Share

Bab 282

Penulis: Ayudia
Rian sudah lama tidak dipermalukan, tetapi kali ini dia benar-benar kalah telak!

Suri berkata, "Rian, kenapa kau nggak berterima kasih ke kakakmu? Dia sudah berkali-kali membantumu!"

Bravi menanggapi, "Seharusnya memang begitu."

Agam segera menarik Rian berdiri dan berteriak, "Terima kasih, Kak!" Lalu dia diam-diam dengan suara nyaris tak terdengar mengumpat Rian, "Dasar bodoh, kau berani cari masalah lagi ya?"

Rian merasa ingin mati saja.

Inilah luka batin yang sesungguhnya!

Tak seorang pun tahu betapa frustrasinya dia.

Bravi, dasar orang tua licik!

Raisa berkata, "Aku masih nunggu, lho."

Rian berkata dengan nada putus asa, "Raisa, terima kasih. Terima kasih banyak. Aku nggak tahu harus gimana kalau nggak ada kau. Aku berutang sama kau seumur hidup."

Suri menutup mulutnya, bahunya bergetar karena menahan tawa.

Sementara Bravi tersenyum tipis.

Raisa ingin sekali mengetuk dahi Rian, dia benar-benar terkesan dengan ucapan adiknya itu.

Namun, reaksi pertamanya adalah menatap Bravi, khawa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
bagus deh kalau si kevin lihat..haha
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 587

    Raisa tidak memberitahu Angga sebelumnya, jadi Hani pun diam saja, menjawab dengan santai, "Raisa juga nggak bilang apa-apa. Aku cuma menemaninya ke sini."Angga terdiam.Surya saat ini sedang memandang pintu ruang istirahat dengan pikiran yang dalam. Dia melirik Angga lalu ke Hani, sebelum bertanya dengan bingung, "Raisa dan Pak Bravi, apa mereka ... ?"Hani tiba-tiba menyela, "Oh iya, tadi Bu Raisa bilang mau mengajakku bertemu pacarnya. Apa jangan-jangan pria yang di dalam itu orangnya?"Surya membeku, ekspresinya berubah menjadi tidak percaya.Hani menyadari reaksinya, dan bertanya, "Bukan ya?"Surya akhirnya mengerti kenapa Bobby mencarinya seperti orang gila beberapa hari lalu. Tentu saja, saat itu dirinya terlalu sibuk dan sama sekali tidak menghiraukan Bobby. Ternyata Raisa berhubungan dengan Bravi? Tunggu, apakah mereka saling suka? Dia sama sekali tidak pernah menyadarinya.Wajah Surya sedikit kaku, dan menimpali dengan ragu, "Sepertinya iya?"Hani mendesak, "Sepertinya? Kali

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 586

    Angga pun menutup telepon dan hendak kembali ke ruangan.Namun, Bravi sudah membubarkan rapat.Setelah semua orang pergi, Angga tidak perlu diingatkan oleh Bravi, dia langsung menjelaskan, "Raisa tiba-tiba mau ketemu denganku, dia juga minta aku mengajakmu."Bravi mengernyit, tatapannya tajam, lalu bertanya, "Kenapa dia mencarimu?"Angga menjawab, "Aku juga nggak tahu. Dia bilang harus membicarakannya secara langsung."Bravi melirik ponselnya. Raisa tidak mengirim pesan kepadanya.Bibirnya sedikit terkatup.Setelah menunggu sebentar, masih tidak ada kabar apa pun.Akhirnya, Bravi menyerah. Bangkit dari duduknya, dia melirik Angga, lalu berkata singkat, "Ayo."Dan, langsung berjalan keluar. Angga tertegun.Tatapannya dingin sekali.Bravi benar-benar bisa cemburu karena hal seperti ini? Angga merasa Raisa mencarinya pasti bukan untuk hal baik, dan dia tidak ingin pergi sendirian.Beruntung, Surya baru saja kembali dari perjalanan bisnis, jadi Angga pun mengajaknya ikut.Surya berseru,

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 585

    Raisa menatap Hani, dan terdiam sejenak.Sorot mata Hani dipenuhi rasa sedih yang mendalam. Hati Raisa terasa sesak. Dia selalu berusaha tetap acuh tak acuh, namun kini karena tatapan itu, membuat hatinya bergetar karena perih.Setelah terdiam selama dua detik, dia berkata, "Kak Hani, jangan khawatir soal aku. Aku baik-baik saja. Aku juga baru tahu soal ini. Aku rasa lebih baik tahu lebih awal daripada terus dibodohi, nggak tahu apa-apa."Mendengar itu, Hani merasa semakin kasihan, jelas Raisa lah yang membutuhkan penghiburan, tetapi malah sebaliknya.Dia bahkan bisa merasakan tekanan berat di udara, namun Raisa tetap bersikap biasa saja."Raisa, apa pun yang ingin kau lakukan, nggak apa-apa. Semua reaksimu itu wajar."Terlalu tenang seperti itu malah terasa tidak normal.Raisa mendengarkan suaranya yang lembut dan mengangguk sambil bergumam pelan.Hani memandangnya, lalu memerintahkan supir, "Kita pergi, Pak."Mobil melaju perlahan sampai mobil Nadia sudah tidak terlihat lagi. Baru sa

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 584

    Wanita sialan itu!Kenapa dia bisa sesombong itu?Bahkan berani mengabaikan Yumi begitu saja.Kakaknya adalah Angga Frimawan, Wakil Presdir Tech Tower. Apa Raisa juga tidak peduli dengan itu?Dibandingkan dengan pertemuan terakhir mereka di bandara, Yumi merasa Raisa telah berubah cukup besar. Itu adalah perasaan yang sulit dijelaskan, seolah orang ini bukanlah orang yang bisa diremehkan.Tetapi statusnya sudah sangat jelas, tetap tidak bisa dibandingkan dengannya. Lalu, apa haknya bersikap begitu sombong?Pandangan Nadia mengikuti Raisa, sudut bibirnya sedikit terangkat, nyaris tidak terlihat.Sungguh luar biasa, jadi ini adiknya? Auranya begitu dingin. Jelas, adiknya ini tidak hidup dengan baik.Namun kesan dingin dan kejam pada diri Raisa sesuai dengan ekspektasi Nadia, sangat menarik.Nadia semakin menyukai kota ini.Yumi tidak tahan diabaikan, suasana hatinya langsung memburuk. Nadia menenangkannya, mengusulkan agar mereka langsung ke tempat berikutnya untuk minum-minum.Regina be

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 583

    Naya baru saja mengatakan bahwa Nadia berada di ruangan sebelah.Surya Gemilang sengaja datang untuk menghalanginya.Raisa pernah melihat foto Nadia sebelumnya, tetapi ini adalah pertemuan pertama mereka. Seorang kakak perempuan tiri, seayah beda ibu. Selama ini, Raisa selalu berperan menjadi kakak bagi adiknya, namun dirinya ternyata justru memiliki seorang kakak, dan itu membuatnya terkejut. Raisa sudah mencerna kenyataan itu, tetapi saat melihat orangnya secara langung, hatinya tetap bergejolak hebat.Dia tidak berani membayangkan reaksi Rian saat mengetahui hal ini.Wajah Raisa tetap tenang, namun tangan yang terkulai di sisi tubuhnya tanpa sadar mengepal erat.Nadia tampak sedikit lebih pendek darinya, rambut hitam lurusnya yang panjang hampir mencapai pinggang, tampak sangat berkilau.Dia mengenakan gaun congsam berwarna hijau muda yang pas di badan. Dipadu dengan auranya yang lembut, tampak memancarkan ketenangan dan keanggunan seorang intelektual. Dari ujung kepala hingga ujun

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 582

    Naya sebenarnya sudah menghapus air matanya, tetapi begitu mendengar kata-kata Raisa, dia langsung menangis tersedu-sedu.Di kemudian hari, saat Naya memenangkan penghargaan artis terbaik, sorot matanya sudah memancarkan banyaknya pengalaman hidup, namun tetap tulus seperti sekarang. Langkah demi langkah, dia akan naik ke panggung, menerima piala atas namanya sendiri, lalu berdiri dengan percaya diri di tengah panggung sementara kamera-kamera fokus mengarah padanya.Pada momen puncak karirnya, di bawah sorotan ribuan pasang mata, Naya akan menahan tangisnya sambil mengulang kata-kata Raisa.Walaupun bertahun-tahun telah berlalu, dia tidak akan pernah melupakan momen saat ini.Tentu saja, semua itu adalah cerita di kemudian hari.Naya menyeka air matanya sambil terus-menerus meminta maaf, penampilannya yang menangis tampak sangat menyedihkan.Raisa tidak melarangnya menangis di momen yang bahagia itu, melainkan membiarkannya meluapkan emosi dan kekecewaan yang terpendam.Setelah menangi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status