author-banner
DityaR
DityaR
Author

Novels by DityaR

TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM

TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM

"Kamu harus ingat, setiap kali kamu terlambat, kita harus lakukan hal ini sebagai hukuman buat kamu!" "Ba—baik, Pak." "Sekarang, lepas Rok kamu!" "I—iya, Pak." "Duduk di atas meja, dan buka kakimu! Mulai sekarang, aku mau kamu datang tepat waktu, atau bahkan lebih awal. Kamu gak bisa berharap kami bersikap baik kalau kamu sendiri gak bisa mengendalikan jadwalmu, mengerti?" *** Dari lima puluh surat lamaran kerja hingga empat kali wawancara yang gagal, ini adalah kesempatan terakhir Yessica untuk bertahan hidup di kerasnya Kota Jakarta sebelum uang simpanannya benar-benar habis. Jika kali ini kembali gagal, ia harus mengubur semua impiannya dan pulang ke kampung halaman. Namun, wawancara terakhir itu jauh dari kata biasa. Alih-alih menghadapi satu pewawancara, Yessica justru berhadapan dengan empat pria yang luar biasa tampan, berkuasa, dan penuh misteri. Stefan, sang CEO dingin dan dominan. Giancha, pria tenang dengan aura penuh wibawa. Kairo, sosok memikat dengan tatapan tajam yang sulit ditebak. Dan Andree, pria hangat yang selalu berhasil membuatnya gugup. Mereka menawarkan gaji fantastis, apartemen mewah, serta berbagai fasilitas eksklusif dengan satu syarat, Yessica harus bekerja sekaligus tinggal bersama mereka. Semakin lama berada di dekat keempat pria itu, semakin sulit bagi Yessica membedakan antara perhatian profesional dan godaan yang berbahaya. Di balik kontrak kerja yang tampak sempurna itu, tersimpan aturan-aturan aneh, rahasia yang sengaja disembunyikan, serta sebuah perjanjian yang dapat mengubah seluruh hidupnya. Mampukah Yessica tetap menjaga batas profesionalnya di tengah godaan empat pria yang selalu membuat jantungnya berdebar? Atau justru ia akan terjerat dalam permainan mereka dan menghadapi sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya?
Read
Chapter: Membaca Buku
Tangan Kairo terus memijat betis dan telapak kaki Yessica. Gadis itu menggeliat pelan, seolah menginginkan sentuhan yang lebih lama."Tentang permainan tantangan antara dua sahabat."Tatapan Yessica bertemu dengan tatapannya. Pupil matanya membesar, sementara bibirnya tampak berkilau."Kamu suka?"Yessica mengangguk."Sangat.""Ceritain."Yessica menoleh ke arah Andree, seolah khawatir mengganggu waktu membacanya."Ceritain aja, Manis." Andree meletakkan bukunya di meja kecil di samping sofa sambil memainkan ujung tank top Yessica dengan jarinya. "Kayaknya cerita kamu lebih menarik daripada buku yang lagi aku baca."Yessica menarik napas dalam sebelum kembali menatap Kairo."Dua sahabat ini diam-diam saling menginginkan. Suatu hari mereka terjebak di sebuah kabin bersama sebotol minuman.""Laki-laki sama perempuan? Atau sesama jenis?"Kairo mencoba membayangkannya, tetapi yang
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Ketahuan Ayah
Yessica tahu jawaban itu tidak akan menghentikannya. Hayes malah tertawa."Dari dulu aku memang yakin kita harus merekrut kamu. Nggak nyangka ternyata kamu tipe yang jual diri ke pria kaya. Kalau uang yang bikin kamu tergoda, aku juga kaya.""Persetan sama kamu, Hayes."Yessica mencoba menyelinap melewatinya, tetapi Hayes langsung mendorong bahunya kembali ke dinding. Tatapannya turun ke belahan leher Yessica."Itu bekas yang dia buat?"Jari Hayes mencengkeram bahu Yessica tepat di dekat salah satu bekas yang ditinggalkan Kairo."Padahal kamu bisa dapat perlakuan lembut dariku, Burung Kecil. Tapi sekarang aku harus kasar sama kamu karena ternyata itu yang kamu suka."Tangan Hayes mulai terangkat ke arah leher Yessica. Sesaat Yessica membeku, tidak tahu harus bergerak ke mana. Lalu dia teringat sesuatu."Terus rekaman yang kamu kirim ke aku?"Dahi Hayes langsung berkerut. "Omong kosong apa itu?"
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Dekapan Hayes Lukito
Kini tangan Giancha sudah rileks, tidak lagi mengepal seperti sebelumnya. Yessica senang karena setidaknya dia berhasil sedikit meredakan ketegangan Giancha.Stefan berdiri ketika mereka memasuki ruang makan pribadi."Mereka sebentar lagi datang."Giancha mengangguk lalu menarik kursi untuk Yessica di antara dirinya dan Stefan. Yessica belum sempat membicarakan rencananya dengan Giancha. Mungkin nanti saat perjalanan pulang. Tubuhnya kembali merinding saat mengingat kemarahan dan sikap agresif Giancha sebelumnya.Giancha benar-benar tidak suka membayangkan Yessica bersama pria lain. Sialnya, Yessica juga merasakan hal yang sama.Dia tidak suka membayangkan mereka bersama perempuan lain, bahkan di masa lalu sekalipun. Kalau suatu hari dia bertemu Relix, mungkin Andree benar-benar harus mengikat dan menahannya supaya dia tidak nekat menyerang perempuan itu setelah semua yang sudah dilakukannya kepada mereka."Ruangan yang lebih kec
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Kemarahan Giancha
Saat menunggu lift, Yessica berdiri sedikit di belakang Giancha. Dia beberapa kali menggeser tumpuan kaki dan melirik ke arah lorong.Apa dia mengkhawatirkan Hayes? Atau seseorang yang lain? Mungkin dia takut Tibbu muncul lagi. Atau mungkin ada pria lain dari masa lalunya yang kembali datang.Tangan Giancha mengepal lalu perlahan mengendur. Semua orang punya masa lalu. Giancha hanya tidak ingin masa lalu Yessica terus dilempar ke hadapannya.Begitu pintu lift terbuka, Giancha meletakkan tangan di punggung bawah Yessica untuk menuntunnya masuk. Dia menekan tombol lantai tujuan. Pintu kembali menutup sebelum ada orang lain yang ikut masuk. Giancha mengangkat dagu Yessica."Lakukan semua yang aku suruh tanpa membantah. Paham, Harimau Betina?"Yessica menjilat bibirnya dengan gugup."Iya, Pak."Meskipun sapaan itu lebih sesuai dengan selera Stefan, Giancha tetap menyukai cara kata itu keluar dari bibir Yessica. Dulu dia pern
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Apakah Hayes Penguntit Itu?
Beberapa saat kemudian Giancha melepaskan ciuman itu, lalu menyandarkan dahinya ke dahi Yessica. "Kita belum selesai, Harimau Betina. Nanti malam aku bakal kasih pelajaran supaya kamu ingat tempatmu. Dan setiap nomor laki-laki yang masih ada di ponselmu bakal ada konsekuensinya." Mata biru Yessica masih memancarkan sedikit perlawanan. Giancha ingin memberi pelajaran pada Yessica saat itu juga. Namun mereka datang ke sana untuk bekerja. "Ayo." Hasrat di tubuh Yessica masih belum benar-benar reda saat dia dan Giancha berjalan menuju ruang rapat. "Yessica!" Suara Hayes langsung memutus lamunan Yessica. Hampir saja Yessica melupakan pria itu karena terlalu larut memikirkan sikap posesif Giancha yang dipenuhi rasa cemburu. Hayes benar-benar ampuh menghancurkan suasana hati. Giancha langsung berdiri di depan Yessica saat Hayes mendekat dengan senyum lebar. Senyum itu sedikit memudar ketika Giancha mengulurkan tangan. "Hayes." Hayes menjabat tangan Giancha, tetapi tatapannya tetap m
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Kantor Hayes
Giancha mengangkat bahu."Aku nggak peduli orang mau mikir apa. Aku nggak bakal membiarkan dia berduaan sama kamu lagi."Sampai sekarang Giancha masih menyalahkan dirinya sendiri karena gagal mengenali tanda-tandanya sejak awal. Saat pertama kali melihat Yessica dan Hayes bersama, dia hanya melihat apa yang ingin dia lihat. Giancha ingin membuktikan bahwa Yessica sama saja seperti perempuan lain yang hanya mengincar uang dan kekuasaan mereka.Yessica menggenggam tangan Giancha. "Aku bakal hati-hati, Giancha."Giancha menyelipkan jemarinya di antara jari-jari Yessica lalu mengembuskan napas panjang. Yessica memang berbeda. Setiap hari dia terus membuktikannya. Namun, pikiran Giancha masih terus mencari celah, mencari apa yang mungkin terlewat olehnya. Dia pernah mengecewakan teman-temannya. Dia pernah membiarkan seekor ular masuk ke dalam hidup mereka tanpa menyadarinya.Relix telah membuat mereka kehilangan banyak uang dan hampir menghanc
Last Updated: 2026-08-26
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

Siapa, sih, cewek misterius itu? Dari sekian banyak lokasi bisnis yang strategis di Pecang, kenapa dia malah memilih gedung di sebelahku? Sebagai pemilik Bar, sebenarnya aku sudah lama mengincar gedung itu untuk mengekspansi Brine & Barrel. Ya, karena memang gedung kita melekat jadi satu, hanya terpisah oleh tembok. Tapi sialnya apa? Dia malah bilang kalau akan menetap dan buka toko buku di situ. Sekarang semua rencanaku fix ... gagal total gara-gara dia. Aku benci banget sama dia. Parahnya lagi, setiap kali aku menjaga jarak dengannya, adik perempuan dan kedua nenekku malah gemar sekali menjodohkan kami. Enggak. Pokoknya aku enggak akan pernah rela menyerahkan gedung itu. Jadi ... tetangga baruku, bersiaplah. Permainan kita baru akan dimulai! ──୨ৎ────୨ৎ── Pecang with Benefit Season II
Read
Chapter: Extra Chapter
୨ৎ A L D A N I જ⁀➴ "Aku enggak yakin juga," kataku ke Karin. "Aku enggak tahu Maya bakal cocok pakai cincin ini atau enggak." "Percaya deh sama aku, dia bakal suka banget. Dan hey, udah setahun, loh. Udah cukup kamu ngulur-ngulur waktu, Aldani Sunya!" Aku angkat tangan. "Oke, oke, aku nurut." Aku pindah rumah, enggak tinggal lagi bareng saudara-saudaraku yang lain. Aku sama Maya beli rumah kecil di pinggir kota, dekat sama Papa-Mamaku dan dekat juga sama tempat usaha kita. "Aku senang banget," kata Karin. Melihat hubungan aku sama Maya makin kuat, ditambah hubungan dia sama Karin makin dekat selama setahun ini, itu indah banget. Kayaknya memang itu yang mereka berdua butuhkan. Tapi tetap saja, aku masih enggak seratus persen yakin bisa percaya Karin soal cincin ini. Aku lihat lagi cincin itu. "Kalau aku
Last Updated: 2025-09-26
Chapter: I Love You [END-Season II]
Tanganku sudah menyentuh gagang pintu. "Aku yakin kamu orang baik, tapi kadang ada hal yang enggak bisa diperbaiki. Dan jujur aja, kalau kamu baru nyadar cinta sama anak aku setelah kehilangan dia, aku enggak bakal ijinin kamu ngomong sama dia sekarang!" ”Oke ...aku juga bakal jelasin ke, Tante. Mama aku meninggal waktu aku umur dua belas, dan—" Aku buka pintu dan keluar. Bahu dia langsung merosot saat melihatku. Dia coba melangkah melewati Mama, tapi Mama buru-buru maju lagi, menaruh tangan di dada dia. Aku hampir tertawa. "Enggak apa-apa, Ma." Mama menengok ke aku, "Maya!!!" "Mau jalan bareng bentaaaar aja sama aku?" kata Aldani sambil ulurkan tangan. "Tante juga boleh ikut." "Enggak." Mama mundur selangkah. "Kalian berdua aja." Dia taruh tangan di bahuku, terus kecup pipiku. Aku keluar dari apa
Last Updated: 2025-09-25
Chapter: Pulang ke Jakarta
୨ৎ M A Y A જ⁀➴Mama bakal pulang malam ini, tapi sebelum itu dia bantu aku beres-beres apartemen.Dia keluar dari kamar mandi. "Kamar mandinya udah beres."Dia pegang kantong sampah hitam yang penuh sama karpet, tirai shower, sama barang-barang mandi aku. Dia sampai mau repot-repot bantu urusan begini, itu menunjukan betapa dia sayang banget sama aku. Dia duduk di kasur yang sudah aku bongkar, kasur yang jadi awal dari semua kekacauan ini sama Aldani."Sayang, ikut pulang sama Mama aja," katanya.Aku geleng kepala, sambil buang makanan yang hampir basi dan enggak ingin aku bawa. Aku sudah dapat rumah kecil buat disewa, dekat kota, jadi aku bisa jalan kaki ke tempat kerja. Mobil sewaan makin lama makin bikin tekor, jadi aku beli mobil murah buat dipakai sementara.Aku enggak bangga sama apa yang sudah kulakukan sama Aldani. Sebenarnya, enggak ada alasanku buat ribut di depan orang satu kota. Mungkin aku waktu itu cuma mau bikin di
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Susahnya Mengakui Perasaan Ini
Garasi penuh mobil, semua saudara kandung sama saudara tiri sudah pada berkumpul.Begitu aku masuk, suara tawa dari dapur pun langsung menghampiri. Suara yang sudah jadi kebiasaan di rumah ini, suara yang enggak bakal pernah ada kalau Hapsari enggak jadi bagian dari hidup kita.Dulu kita bahagia, iya, tapi dia bawa sesuatu yang berbeda. Sama seperti tiap saudara tiri aku. Kalau Papa enggak ambil risiko, hidup aku sekarang bakal sepi banget. Hapsari bahkan bantu Althaf mengurangi rasa bersalahnya. Aku enggak bakal bisa balas semua itu ke dia.Ruangan langsung sunyi saat Aku muncul. Saudara-saudara tiriku langsung maju buat peluk.Danny tepuk punggungku. "Akhirnya balik waras juga?"Aku cuek. "Sejak kapan kamu malah bela Maya?"Dia angkat bahu. "Aku suka aja sama dia. Lagian, Brine & Barrel dapat duit lebih banyak pas Duet Night. Aku berhak sombong, lah."Hapsari langsung peluk aku erat, tangannya naik turun di punggungku.
Last Updated: 2025-09-23
Chapter: Hidup & Mati
Aku jalan ke mobil, geleng-geleng kepala. Menyebalkan banget, hari buat mengenang Mama malah jadi fokus ke aku."Aldani!" Althaf mengejar dan tarik siku aku. "Enggak apa-apa mulai buka perasaan kamu."Aku putar badan, melihat mereka semua berdiri bareng Althaf."Kita juga ngerasain sakitnya," kata Alvaro. "Enggak ada dari kita yang pingin ngalamin itu lagi, tapi kita enggak bisa terpuruk terus.""Buktinya aku masih bertahan setelah ditinggal Khalisa," tambah Alzian. "Aku hancur banget, tapi aku masih ada di sini.""Aku udah duluan ngerasain semua itu, jadi jangan dikira aku enggak ngerti," kataku."Hei. Aku cuma dua tahun lebih muda dari kamu," celetuk Almorris. "Iya sakit, tapi bukan berarti kamu enggak boleh jatuh cinta lagi.""Aku lihat kamu sama Maya," kata Alzian. "Kamu udah jatuh cinta sama dia, mau kamu ngaku atau enggak."Mobil Papa berhenti pas di belakang mobil aku. Seperti biasa, dia datang telat sedi
Last Updated: 2025-09-22
Chapter: Selamat Ulang Tahun, Mama
୨ৎ A L D A N I જ⁀➴Tiga hari setelah pembukaan The Libraria, setelah Maya memutuskan buat ribut sama aku di tengah malam acara Duet Night itu, sekarang aku berdiri di makam Mamaku.Althaf bawa semua bunga, setiap batangnya berbeda jenis, biar jadi buket yang Mama pasti suka. Mama selalu bilang kalau dia enggak pernah punya bunga favorit, semuanya cantik, sama seperti anak-anaknya.Tapi mungkin cuma aku yang masih ingat Mama bilang begitu. Kadang aku berpikir, jadi anak paling tua dengan ingatan paling jelas tentang Mama, itu kutukan banget."Kita mulai dari yang paling tua, kayak biasa," kata Althaf sambil kasih kode ke aku.Aku keluarkan napas berat, sebenarnya lagi enggak mood. "Aku skip dulu kali ini.""Aldani, kamu kan selalu duluan," katanya, ngotot.Aku geleng-geleng kepala. Aku malas banget harus jadi orang pertama yang kasih motivasi ke adik-adikku. Kita sudah hidup tanpa Mama jauh lebih lama ketimbang hidup bar
Last Updated: 2025-09-21
STRANGER WITH BENEFIT

STRANGER WITH BENEFIT

Gara-gara mabuk malam itu, kita berdua malah saling tanda tangan kontrak untuk berpura-pura menjadi suami istri selama tiga bulan. Masalahnya, tiga bulan itu waktu yang cukup untuk mengubah segalanya. Termasuk membuatku jatuh hati sungguhan kepada laki-laki dengan gaya hidup yang paling aku benci. Dan tentu saja suami baruku, si Toyi The Rock, petarung MMA terkenal itu, harus mengumumkan pernikahan kita di depan keluargaku dan ke semua orang di Pecang. ────୨ৎ──── Pecang with Benefit Season III
Read
Chapter: Tamat
୨ৎ D E R R I N જ⁀➴Satu tahun kemudian ....Cowok-cowok mutusin buat bikin acara nonton bareng pertandingan di rumah mereka. Karena kemarin malem kita nggak bisa ngumpul, jadi sekarang kita nongkrong bareng Minggu sore sambil nonton rekamannya. Ada bagian dari aku yang kepikiran, apa nggak berat buat Toyi dateng ke acara kayak gini? Tapi dia selalu bilang dia enjoy aja. Dia emang udah pensiun sebagai juara, walau sekarang sabuknya jatuh ke orang lain, soalnya dia udah berhenti."Masih aja kamu nggak percaya sama aku?" Toyi melingkarin lengannya ke aku sambil melihatin juara baru pamer sabuknya. "Coba deh lihat muka si Patrick. Aku dulu bisa jagain muka aku tetep cakep gini." Dia nepok pipinya sendiri sambil nyengir.Pertarungan dia sama Patrick setahun lalu gila-gilaan banget buat ditonton. Aku sempet berdiri dan teriak dukung dia, tapi bagian nemenin dia pulih setelahnya tuh berat banget buat aku. Melihat suami aku yang kuat ampe susah bangun dari sofa itu bikin hati aku ngilu. Merek
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: I Love You
"Beneran? Kamu percaya aku?" Dia gigit bibir dalemnya, terus natap aku. "Awalnya aku percaya, tapi saat lihat barang-barang dia di suite kamu, aku nggak bisa bohong... itu kelihatan kayak bukti." Sialan, Anelle udah ngerusak momen reuni aku sama Derrin. "Jadi kamu nangis karena mikir aku selingkuh?" Dia geleng kepala. Syukurlah. Aku hampir gila barusan. "Aku nangis karena sempet ada momen aku ragu sama kamu. Emang sebentar banget, tapi tetep aja itu ada. Gimana kalau aku nggak pernah bisa percaya penuh sama kamu?" Aku nyenggol kepala ke belakang, hembus napas panjang. Harusnya sekarang aku udah di dalem dia, bukan malah sibuk ngeyakinin perasaan dan kesetiaan aku. "Dengan apa yang Anelle lakuin, siapa pun bakal kepikiran kayak gitu." "Tapi gimana kalau, Toyi? Gimana kalau rasa takut aku nggak pernah ilang?" Dia duduk di sofa, kepala ditutupin tangan. "Gimana kalau aku selalu jadi orang yang berantakan gini? Kamu hidup dengan gaya hidup yang bikin aku takut." Aku duduk
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Cemburu
Dia diam, dan perut aku mules karena aku tau aku bakal bikin hari dia jadi jelek.Setelah kayaknya nunggu seabad, dia akhirnya nanya, "Apa?""Anelle nyergap aku di pesta dan ada orang yang ngejepret kita.""Oh.""Tolong dengerin dulu. Itu kejadian tiba-tiba. Dia nyamperin buat nyapa, aku udah mau nyuruh dia pergi, tapi dia malah nempel ke aku saat ada yang moto.""Toyi," katanya."Maksud aku, dia sengaja deketin aku biar kelihatan kayak kita pasangan.""Toyi.""Aku udah bilang ke dia buat minggat. Kataku aku suami orang dan aku bahagia."Dia malah ketawa. "Toyi.""Apa?""Nggak apa-apa. Aku ngerti. Kamu bakal foto bareng banyak orang.""Tapi dia mantan aku," kataku."Aku tau. Santai aja. Aku percaya sama kamu kok."Aku pengen dia ulang kalimat terakhir itu. "Serius kamu?"Dia ketawa. "Ya ampun, aku emang sensitif, tapi cuma gara-gara satu foto nggak bakal ngeganggu aku."Aku angguk, meski dia nggak bisa lihat. "Wah, syukurlah.""Kamu bener-bener butuh seks deh. Kamu kaku banget.""Inga
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Karpet Merah
"Batang aku masuk ke dalem kamu, kamu ngeluh nikmat.""Lebih cepet," aku desah."Aku udah makin cepet. Aku balik posisi, sekarang kamu yang di atas, nunggangin aku, arahin batang aku ke pintu masuk kamu. Terus kamu naik-turun, aku remes tetek kamu. Kita sama-sama teriak, kulit nabrak kulit.""Jangan berhenti," aku mohon."Aku keluar masuk makin keras, jari aku main di kelentit kamu, muter-muter. Ayo keluar, Baby, keluar buat aku," katanya, dan aku pun meledak."Derrin, kamu ada di situ?" suara orang lain teriak.Hape aku jatuh dari tangan, nyemplung langsung ke kloset. Sial. Aku cuma bisa berharap dia udah kelar sebelum hape aku kecebur. Semoga Donna punya stok beras di dapur. Kalau nggak, aku harus kabur ke Izel Crater besok buat beli hape baru.Aku ambil hape dari kloset, keluar bilik, ketemu Connie berdiri di sana dengan tangan di pinggang."Pipi kamu merah banget, Sayang, kamu nggak apa-apa?"Aku angguk sambil cuci tangan. "Aku baik-baik aja. Cuma agak overwhelmed."Semoga aja Con
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Bandung
"Malah makin ganteng dari dulu," Althaf nimbrung.Dia jalan ke arah meja kita bareng Donna, dan kedua adik aku cuma bisa melototin tanpa ngomong apa-apa.Aku ulurin tangan. "Hei, Gavin, aku Derrin Sunya. Kayaknya kamu kenal sama suami aku, Toyi, kan?" Gila, aneh juga nyebut Toyi kayak gitu keras-keras.Donna nyediain kursi buat Gavin gabung sama kita, sementara bisik-bisik mulai kedengeran dari meja-meja lain di restoran."Hei, Derrin. Seneng ketemu kamu. Jadi, Toyi udah cerita soal podcast kamu, tapi dia nggak bisa berhenti muji kota ini, jadi aku ngerasa harus dateng sendiri buat lihat apa yang aku kelewatan. Lagi pula, aku juga butuh kabur sebentar dari Bandung.""Kopi? Teh?" tanya Donna."Kopi item. Makasih." Dia senyum ke Donna.Mata Donna langsung melotot dramatis saat dia jalan pergi, tangan nempel di dada kayak mau pingsan. Jelas banget, cuma aku doang Sunya yang bisa ngobrol normal sama nih orang."Jadi kamu cuma main-main ke sini?" tanya aku."Iya, dan aku harus bilang, aku
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Jangan Kembali
Aku memutar mata. Siapa bego yang bikin berita kita putus? Terus aku geleng. Aku enggak peduli, soalnya mereka jelas salah. Kalau ada yang enggak pasang taruhan di aku cuma gara-gara takhayul tolol itu, ya biarin aja.୨ৎ D E R R I N જ⁀➴Jantungku langsung deg-degan saat lihat artikel yang bilang kalau aku sama Toyi putus. Itu berita bohong. Kayak yang Toyi jelasin waktu kita ngobrol semalem, ada aja orang yang bakal ngelakuin apa pun demi ketenaran atau duit. Dia udah pergi beberapa hari, aku coba sibukin diri sama kerjaan dan nyiapin podcast bareng Gavin Price, tapi tetep aja nggak ngaruh. Otak aku masih muter-muter mikirin Toyi terus di belakang kepala.Karena kita sebenernya masih barengan, bukan kabar putus itu yang bikin aku resah. Yang bikin aku kepikiran tuh fakta kalau dia nggak pernah menang pertarungan saat lagi punya pacar. Jadi aku bakal jadi alasan dia kalah? Setidaknya di mata dunia? Kenapa dia nggak pernah bilang soal ini ke aku sebelumnya?"Kayaknya kamu kebawa pikiran
Last Updated: 2026-08-26
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

Bagaimana bisa dia tiba-tiba memelukku? Dia pikir kita ini masih suami istri, apa? Dulu kita memang pernah bersama. Sebelum dia meninggalkanku tanpa ada penjelasan apa pun. Dan sekarang? Dia kembali mengusikku dengan mengaku kehilangan ingatan. Dia mengira kalau aku masih suaminya. Gila. Secara formal, sih, kita belum resmi berpisah. Sebenarnya surat cerai kita sudah ada di kantor pengacara, tapi belum ada satu pun dari kita yang menandatanganinya. Dan sayangnya hatiku sudah mengatakan sebaliknya. Aku muak banget sama semua drama ini. Katanya dia cuma ingin mengingat kehidupannya di Pecang. Kota kecil di mana semua kenangan kita tersimpan. Sementara aku cuma ingin tahu alasan kenapa dia pergi. Begitu ingatannya pulih, aku akan meninggalkannya. Karena bagiku, enggak bakal ada yang namanya kesempatan kedua. Tetapi ... seperti yang bisa kalian tebak, semuanya enggak berjalan sesuai rencana. ──୨ৎ────୨ৎ── Pecang with Benefit Season I
Read
Chapter: Extra Chapter
୨ৎ A L Z I A Nજ⁀➴ Setahun kemudian... Aku sama Khalisa masuk ke Brine & Barrel malam sebelum musim turis dimulai di Pecang. Tempatnya ramai banget, seperti biasa. Khalisa tertawa waktu lihat banyak minuman Khalisa Takes Flight mejeng di meja-meja. “Kenapa, Marlin?” tanyaku saat dia menyodorkan minuman favoritnya Khalisa, Melting Heart, terus geser ke arah dia. Habis itu, dia tuangkan juga punyaku, No Stout for You. “Enggak apa-apa, aku baru aja balik dari Bandung, naik penerbangan pagi buta. Capek banget.” “Oh iya, liburan cewek-cewek, ya? Kedengaran seru,” kata Khalisa. Aku lingkarkan tangan ke bahu Khalisa dan menarik dia makin dekat. “Enggak lebih seru dari liburan sama aku plus minuman warna-warni pakai payung kecil, kan?” Kita baru saja balik dari Bali. Bisa dibilang, kita lebih sering di kamar daripada di pantai. Itu bulan madu kedua kita, dan ya ... worth it banget. Kita memutuskan buat bikin pesta pernikahan sebelum musim turis. Melihat tempat ini penuh beg
Last Updated: 2025-08-20
Chapter: Jurnal Khalisa II [END - Season I]
✎ᝰ. ──୨ৎ────୨ৎ── Aku lakuin itu. Dan rasanya lebih nyakitin dari apa pun yang pernah aku rasain. Aku ninggalin Alzian pagi ini, dengan alasan yang enggak masuk akal banget. “Aku sudah enggak bahagia” Aku pengecut. Tapi aku tahu, kalau aku enggak bisa kasih dia anak, kita pasti bakal hancur suatu hari nanti. Aku pernah lihat, gimana program Fertilitas ngehacurin pernikahan Papa sama Mama. Dan hatiku enggak bakal sanggup melihat itu terjadi di antara aku dan Alzian. Waktu aku pergi, aku yakinin ke diri aku sendiri kalau aku kuat buat ngelepasin dia. Bahkan saat aku sudah sampai bawah gunung dan mulai ragu. Aku butuh kekuatan penuh buat enggak balik ke rumah itu lagi, ke pelukannya. Alzian udah cukup sering kehilangan orang dalam hidupnya, apalagi setelah Mamanya meninggal. Da
Last Updated: 2025-08-20
Chapter: Kesalahan Terbesar
୨ৎ K H A L I S A જ⁀➴Aku mengeluh pelan waktu dengar ada yang mengetok pintu. Hal terakhir yang harus aku hadapi hari ini ya dua orang itu. Aku sayang banget sama Connie dan Shaenette, tapi semoga saja bukan mereka.Aku matikan TV dan buka pintu. Betapa shock-nya aku saat lihat siapa yang berdiri di sana.Mama.Dia ulurkan tangan dengan ekspresi pahit. "Boleh masuk?" tanya dia.Aku buka jalan dan minggir. Dia sudah jauh-jauh dari Jogja."Ya udah, masuk aja."Aku balik ke sofa dan duduk, menunggu dia ikut duduk juga.Dia malah duduk di kursi depanku, terus taruh satu buku di tengah meja.Aku menatapnya, dan dia mengangguk. Ya, itu jurnal yang sudah lama aku cari."Gimana bisa Mama—"Dia angkat tangan. "Maaf, Khalisa. Mama pikir Mama bisa ngelindungin kamu dengan nyimpan itu. Setelah kamu kecelakaan, Mama masuk kamar kamu buat ambil baju yang mau Mama cuci. Ketemu buku ini ... dan ya, Ma
Last Updated: 2025-08-19
Chapter: Anak Anjing
Enggak ada rencana, sih. Jadi memang agak sedikit berantakan, tapi semoga saat momennya tiba, aku tahu harus berbuat apa. Aku enggak mau melibatkan saudara-saudara cewekku buat persiapan ini.Tapi aku mau Khalisa tahu, walaupun banyak hal yang lagi dipertaruhkan, aku tetap memilih dia. Dan dia juga memilih aku.“Kok semuanya lagi di rumah, sih?” gumamku, saat melihat mobil-mobil di garasi.Mobil semua keluarga.Aku keluar dan dengar ada suara ramai-ramai di halaman belakang, jadi aku ikuti sumber suaranya dan menemukan Danny, Almorris, sama Luno lagi main di belakang bareng sekumpulan anak anjing di kandang kecil.“Kalian mau bisnis anjing, nih?” tanyaku.Luno menengok ke arahku. “Enggak lah, itu anaknya Popol. Dia baru punya anak,” jawab dia sambil senyum.Aku lupa kalau anjing Labrador kuningnya sempat menghamili anjing tetangga. Pemilik si anjing betina enggak mau mengurusi anak-anaknya dan bilang begitu anak-anaknya
Last Updated: 2025-08-18
Chapter: Bersama Api Unggun
୨ৎ A L Z I A N જ⁀➴Aku pelan-pelan geser dari Khalisa, meninggalkan dia di kasur. Terus aku pakai celana training. Setelah itu, jalan ke dapur, ambil Bir.Sudah malam banget, hampir tengah malam. Aku turun ke tempat api unggun. Setelah menyalakan apinya, aku duduk di kursi, menikmati Bir sambil bengong.Jujur saja, aku enggak pernah merasa seputus asa ini dalam hidupku. Rasanya mirip banget waktu aku melihat Papa mencoba menyelamatkan Mama dari ganasnya ombak teluk. Dan ekspresi panik di wajahnya saat sadar dia enggak bisa berbuat apa-apa.Sekarang, wanita yang aku cinta lagi berduka karena peluang dia buat punya anak.Aku mengerti maksud dia. Teman kerjaku, Nick, pernah cerita soal itu. Mahal, makan waktu, dan bikin emosi naik turun. Tapi aku percaya kita bisa jalani ini berdua.Dan setidaknya sekarang aku tahu kenapa dia meninggalkan aku. Itu bikin semuanya lebih mudah diterima ketimbang kalau dia pergi gara-gara cowok lain.
Last Updated: 2025-08-17
Chapter: Haruskah Aku Meninggalkanmu?
Aku mengangguk pelan. " Yakin.""Emang enggak bisa cari cara lain, ya?"Aku tatap dia lurus. "Dokter tadi itu cara lainnya. Dia lihat hasil yang sama kayak Dr. Agnes. Dan itu alasan aku ninggalin kamu, Alzian. Karena aku ngerasa enggak bisa kasih kamu keturunan. Aku terima kalau sekarang kamu mau ninggalin aku. Aku enggak bisa kasih hal yang kamu pinginin."Dia diam."Jadi sekarang ... kamu mau ninggalin aku lagi?""Aku cuma pingin kamu punya kehidupan yang kamu mimpiin. Kehidupan yang pantas kamu dapetin.""Hidup yang aku mau tuh kamu, Khalisa. Cuma kamu."Aku mengeluh, terus menutup muka pakai bantal. Aku ingin banget teriak, tapi aku tahan."Tapi aku tahu kamu pingin punya keluarga besar. Kamu udah sering bilang gitu dari dulu.""Kamu tadi bilang masih ada opsi pakai fertilitas, kan? Masih ada harapan.""Kamu tahu enggak, itu mahalnya kayak gimana? Dan kemungkinan berhasilnya kecil banget. B
Last Updated: 2025-08-16
You may also like
Bintang untuk Angkasa
Bintang untuk Angkasa
Romansa · Septi Nofia Sari
70.1K views
Istri Kesayangan Tuan Arogan
Istri Kesayangan Tuan Arogan
Romansa · Dilla Maharia
69.9K views
Terpikat Cinta Sang CEO
Terpikat Cinta Sang CEO
Romansa · Dhea Sabrina
69.9K views
Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer
Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer
Romansa · agneslovely2014
69.9K views
Gairah Terlarang Sepupuku
Gairah Terlarang Sepupuku
Romansa · Zizara Geoveldy
69.6K views
Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai
Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai
Romansa · Maufy Izha
69.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status