مشاركة

Chapter 496

مؤلف: MISTERIOUS
last update تاريخ النشر: 2025-06-06 23:52:54

Kultivator Aliansi langsung bergerak dengan formasi yang telah dilatih. Mereka tidak menyerang secara individual, tapi berkoordinasi seperti unit militer yang terlatih.

Tiga orang menggunakan teknik jarak jauh untuk mendukung, dua orang bergerak ke samping untuk mengepung, sementara sisanya membentuk formasi pertahanan.

Xuan Li sendiri melompat langsung ke arah komandan iblis. Tangan kanannya mengeluarkan pedang cahaya suci, sementara tangan kiri diselimuti energi kegelapan yang berbentuk sepe
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
Makin seru
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 619

    “Darah lebih kental dari air,” ucap Xuan Huayin dengan napas berat, mencoba menahan gejolak yang semakin sulit ia kendalikan. “Ayah tahu kesalahan ayah terlalu besar. Tapi kita masih bisa memperbaiki semuanya. Kita adalah keluarga. Kau dan kakakmu... bisa menentukan posisi putra mahkota secara adil.”Di dalam kalimat itu, tidak ada wibawa seorang kaisar, hanya permohonan dari seseorang yang takut kehilangan segalanya.Di sisi lain, Xuan Yi merasakan dadanya mengencang. Tangannya mengepal tanpa sadar. Kata-kata “adil” terasa seperti ancaman baginya. Ia tahu betul, jika harus bersaing secara terbuka dengan Xuan Li dalam kondisinya sekarang, ia tidak akan punya peluang.Sementara itu, Xuan Li hanya mengeluarkan dengusan pelan. Ia merasa muak.“Aku tidak berminat.”Jawaban singkat itu menghancurkan sisa harapan ayahnya.Bagi Xuan Li, semua yang ditawarkan Xuan Huayin sudah tidak memiliki arti. Kekuasaan? Tahta? Status putra mahkota? Semua hanyalah simbol kosong.Dulu ia pernah mengejarn

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 618

    Xuan Li melangkah perlahan mendekati Liang Xue. Jarak di antara mereka semakin menipis, tetapi suasana justru terasa makin menekan. Wanita itu masih berdiri tegak, tubuhnya kaku seperti patung. Matanya terbuka, namun kosong, tanpa kehidupan. “Teknik Ilusi Jiwa, Penjara Alam Bawah Sadar...” gumam Xuan Li lirih, mengingat kembali apa yang telah ia lakukan. Lingkaran cahaya yang sebelumnya menjerat kesadaran Liang Xue masih berdenyut samar di sekeliling tubuhnya. Sulur kristal yang melilitnya juga tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Teknik berlapis yang ia gunakan bukan sekadar menahan tubuh, tetapi juga mengunci jiwa. Xuan Huayin yang berdiri beberapa langkah di belakangnya menatap dengan cemas. Luka-lukanya belum pulih, tetapi kekhawatiran di wajahnya jauh lebih terasa dibanding rasa sakit fisik. “Apakah... dia masih bisa sadar kembali?” tanyanya dengan suaranya serak. Tidak ada nada kekaisaran dalam pertanyaan itu. Yang tersisa hanyalah seorang pria yang dilanda keta

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 617

    "Xuan Li..." gumam Xuan Huayin, masih belum yakin."Aku adalah Wu Yu, Xuan Li sudah mati," jawab Xuan Li dengan nada dingin yang menusuk. "Dan kau tidak memiliki hak untuk memerintahku, Xuan Huayin."Panggilan tanpa gelar kehormatan tersebut membuat kaisar terkejut. Tidak ada yang berani memanggil namanya secara langsung, kecuali keluarga terdekat atau seseorang yang sudah tidak mengakui otoritasnya.Xuan Li berbalik menghadap ayahnya sepenuhnya. "Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Aku telah melindungi rakyatmu dari ancaman yang nyaris menghancurkan kerajaan. Namun bukannya bersyukur, kau malah menghalangi ketika aku hendak menghabisi musuh negara ini."Kata-kata tersebut menohok hati Xuan Huayin lebih dalam dari luka fisik apa pun. Dia melihat kebencian dan kekecewaan yang mendalam di mata putranya, perasaan yang selama ini dia khawatirkan akan muncul suatu hari.Kaisar yang pernah ditakuti oleh seluruh benua kini terduduk lemah di hadapan putranya sendiri. Air mata mulai menga

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 616

    Seruan putus asa Xuan Huayin terdengar samar di tengah gemuruh pertarungan, namun Xuan Li sama sekali tidak menghiraukan. Mata yang heterokromnya terfokus penuh pada Liang Xue yang kini mulai terengah-engah di hadapannya. Energi spiritual yang mengalir dalam tubuh gioknya seolah tidak mengenal batas, terus bergelombang seperti samudra yang tidak pernah surut."Masih belum cukup," gumam Xuan Li dengan suara dingin yang menggetarkan udara di sekelilingnya.Sayap hitam kristal di punggungnya mengembang lebar, memancarkan aura gelap yang menakutkan. Namun yang membuat Liang Xue waspada bukanlah kekuatan fisiknya, melainkan energi spiritual yang mulai mengalir ke arah yang berbeda. Energi tersebut tidak lagi berkonsentrasi untuk serangan langsung, tetapi menyebar dalam pola-pola rumit yang tidak dapat dipahami.Liang Xue merasakan sesuatu yang aneh mulai merasuki pikirannya. Dunia di sekitarnya tampak berubah secara perlahan, warna mulai memudar, suara menjadi teredam, dan realitas tampak

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 615

    Benturan kedua kekuatan menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan semua benda di radius lima puluh meter. "Teknik Cakar Iblis!" teriak Liang Xue sambil lancarkan serangan bertubi-tubi. Sepuluh cakar energi gelap berbentuk seperti hantu menyerang dari berbagai arah secara bersamaan. Setiap cakar tersebut mengandung energi alam bayangan yang cukup untuk melenyapkan sebuah gunung kecil. Xuan Li tidak tinggal diam. Tubuh gioknya bergerak dengan kelincahan yang mengejutkan, menghindari sebagian besar serangan sambil membalas dengan pukulan-pukulan yang diperkuat energi spiritual murni. "Tinju Cahaya Suci!" teriaknya sambil melancarkan pukulan yang dilapisi cahaya putih bersih. Pukulan tersebut berbenturan dengan salah satu cakar hantu, menciptakan ledakan energi yang membuat tanah di bawah mereka retak hingga kedalaman puluhan meter. Liang Xue mundur beberapa langkah, matanya menyipit melihat kekuatan yang ditunjukkan lawannya. "Menarik. Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkanku."

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 614

    Energi gelap yang tersisa dari mayat-mayat yang berserakan mulai berkumpul seperti kabut pekat menuju tubuh Xuan Li. Aliran energi tersebut menciptakan pusaran angin hitam di sekelilingnya, menarik setiap jejak kekuatan alam bayangan yang masih tertinggal di medan perang.Xuan Li merasakan gelombang kekuatan yang luar biasa mengalir ke dalam pembuluh darahnya. Energi yang selama ini ia tekan dan sembunyikan kini bangkit dengan intensitas yang mengguncang fondasi kekuatannya. Kulitnya yang semula normal perlahan berubah menjadi putih seperti giok yang dipoles halus, memancarkan cahaya lembut namun menakutkan."Apa yang terjadi padaku?" gumamnya sambil menatap kedua tangannya yang kini bersinar.Mata heterokromnya - yang satu biru seperti langit siang, yang lain merah seperti darah - mulai memancarkan cahaya yang semakin terang. Perubahan yang terjadi pada tubuhnya bukan sekadar transformasi fisik biasa, melainkan evolusi menuju sesuatu yang jauh melampaui batas manusia normal.Tiba-tib

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 164

    Wajah pria itu pucat, sorot matanya dipenuhi kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan."Dia akan baik-baik saja, kan?" tanyanya dengan suara gemetar.Xuan Li tidak menjawab. Ia tetap tenang, hanya meneliti kondisi wanita itu dengan saksama. Setelah memastikan bahwa racun dalam tubuhnya mulai berea

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 163

    Xuan Li dan Lin Gong melangkah dengan tenang, mengikuti pria di depan mereka. Langkah mereka tidak terburu-buru.Pria itu akhirnya menoleh, wajahnya masih tetap tenang meski sorot matanya mengamati mereka dengan cermat.“Aku Han Sheng, anggota Sekte Pedang Langit. Kami baru menyelesaikan sebuah mis

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 162

    Malam semakin larut. Xuan Li berdiri diam dengan kedua tangannya terselip di balik lengan jubah. Matanya menyapu desa dengan tenang, tetapi pikirannya berputar tanpa henti. Informasi yang ia dengar sebelumnya tentang aliansi aliran hitam yang ingin menguasai benua tua masih menghantuinya.Aliansi i

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 161

    Xuan Li kembali menyesap teh herbalnya dengan tenang, sementara Lin Gong menyantap makanan dengan penuh semangat. Uap tipis masih mengepul dari semangkuk daging panggang di meja mereka, bercampur dengan aroma bumbu yang menggoda.Lin Gong menatap Xuan Li dengan heran. “Wu Yu, kau hanya minum teh?

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status