Share

Bab 5

Penulis: Larasati
Ketika kembali ke kamar privat, mata Amila terlihat merah dan bengkak.

Ekspresi Riady langsung berubah. "Amila, apa Shella membuatmu sedih?"

Amila tetap diam, hanya meringkuk di pelukan Riady.

"Dia bilang, aku nggak pantas pakai pakaian sebagus ini. Katanya, aku cuma seorang sekretaris. Meski pakai barang mahal, aku tetap kelihatan memaksakan diri."

Mendengar ini, tangan Riady terkepal erat. "Dia selalu begitu. Aku nggak nyangka dia sudah terlalu kumanjakan hingga jadi semena-mena!"

Yanisa menimpali, "Riady, apa kamu harus menikahinya? Siapa yang bisa toleransi kepribadiannya yang seperti itu? Aku sudah nggak suka sama dia dari awal. Dia bahkan tega menindas gadis selembut dan selemah Amila. Belum nikah saja, dia sudah berani bersikap angkuh. Lihat saja setelah kalian nikah nanti!"

Riady menunduk dan menyahut, "Cuma sebuah pernikahan kok. Yang paling kucintai tetap Amila."

Shella berdiri di luar pintu sambil mendengar percakapan Riady dan Yanisa. Dia merasa dirinya selalu memperlakukan Yanisa dengan baik. Dulu, Yanisa akan curhat kepadanya ketika patah hati dan dia selalu berusaha keras untuk menghibur Yanisa.

Yanisa menyukai tas desainer. Jadi, Shella akan meminta temannya untuk membelikannya dari luar negeri. Terkadang, dia bahkan berkeliling ke sana kemari hingga kelelahan hanya demi menghibur Yanisa. Suatu kali, ketika Yanisa mabuk dan berkelahi di sebuah bar, dia bahkan pernah menggantikan Yanisa menerima beberapa pukulan. Itu sangat sakit!

Sekarang, Yanisa malah mengatakan hal-hal seperti itu. Memang benar, semua kerja keras dan pengorbanannya hanya berujung pada pengkhianatan.

Shella berbalik dan pergi. Dia mengirim pesan kepada seorang teman.

[ Nggak usah bawa pulang tas itu lagi. ]

Itu adalah tas yang telah ditunggu Yanisa selama setengah tahun. Dia berniat untuk memakainya di hari ulang tahunnya, bahkan telah memadukannya dengan gaun haute couture. Sekarang, tas itu tidak diperlukan lagi. Biarkan saja dia pakai produk replika di hari ulang tahunnya!

Setelah meninggalkan bar, Shella pulang dan menerima tiket pameran lukisan online. Dia telah mengaturnya dari beberapa bulan lalu. Sekarang, tiketnya sudah tersedia. Dia ingin melihat lukisannya.

Keesokan harinya, Shella pergi ke galeri. Lukisannya terkenal di internet karena bertema "perasaan". Banyak orang kaya suka membeli lukisannya untuk dipajang di rumah, sebagai cara untuk mengenang cinta yang indah.

Sayangnya, cinta itu sudah hancur total. Semua lukisan yang dulunya menyimpan kenangan indah telah berubah menjadi ejekan.

Shella pergi ke galeri secara anonim. Setelah menghapus akunnya, kehebohan di dunia maya justru meningkat, apalagi komentar tentang pengunduran dirinya dari dunia seni.

Menurut Sophie, banyak orang yang mengomentari postingan itu dan sangat ingin menangis.

Namun, apa yang bisa dia lakukan? Bibir Shella melengkung membentuk senyum mengejek. Perasaan adalah hal yang paling murah.

Shella berjalan ke depan lukisan terbesar, yang merupakan lukisan realis. Dalam lukisan itu, dia mengenakan gaun merah muda dan putih dengan rambut dikuncir tinggi. Di bawah pohon di belakangnya, terdapat seorang pria yang wajahnya menghadap ke arah si gadis.

Jelas-jelas, wajah pria dan wanita itu tidak digambar. Namun, bahkan melalui kertas tipis, orang-orang bisa merasakan cinta di antara mereka.

Shella menatap lukisan itu, sampai terdengar suara langkah kaki di belakangnya.

"Apa Nyonya juga suka dengan lukisan ini?"

Shella berbalik dengan terkejut dan melihat Amila berdiri di belakangnya. Ini bukan akhir pekan, tetapi Amila malah muncul di sini. Meskipun tidak ingin memperhatikan detail sepele seperti itu, dia tetap ingin tertawa. Sekretaris mana yang tidak bekerja di hari kerja?

Amila mengelus perutnya, lalu tiba-tiba tersenyum dan berujar, "Aku juga lumayan suka sama lukisan ini. Bagus juga kalau lukisan ini digantung di kamarku dan suamiku, biar bisa memperingati cinta kami."

Shella terkekeh dalam hati. Apakah Amila akan merasa jijik jika mengetahui asal-usul lukisan ini? Dia tidak keberatan untuk menceritakannya, tetapi malas meladeni Amila.

Di sisi lain, Amila malah menjadi gelisah.

"Nyonya, aku melihatnya duluan! Bisa nggak kamu jangan rebutan sama aku? Aku tahu kamu nggak suka sama aku, tapi aku berencana beli lukisan ini!"

Suara Amila menarik perhatian banyak orang di pameran. Tampang Amila yang menyedihkan juga mendapat banyak simpati.

Bahkan staf galeri juga membujuk Shella, "Ngalah saja sama dia. Dia lagi hamil dan kelihatan kasihan."

"Kapan aku bilang mau rebutan sama kamu?" Shella mengangkat alisnya dan melanjutkan, "Kamu sendiri yang berasumsi aku mau rebutan beli lukisan ini. Apa aku sudah melakukan sesuatu yang menyinggungmu?"

Amila menggigit bibirnya. "Lalu, kenapa kamu berdiri di depan lukisan ini?"

"Bukannya orang datang ke galeri memang untuk mengagumi lukisan? Memangnya untuk mengagumi kamu?" balas Shella sambil tersenyum sinis.

Wajah Amila memucat dan dia bertambah marah.

"Jangan bilang kamu nggak mampu membelinya?" lanjut Shella.

"Aku mampu membelinya." Amila menggigit bibirnya, lalu mengeluarkan kartu hitam dari tasnya. Dia bahkan sengaja melambaikannya di depan Shella.

Shella telah bersama Riady selama enam tahun. Dia tentu saja sering melihat kartu itu.

Dulu, Riady juga berniat memberikan kartu itu kepadanya, tetapi Shella merasa kasihan pada Riady. Bagaimanapun juga, menghasilkan uang tidak mudah. Selain itu, dia juga diajarkan bahwa perempuan harus mandiri.

Selama bertahun-tahun, orang luar selalu menganggap Shella hidup bergantung pada Riady. Pada kenyataannya, Shella dapat hidup dengan baik tanpa bergantung pada siapa pun. Dia memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk melakukannya.

"Harga lukisan ini cuma 1 miliar. Aku masih mampu membelinya," kata Amila sambil tersenyum tipis.

"Maaf, Nona. Sekarang, lukisan ini dijual dengan harga 10 miliar." Pemilik galeri tiba-tiba berjalan mendekat. Dia dan Shella saling bertukar pandang, lalu Shella mengangguk kepadanya.

Lukisan yang awalnya seharga 1 miliar telah meningkat sepuluh kali lipat.

Shella terkekeh. Dia tidak tega menghabiskan uang Riady, jadi dia akan membiarkan Amila membuatnya menghasilkan uang. Lagi pula, Riady terlihat seperti orang bodoh yang mudah ditipu!

"Sepertinya kemampuanmu juga terbatas. Kamu nggak akan sanggup beli barang senilai 10 miliar."

Kata-kata Shella sepertinya berhasil memprovokasi Amila. Dia segera berkata, "Gesek kartunya."

Setelah menggesek kartu, Amila mengangkat kepalanya dan menatap Shella dengan angkuh.

"Nyonya, aku nggak kekurangan uang. Suamiku sangat mencintaiku. Dia sudah berikan semua uangnya padaku sejak lama. Dia bahkan memberiku sebuah rumah di Vila Blue Moon sebagai rumah baru kami. Waktu bayiku lahir, kami akan jadi keluarga yang sangat bahagia."

Shella melipat tangannya dan tiba-tiba membalas, "Rumah di Vila Blue Moon nggak murah. Suamimu memang lumayan mencintaimu."

Amila merasa makin bangga. Dia menyukai perasaan memprovokasi Shella. Ketika Shella mengetahui kebenaran tentang perselingkuhan Riady, akankah Shella mati kesal? Paling bagus jika Shella mati kesal. Dengan begitu, dia bisa menggantikan posisi Shella sebagai menantu Keluarga Swarma.

Lagi pula, Shella tidak memiliki kekuasaan atau pengaruh. Amila sudah menyelidiki dengan jelas. Shella hanya beruntung bisa bersama Riady. Pada akhirnya, dia akan berhasil merebut pacar Shella!

"Kalau punya kesempatan, aku benar-benar ingin lihat seperti apa rupa pria yang buat kamu begitu bahagia."

Senyum Amila pun membeku.

Melihat ekspresi terkejut Amila, Shella pergi ke samping jendela untuk menjawab telepon. Dia sengaja berbicara di depan Amila, "Sandy, kamu sudah alihkan vila itu ke namaku?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 50

    Shella membayar biaya pengobatan Christoff, lalu berbalik untuk pergi. Sebelum berpisah, Christoff memberikan informasi kontaknya kepada Shella.Setelah agak malam, Amila mencoba menelepon Peter, tetapi nomor Peter tidak dapat dihubungi. Amila pun merasa bingung. Mengingat Shella tidak tewas hari ini, sepertinya pria tadi siang yang telah menyelamatkannya. Dia benar-benar beruntung! Namun, rencananya perlu dipercepat. Jika tidak, semuanya akan terlambat!Memikirkan hal ini, Amila sengaja mendekati Riady. "Riady, jangan marah lagi. Shella pasti nggak bermaksud begitu. Mungkin ada kesalahpahaman! Sebelumnya, kamu bilang Nenek sangat percaya sama mitos. Kebetulan, aku kenal seorang peramal yang bisa meramal dengan sangat akurat. Aku akan bawa dia untuk melakukan ritual buat Nenek besok. Gimana menurutmu?" ucap Amila dengan manja sambil merangkul lengan Riady.Mata Riady menjadi gelap. Rasa sakit hati karena Shella perlahan-lahan memudar. Dia berbalik dan mencium bibir Amila, lalu memper

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 49

    "Shella, kita akan segera menikah, apa gunanya kamu berbuat begini? Kamu sengaja pakai pria seperti ini untuk membuatku cemburu, 'kan?""Shella, kamu seharusnya minta maaf sama Riady. Bukan salahmu berselingkuh. Lagian, pria ini memang sangat tampan. Wajar saja kamu tergoda! Tapi karena kamu sudah berselingkuh, jangan berpegang teguh pada posisi istri Riady lagi."Hanya orang yang memfitnah orang lain yang tahu betapa tidak adilnya tuduhan itu.Tatapan dingin Shella tertuju pada Amila. Amila pun secara refleks merasa takut. Kemudian, entah sejak kapan, Shella telah berhasil menepis cengkeraman Riady dan menampar Amila dengan kuat."Ngomong soal ini, aku bahkan belum menyelesaikan urusanku denganmu. Amila, beraninya kamu menghasut kakakmu untuk menabrakku dengan mobil. Aku sudah lapor polisi, juga catat nomor pelatnya. Suruh dia siap-siap untuk masuk penjara!" Ekspresi Amila seketika berubah. Kemudian, dia menatap Riady dengan ekspresi sedih."Shella, apa-apaan kamu! Amila nggak punya

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 48

    "Dia pingsan karena gula darah rendah. Untungnya, dia dibawa ke rumah sakit tepat waktu. Berhubung pacarmu ada gula darah rendah, jangan lupa untuk tetap sediakan beberapa butir permen biar bisa antisipasi keadaan darurat," ujar dokter.Shella hendak menjelaskan bahwa Christoff bukan pacarnya. Namun, dokter itu sudah berbalik dan pergi.Kebetulan, Riady mendengar semua ini dari luar. Dia pun mengepalkan tangannya dan menerobos masuk.Shella seketika mematung. Riady menghampirinya, lalu meraih pergelangan tangannya dan menuntut, "Siapa dia?"Riady menunjuk ke arah Christoff yang bertelanjang dada. Amila yang baru saja masuk langsung merasakan aura mengesankan pria itu. Dia dapat menilai bahwa jam tangan di pergelangan tangan pria itu saja sudah bernilai miliaran. Shella juga mengenal orang sehebat itu?Amila menggigit bibir dan bertanya kepada Shella, "Shella, apa hubunganmu dengan orang ini? Kenapa kamu sampai secara khusus temani dia datang ke rumah sakit?"Shella sangat ingin merobek

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 47

    Bagi Amila, janji seperti itu hanyalah bentuk dari menguji kesabarannya. Perutnya sudah makin besar. Jika Riady benar-benar menikahi Shella, dia hanya bisa menjadi simpanan seumur hidupnya.Amila menarik napas dalam-dalam. Namun, sebentar lagi, dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya!Keesokan harinya.Shella bersiap untuk pergi memeriksa rumah di Kota Horion. Saat tiba di pintu masuk bandara dan baru saja dia keluar dari mobil, dia melihat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan kakinya lemas secara refleks.Ada seseorang yang menarik Shella dari belakang. Dia pun jatuh ke pelukan orang itu. Kemudian, terdengar erangan tertahan.Shella menunduk dan melihat Christoff menahan jatuhnya. Lengan pria itu memeluknya dengan erat. Mobil yang sudah lewat itu tiba-tiba mengerem, lalu berbalik dan kembali melaju ke arah Shella.Ekspresi Shella seketika berubah. Ini adalah pembunuhan yang disengaja! Shella menggigit bibirnya dan meraih lengan Christoff. "Cep

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 46

    Pernikahan itu tidak pernah ada.Shella menarik napas dalam-dalam, lalu memaksakan senyum."Resepsi pernikahan kita akan diadakan di sebuah pulau. Ibu sudah mengatur semuanya. Kalau nggak percaya, tanya saja sama dia."Shella segera menyebut nama Rossa.Kecurigaan Riady mulai goyah lagi. "Sayang, aku juga cuma nanya."Dia melangkah maju dan meraih lengan Shella. "Aku takut banget kehilangan kamu. Kamu tahu aku sudah tunggu enam tahun penuh untuk hari ini." Shella mengerutkan bibir. Enam tahun bukanlah waktu yang lama, tetapi juga tidak singkat. Bagi Shella, ini terasa seperti mimpi. Setelah bangun, semuanya pun hilang."Apa kamu benar-benar berpikir kita bisa menikah?" tanya Riady untuk menguji.Shella terkekeh. "Selama kamu mau, kita pasti bisa menikah."Riady memeluknya. "Sayang, terima kasih kamu bersedia menikahiku!"Shella tersenyum getir. Berakting sangat melelahkan. Namun, dia tidak tahu kenapa Riady dapat melakukannya dengan santai."Masih ada urusan di perusahaan. Aku pergi

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 45

    Tubuh Amila sedikit gemetar. Entah kenapa, tatapan Riady terasa menakutkan baginya. Dia mendekat ke arah Riady, ingin menyenangkan pria itu seperti biasa. Namun, Riady langsung menghindar. Jarang-jarang dia bersikap sedingin ini."Kamu sudah capek. Aku akan mengantarmu pulang sekarang!"Riady seolah-olah menolak melakukan kontak fisik dengan Amila.Setelahnya, Amila mencoba mengulangi trik lamanya. Dia ingin menggunakan anak untuk mengikat Riady. Namun, Riady tetap tenang dan berujar, "Aku ada urusan di perusahaan. Aku pulang dulu."Entah kenapa, setiap kali melihat Amila, Riady akan teringat adegan mesra Amila dan Kenji. Kenji merangkul pinggang Amila, sedangkan Amila mencium Kenji. Dia merasa seolah-olah barang miliknya telah disentuh orang lain dan tidak lagi murni.Ketika mendengar suara pintu ditutup, Amila mengentakkan kaki dengan marah. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Riady bahkan tidak mau menyentuhnya lagi sekarang?Amila mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang seperti b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status