Share

Bab 211

Author: Ayudia
Raisa tidak curiga sedikit pun. "Kebetulan sekali."

Saat Kevin kembali menghampirinya tadi, dia khawatir tidak akan bisa pergi.

Untungnya, Bravi datang membantu.

Namun setelah Raisa mengobrol dengannya beberapa menit, suasana hati Bravi membaik. Dia kemudian menatap Raisa, dan melihat akta cerai di tangannya, matanya meredup. Dia lalu berkata, "Selamat ya, perceraianmu berjalan lancar."

Raisa menggenggam akta cerai itu erat-erat, dan berkata, "Iya."

Bravi mencengkeram kemudi dengan erat. Baru ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ceer Twinkle
haaaa iya juga sih ngapain jemput ...sudahlah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 855

    Suara Kevin terdengar sedikit serak, seperti tidak nyaman karena begadang dan sakit tenggorokan.Dia menambahkan, "Tunggu sebentar, aku agak lelah sekarang."Raisa berkata, "Di mana pengasuh mereka? Biar mereka saja yang mengirimkan." Percakapan yang seharusnya normal entah bagaimana justru membuat Kevin marah. "Apa aku nggak boleh merekamnya sendiri? Aku ingin menjadi ayah yang baik, merawat mereka dengan baik, merekam mereka, memangnya nggak boleh? Kenapa kau cerewet sekali?"Raisa menjawab, "Kevin, apa kau gila? Memangnya aku sudah salah apa padamu?"Kevin menghela napas dalam. "Pokoknya, tunggu saja aku kirimkan padamu, jangan minta ke orang lain."Setelah menutup telepon, Kevin menatap orang yang berlutut di depannya untuk melapor dengan ekspresi dingin.Panggilan Raisa mengganggu laporan anak buahnya, tetapi Kevin sudah mendengar semuanya dengan jelas.Dia hanya merasa sulit percaya.Setelah anak buahnya selesai berbicara, Kevin terdiam selama beberapa detik, lalu ekspresi wajah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 854

    "Kenapa kau berterima kasih padaku?" tanya Rey bingung, alisnya sedikit mengerut.Sebenarnya, kegilaan Bravi bahkan lebih menakutkan dan mengintimidasi. Lagipula, seseorang yang berani menyakiti dirinya sendiri tidak akan peduli pada orang lain.Bravi berterima kasih padanya karena kata-kata Rey telah menyadarkannya.Mungkin orang-orang di sekitar Bravi selalu mengikuti perintahnya dan tidak pernah berani berspekulasi tentang isi pikirannya. Bahkan jika mereka menebak pun, belum tentu akurat.Rey sebagai pihak ketiga dapat melihat semuanya dengan jelas, jadi hanya dengan beberapa kalimat santai, Bravi sudah bisa memahami alasan perpisahannya dengan Raisa.Dia memang sudah seharusnya berterima kasih kepada Rey.Dan, untuk alasan spesifiknya, Bravi tidak bermaksud menjelaskan pada Rey."Dalam sepuluh menit, Richard akan menghubungimu, dan memberitahumu bahwa ada seorang sesepuh di keluargamu yang mengalami kecelakaan, dan kau harus segera pulang." Dia mengucapkan kata-kata itu dengan na

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 853

    Rey adalah orang yang sangat berwawasan, dia bisa melihat segala sesuatu dengan jelas.Bahkan dengan kepribadian Kevin yang buruk sehingga kebanyakan orang tidak akan bisa bergaul dengannya, tetapi Rey justru bisa, karena dia tahu bagaimana mempertahankan posisi dan batasannya sendiri.Namun yang paling utama adalah karena Rey cerdas sejak usia dini, terampil dalam hubungan interpersonal, dan memiliki kecerdasan emosional yang sangat tinggi. Jika mau, dia bisa saja membina hubungan dekat dengan sangat baik.Lagipula, dia suka menjadi orang yang memberi dan mahir menciptakan suasana santai dan hangat, dia mampu merasakan dan menyebarkan kebahagiaan.Sebaliknya, Bravi dan Kevin masing-masing memiliki masa kecil yang tragis dan mengerikan, sehingga membuat kepribadian mereka cacat dalam hal berinteraksi dengan orang lain.Oleh karena itu, Rey bisa memahami semuanya dengan sempurna.Wajah Bravi langsung pucat pasi.Setiap kata yang diucapkan Rey menusuk tepat ke hatinya, dan membuatnya sem

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 852

    Pada akhirnya, semua itu hanyalah bentuk rasa kasihan pada dirinya sendiri.Sungguh menggelikan.Bravi merasa pusing dan pandangannya terasa kabur, gelombang rasa sakit dan amarah yang luar biasa melandanya. Jika saja dia secara aktif mengungkapkan cintanya saat masih bersama Raisa, bukankah Raisa akan memiliki kepercayaan diri untuk bersamanya, bahkan menikah dengannya?Sebaliknya, ketika anak-anak itu muncul, Raisa langsung mundur karena rasa takut.Bravi terus berpikir di mana letak kesalahannya, dan sekarang dia akhirnya mengerti.Tetapi, semua ini baru dia sadari setelah putus.Perpisahan mereka adalah akibat yang harus dia tanggung.Sama seperti Kevin yang baru menyadari bahwa dia menyukai Raisa setelah bercerai.Bravi mengira dia dan Kevin sangat berbeda, tetapi ternyata mereka sama-sama bodoh!Bravi menggertakkan gigi, sama sekali tidak tahan dengan kebodohannya sendiri. Bagaimana mungkin dia baru menyadari semua ini setelah beberapa bulan putus?Memang benar, Bravi tidak perna

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 851

    Rey menunjukkan bahwa keengganan Bravi untuk mendekati Raisa bukanlah karena kebiasaannya yang selalu menahan diri, melainkan karena kurangnya keberanian.Bravi selalu sadar diri bahwa dia tidak pandai mengungkapkan perasaan, dan karena dia selalu seperti itu, hal itu telah menjadi naluri alam bawah sadarnya. Tidak ada seorang pun di sekitarnya yang pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya.Pada saat itu, kata-kata Rey seperti sebuah pukulan keras di kepala, membuatnya sangat terkejut.Bersikap seperti itu selama ini bukanlah hal yang benar.Kebiasaan bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir.Bravi teringat sebuah pepatah, apa yang sangat ingin kau hindari tidak akan begitu saja tidak terjadi, hal itu akan tetap muncul dengan akibat yang lebih besar sampai kau terpaksa menghadapinya.Sejak bersama Raisa, Bravi sangat berhati-hati dalam menjaga hubungan, sampai akhirnya kemunculan Daniel menghancurkan semua bayangan indahnya. Bravi kembali teringat pada kegilaan dan penindasan di mas

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 850

    Sial, benar-benar tidak bisa ditebak.Rey terdiam selama dua detik, lalu berkata sambil menggertakkan gigi, "Bravi, kau ini mau memisahkan sepasang kekasih ya?"Bravi menjawab dengan suara berat, "Seperti yang kau lihat."Rey mencibir sinis. "Dengan dasar apa kau ikut campur dalam hubunganku dan Raisa? Sebagai mantan pacarnya yang sudah putus hampir empat bulan? Bravi, Raisa sudah memutuskanmu, kalian berdua sudah nggak ada hubungan apa-apa. Apa hakmu ikut campur pada pilihan Raisa?""Makanya aku datang menemuimu, agar kau mundur dengan sukarela."Begitu kata-kata Bravi selesai, para pengawal itu langsung menariknya dengan keras. Karena kedua tangannya terikat di belakang punggung, tarikan itu membuat Rey merasakan sakit yang semakin hebat. Jika tarikannya sedikit lebih keras, mungkin tulangnya akan terkilir. Wajah Rey mulai memucat.Rey benar-benar tidak bisa lagi menjaga martabatnya, dia menggigit bibirnya dan berkata, "Bravi, pacarku ada di sebelah sana. Kalau kau begitu nggak suka

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 669

    Setelah mengambil keputusan dengan mantap, Raisa bertekad harus menjalankannya sesuai rencana.Keringat akibat gugup dan bersemangatnya telah hilang sepenuhnya, dia mengeringkan tubuhnya dengan handuk hingga bersih dan segar.Sebuah cermin tergantung di kamar mandi. Raisa berdiri di depan cermin, m

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 668

    Malam tadi tidur terlalu larut, dan Bravi tidur tanpa mengenakan pakaian di bagian atas tubuhnya.Tinggi badannya hampir satu meter sembilan puluh, tubuhnya sama sekali tidak kurus.Bahu lebar, pinggang ramping, dan otot-otot yang penuh kekuatan mendefinisikan fisiknya. Demi memperhatikan kondisinya

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 698

    Meskipun Winny pandai menyenangkan hatinya, hubungan ini tetaplah sebuah transaksi. Karena dibeli dengan uang, menganggapnya serius hanyalah kebodohan belaka.Bobby hanya merasa aneh. "Kalau kau paham apa yang kupikirkan, kenapa nggak mendukung pilihanku? Bahkan kau merasa kalau aku pacaran sama Win

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 671

    Setelah semuanya berakhir, Raisa seperti baru saja diguyur hujan deras. Rambutnya menempel di wajah, dia tampak sangat berantakan."Bravi, kau benar-benar … um …." Dia dipaksa menerima ciuman agresif dari pria itu.Napasnya tersengal-sengal, otaknya terasa kekurangan oksigen, dia merasa linglung, t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status