Share

Bab 99. Sakit

Author: weni3
last update publish date: 2026-04-17 16:21:14

"Sebentar lagi aku sudah bukan menantu Mami. Sidang perceraianku akan cepat berlangsung."

Wajah Naomi berubah sendu setelah mengatakan itu dan kemudian menoleh ke arah Gwen. "Mi aku antar Gwen dulu ya. Aku langsung ke klinik setelah ini," kata Naomi pamit tanpa menanyakan apapun pada Mami perihal Lian atau pun Brilly.

"Sudah sarapannya, Nak?"

"Sudah, Mi."

"Ya sudah kalau gitu, ayo berangkat!" ajak Naomi dan segera membantu Gwen turun dari kursi.

Gwen pun segera menyalami Oma dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 114. Sidang

    Naomi kembali berdiri setelah sempat menyurut air matanya. Dia tidak sanggup mengatakan apa-apa padanya Gwen hingga putrinya diambil alih oleh Brilly. "Kalau Mami sehat, Gwen juga senang. Sekarang Gwen ikut Oma dan Opa ya. Kalau butuh sesuatu, Gwen bilang sama Oma dan Opa!" "Iya Om." Naomi memperhatikan putrinya setelah sempat menyurut air matanya. Naomi berusaha untuk tetap tersenyum kemudian mengecup pipi Gwen. "Mami berangkat dulu ya. Gwen nggak boleh nakal! Harus nurut sama Oma dan Opa!" pesan Naomi pada Gwen yang kemudian menganggukkan kepala dan memberikan ibu jari padanya. "Iya Mami, tapi Mami pulang 'kan?" "Mami pulang, Sayang. Setelah pekerjaannya selesai, Mami langsung pulang. Salim dulu, Nak!" kata Naomi kemudian ada Gwen yang kemudian mencium tangannya. Gwen terlihat sangat patuh sekali kemudian terkekeh kala pipi gadis kecil itu dihujani kecupan oleh Brilly. "Om pergi dulu. Kamu sarapan ya sama Oma dan Opa. Om langsung berangkat sama Mamimu," kata Bri

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 113. Cincin

    "Aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu dengan ibu dari anakku." Naomi tertegun mendengar apa yang Brilly katakan. Dia kembali sesak nafas. Bukan karena sakit tetapi karena Naomi merasakan begitu sangat dispesialkan oleh iparnya. "Tapi aku takut kalau sampai Lian..." "Tidak akan terjadi apa-apa denganmu selagi ada aku." Naomi merapatkan bibirnya dan tidak lagi mengatakan apa-apa. Dia memilih diam dan kembali menatap ke langit. Naomi bingung bagaimana cara menanggapi Brilly. Jantungnya malah berdebar kencang merasakan tangannya yang digenggam oleh Brilly dengan usapan lembut di punggung tangan oleh ibu jari yang menyentuh pori-pori. Naomi menarik nafas dalam mencoba menenangkan diri dan kembali menoleh pada Brilly yang ternyata sejak tadi memperhatikannya. Naomi menatap penuh tanda tanya sampai dia tidak bisa jika hanya diam. "Kenapa?" tanya Naomi dengan suara yang lirih. "Senyum, Naomi! Sinarmu jangan sampai kalah dengan bintang di langit!" BLUSH "Mana ada be

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 112. Tertarik

    "Biar nanti aku yang bersihkan," kata Brilly dan segera menaiki tangga menuju kamar Gwen. "Haish anak itu..." Daddy membuka kaca mata dan bergerak mengucak kedua mata sedangkan Mami tersenyum melihat begitu pusing suaminya. "Seperti kamu dulu, Mas. Kalau sudah suka ya akan menghalalkan segala cara. Kamu tidak ingat?" "Dulu aku tidak separah itu walaupun hasilnya membuat huru hara keluarga. Tidak taunya anak-anakku kisah rumah tangganya tragis semua. Sekarang malah Brilly yang kedapatan mulai tertarik dengan Naomi." "Percayakan saja pada Brilly. Aku yakin Brilly mengerti akan batasan. Dia tidak mungkin nyelonong saja. Lagian Naomi juga pastinya masih trauma dengan pernikahan." "Justru yang sedang rentan begini yang mudah sekali dimasukin. Aku sudah kenyang urusan percintaan, Sayang." "Padahal dulu katanya hanya denganku saja, tapi tau betul tentang itu." "Haish... Sudahlah jangan dibahas tentang itu!" kata Daddy Brian kemudian menghubungi Maryam. "Aku coba tanya

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 111. Belum Bersih

    "Om kata Mami suruh keluar dulu. Maminya nggak pakai baju. Mami baru selesai mandi, nanti malu," kata Gwen yang menyampaikan apa pesan dari Naomi. Gadis kecil itu mengikuti apa yang Ibunya perintahkan tetapi Brilly malah tersenyum menatap wajah Gwen yang menggemaskan. "Kamu sayang sama Mami?" "Sayang dong, Om." "Kalau ada yang menyakiti Mami, apa Gwen akan ampuni orang itu, Nak?" tanya Brilly kemudian berjongkok mensejajarkan diri dengan Gwen. Brilly memegang lengan Gwen yang tengah diam berpikir. "Gwen nggak akan ampuni, Om. Apalagi kalau sampai buat Mami sakit, Gwen sayang sekali sama Mami. Nggak boleh ada yang buat Mami nangis." Brilly kembali tersenyum mendengar jawaban dari Gwen seraya mengusap lembut kepala putrinya. Senyuman ini adalah senyuman bangga pada orang sudah mendidik dan memberikan kasih sayang yang tulus pada Gwen hingga anak itu membalas dengan sangat tulus sekali. "Kalau begitu, bagaimana jika Gwen bekerja sama dengan Om?" "Kerja sama apa, Om

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 110. Ganti Baju

    Naomi segera menarik tangannya dengan sangat kencang. Apa-apaan sich Brilly ini ya ampun. Di depan mertuanya begini. Naomi jadi tidak enak takut dikira murahan karena belum selesai dengan yang satu sudah kembali menjalin dengan yang satunya. Padahal bukan maunya, hanya memang entah kenapa pria itu jadi sangat meresahkan sekali dan semakin tidak bisa membuatnya tenang. Naomi tersenyum canggung pada kedua mertuanya kemudian melirik Brilly yang bersikap santai saja. "Iya, Mi. Sebenarnya masih mau menginap tapi Naomi sudah tidak betah dan minta pulang," jawab Brilly. "Iya tapi Naomi sudah sembuh Mi makanya minta pulang," sahut Naomi menjelaskan. "Yang penting Naomi sudah sehat 'kan?" tanya Mami memastikan dan Naomi menganggukkan kepala memberi kepastian. "Lain kali kalau tidak enak badan tuh bicara saja sama Mami! Jangan ada yang ditutupi! Kamu sakit tapi nggak bicara sama Mami. Untungnya ada orang baik yang cepat membawa kamu ke rumah sakit." "Memang selama ini yang leb

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 109. Menikahlah Denganku

    "Kok jadi Kakak?" "Karena aku Ayahnya Gwen. Tanpa aku kamu tidak akan memiliki Gwen. Jadi kalau sama Gwen, harus sayang juga sama aku." "Gitu?" tanya Naomi dengan suara yang lirih dan tatapan penuh kebingungan. "Gimana ceritanya kalau begitu? Aku kok jadi bingung. Nggak ikhlas banget kamu, Kak! Kalau aku tau nggak mungkin aku mau. Kita bukan suami istri, kecuali kamu suami aku. " "Mau coba untuk anak kedua?" tanya Brilly lagi dan kali ini Naomi benar-benar tercengang dengan pertanyaan Brilly. "Apa sich, Kak? Jangan gitu bicaranya! Aku masih istri orang, Kak!" Ya memang, secara status masih istri dari Lian. Belum ketuk palu yang bisa membuat mereka terbebas dari tali pernikahan. "Kalau sudah lepas menikahlah denganku!" Hah? Brilly hobi sekali membuat orang bingung, terkejut hingga tercengang-cengang. Pria itu benar-benar tidak bisa membuatnya tenang sedikit saja. Teruskan saja sampai masuk rumah sakit lagi. Bisa-bisa Naomi sakit jantung karena hobi baru Brilly i

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 58. BOHONG!

    "Angkat kaki kamu dari rumah ini!" BRUUGH Maryam menjatuhkan diri tepat pada kedua kaki Lian yang kini sudah berbalik dan enggan mempertahankan Maryam lagi. Kedua tangan Maryam memegang kedua kaki Lian seraya mendongak memperhatikan tubuh pria itu dari belakang. "Tuan ampuni aku! Aku moh

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 56. Menjadi Gila

    Kedua tangan pria itu masuk ke dalam saku celana seraya memperhatikannya. Brilly dengan pembawaan yang tenang dan tatapan yang selalu hangat padanya membuat Naomi risih tatapi merasa sangat dimengerti. "Makasih sudah menemani Gwen, Kak. Untung ada Kakak. Semua yang tidak bisa aku kerjakan selal

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 55. Bahaya!

    "Memang penghuninya hanya aku? Kenapa kamu menuduhku, Sayang? Aku bahkan tidak tau apa yang kamu maksud." "Terus kamu menuduh Kak Brilly? Mas aku masih waras untuk menuduh Kak Brilly yang melakukan itu semua. Tidak ada tanda-tanda ke arah dia. Kak Brilly tuh baru pulang. Baru ada beberapa Minggu

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 54. Sudah Basah

    "Kamu mau tidur dimana, Sayang? Kenapa sekarang jarang sekali tidur denganku? Apa kamu tidak merindukanku, hhm?" tanya Lian seraya mendekati Naomi yang kini sudah siap kembali ke kamar Gwen. Dia akan tidur lagi dengan putrinya. Dengan pakaian tidur dan kimono yang menutupi lekuk tubuhnya, Naomi m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status