya Donna."Kopi item. Makasih." Dia senyum ke Donna.Mata Donna langsung melotot dramatis saat dia jalan pergi, tangan nempel di dada kayak mau pingsan. Jelas banget, cuma aku doang Sunya yang bisa ngobrol normal sama nih orang."Jadi kamu cuma main-main ke sini?" tanya aku."Iya, dan aku harus bilang, aku
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Jangan KembaliAku memutar mata. Siapa bego yang bikin berita kita putus? Terus aku geleng. Aku enggak peduli, soalnya mereka jelas salah. Kalau ada yang enggak pasang taruhan di aku cuma gara-gara takhayul tolol itu, ya biarin aja.୨ৎ D E R R I N જ⁀➴Jantungku langsung deg-degan saat lihat artikel yang bilang kalau aku sama Toyi putus. Itu berita bohong. Kayak yang Toyi jelasin waktu kita ngobrol semalem, ada aja orang yang bakal ngelakuin apa pun demi ketenaran atau duit. Dia udah pergi beberapa hari, aku coba sibukin diri sama kerjaan dan nyiapin podcast bareng Gavin Price, tapi tetep aja nggak ngaruh. Otak aku masih muter-muter mikirin Toyi terus di belakang kepala.Karena kita sebenernya masih barengan, bukan kabar putus itu yang bikin aku resah. Yang bikin aku kepikiran tuh fakta kalau dia nggak pernah menang pertarungan saat lagi punya pacar. Jadi aku bakal jadi alasan dia kalah? Setidaknya di mata dunia? Kenapa dia nggak pernah bilang soal ini ke aku sebelumnya?"Kayaknya kamu kebawa pikiran
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Extra Chapter୨ৎ A L D A N I જ⁀➴ "Aku enggak yakin juga," kataku ke Karin. "Aku enggak tahu Maya bakal cocok pakai cincin ini atau enggak." "Percaya deh sama aku, dia bakal suka banget. Dan hey, udah setahun, loh. Udah cukup kamu ngulur-ngulur waktu, Aldani Sunya!" Aku angkat tangan. "Oke, oke, aku nurut." Aku pindah rumah, enggak tinggal lagi bareng saudara-saudaraku yang lain. Aku sama Maya beli rumah kecil di pinggir kota, dekat sama Papa-Mamaku dan dekat juga sama tempat usaha kita. "Aku senang banget," kata Karin. Melihat hubungan aku sama Maya makin kuat, ditambah hubungan dia sama Karin makin dekat selama setahun ini, itu indah banget. Kayaknya memang itu yang mereka berdua butuhkan. Tapi tetap saja, aku masih enggak seratus persen yakin bisa percaya Karin soal cincin ini. Aku lihat lagi cincin itu. "Kalau aku
Last Updated: 2025-09-26
Chapter: I Love You [END-Season II]Tanganku sudah menyentuh gagang pintu. "Aku yakin kamu orang baik, tapi kadang ada hal yang enggak bisa diperbaiki. Dan jujur aja, kalau kamu baru nyadar cinta sama anak aku setelah kehilangan dia, aku enggak bakal ijinin kamu ngomong sama dia sekarang!" ”Oke ...aku juga bakal jelasin ke, Tante. Mama aku meninggal waktu aku umur dua belas, dan—" Aku buka pintu dan keluar. Bahu dia langsung merosot saat melihatku. Dia coba melangkah melewati Mama, tapi Mama buru-buru maju lagi, menaruh tangan di dada dia. Aku hampir tertawa. "Enggak apa-apa, Ma." Mama menengok ke aku, "Maya!!!" "Mau jalan bareng bentaaaar aja sama aku?" kata Aldani sambil ulurkan tangan. "Tante juga boleh ikut." "Enggak." Mama mundur selangkah. "Kalian berdua aja." Dia taruh tangan di bahuku, terus kecup pipiku. Aku keluar dari apa
Last Updated: 2025-09-25
Chapter: Pulang ke Jakarta୨ৎ M A Y A જ⁀➴Mama bakal pulang malam ini, tapi sebelum itu dia bantu aku beres-beres apartemen.Dia keluar dari kamar mandi. "Kamar mandinya udah beres."Dia pegang kantong sampah hitam yang penuh sama karpet, tirai shower, sama barang-barang mandi aku. Dia sampai mau repot-repot bantu urusan begini, itu menunjukan betapa dia sayang banget sama aku. Dia duduk di kasur yang sudah aku bongkar, kasur yang jadi awal dari semua kekacauan ini sama Aldani."Sayang, ikut pulang sama Mama aja," katanya.Aku geleng kepala, sambil buang makanan yang hampir basi dan enggak ingin aku bawa. Aku sudah dapat rumah kecil buat disewa, dekat kota, jadi aku bisa jalan kaki ke tempat kerja. Mobil sewaan makin lama makin bikin tekor, jadi aku beli mobil murah buat dipakai sementara.Aku enggak bangga sama apa yang sudah kulakukan sama Aldani. Sebenarnya, enggak ada alasanku buat ribut di depan orang satu kota. Mungkin aku waktu itu cuma mau bikin di
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Susahnya Mengakui Perasaan IniGarasi penuh mobil, semua saudara kandung sama saudara tiri sudah pada berkumpul.Begitu aku masuk, suara tawa dari dapur pun langsung menghampiri. Suara yang sudah jadi kebiasaan di rumah ini, suara yang enggak bakal pernah ada kalau Hapsari enggak jadi bagian dari hidup kita.Dulu kita bahagia, iya, tapi dia bawa sesuatu yang berbeda. Sama seperti tiap saudara tiri aku. Kalau Papa enggak ambil risiko, hidup aku sekarang bakal sepi banget. Hapsari bahkan bantu Althaf mengurangi rasa bersalahnya. Aku enggak bakal bisa balas semua itu ke dia.Ruangan langsung sunyi saat Aku muncul. Saudara-saudara tiriku langsung maju buat peluk.Danny tepuk punggungku. "Akhirnya balik waras juga?"Aku cuek. "Sejak kapan kamu malah bela Maya?"Dia angkat bahu. "Aku suka aja sama dia. Lagian, Brine & Barrel dapat duit lebih banyak pas Duet Night. Aku berhak sombong, lah."Hapsari langsung peluk aku erat, tangannya naik turun di punggungku.
Last Updated: 2025-09-23
Chapter: Hidup & MatiAku jalan ke mobil, geleng-geleng kepala. Menyebalkan banget, hari buat mengenang Mama malah jadi fokus ke aku."Aldani!" Althaf mengejar dan tarik siku aku. "Enggak apa-apa mulai buka perasaan kamu."Aku putar badan, melihat mereka semua berdiri bareng Althaf."Kita juga ngerasain sakitnya," kata Alvaro. "Enggak ada dari kita yang pingin ngalamin itu lagi, tapi kita enggak bisa terpuruk terus.""Buktinya aku masih bertahan setelah ditinggal Khalisa," tambah Alzian. "Aku hancur banget, tapi aku masih ada di sini.""Aku udah duluan ngerasain semua itu, jadi jangan dikira aku enggak ngerti," kataku."Hei. Aku cuma dua tahun lebih muda dari kamu," celetuk Almorris. "Iya sakit, tapi bukan berarti kamu enggak boleh jatuh cinta lagi.""Aku lihat kamu sama Maya," kata Alzian. "Kamu udah jatuh cinta sama dia, mau kamu ngaku atau enggak."Mobil Papa berhenti pas di belakang mobil aku. Seperti biasa, dia datang telat sedi
Last Updated: 2025-09-22
Chapter: Selamat Ulang Tahun, Mama୨ৎ A L D A N I જ⁀➴Tiga hari setelah pembukaan The Libraria, setelah Maya memutuskan buat ribut sama aku di tengah malam acara Duet Night itu, sekarang aku berdiri di makam Mamaku.Althaf bawa semua bunga, setiap batangnya berbeda jenis, biar jadi buket yang Mama pasti suka. Mama selalu bilang kalau dia enggak pernah punya bunga favorit, semuanya cantik, sama seperti anak-anaknya.Tapi mungkin cuma aku yang masih ingat Mama bilang begitu. Kadang aku berpikir, jadi anak paling tua dengan ingatan paling jelas tentang Mama, itu kutukan banget."Kita mulai dari yang paling tua, kayak biasa," kata Althaf sambil kasih kode ke aku.Aku keluarkan napas berat, sebenarnya lagi enggak mood. "Aku skip dulu kali ini.""Aldani, kamu kan selalu duluan," katanya, ngotot.Aku geleng-geleng kepala. Aku malas banget harus jadi orang pertama yang kasih motivasi ke adik-adikku. Kita sudah hidup tanpa Mama jauh lebih lama ketimbang hidup bar
Last Updated: 2025-09-21
Chapter: Extra Chapter୨ৎ A L Z I A Nજ⁀➴ Setahun kemudian... Aku sama Khalisa masuk ke Brine & Barrel malam sebelum musim turis dimulai di Pecang. Tempatnya ramai banget, seperti biasa. Khalisa tertawa waktu lihat banyak minuman Khalisa Takes Flight mejeng di meja-meja. “Kenapa, Marlin?” tanyaku saat dia menyodorkan minuman favoritnya Khalisa, Melting Heart, terus geser ke arah dia. Habis itu, dia tuangkan juga punyaku, No Stout for You. “Enggak apa-apa, aku baru aja balik dari Bandung, naik penerbangan pagi buta. Capek banget.” “Oh iya, liburan cewek-cewek, ya? Kedengaran seru,” kata Khalisa. Aku lingkarkan tangan ke bahu Khalisa dan menarik dia makin dekat. “Enggak lebih seru dari liburan sama aku plus minuman warna-warni pakai payung kecil, kan?” Kita baru saja balik dari Bali. Bisa dibilang, kita lebih sering di kamar daripada di pantai. Itu bulan madu kedua kita, dan ya ... worth it banget. Kita memutuskan buat bikin pesta pernikahan sebelum musim turis. Melihat tempat ini penuh beg
Last Updated: 2025-08-20
Chapter: Jurnal Khalisa II [END - Season I]✎ᝰ. ──୨ৎ────୨ৎ── Aku lakuin itu. Dan rasanya lebih nyakitin dari apa pun yang pernah aku rasain. Aku ninggalin Alzian pagi ini, dengan alasan yang enggak masuk akal banget. “Aku sudah enggak bahagia” Aku pengecut. Tapi aku tahu, kalau aku enggak bisa kasih dia anak, kita pasti bakal hancur suatu hari nanti. Aku pernah lihat, gimana program Fertilitas ngehacurin pernikahan Papa sama Mama. Dan hatiku enggak bakal sanggup melihat itu terjadi di antara aku dan Alzian. Waktu aku pergi, aku yakinin ke diri aku sendiri kalau aku kuat buat ngelepasin dia. Bahkan saat aku sudah sampai bawah gunung dan mulai ragu. Aku butuh kekuatan penuh buat enggak balik ke rumah itu lagi, ke pelukannya. Alzian udah cukup sering kehilangan orang dalam hidupnya, apalagi setelah Mamanya meninggal. Da
Last Updated: 2025-08-20
Chapter: Kesalahan Terbesar୨ৎ K H A L I S A જ⁀➴Aku mengeluh pelan waktu dengar ada yang mengetok pintu. Hal terakhir yang harus aku hadapi hari ini ya dua orang itu. Aku sayang banget sama Connie dan Shaenette, tapi semoga saja bukan mereka.Aku matikan TV dan buka pintu. Betapa shock-nya aku saat lihat siapa yang berdiri di sana.Mama.Dia ulurkan tangan dengan ekspresi pahit. "Boleh masuk?" tanya dia.Aku buka jalan dan minggir. Dia sudah jauh-jauh dari Jogja."Ya udah, masuk aja."Aku balik ke sofa dan duduk, menunggu dia ikut duduk juga.Dia malah duduk di kursi depanku, terus taruh satu buku di tengah meja.Aku menatapnya, dan dia mengangguk. Ya, itu jurnal yang sudah lama aku cari."Gimana bisa Mama—"Dia angkat tangan. "Maaf, Khalisa. Mama pikir Mama bisa ngelindungin kamu dengan nyimpan itu. Setelah kamu kecelakaan, Mama masuk kamar kamu buat ambil baju yang mau Mama cuci. Ketemu buku ini ... dan ya, Ma
Last Updated: 2025-08-19
Chapter: Anak AnjingEnggak ada rencana, sih. Jadi memang agak sedikit berantakan, tapi semoga saat momennya tiba, aku tahu harus berbuat apa. Aku enggak mau melibatkan saudara-saudara cewekku buat persiapan ini.Tapi aku mau Khalisa tahu, walaupun banyak hal yang lagi dipertaruhkan, aku tetap memilih dia. Dan dia juga memilih aku.“Kok semuanya lagi di rumah, sih?” gumamku, saat melihat mobil-mobil di garasi.Mobil semua keluarga.Aku keluar dan dengar ada suara ramai-ramai di halaman belakang, jadi aku ikuti sumber suaranya dan menemukan Danny, Almorris, sama Luno lagi main di belakang bareng sekumpulan anak anjing di kandang kecil.“Kalian mau bisnis anjing, nih?” tanyaku.Luno menengok ke arahku. “Enggak lah, itu anaknya Popol. Dia baru punya anak,” jawab dia sambil senyum.Aku lupa kalau anjing Labrador kuningnya sempat menghamili anjing tetangga. Pemilik si anjing betina enggak mau mengurusi anak-anaknya dan bilang begitu anak-anaknya
Last Updated: 2025-08-18
Chapter: Bersama Api Unggun୨ৎ A L Z I A N જ⁀➴Aku pelan-pelan geser dari Khalisa, meninggalkan dia di kasur. Terus aku pakai celana training. Setelah itu, jalan ke dapur, ambil Bir.Sudah malam banget, hampir tengah malam. Aku turun ke tempat api unggun. Setelah menyalakan apinya, aku duduk di kursi, menikmati Bir sambil bengong.Jujur saja, aku enggak pernah merasa seputus asa ini dalam hidupku. Rasanya mirip banget waktu aku melihat Papa mencoba menyelamatkan Mama dari ganasnya ombak teluk. Dan ekspresi panik di wajahnya saat sadar dia enggak bisa berbuat apa-apa.Sekarang, wanita yang aku cinta lagi berduka karena peluang dia buat punya anak.Aku mengerti maksud dia. Teman kerjaku, Nick, pernah cerita soal itu. Mahal, makan waktu, dan bikin emosi naik turun. Tapi aku percaya kita bisa jalani ini berdua.Dan setidaknya sekarang aku tahu kenapa dia meninggalkan aku. Itu bikin semuanya lebih mudah diterima ketimbang kalau dia pergi gara-gara cowok lain.
Last Updated: 2025-08-17
Chapter: Haruskah Aku Meninggalkanmu?Aku mengangguk pelan. " Yakin.""Emang enggak bisa cari cara lain, ya?"Aku tatap dia lurus. "Dokter tadi itu cara lainnya. Dia lihat hasil yang sama kayak Dr. Agnes. Dan itu alasan aku ninggalin kamu, Alzian. Karena aku ngerasa enggak bisa kasih kamu keturunan. Aku terima kalau sekarang kamu mau ninggalin aku. Aku enggak bisa kasih hal yang kamu pinginin."Dia diam."Jadi sekarang ... kamu mau ninggalin aku lagi?""Aku cuma pingin kamu punya kehidupan yang kamu mimpiin. Kehidupan yang pantas kamu dapetin.""Hidup yang aku mau tuh kamu, Khalisa. Cuma kamu."Aku mengeluh, terus menutup muka pakai bantal. Aku ingin banget teriak, tapi aku tahan."Tapi aku tahu kamu pingin punya keluarga besar. Kamu udah sering bilang gitu dari dulu.""Kamu tadi bilang masih ada opsi pakai fertilitas, kan? Masih ada harapan.""Kamu tahu enggak, itu mahalnya kayak gimana? Dan kemungkinan berhasilnya kecil banget. B
Last Updated: 2025-08-16