Share

Bab 211

Author: Ayudia
Raisa tidak curiga sedikit pun. "Kebetulan sekali."

Saat Kevin kembali menghampirinya tadi, dia khawatir tidak akan bisa pergi.

Untungnya, Bravi datang membantu.

Namun setelah Raisa mengobrol dengannya beberapa menit, suasana hati Bravi membaik. Dia kemudian menatap Raisa, dan melihat akta cerai di tangannya, matanya meredup. Dia lalu berkata, "Selamat ya, perceraianmu berjalan lancar."

Raisa menggenggam akta cerai itu erat-erat, dan berkata, "Iya."

Bravi mencengkeram kemudi dengan erat. Baru ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ceer Twinkle
haaaa iya juga sih ngapain jemput ...sudahlah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 849

    Setelah Elang dan Aurelia lahir, Rey sering menghabiskan waktu bersama Raisa.Dia sangat menyadari bahwa Bravi sama sekali tidak pernah kembali menemui Raisa.Dari perilaku Bravi, tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana sebenarnya sikapnya terhadap Raisa.Jelas terlihat bahwa Bravi, sang orang terkaya lingkaran elit pusat ini telah diputuskan, lalu marah, dan tidak pernah berpikir untuk kembali.Citranya yang dingin dan angkuh sejak awal sudah sulit didekati, biasanya tidak ada yang berani mengganggunya, namun akhirnya dia ditinggalkan oleh seorang wanita, itu terlalu memalukan. Bravi tidak bisa menerima hal itu, jadi semakin tidak mungkin baginya untuk merendahkan diri dan kembali mencari Raisa.Mulai saat itu mereka berdua adalah orang yang berbeda jalan, itulah pesan yang disampaikan oleh Bravi.Karena tidak mau berebut, tidak mau kembali, tapi sekarang dengan keras memaksa Rey putus dengan Raisa, Rey merasa hal itu tidak masuk akal.Jika sejak awal Bravi benar-benar memperebutkan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 848

    Jika benar-benar bersama Raisa, maka mereka adalah kawan seperjuangan yang bertempur bahu-membahu."Oke," ucap Rey yang cukup memercayai Raisa.Rey masih mengenakan piyama, lalu meninggalkan kamar Raisa. Pintu ditutup, dia mengikuti Dimas kembali ke kamar presidensial-nya.Begitu pintu didorong terbuka, sebuah pistol diacungkan ke dahi Rey.Aura bahaya terasa begitu mendebarkan.Rey tidak menyangka akan seperti ini. Tidak heran Dimas terlihat begitu ketakutan dan tak berdaya, ternyata dia sedang diancam!Rey hanya terdiam sejenak, lalu tampak sama sekali tidak takut, kemudian menatap Bravi yang entah sejak kapan sudah berada di ruangannya."Bravi, lama nggak jumpa."Rey mengangkat kedua tangannya, dan Dimas mengikuti gerakannya dengan mengangkat tangan seolah menyerah.Bravi duduk di sofa, sementara Angga berdiri di belakangnya. Posisi duduk dan berdiri mereka memancarkan aura yang sangat mengintimidasi. Dulu Rey lebih sering melihat Bravi dan Kevin saling berhadapan dan bertengkar. Ta

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 847

    Raisa dan Rey sama-sama menyadari hal itu.Orang yang mengetuk pintu sekarang, kemungkinan besar adalah orang yang mengawasi Raisa.Raisa awalnya mengira mungkin itu Nadia. Lagipula, pada malam ketika Mario memberinya obat bius untuk mengirimnya ke Kevin, Raisa pernah bertemu dengan Nadia.Tapi sekarang datang dengan terburu-buru seperti ini, pasti dia sudah tahu apa yang terjadi semalam.Hanya ada dua kemungkinan, entah Kevin atau Bravi.Jika itu Kevin, Kevin dan Rey adalah teman baik, pasti akan langsung menelepon untuk memastikan.Jadi, apakah itu Bravi?Raisa sedikit mengerutkan kening. Dari situasi saat ini, dia adalah orang yang paling mungkin. Tapi kenapa?Saat pertemuan tak sengaja terakhir, dia dicium paksa oleh Bravi. Mungkin pria itu kesal karena Raisa yang mengakhiri hubungan, jadi ingin menghukumnya, atau mungkin Bravi masih belum bisa melepaskan hubungan ini.Tapi begitu Kevin datang, Bravi juga tidak banyak bicara. Sebaliknya, saat pertemuan itu, dia hanya memberi tahu b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 846

    Suara dingin dan berat Bravi terdengar, membuat rasa sesak di dada Angga semakin kuat.Dia kembali menatap raut wajah Bravi, itu bukan sekadar ekspresi buruk, melainkan kemarahan yang meluap setelah titik lemahnya tersentuh.Emosi yang begitu jelas itu sama sekali tidak pernah muncul di wajah Bravi.Tapi sekarang, terekspos sepenuhnya.Bravi berkata, kata demi kata, "Angga, aku nggak pernah menyangka akan punya sisi ini."Bersamaan dengan berakhirnya kata-kata itu, Bravi sudah berjalan keluar.Sekarang, Bravi akan terbang ke sana malam ini juga!Hidup yang pasrah hanya menunjukkan bahwa dirinya tidak pernah dipilih, sehingga Bravi juga memperlakukan dirinya sendiri dengan seenaknya. Secara umum, dia melakukan apa yang seharusnya dilakukan, belajar, bekerja, dan berusaha sebaik mungkin.Saat seseorang yang tidak punya arah, berhasil menemukan arah, maka itu seperti menemukan pelampung penyelamat. Siapa yang akan membuang pelampung penyelamat begitu saja?Karena kemunculan Rey yang tidak

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 845

    Mungkin hal ini terlalu sulit diterima oleh Bravi, sehingga reaksinya terlambat sejenak. Begitu dia menyadari berita itu tidak mungkin palsu, rasa sakit yang luar biasa menghantamnya.Dia tidak percaya, dan juga tidak mau percaya.Selain keterkejutan dan rasa sakit, ada emosi besar yang tidak bisa dicerna.Emosi ini, bahkan emosi yang sangat intens yang jarang muncul dalam karakter Bravi, yaitu kemarahan.Bravi sendiri merasa tidak percaya. Bagaimana mungkin dia bisa semarah ini? Begitu emosional? Bahkan monster yang selama ini terpendam di dalam hatinya seolah akan terbangun, dan berubah menjadi sosok yang paling dirinya benci, seperti Kevin yang kehilangan akal sehat, atau lebih tepatnya, memaksakan kehendak tanpa memedulikan apa pun.Bravi terkejut dengan reaksinya sendiri, tapi dia bukan Kevin. Meski batinnya sedang bergejolak hebat, dia tidak akan menunjukkannya di permukaan.Tetapi, bagaimana bisa begini? Bukankah Rey adalah teman Kevin? Bagaimana Rey bisa mendekati Raisa? Apa ti

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 844

    Bravi merasa seperti sedang melayang, seolah-olah dia telah memasuki dunia paralel, semuanya terasa sangat tidak nyata.Ini adalah situasi yang sama sekali tidak dia duga.Selama ini dia terus memantau keadaan Raisa, dan Raisa sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Rey, lalu bagaimana bisa tiba-tiba mereka menjadi begitu dekat?Hanya dalam waktu sehari, apa yang sebenarnya terjadi?Benar, hanya dalam waktu setengah hari, Elang dan Aurelia yang sebelumnya masih berada di Vila Nandaka, sekarang sudah sampai di kediamannya di kaki gunung Jerona.Setengah gunung ini diberikan oleh Stevi kepadanya. Sudah dibangun sejak lama, tetapi tidak ada yang tinggal di sana, terbengkalai, dan Bravi telah memperbaikinya lebih awal.Sebenarnya, setelah mengetahui Kevin melakukan program bayi tabung, Bravi ingin mencari kedua ibu pengganti itu, tetapi janinnya sudah berusia delapan bulan, dan bertindak saat itu akan sangat kejam.Lagipula mereka adalah saudara kandung, jadi saling memahami. Fakta bah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 119

    Ketika Raisa tiba di bar, Rian dan Marco sudah mulai berkelahi.Dahi Agam memar, dia tampak sangat kacau.Beberapa menit sebelumnya.Marco sudah mengantisipasi kedatangan Rian, jadi dia sudah menyiapkan pengawal dan berani memprovokasi Rian seenaknya."Apa kau punya bukti? Kalau nggak ada, pergi dar

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 149

    Raisa memutusnya lagi, dan Kevin menelepon kembali.Persis seperti saat Raisa mati-matian berusaha menghubunginya di masa lalu, tetapi tidak pernah bisa tersambung.Ironis sekali.Raisa sungguh tak pernah membayangkan bahwa hubungannya akan berakhir seperti ini bersama Kevin.Ketika melihat semuanya

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 150

    Kakek Toni sebenarnya ingin menjaga Bravi tetap di sisinya.Mengingat ekspresi sedih Bravi yang menangis begitu pilu, dia tahu kalau cucunya itu anak yang mudah dibujuk.Namun, dia sendiri yang menolak.Sejak itu, mereka hanya bertemu setahun sekali, Bravi menjadi lebih dingin terhadapnya dari tahun

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 141

    Direktur teknis merasa harus segera memberi tahu Rian kabar baik itu.Namun, dia malah dihentikan oleh para pengawal berbadan kekar dan diusir.Sang direktur terpaksa menahan kegembiraannya dan menunggu di luar.Karena itu, tidak ada yang memperhatikannya.Setelah Siska selesai berbicara, dia pergi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status