共有

3. Mengenangmu

last update 公開日: 2021-07-05 15:54:21

Juyan sampai ke dalam kamar, ia melihat King mengigau dengan penuh peluh di sekujur tubuhnya. Ia segera membangunkannya, secara perlahan. "Tuan muda, are you okay?" King seketika sadar dari mimpinya dan langsung terduduk di di atas kasur.

"Antarkan aku kepadanya, sekarang..!" Juyan segera memenuhi perintah bossnya. Ia segera menelpon sopir pribadi King untuk bersiap siap. Saat ini mereka sedang berada di perjalanan menuju sebuah pemakaman mewah di daerah Karawang.

King turun dari mobil dengan membawa seikat bunga mawar yang sudah di persiapkan oleh Sang Sopir sebelumnya. Ia melangkah diikuti oleh Juyan menuju sebuah makam seorang gadis bernama Gladis.

Gladis, satu-satunya wanita yang mampu membuat King bertekuk lutut dengan cinta. Ia jatuh cinta sepenuhnya dengan Gladis, namun takdir berkata lain, karena suatu penyakit yang menggerogoti tubuh gadis pujaannya itu membuatnya harus merelakan kepergian Gladis selamanya.

Sudah berbagai cara Ia lakukan untuk menyelamatkan Gladis, namun gadis pujaannya itu memilih untuk menyerah dan membiarkannya pergi dengan damai. Itu adalah penyesalan terbesar dalam dirinya, saat ia mengiyakan permintaan Gladis, karena nyatanya ia masih mengingat dan merindukan gadis itu sampai detik ini. Genap dua tahun hari ini Gladis telah pergi, namun ia masih belum melupakan kekasihnya itu.

Mobil King kembali melaju menuju Jakarta. Ia langsung menuju apartemennya. Kebetulan pengawal pribadinya juga tinggal di apartemen yang sama dengannya.  Ia juga membeli apartemen yang bersebelahan dengan yang ia tinggali untuk pengawal pribadinya itu. Sehingga Juyan mengurusi keperluan King dua puluh empat jam dalam sehari.

King sampai ke apartemennya, "gue mau mandi agak lama, setelah itu gue makan," ujarnya sambil berlalu menuju kamarnya. Juyan segera memesan makanan buatnya melalui jasa pesan antar makanan online. Setelah itu, ia berlalu dari situ menuju ke dalam apartemennya. Ia mengambil kesempatan membersihkan dirinya selagi bossnya itu sedang berendam yang katanya akan lama.

Tidak lupa Juyan menghubungi, sekretaris Wina untuk mengetahui jika ada hal mendesak yang perlu King tandatangani. Wina mengabarkan jika situasi kantor aman terkendali, hanya saja banyak desain interior yang masuk ke emailnya. Mendengar hal itu ia buru buru mandi, tidak sabar melihat hasil desain orang orang yang sudah mengirim email kepadanya. Setelah selesai mandi, ia segera menuju apartemen King.

Kebetulan ia berpapasan dengan jasa pengantar makanan online, ia langsung membawa pesanan itu dan menatanya di atas meja.Tidak ada rasa risih sama sekali dari Juyan untuk mengurusi bossnya itu bahkan ia dengan senang hati melakukannya.

Sudah hampir satu jam King berada di dalam kamar mandi. Sambil menunggu bossnya selesai mandi, Juyan membuka iPadnya dan memeriksa email-email yang masuk dan memindahkannya menjadi satu folder. Begitu banyak desain interior yang masuk, namun satupun tidak ada yang ia sukai, apalagi King. Ia kembali memasang iklan lebih luas agar makin banyak orang yang tau.

Setengah jam kemudian, King selesai mandi, dengan hanya menggunakan kimono ia menuju meja makan, sambil makan, Juyan menampilkan beberapa hasil desain interior. Tanpa disangka, ia tertarik dengan salah satu desain interior, yang dikirim oleh seseorang bernama Hera Sagita.

Sontak ia kaget dengan pilihan King, yang menurutnya norak. Namun berbeda dengan King, ia menyukai desain itu karena ada sentuhan warna peach. Warna kesukaan Gladis.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • THE HERA'S KING   155. The last

    Lui langsung mencari sang mommy. "Selamat sore jagoan Opa?" sapa tuan Roland kepada cucunya. "Oma, Mommy kemana,kok nggak kelihatan?" ia bukannya membalas sapaan kakeknya. Ia malah menanyakan keberadaan sang mommy. Jadinya tuan Luther menjadi terbengong-bengong dengan sikap cucunya itu. Sifat Lui bertolak belakang dengan sifat kakaknya Kiran yang menyapa kedua kakek dan neneknya dengan semangat. "Welcome home.., Oma, Opa," ucap Kiran lalu memeluk keduanya. "Lui.., kamu nggak kangen sama Oma?" Nyonya Yesi pura-pura sedih. Ia sangat tau kelemahan cucunya. "Tentu saja, Lui kangen Oma," ujarnya lalu memeluk omanya dengan erat. Namun ia tidak mau memeluk opanya. "Opa jangan sedih ya, sini main sama aku saja," Kiran mengetahui raut kesedihan di&n

  • THE HERA'S KING   154. Lui si posesif

    Empattahun kemudian,"Kiran.., anak Daddy, Where are youbaby..," ucap King yang mulai mencari keberadaan anak sulungnya itu di setiap ruangan dalam rumahnya, karena tadi ia sengaja mampir ke sekolah anaknya untuk menjemputnya, namun gurunya mengatakan jika si anak sudah dijemput duluan oleh seseorang.Jelas saja ia sangat kuatir karena Bu Gurunya kurang kenal dengan orang itu, ia hanya berkata jika ia adalah sopir keluarga Elwood.Ditambah lagi, istrinya Hera sedang ngambek dengannya sudah dua hari ini. Semua gara-gara putranya yang lahir setelah dua tahun Kiran hadir dalam kehidupan mereka.Lui Putra Elwood, demikian nama putra mereka. Walaupun Luimasih berumur 2 tahun namun tingkahnya seperti anak yang berumur lima tahun, ia sering kali menjalihi King.Satu persatu King menyebut nama-nama orang yang ada di rumahnya. Namun tidak ad

  • THE HERA'S KING   153. Baby K, Kirani Putri Elwood

    "Sayang.., pelan aduh..," King merasa sangat kesakitan karena untuk kesekiankalimya Hera menancapkan kuku-kukunya dilengan King.Saat ini Hera sedang berjuang di ruang persalinan untuk melahirkan bayi pertama mereka.King yang sok jago,melarang mami Yesi dan mama Lisma untuk menemaninya masuk ke ruang bersalin. Alhasil ia yang menjadi bulan-bulanan istrinya yang sedang berjuang melahirkan bayi mereka.Hera terlihat menahan rasa sakit yang teramat sangat, namun bibirnya sama sekali tak mengeluh, hanya sorot matanya yang mengeluarkan banyak air mata, mengisyaratkan rasa sakit yang mendalam."Sayang.., semangat baby, kamu pasti bisa!" King mencoba menyemangati Hera, ia juga menyeka keringat yangsudah bercampur air mata di wajah istrinya."Bu Hera, sekali lagi kita coba, kepala si kecil sudah mulai nongol nih, tarik napas dalam-dalam, l

  • THE HERA'S KING   152. Ritual suci

    Beberapa bulan kemudian,"Sayang.., i'm home baby.., where are you?" ucap King setengah berteriak mencari keberadaan istrinya di dalam kamar."Aku disini mas," jawab Hera yang baru saja selesai mandi."Kamu baru selesai mandi sayang? ayo buruan, aku akan mengantarmu ke rumah sakit," ujar King lagi."Lho mas, bukannya pagi ini kamu akan menghadiri meeting penting?" seru Hera bingung. Soalnya mami Yesi mengatakan jika suaminya sangat sibuk hari ini jadi, ibu mertuanya yang akanmenggantikan King untuk mengantarkannya ke rumah sakit."Sayang.., yang terpenting bagiku saat ini hanya kamu dan bayi kita, yang lain mah.., lewat! lagian kamu nggak usah kuatir ada dua tim kuat yang ikut mendukung suksesnya perusahaan kita," jelas King kepada istrinya."Maksud mas, tim kuat yang bagaimana sih?"

  • THE HERA'S KING   151. Semua menjadi jelas

    Pagi hari pukul enam, Hera terbangun dan merasakan badannya terasa capek. Ia melihat sekelilingnya, "aku ada dimana?" gumamnya dalam hati.Ia lalu mengitari pandangannya di dalam ruangan itu. Akhirnya ia tau jika ia sedang berada di dalam rumah sakit.Tangannya juga telah di infus, ia lalu mengingat bayi di dalam kandungannya."Bayiku.., apakah kamu baik-baik saja nak?" Hera mulai terisak, dan menangis tersedu-sedu. Tuan Roland danNyonya Yesi yang sedang menjaga Hera seketika terbagun dari sofa yang mereka tiduri."Pi.., Hera sudah sadar! segera hubungi dokter!" pinta nyonya Yesi kepada suaminya.Sementara ia sendiri menghampiri ranjang tempat Hera terbaring."Ra.., kamu sudah bangun?" sapa nyonya Yesi lembut."Mi.., bayiku mi.., bayiku bagaimana mi?" isaknya lagi."Kamu tenang ya Ra, cucu mami

  • THE HERA'S KING   150. Hera ditemukan

    Juyan yang baru saja mendapat laporan dari Jonas, jika Hera saat ini di rawat di sebuahrumah sakit, segera membawa King menuju rumah sakit dimana Hera sedang dirawat.Sepanjang perjalanan King mencoba terus mengumpulkan kesadarannya. Ternyata pengaruh wine yang ia minumtadi mulai bereaksi.Sesampai di rumah sakit, ia langsung menerobos masuk ke dalam ruangan unit gawat darurat, ia tidak peduli lagi jika beberapa perawat menghalangi jalannya.Ia melihat istrinya yang terbaring tidak sadarkan diri, dengan wajah pucat dan infus yang terpasang di tangannya.Ia lalu menggenggam tangan istrinya sambil menangisia berkata, "Ra.., kamu kenapa sayang? maafkan aku, bangun baby.., maafkan aku..," lirihnya."Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya kepada dokter yang bertugas di UGD saat itu."Kondisi pasien saat ini

  • THE HERA'S KING   137. Mulai melacak

    Beberapa waktu yang lalu,Juyan, menelpon Wina jika ia akan telat datang karena memiliki janji bertemu dengan Amel."Ayang beb.., untuk apa kamu ketemu Amel?" uja Wina sedikit kesal karena Juyan menunda unruk datang."Ini tentang n

  • THE HERA'S KING   136. Malam yang panjang

    Hera dengan cepatmasuk ke dalam kamar mandi saat ia mendengar pintu kamar akan di buka dari luar tidak lupa ia mengunci dirinya di dalam kamar mandi."Duh.., mas King kok cepat banget sih masuk kamarnya." Ia lalu memakai lingerie dari suaminya dan menatap penamp

  • THE HERA'S KING   135. Surprise

    King selesai membeli seikat mawar putih untuk Hera. Harum semerbak wanginya membawa kesejukan sendiri di hatinya.Namun saat ini ia sangat kaget saat melihat jika pengawal pribadinya juga membawa.seikat mawar merah di tangannya."Woi.., ngapain lo ikut-ikuta

  • THE HERA'S KING   133. Pria misterius

    Bunyi alarm mobil Jodi yang telah di gores oleh pria itu mulai terdengar.Pria itudengan cepat masuk ke dalam mobilnya, melajukannya meninggalkan super market itu menuju kantor King."Hahahaha rasain lo! makanya jangan pernah cari masalah dengan gue!" ujarnya sam

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status