Home / Romansa / TERIKAT PERJODOHAN / S2 - LS [8] Mengapa Camerku Berbeda?

Share

S2 - LS [8] Mengapa Camerku Berbeda?

Author: qeynov
last update Last Updated: 2025-04-12 15:19:16
“Morning Camer.. Xavier yang ganteng datang!”

Xavier tersenyum menampakkan deretan giginya. Pemuda itu memasang tampang menjengkelkan, menyapa Jeno yang berada di ruang makan dengan penuh kesengajaan.

“Ngapain kamu pagi-pagi ke sini, Xav? Nggak diajarin Papa kamu caranya bertamu, apa gimana sih kamu itu?!”

“Mau numpang sarapan dong, Om.” Kekeh Xavier. Ia suka sekali melihat gurat kemarahan di wajah calon papi mertuanya. Guratan tersebut membuktikan bahwa pertempuran dalam mendapatkan Aurelia telah dimenangkan oleh dirinya.

Finally, dialah pemenangnya. The winner sejati setelah menanti belasan tahun lama.

“Nggak ada! Rumah Om bukan tempat penampungan.” Tolak Jeno, tidak menutupi rasa tidak sukanya kepada anak sahabatnya.

“Jeno,” tegur oma Aurelia. “Mama yang suruh Xavier ke sini. Itung-itung mendekatkan diri sama kamu, biar nggak gontok-gontokan terus.”

“Mah!” pekik Om kesayangan Xavier itu. Tangannya meremas pinggiran koran. Ia tidak bisa melawan sang ibu. Sejak dirinya dilahirkan, wan
qeynov

😭 cupang mam omlet. Gak sekalian pizza Sap 🤣

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [9] Xavier Nggak Kuat

    Sebagai pewaris selanjutnya keluarga Tirto, Xavier memiliki beberapa kemudahan, termasuk ditempatnya mengenyam pendidikan. Untuk Xavier dari kesulitan— sang papa, meminta pihak kampus menyediakan lahan parkir khusus.Disaat orang lain harus saling berebut, Xavier dapat menyimpan mobilnya dengan aman dan cepat, tanpa harus berebut. Keistimewaan tersebut diberikan kepada beberapa anak pejabat serta konglomerat lainnya.“God.. Queen, kamu gemesin banget.”Xavier memegangi pipi kirinya. Ia tersenyum layaknya orang gila anyaran. Tadi setelah sampai di sekolah gadis kesayangannya, ia sempat memperdayai Aurelia. Meminta gadis cantik itu untuk memberikannya bayaran atas kemurahan hatinya.Wajah polos Aurelia yang menggemaskan masih terekam jelas dalam ingatannya. Dia terlihat malu-malu usai mencium pipinya. Ah— gadis kesayangannya itu memang paling bisa kalau harus membuat dirinya salah tingkah begini.Aurelia Beatrix— Xavier sungguh tidak sabar menanti momen, dimana dirinya benar-benar bisa s

    Last Updated : 2025-04-13
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [10] Efek Sempol Bercahaya

    Mata Xavier membulat. Tangannya dengan cepat menutup pandangan Leonardo. Ia tidak rela jika harus membagi pemandangan indah yang seharusnya hanya bisa dinikmati olehnya seorang diri.Keduanya saat ini sedang menemani si kecil latihan menari, tapi siapa sangka pakaian gadis itu begitu mengundang jiwa-jiwa nakal para pria untuk bangkit.“Weh, Bro, Bro! Apaan nih! Gue juga pengen liat yang seger-seger, Bro!”“Seger pala bapak, lo! Cewek gue itu!” Hardik Xavier menanggapi aksi protes sahabatnya. Ia menyesal telah mengajak Leonardo ikut serta. Tahu kalau Aurelia memakai pakaian minim, ia tidak akan menyogok pihak sanggar untuk memperbolehkannya menonton latihan gadis itu.“Pelit banget lo, Xav! Asli!”“Bangun.. Bangun!” Perintah Xavier dengan tidak melepaskan tangannya dari wajah sang sahabat. Mereka harus segera keluar secepatnya. Setelah ini, ia akan meminta Leonardo pulang ke habitatnya. Celaka dua belas kalau sampai Leonardo menaruh hati kepada calon istrinya. Xavier paling tidak suka w

    Last Updated : 2025-04-13
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [11] Tak Seindah Khayalan Xavier

    Kedai ayam dengan logo kakek berjenggot menjadi pilihan Xavier. Pemuda itu sengaja memilih lokasi franchise paling dekat dengan apartemen pribadinya. Outlet yang dirinya pilih terbilang tidak pernah sepi pengunjung, sehingga ada alasan untuk singgah sementara di apartemen.Seribu akal bulus bersarang di otak Xavier. Ia yang sedang mengalami indahnya hubungan cinta tak bertepuk sebelah tangan, ingin membuktikan kecurigaannya terkait sedikit menyimpangnya orientasi seksual yang dirinya alami.Sejauh Xavier hidup, tidak ada gadis yang bisa menarik perhatiannya. Hanya Aurelia. Sebagian pembuat gosip di kampus bahkan kerap menuliskan tajuk-tajuk yang mengarah pada hubungan spesianya dengan Leonardo.Benar-Benar konyol. Meski marak kabar miring tentang pria tampan milik si tampan, Xavier yakin dirinya masih normal. Agar keyakinannya semakin penuh, ia harus membuktikannya sendiri. Memastikan Aurelia adalah perempuan tulen, yang bukan jadi-jadian hasil operasi klinik di Thailand.“Abang, Aurel

    Last Updated : 2025-04-14
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [12] Aurel Minta Tes DNA

    Xavier merasakan gelisah tak berkesudahan. Saat ini pemuda itu sedang menunggu kedatangan calon ayah mertuanya.Di atas sana, Aurelia masih terus menangis. Gadis itu tidak mau diantarkan pulang karena begitu mempercayai bualan Xavier. Alhasil, Niel menghubungi Jeno untuk menjemput Aurelia.Melihat sosok Jeno melewati pintu lobi, Xavier pun bangkit. “Om..” Sapanya, memberanikan diri.“Kenapa kalian ada disini? Kamu apain anak Om, Xavi?”“Om, tenang, Om. Dengerin dulu penjelasan Xavi. Xavi nggak ngapa-ngapain Aurel, sumpah!” Lontarnya. Setidaknya memang belum terjadi apa-apa diantara mereka. Ia tidak berbohong pada calon ayah mertuanya.“Terus kenapa Aurel bisa nangis?”“Itu—,” Xavier tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Kalau harus dipukul, ia hanya ingin mendapatkannya satu kali. “Om liat aja sendiri ya..” Bujuk Xavier.“Cepet! Kamu jalan duluan! Awas aja kalau anak Om kenapa-napa.” Tidak peduli mamanya sendiri yang memaksa menjodohkan sang putri, Jeno akan memutuskan tali perjodo

    Last Updated : 2025-04-14
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [13] Langit Bumi Bersaksi

    Di dunia ini, adakah hal yang lebih mengenaskan dibandingkan tak mendapatkan restu calon mertua?! Sepertinya tidak ada. Satu-Satunya kesulitan dalam hidup Xavier adalah menaklukkan gunung es di hati Om Jeno-nya.“Mau gue doain cepet mati, tapi Aurel sayang banget ke Papinya.”Hari ini dirinya diusir dari kediaman sang calon istri. Alasannya dikarenakan Om Jenonya yang masih kesal, sehingga tidak ingin melihat wajahnya untuk beberapa saat.“Ck! Dia yang kesel, gue yang jadi korban! Gue kan rindu Ayang!”Xavier yakin ini pasti hanyalah satu dari sekian banyak cara omnya, untuk menjauhkan dirinya dengan Aurelia. Laki-laki tua itu masih tidak menyerah ingin memisahkan mereka. Tidak tahukah jika langit saja mendukung percintaannya. Hanya seorang manusia biasa, mengapa berani sekali menentang kehendak langit.“Aha!”Seberkas ide cemerlang muncul di benak Xavier. Pemuda itu merogoh kantong saku jaketnya, mengeluarkan ponsel pintar yang akan membantu misinya kali ini.Kontak sang papa mencari

    Last Updated : 2025-04-15
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [14] Bocil

    Dilema menyerang diri Xavier. Rencana yang omanya usulkan memang menarik. Tak bisa dipungkiri pula, rencana itu juga menguntungkan dirinya jika berhasil.Tapi, bagaimana jika Aurelia malah membenci dirinya?Ia jelas tidak akan sanggup menerima kebencian gadis yang dirinya cintai.“Apa gue sabar-sabarin aja kali ya? Tapi sampe kapan, Anjing!” lirih Xavier sembari menatap langit-langit kamarnya.Sudah beribu sabar ia lambungkan. Bukan hanya satu dua tahun dirinya menekuri jalan kesabaran. Jika diriwayatkan dalam sebuah perlombaan, mungkin dirinya bisa menyabet gelar manusia tersabar di seluruh alam jagat raya.“Mau kawin aja kok susah banget elah! Perasaan katanya kalau kita lebih kaya, apa aja bisa didapetin.”Realita sungguh tak seindah ekspektasi. Percuma rajin-rajin berkhayal, hasilnya tetap sulit terwujud.“Aurel lagi ngapain yak? Malem minggu nih. Dia kok nggak ada chat gue sih!”Menjadi pihak yang paling menyukai tidaklah enak. Terkadang ia juga ingin dikejar, seperti apa yang dil

    Last Updated : 2025-04-15
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [15] Bocil Wants a Baby Tiger

    “Where else are we, Beautifuls?” tanya Xavier. Hari ini ia akan menyenangkan pujaan hatinya. Hal tersebut tentu saja juga berlaku untuk sang adik tercinta.“Shopping?” Xavier mencoba memberikan opsi. Kekasihnya paling sulit berpikir, jadi ia akan membantu sebisanya. “Kebetulan Viera pengen beli sesuatu. Kamu ada yang mau dibeli juga nggak?”“Ice cream.” Sahut Aurelia.Xaviera terkekeh. Calon kakak iparnya memang berbeda. Mungkin jika itu gadis lain, mereka akan memanfaatkan kakak kesayangannya sampai semua keinginannya terpenuhi dalam satu waktu.“Minta yang lebih mahal dong!” Ujar Xavier sembari mengacak rambut Aurelia. “Duit Abang banyak loh.”Aurelia menggeleng-gelengkan kepalanya, membuat dua orang yang bersamanya gemas karena ekspresi lucu gadis itu.“Abang udah beliin Aurel iPad, kata Papi nggak boleh minta-minta sesuatu lagi selain makanan. Nanti Abang Xavi nggak punya duit lagi.”Huh!— Raut wajah Xavier menggelap. Pria tua itu meremehkan pemuda seperti dirinya. Jangankan satu i

    Last Updated : 2025-04-15
  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [16] Makanya Jangan Aurel Mulu!

    Xavier kesal. Akhir-akhir ini ia semakin sulit untuk menemui kekasih hatinya. Sahabat sang papa yang juga merupakan calon papi mertuanya itu bertindak di luar batas. Pria itu berulah— menyabotase lahannya sebagai penjaga Aurelia. Dia ada dimana-mana. Sudah mirip hantu mati penasaran yang membayang-bayangi pelaku pembunuhannya sendiri.“Kamu nggak ada kerjaan lain, selain ngintilin Aurel, Xav?!”Xavier merolling bola matanya. “Om kali yang senggang banget, sampe anak diikutin mulu!”“Om! Lama-lama anaknya Xavi hamilin loh!”“Heh!” Jeno memekik. Tangannya melayang, memukul kepala Xavier.“Ya abisnya! Inget Om, Xavi ini calon mantu! Bukan musuhnya Om Jeno!”Tidak tahu saja Xavier jika setiap menantu lelaki memanglah musuh abadi seorang ayah. Dikarenakan menemukan cinta baru, anak gadis yang dicintai dengan sepenuh jiwa hilang selama-lamanya. Ibarat sebuah pelaku kejahatan, menantu laki-laki merupakan pencuri berdarah dingin. Menggantikan seluruh tetes keringat menggunakan satu kalimat pan

    Last Updated : 2025-04-16

Latest chapter

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [38] Tumbal Proyek

    Terpantau dua pria dewasa dengan seorang pria setengah matang sedang berusaha mendirikan tenda pada pelataran kediaman Tirto yang kini diketuai oleh sahabat sekaligus orang tua si pria muda. Ketiganya terus saja melontarkan makian setelah mengetahui sulitnya mendirikan tenda. Kegiatan yang katanya mudah itu, nyatanya begitu sulit untuk dilakukan. Sudah satu jam mereka berusaha, tapi satu tenda yang mereka beli tak kunjung terpasang. Entah dimana letak kesalahannya sampai-sampai tenda yang mereka coba kerjakan selalu saja ambruk tertiup angin. Padahal mereka sudah mengikuti step by step dari demonstrasi para Youtuber pendaki gunung.“Aaaak!! Susah amat. Kenapa nggak beli yang langsung jadi aja sih tadi!” Kesal Xavier, menendang tenda yang telah rata dengan paving rumahnya. “Dodol ya kamu, Pi. Gimana bawanya kalau beli yang langsung jadi? Terbanglah dia waktu diangkut.” Cerca Jeno, tak habis pikir. Menantunya memang bo to the doh. Ia tahu kalau Xavier tak pernah kesulitan mengurusi h

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [37] Ciee, Sapi Jadi Kena Usir

    Xavier tampaknya harus bersyukur karena memiliki istri sepolos Aurelia. Karena jika bukan disebabkan oleh tangis histeris istri bocilnya, pingsannya pemuda itu tidak akan diketahui oleh siapa pun. Alhasil, ia akan bangun dengan sendirinya bersama perasaan shock yang dirinya alami setelah mengetahui kebingungan si bocah cilik.Malang sekali kan kalau seperti itu kejadiannya. Jadi, sudah sepantasnya Xavier mensyukuri apa yang ada didalam diri istri kesayangannya— termasuk juga kebingungan sang istri tentang mengapa dia sampai bisa menikah dengan dirinya.“Abang...” panggil Aurelia, lirih.Sialnya, kebingungan Aurelia itu membuat hatinya bertanya-tanya. Ia jadi tak yakin jika perjuangannya selama ini telah membuahkan balasan cinta dari sang istri.Sungguh tragis. Mungkinkah ini karma karena papanya dulu menyia-nyiakan ketulusan mamanya?!Jika benar demikian, kenapa harus dibalaskan kepadanya?!Ia kan tidak berdosa! Seharusnya dosa itu dilimpahkan kepada pembuatnya. Buat saja papanya yang

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [36] Apakah itu Pertanda, Ajal Sudah Dekat?

    Berjarak 1 meter dari daun pintu kamar sang papa, Xavier berlutut dengan kedua kaki terlipat dan telapak tangannya yang ia tangkupkan di depan dada.Aksinya ini bisa disebut mirip dengan seorang pertapa. Bedanya, Pertapa Sapi tidak sedang mengharapkan datangnya sekumpulan ilmu yang dapat memberikannya kesaktian, melainkan sebuah kata maaf dari mulut papanya yang nantinya bisa menggagalkan pengeksekusiannya.“Papa,” panggil Xavier, memelas. Meski papanya tak dapat melihat penderitaan yang tercetak jelas di wajahnya. Namun Xavier percaya, pria yang mencetaknya itu, akan mendengar ratapan darah dagingnya.Pada sebuah kursi santai yang sebelumnya tidak pernah ada didekat kamar si kepala keluarga, Jeno, penyebab dari tragedi munculnya pengusiran seorang anak kandung, duduk bersila sembari memperhatikan aksi menantu yang bukan menjadi kesayangannya.“Pah, Abang kan bukan jin, kenapa Abang harus diusir segala?”Mendengar rengekan menantunya, Jeno pun melontarkan kalimat yang mampu membuat su

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [35] Detik-Detik Sapi Terusir Dari Rumah

    “Queeeeeeen..”“Abang!” pekik Aurelia, gembira, melihat sosok Xavier yang begitu semangat untuk menghampiri dirinya.“Loh, eh! Kakinya nggak bisa berhenti. Queen, awas!” teriak pemuda yang usianya hampir memasuki ambang dewasa awal itu.Aurelia yang siap dengan perintah itu, tentu tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Alhasil, langkah kaki cepat Xavier terhenti saat tubuh keduanya bertabrakan.“Aaaaak..”Namun, tenang. Dalam hidup Xavier, membahayakan nyawa gadis tercintanya merupakan tindakan yang haram untuk dilakukan.Bak seorang kesatria terlatih, Xavier menahan tubuh keduanya. Menyelamatkan mereka dari resiko cedera akibat gagalnya ia dalam mengendalikan laju kaki-kakinya.“Huft, hampir aja.” cicit Xavier kemudian tersenyum lembut dan bertanya, “Queen, kamu nggak apa-apa kan?”Aurelia menggelengkan kepala. Mengatakan bahwa dirinya hanya terkejut. Selebihnya, ia sama sekali tak mengalami luka.“Syukur deh.” Xavier dengan belaian pada pangkal rambut istrinya.Eh?!Teringat pada alasan

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [34] Si Sapi Malu-Maluin

    Nathaniel Tirto itu tidak dapat dijadikan panutan, khususnya dalam hal pemenuhan kata-kata yang dilontarkan oleh mulutnya.Pria yang sedari pagi berkicau tentang tanggung jawab itu, nyatanya tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Menurut informasi yang Xavier dapatkan, papanya juga tak menghadiri ‘Rapat Lembang,’ yang katanya penting.Ck-Ck-Ck!Tidak mencengangkan. Kelakuan bertolak belakang dengan bacotan itu tak lagi asing untuk Xavier. Apalagi sang papa memang telah menunjukkan tanda-tanda akan mangkir dari tanggung jawabnya.“Seserem apa sih, hipertensi? Paling kecapekan gara-gara abis ngadon, terus tepat deh, nggak kuat bangun.”Sialun!Ia juga ingin adon-mengadon hingga membentuk sebuah adonan yang semenggemaskan istri kecilnya.“Padahal tadi cuacanya mendukung banget buat ena-ena.” Sesal Xavier, karena tak berusaha lebih keras, mematahkan semangat kuliah Aurelia.“Susah! Bini gue anaknya rajin sih. Hujan, badai, juga nggak bakalan bikin dia skip kelas.” Monolog Xavier, kemudi

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [33] Perkara Uang Jajan

    Xavier terjaga dengan kepala cenat-cenut.Betapa tidak! Sepanjang malam ia tersiksa berkat Aurelia yang langsung tertidur pulas setelah menyentuh permukaan bantal.Sungguh tega kan?!Bodohnya, untuk membangunkan gadis itu dari tidur lelapnya pun ia juga tak tega.Ya salam! Kapan ia bisa menerbitkan episode esek-esek manja kalau begini!! Opa & papanya saja sudah mempunyai chapter 21++ dilapak pribadinya, mengapa hanya dirinya yang dianak tirikan!‘Qeynov! Lo bener-bener nggak adil! Balikin otak gacor lo ke mode awal debut!! Gue juga mau cerita gue meledak kayak Darmawan Family sama Opa-Oma gue, Qeynov!!’Kesal pada ceritanya yang tragis, Xavier menghentak-hentakkan kakinya. Tantrumnya anak itu pun membuat Aurelia yang terlelap membuka kelopak matanya.“Abang, ada gempa!!” pekik Aurelia yang seketika saja melompat dari ranjang.“Gem-pa?”“Iya, Abang!! Kasurnya tadi goyang-goyang padahal kita nggak lagi ena-ena..”Bugh!!Xavier membanting tubuhnya. “Aaaakk!! Why diingetin soal ena-ena!! W

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [32] Imron Kena Mental

    Hellow!!Apa itu beban pikiran?!Hilih! Xavier sih tidak mau merusak pikirannya dengan masalah, terlebih statusnya merupakan pengantin baru yang seharusnya hanya tahu agenda untuk bersenang-senang bersama istri kecilnya.Kalian tentu tahu arti kata bersenang-senang dalam kamus Xavier.Yaps, hu’um! yang itu pokoknya!Sebuah kegiatan yang mengarah pada bertambahnya endorfin di otak sungsang pemuda itu.Maka dari itu, biarkan Bapak Niel saja yang berpusing-pusing-ria, Xavier sih ogah kalau harus join. Ia maunya terima beres, lengkap dengan berakhirnya masalah yang menjerat kehidupan rumah tangganya. Toh, Mamanya juga sudah menghubungi omanya. Sebentar lagi masalah akan benar-benar tamat, tertutup rapat seolah-olah tak pernah terjadi sebelumnya.Xavier bisa menjaminnya. Kalau perlu, kepalanya akan ia jadikan persembahan jika hasil tebakannya melenceng.Dalam sejarah yang menyangkut keterlibatan sang oma, belum pernah sekalipun Xavier mendengar adanya kekalahan. Perempuan bercucu banyak it

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [31] Ah, elah! Nggak berani, Papa!

    Ceplak!!Xavier mengerang tatkala sebuah sandal mendarat pada wajah tampannya.Sandal tersebut jatuh ke atas lantai setelah mengenai targetnya, tergeletak dengan posisi tengkurap tak berdaya, berkebalikan dengan korbannya yang mereog-reog, mencari sosok tersangka dibalik penyerangannya.“Papa yang ngelempar! Mau apa kamu?!” tanya Niel, menantang.Pria yang berdiri tegap dengan tangan terlipat didadanya itu menatap tajam sang putra.Ia benar-benar geram merasakan kelakuan ajaib putranya.“Otak kamu geser kan?! Papa benerin biar balik ke tempat semula!” sentak Niel, berapi-api.“Otak Abang geser?” beo Aurelia dengan polosnya. Ia memegangi kepala Xavier, menggoyang-goyangkannya ke kanan dan kiri.“Qu-ee-een.. Kamu ngapa-iiin...” Suara Xavier bergetar seiring dengan goyangan sang istri pada kepalanya.“Mampus kamu, digoclak-goclak nggak tuh!” cicit Niel. Ia teramat menyukai kepolosan sang menantu. Kepolosan itu mendekati kebodohan sehingga begitu menghiburnya diwaktu-waktu tertentu.Yeah,

  • TERIKAT PERJODOHAN    S2 - LS [30] Definisi Anak Berbakti

    “Abang, beli rumahnya udah?”Pertanyaan Aurelia itu membuat gerakan tangan Xavier yang hendak meloloskan kaos dalamnya terhenti di udara.‘Belom 2*24 jam loh, Rel!’ batin Xavier miris. Melaporkan orang hilang ke pihak kepolisian saja membutuhkan waktu, apalagi membeli rumah yang syarat-syaratnya cukup meresahkan sampai memusingkan isi kepala.Nggak mendadak gegar otak aja Alhamdulillah nih gue!!“Papi tanya loh, Abang.. Aurel jawab apa ini?” tanya Aurelia sembari menunjukkan ruang obrolannya bersama sang papi diponselnya.“Bales aja, sabar Pi, kalau nggak sabar mabur.” Ucap Xavier mengutip kalimat yang pernah dirinya lihat dibelakang sebuah truk bermuatan sayur saat pulang dugem.“Mabur?”Xavier pun terkekeh. Ia menarik turun ujung kaos dalamnya, mengembalikan kaos tersebut ke tatanan semula.“Artinya terbang, Queen..” bebernya dengan tangan membelai puncak kepala Aurelia.“Nggak usah dibalesin aja.. Nanti Abang yang telepon Papi kamu. Buat sekarang rumahnya masih dicari. Kalau rumahny

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status