FAZER LOGINBlurb: Joaz Von Santiago is a powerful mafia in the underground world. Power and connection, that's only he want in his entire life. He was known as X, an unknown mafia. No one knows his identity but his enemies were eager to know him to bring him down because beside of being unknown, he was also the mind of the underworld. His tactics were always lead to success. Failing is not his thing until he met again the only fail he did in his past. She is Cleo Arivante, a girl he failed to save. The woman that once became a sweet girl but became a bitchy seductive woman because of him. Now that they meet again, will he able to make up everything he did?
Ver mais"Perketat penjagaan, pasang formasi sihir untuk melindungi Kota Shinjing!"
"Jangan biarkan para siluman ini lolos!" Ye Xuanqing berteriak garang pada para pemburu siluman yang datang bersamanya hari ini. Tepat hari ini pula mereka telah melakukan perburuan siluman secara besar-besaran selama tiga belas hari. Sinar matahari masih sangat lembut ketika Xuanqing dan para rekannya menjejakkan kaki di Gunung Jiaguan, tempat yang dihuni para siluman. Ye Xuanqing merupakan pemburu siluman kelas lima serta Adipati muda Kekaisaran Sheng. Dia terkenal sangat cakap dalam melakukan tugas-tugasnya. Akan tetapi kali ini Xuanqing merasa berbeda, dia merasa tidak nyaman dan dadanya terasa sesak ketika menjalankan tugasnya. "Kenapa seperti ini, harusnya Kekaisaran tidak memburu semua siluman bukan?" Xuanqing bergumam sendiri, dia benar-benar gelisah. Hal itu didengar oleh Fen Rou, penasihat serta rekan kultivasinya. "Ada apa Adipati, kenapa anda menanyakan perintah resmi dari Ibu Suri? Perintah darinya merupakan perintah mutlak selaku Ibu Negara, sebab saat ini Kaisar tidak ada ditempat." "Aku tahu itu Fen Rou, tapi kenapa apa alasannya? Kau tahu bukan kalau siluman dan manusia itu sama. Ada yang baik dan juga jahat, kita tidak bisa memburu semuanya tanpa terkecuali!" Xuanqing geram, dia merasa tidak berdaya atas perintah itu. "Aku tahu Adipati, tapi beginilah adanya. Kita adalah pemburu siluman dan terikat oleh perintah resmi Kekaisaran. Jika kita menolak, apa itu bukan bentuk pemberontakan?" Tanya Fen Rou yang juga merasa dilema. Apa yang dikatakan oleh Fen Rou memang benar adanya, Xuanqing tidak bisa menjawab lagi. Dia dan semua orang yang ada disini tidak bisa berbuat lebih dihadapan perintah resmi Kekaisaran Sheng. Terutama dirinya yang kini menjadi pemegang Plat Giok Liong Lie, plat giok milik Keluarga Ye yang merupakan pemburu siluman paling disegani sepanjang sejarah daratan timur. Keluarga Ye sudah lama mengabdi pada keluarga Kekaisaran Sheng. Melindungi, mendukung, dan patuh pada perintah kekaisaran sudah menjadi tugas utama setiap anggota Keluarga Ye. Xuanqing tidak bisa merusak hubungan yang sudah dibangun bertahun-tahun oleh para leluhur keluarga. "Sekarang anda adalah kepala Keluarga Ye, sudah seharusnya anda mematuhi perintah ini tanpa banyak berpikir lagi Adipati." Fen Rou kembali berujar sambil menepuk pundak sang Adipati. "Kau benar," balas Xuanqing datar. Setelah itu Xuanqing menggenggam erat pedang ditangannya, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Pandangan sang Adipati itu tertuju pada jalan setapak yang menanjak menuju puncak Gunung Jiaguan. "Baiklah kita memang tidak bisa mundur dari perintah perburuan siluman. Jadi selesaikan ini dengan baik menggunakan caraku," ucap Xuanqing dengan tatapan yang tajam ke arah Fen Rou. Sang penasehat mengerutkan keningnya dan berbalik untuk menghadap ke arah Adipati Muda itu. "Cara apa yang akan anda gunakan Adipati?" Tanyanya. "Kita tetap akan memburu para siluman jahat yang bisa membahayakan para penduduk. Tapi lepaskan para siluman kecil, mereka tidak berbahaya dan juga pantas memiliki kehidupan." Xuanqing berkata dengan tenang tapi lugas. Hal itu membuat Fen Rou semakin gelisah. "Tapi Adipati, perintah Ibu Suri tidak seperti itu. Bagaimana jika—" "Jika apa Fen Rou? Ibu Suri tidak akan tahu apa yang terjadi di tempat ini jika tidak ada orang yang memberitahunya. Lagi pula apa kau tega menghabisi semua siluman yang ada di sini, meskipun mereka tidak berbuat salah?" Xuanqing masih pada prinsipnya. Kepala Keluarga Ye itu memang berhati lembut, dia memandang para siluman dan manusia dengan sama. "Hanya karena mereka dari klan siluman, bukan berarti mereka hina dan pantas untuk dimusnahkan. Sekarang ikuti aku untuk memburu siluman ganas, sisanya pasang formasi untuk menyegel para siluman kecil agar tidak ada yang keluar dari Gunung Jiaguan!" Itu adalah perintah mutlak dari Xuanqing, Fen Rou pun tidak bisa membantahnya. Dia hanya mengangguk patuh kemudian berjalan cepat menaiki gunung untuk memberitahukan perintah ini kepada para pemburu lain yang ikut bersama mereka. Ye Xuanqing berjalan dengan langkah yang lebar-lebar, dia juga memasang jimat pelacak untuk mengetahui lokasi dimana para siluman jahat berada. Sepanjang jalan suasana Gunung Jiaguan sangat sepi, hal itu dikarenakan aura si pemilik Plat Giok Liong Lie itu. Pemegang Plat Giok Liong Lie memang sangat disegani oleh semua kalangan, termasuk para siluman. Mereka tahu kalau tingkat kultivasinya sangat tinggi. Ye Xuanqing memang belum mencapai pemburu siluman tingkat langit. Akan tetapi namanya sudah tersohor ke seluruh daratan timur berkat kemampuannya mengalahkan para siluman jahat. Sampai saat ini belum ada yang bisa menandingi Ye Xuanqing. "Tempat ini sangat sayang jika harus menjadi medan pertempuran," gumam Xuanqing sembari terus berjalan lurus. Kemudian dari arah barat daya serangan dari elemen api menyerang Xuanqing. Untung saja reflek pria itu cukup bagus, Xuanqing menghindar dengan cepat. "Siapa di sana, tunjukkan dirimu!" Xuanqing berteriak, dia ingin tahu siapa yang sudah menyerangnya tiba-tiba. Tak ada jawaban yang Xuanqing dengar, hanya saja serangan-serangan itu terus saja bermunculan. Banyak panah dari elemen api menyerang Xuanqing layaknya hujan. "Sial, rupanya ada yang ingin bermain-main denganku!" Xuanqing menangkis serangan anak panah api itu. Xuanqing mengeluarkan senjata sihirnya, yaitu pedang Huoguang atau pedang kilat api. Dengan gerakan yang tangkas Xuanqing melindungi dirinya. Akan tetapi rasanya tidak puas jika hanya bertahan, Xuanqing lalu menajamkan intuisinya dia memperhatikan gerak angin. Kemudian pandangannya tertuju pada sesuatu di balik pohon besar tak jauh dari tempatnya berdiri. "Ah, disitu rupanya!" Xuanqing naik ke udara dengan kemampuan kultivasi milikinya. Setelahnya dia tersenyum miring, pria itu telah menemukan siapa lawannya hari ini. "Kilat bunga api, hancurkan!" Xuanqing membaca mantra sembari melepaskan sihirnya. Seketika pohon besar itu meledak dengan keras. Disaat yang sama seseorang terjatuh begitu saja dari ketinggian. "Siluman tingkat empat rupanya," ucap Xuanqing saat tahu siapa lawannya. Adipati Muda itu turun, tapi dia tetap memasang kewaspadaan. Didepannya memang hanya siluman tingkat empat, tapi kekuatannya cukup besar terbukti dari hawa dendam dan kebencian disekelilingnya yang menyerupai kabut hitam. "Kau! Pemburu siluman dari Keluarga Ye, mengapa kau selalu mengusik para siluman?" tanya siluman api itu. Ye Xuanqing tersenyum mengejek, lalu mengerutkan keningnya dengan ekspresi terkejut yang dibuat-buat. "Oh begitu kah? Keluarga Ye selalu mengusik kalian." "Tentu saja, kalian selalu memburu kami padahal tidak ada satu hal pun yang kami lakukan pada kalian!" Siluman itu berdiri, bersusah-payah agar tetap berdiri dengan seimbang. "Kalian memang tidak melakukan apa-apa terhadap Keluarga Ye. Tapi kalian menyerap energi hidup para manusia lemah, menjadikannya sumber kekuatan kalian untuk meningkatkan kultivasi. Apa alasan itu cukup untuk membuatmu diburu?" Xuanqing menggertakkan rahangnya menahan diri. "Apapun yang kami lakukan bukan urusanmu, atau bahkan seluruh anggota Keluarga Ye. Jadi enyahlah!" Siluman itu mendelik tajam, dia bahkan mengeluarkan asap tebal disertai angin kencang yang membuat jarak pandang Xuanqing terbatas. Xuanqing menutup hidungnya dengan lengan hanfu panjang yang dia kenakan. Setidaknya ini cukup untuk membuatnya bertahan. "Jika kau masih ingin hidup, lebih baik menyingkir lah. Jauhi Gunung Jiaguan!" Seru siluman itu lagi. "Jika pun harus mati, aku tetap akan melakukannya demi menghentikan siluman seperti mu!"Unang nagpakilala si Rory sa akin. She didn't usually show her goopy side. Seryoso niyang ipinakilala ang sarili sa akin."I'm Rosmary Fuejo, Rory for short." Rory slightly smiled. "My code name is 'Viper', I'm the healer, the doctor of the team. I don't just heal, I can also kill using my knowlegde in medicine and drugs. But in some serious situation, I also do battled field." Base sa kaunting kaalaman ko, gumagawa din siya ng lason at iba't ibang mga gamot na may iba't ibang side effects na maaaring makasama sa tao. Sumunod si Rwen na umirap pa bago nagpakilala. "Rwen Teodoro..." she simply introduced. "Code name? Tigress. Assassin. Mostly do battle field.""Pierre Miguelito Santillan." Sumunod si Pierre na yumukod sa aking harapan. "My code name is Phoenix." Ngumiti siya ng matipid. "I love to cook and chop people." I chuckled at his last statement. Mukha pa naman siyang mabait. "I also do missions and battle fields. I'm an assassin too." Ngumisi siya. "Magaling ako sa paggami
"What happened, Cleo?" Iyon ang salubong sa akin ni Rwen nang makita ako. I'm currently in a wheelchair. Yes, a WHEELCHAIR! "Mukhang seryoso si bossing sa punishment" tumatawa si Rory habang tulak-tulak ako. Kakatapos ko lang i-check up at nakita niyang namumula at puno ng laceration ang pagkababa3 ko. I'm wreck! May kaunti akong sinat pero hindi naman malala. Pinainom na rin naman ako ng pain reliever pero medyo masakit pa din. Rory told me to rest but I want to breath a fresh air so here I am, sitting in a wheelchair. I can't walk and it's all because of Joaz. He didn't let me rest like he is not big. Para akong sinasagaan ng truck sa sakit ng pagkababa3 ko. "I'm sure she enjoyed it" Rwen flipped her hair. Hindi ako umimik dahil totoo naman pero hindi ko pa rin matanggap na baldado ako. I just feel weak and in pain right now. "Baka sinadya 'yan ni X" giit pa ni Rory. "Ayaw niya atang pag-training-in ka" Well, we haven't talk about what happened last night. Ramdam ko k
Letting your hatred away from your heart makes you happy, contented peaceful. Inilipat na ang labi ng aming anak sa isang magandang cemetery just like what Joaz wanted. After giving it a visit, naghanda naman kami ni Joaz ng isang grand meeting to announce our engagement. Kaagad kaming pumunta sa ISLA para asikasuhin iyon. Kaya naman nang sumapit ang gabi, sinigurado ko talaga na isusuot ko ang pak na aura-han ngayong gabi. It's a special day for me ofcourse. "Congratulations te. Sabi na nga ba, may gusto ka kay Señior" pang-aasar sa akin ni Maribeth habang in-spray-an ang aking buhok na sinadyang i-high pony tail para hindi niya matakpan ang napakaganda kong suot. I'm wearing beautiful red blackless fitted deep neck flowy dress that has a slit on my right leg. I exposed too much skin this day but I'm loving it. This is really me. Fierce, sexy and hot. "Whatever, Beth. What can I do? Your señor is handsome with a big and long d*ck. How can I resist that?" Maribeth who is used o
Masiyado pang malayo maging mapayapa sa magulong mundo ni Joaz ngunit sa kaniya ko iyon naramdaman. The peace I want to feel. Sa kaniya ko lang iyong naramdaman. "Guard the perimeters Crow. Mantis, keep your eye on us. The rest, observe if there is danger" utos ni Joaz sa kaniyang mga subordinates. Nasa sasakyan kami ngayon at papunta sa labi ng aming anak. Joaz is very cautious of our surroundings. Ni-deploy niya ang ilang guard at mga subordinates niya para bantayan kami. I disagree with this idea. Hindi pa nila napapakalma ang kaniyang mga kaaway pero gusto bisitahin ni Joaz ang labi ng anak namin. Gusto niya rin ito ipalipat sa mas magandang libingan. Okay lang naman sa akin na i-postpone lahat ng ito pero makulit talaga siya. Kakagaling lang ng sugat niya pero matigas ang ulo. "Are you sure we are safe?" I asked after he ended the call.Inabot ni Joaz ang mga kamay ko at mahigpit itong kinapitan. "Trust them. Maaasahan ang mga tao ko" he smirked and it assured me. 'Yong












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
avaliaçõesMais