Share

Chapter 496

Author: MISTERIOUS
last update Petsa ng paglalathala: 2025-06-06 23:52:54

Kultivator Aliansi langsung bergerak dengan formasi yang telah dilatih. Mereka tidak menyerang secara individual, tapi berkoordinasi seperti unit militer yang terlatih.

Tiga orang menggunakan teknik jarak jauh untuk mendukung, dua orang bergerak ke samping untuk mengepung, sementara sisanya membentuk formasi pertahanan.

Xuan Li sendiri melompat langsung ke arah komandan iblis. Tangan kanannya mengeluarkan pedang cahaya suci, sementara tangan kiri diselimuti energi kegelapan yang berbentuk sepe
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
Makin seru
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 621

    Xuan Huayin menarik napas panjang. Ia bangkit, lalu membawa Liang Xue menjauh dari tubuh Xuan Li. "Kita harus kembali ke istana. Kau butuh perawatan." Liang Xue mengangguk lemah. Ia tidak bisa berjalan sendiri, jadi Xuan Huayin menggendongnya. Sebelum pergi, Xuan Huayin menoleh ke arah Xuan Yi yang berdiri diam di kejauhan. "Yi'er." Xuan Yi langsung melangkah maju, membungkuk sopan. "Ya, ayah." "Bawa adikmu kembali ke istana. Panggil tabib terbaik untuk merawatnya." Xuan Huayin menatap tajam. "Jangan sampai ada yang salah. Mengerti?" Xuan Yi menunduk lebih dalam. "Tentu saja, ayah. Aku akan menjaganya seperti menjaga nyawaku sendiri." Xuan Huayin mengangguk, lalu membawa Liang Xue pergi dengan kereta kuda tercepat. Begitu sosok ayahnya menghilang dari pandangan, senyum Xuan Yi langsung runtuh. Ia berbalik, menatap tubuh Xuan Li yang tergeletak dengan ekspresi dingin. "Seperti menjaga nyawaku sendiri?" Ia mendengus pelan. "Konyol." Ia melangkah mendekati tubuh Xuan Li, lalu

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 620

    "Apa yang sedang kau lakukan?"Pertanyaan Xuan Huayin keluar dengan nada gemetar. Matanya terpaku pada cahaya merah keemasan yang melayang di telapak tangan Xuan Li.Api kecil itu terlihat indah, tetapi aura yang dipancarkannya membuat udara terasa padat.Xuan Li tidak menjawab. Napasnya sudah tidak stabil. Keringat terus mengalir dari dahinya, membasahi wajahnya yang pucat.Ia menutup mata sejenak, lalu membuka lagi dengan tatapan tajam."Jika kau ingin menghentikanku, lakukan saja." Suaranya rendah, serak. "Tapi aku tidak akan berhenti."Tangannya bergerak perlahan, mengarahkan api itu ke arah Liang Xue.Cahaya merah keemasan mulai menyentuh jiwa wanita itu. Seketika, tubuh Liang Xue bergetar hebat.Matanya yang tadinya kosong kini mulai berkedip cepat. Sesuatu sedang terjadi di dalam kesadarannya.Xuan Li mengeluarkan seluruh energi yang tersisa. Darahnya terus keluar dari sudut bibirnya, lalu mengalir ke dagu.Api jiwa bukan sekadar teknik biasa. Ini adalah inti kekuatan transform

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 619

    “Darah lebih kental dari air,” ucap Xuan Huayin dengan napas berat, mencoba menahan gejolak yang semakin sulit ia kendalikan. “Ayah tahu kesalahan ayah terlalu besar. Tapi kita masih bisa memperbaiki semuanya. Kita adalah keluarga. Kau dan kakakmu... bisa menentukan posisi putra mahkota secara adil.”Di dalam kalimat itu, tidak ada wibawa seorang kaisar, hanya permohonan dari seseorang yang takut kehilangan segalanya.Di sisi lain, Xuan Yi merasakan dadanya mengencang. Tangannya mengepal tanpa sadar. Kata-kata “adil” terasa seperti ancaman baginya. Ia tahu betul, jika harus bersaing secara terbuka dengan Xuan Li dalam kondisinya sekarang, ia tidak akan punya peluang.Sementara itu, Xuan Li hanya mengeluarkan dengusan pelan. Ia merasa muak.“Aku tidak berminat.”Jawaban singkat itu menghancurkan sisa harapan ayahnya.Bagi Xuan Li, semua yang ditawarkan Xuan Huayin sudah tidak memiliki arti. Kekuasaan? Tahta? Status putra mahkota? Semua hanyalah simbol kosong.Dulu ia pernah mengejarn

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 618

    Xuan Li melangkah perlahan mendekati Liang Xue. Jarak di antara mereka semakin menipis, tetapi suasana justru terasa makin menekan. Wanita itu masih berdiri tegak, tubuhnya kaku seperti patung. Matanya terbuka, namun kosong, tanpa kehidupan. “Teknik Ilusi Jiwa, Penjara Alam Bawah Sadar...” gumam Xuan Li lirih, mengingat kembali apa yang telah ia lakukan. Lingkaran cahaya yang sebelumnya menjerat kesadaran Liang Xue masih berdenyut samar di sekeliling tubuhnya. Sulur kristal yang melilitnya juga tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Teknik berlapis yang ia gunakan bukan sekadar menahan tubuh, tetapi juga mengunci jiwa. Xuan Huayin yang berdiri beberapa langkah di belakangnya menatap dengan cemas. Luka-lukanya belum pulih, tetapi kekhawatiran di wajahnya jauh lebih terasa dibanding rasa sakit fisik. “Apakah... dia masih bisa sadar kembali?” tanyanya dengan suaranya serak. Tidak ada nada kekaisaran dalam pertanyaan itu. Yang tersisa hanyalah seorang pria yang dilanda keta

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 617

    "Xuan Li..." gumam Xuan Huayin, masih belum yakin."Aku adalah Wu Yu, Xuan Li sudah mati," jawab Xuan Li dengan nada dingin yang menusuk. "Dan kau tidak memiliki hak untuk memerintahku, Xuan Huayin."Panggilan tanpa gelar kehormatan tersebut membuat kaisar terkejut. Tidak ada yang berani memanggil namanya secara langsung, kecuali keluarga terdekat atau seseorang yang sudah tidak mengakui otoritasnya.Xuan Li berbalik menghadap ayahnya sepenuhnya. "Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Aku telah melindungi rakyatmu dari ancaman yang nyaris menghancurkan kerajaan. Namun bukannya bersyukur, kau malah menghalangi ketika aku hendak menghabisi musuh negara ini."Kata-kata tersebut menohok hati Xuan Huayin lebih dalam dari luka fisik apa pun. Dia melihat kebencian dan kekecewaan yang mendalam di mata putranya, perasaan yang selama ini dia khawatirkan akan muncul suatu hari.Kaisar yang pernah ditakuti oleh seluruh benua kini terduduk lemah di hadapan putranya sendiri. Air mata mulai menga

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 616

    Seruan putus asa Xuan Huayin terdengar samar di tengah gemuruh pertarungan, namun Xuan Li sama sekali tidak menghiraukan. Mata yang heterokromnya terfokus penuh pada Liang Xue yang kini mulai terengah-engah di hadapannya. Energi spiritual yang mengalir dalam tubuh gioknya seolah tidak mengenal batas, terus bergelombang seperti samudra yang tidak pernah surut."Masih belum cukup," gumam Xuan Li dengan suara dingin yang menggetarkan udara di sekelilingnya.Sayap hitam kristal di punggungnya mengembang lebar, memancarkan aura gelap yang menakutkan. Namun yang membuat Liang Xue waspada bukanlah kekuatan fisiknya, melainkan energi spiritual yang mulai mengalir ke arah yang berbeda. Energi tersebut tidak lagi berkonsentrasi untuk serangan langsung, tetapi menyebar dalam pola-pola rumit yang tidak dapat dipahami.Liang Xue merasakan sesuatu yang aneh mulai merasuki pikirannya. Dunia di sekitarnya tampak berubah secara perlahan, warna mulai memudar, suara menjadi teredam, dan realitas tampak

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 238

    Di dalam sebuah rumah sederhana, Xuan Li duduk bersila di atas lantai kayu tua. Napasnya stabil, perlahan mengikuti ritme energi yang berputar di dalam tubuhnya. Pil pemulih yang ia telan telah sepenuhnya larut, mengalir ke setiap pori-pori, memperbaiki luka-luka yang tak terlihat.Sekilas, ia tamp

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 237

    Xuan Li menatap pria misterius di hadapannya dengan mata tajam. Dari sekilas, pria itu tampak biasa saja, tetapi tekanan yang ia pancarkan tidak bisa diremehkan."Pantas saja kau begitu percaya diri," ujar Xuan Li dengan nada tenang, namun penuh ketegasan. "Rupanya kekuatanmu memang patut diperhitu

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 236

    Kabut hitam menyelimuti desa seperti tangan kematian yang merayap dari kedalaman neraka. Tak ada suara, tak ada bisikan angin, hanya keheningan yang mencekik.Xuan Li berdiri di atas tanah yang keras dan retak, berhadapan dengan sosok misterius dari Alam Bayangan.Di dalam desa, Liu Shan dan pendud

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 235

    Monster itu meronta, tubuhnya yang semula hitam pekat mulai berdenyut dalam ritme yang kacau. Asap beracun yang menyelubunginya berputar liar, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman tak terlihat yang kini menghisap esensinya.Xuan Li tetap berdiri tenang, tatapannya dingin dan penuh perhitungan.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status