Share

Bab 4

Penulis: Larasati
Pintu ruang privat dibuka. Shella melihat Riady yang duduk di dalam dan Amila yang menempel padanya.

Amila terlihat agak tidak rela dan bergeser lebih dekat lagi ke sisi Riady. Meskipun pria itu mencoba menjauhkan diri, Amila masih tidak bersedia menjauh. Ini jelas-jelas adalah provokasi secara terang-terangan.

Shella mengamati wanita di hadapannya. Dia memiliki wajah cantik dan kulit cerah. Dia terlihat seperti gadis yang lembut, manis, dan feminin. Namun, dia malah memilih untuk menjadi pelakor.

Yanisa segera berdiri. "Shella, aku dan Riady lagi bahas detail pernikahan kalian. Kamu datang di waktu yang tepat. Ayo kita diskusi bareng."

Yanisa menarik Shella untuk duduk, tetapi tatapan Shella tetap tertuju pada Amila. "Siapa dia?"

Secercah rasa bersalah melintasi mata Riady. Sebelum dia sempat berdiri dan memberi penjelasan, Amila tiba-tiba menekan salah satu bagian tubuhnya. Kedua orang itu melakukan hal yang memalukan di bawah meja, seperti tidak ada orang di sekitar.

Shella bisa melihat dengan jelas kenikmatan yang terpampang di wajah Riady. Dia seharusnya memang menyukai sensasi mendebarkan dan melanggar moral seperti ini.

"Ini pasti calon istri presdir, 'kan?" Amila tersenyum dan berujar, "Namaku Amila, aku sekretaris presdir yang baru."

"Kalau dia cuma seorang sekretaris, memangnya dia perlu dibawa datang untuk bahas detail pernikahan?" tanya Shella sambil mengangkat alisnya.

Yanisa terbatuk, lalu menyesap air untuk menyembunyikan rasa canggungnya.

"Shella, Amila mengikuti Riady untuk memahami situasi kerja. Gimanapun, dia masih karyawan baru. Lagian, dia punya teman yang bisa tawarkan proposal pernikahan yang sangat baik."

Amila berdiri, lalu mengambil segelas alkohol dan berjalan ke depan Shella. "Nyonya, aku akan bersulang denganmu."

Shella menatap gaun yang dikenakan Amila. Dia tiba-tiba merasa gaun itu agak familier. Gaun itu mirip dengan salah satu gaun di lemarinya. Hanya saja, gaunnya itu produk tunggal, sedangkan yang dikenakan Amila seharusnya palsu.

Shella menerima gelas yang disodorkan Amila. Namun, pada detik berikutnya ....

Amila melepas gelas itu dan isinya langsung tumpah ke gaunnya. Matanya juga seketika berkaca-kaca.

Riady berdiri dan menarik Amila ke belakangnya. Dia bertanya dengan khawatir, "Kamu baik-baik saja?"

Amila menatap Shella dengan tatapan menuduh. "Nyonya, kenapa kamu tumpahkan alkohol itu ke bajuku? Apa aku melakukan kesalahan? Aku cuma karyawan biasa yang sedang belajar di sisi Pak Riady. Aku nggak punya niat lain, cuma ingin melakukan pekerjaanku dengan baik. Tak disangka, kamu malah bersikap begini padaku!"

Air mata mengalir dari sudut mata Amila.

Harus diakui bahwa gadis muda cantik yang menangis memang terlihat sangat kasihan. Tidak heran Riady menyukainya. Bahkan Shella sendiri juga merasa sedikit berdebar.

Riady hendak mengulurkan tangan untuk menyeka air mata Amila. Namun, dia tiba-tiba teringat Shella berada di sampingnya. Dia pun menatap Shella dengan tatapan tidak setuju.

"Minta maaf pada Amila. Kamu sudah kotori gaunnya. Meski dia cuma seorang sekretaris, kamu tetap nggak boleh menghinanya seperti itu."

Shella tiba-tiba mengangkat alisnya. "Gimana kalau aku menolak minta maaf?"

Yanisa berdiri dan mencoba menengahi situasinya. "Itu cuma sepotong gaun. Aku akan kasih ganti rugi."

Amila lanjut menuduh, "Memangnya karena dia itu istri presdir, dia boleh nggak minta maaf? Ini gaun haute couture yang sangat mahal, bukan sesuatu yang mampu dibeli orang biasa. Aku sudah menabung lama untuk membelinya. Nyonya, kamu boleh remehkan aku, tapi jangan injak-injak harga diriku!"

Shella tertawa dalam hati. Sudah jadi pelakor masih ada harga diri? Bukannya dia sudah membuang harga dirinya dengan menjual tubuhnya?

"Gaunmu itu replika berkualitas tinggi, yang harganya cuma ratusan ribu. Memangnya itu sangat mahal?"

Shella masih tersenyum. Dia mengeluarkan 400 ribu dari tasnya, lalu melemparkannya ke depan Amila. "Aku akan ganti rugi. Lagian, yang palsu tetap palsu."

Riady sangat marah. "Shella, kamu nggak seperti ini sebelumnya! Kenapa kamu tega mempersulit orang seperti ini sekarang! Ke mana perginya orang polos dan baik hati yang kucintai itu?"

Jantung Shella terasa menegang sedikit demi sedikit. Dia merasa makin jijik. Amila memang menjijikkan, tetapi Riady adalah yang paling menjijikkan. Pada akhirnya, semua ini terjadi karena dia tidak bisa mengendalikan nafsunya. Ini semua adalah akibat dari perselingkuhannya. Ternyata, cinta selama bertahun-tahun itu hanyalah sampah.

Kilatan kebencian yang melintas di mata Shella tertangkap oleh Riady. Dia tertegun sejenak, tetapi tetap bersikeras berkata, "Amila lagi hamil. Minta maaf padanya. Kamu harus hormati wanita hamil."

Tatapan Shella perlahan-lahan tertuju pada perut Amila dan tertegun sejenak. Wanita itu memang sudah hamil ... anak Riady.

Shella benar-benar tidak mengerti apa yang telah dia lakukan hingga menyinggung Riady, sampai-sampai Riady tega memperlakukannya seperti ini. Mereka bahkan belum menikah, tetapi Riady sudah memiliki anak haram untuk membuatnya jijik. Pria ini seharusnya bermimpi dirinya adalah kaisar banyak istri, 'kan?

Shella perlahan-lahan melengkungkan bibirnya. Ejekan di wajahnya terlihat makin jelas. "Riady, kenapa kamu begitu gugup? Memangnya anak dalam kandungannya itu anakmu? Kenapa kamu begitu melindunginya? Aku barulah calon istrimu, tapi kamu malah berpihak pada orang luar?"

Wajah Riady langsung pucat, diikuti oleh rasa bersalah.

"Lagian, aku nggak menyentuh gelas itu. Periksa saja rekaman CCTV. Kalau nggak, orang yang nggak tahu akan benar-benar mengira aku sengaja menyiramnya."

"Shella, nggak perlu begitu deh?" ucap Yanisa dengan kening berkerut.

Amila menggigit bibirnya. "Aku nggak begitu. Nyonya, jangan memfitnahku."

Sambil berbicara, Amila memegang perutnya dan menatap Riady dengan memasang tampang kasihan. Hati Riady langsung melunak.

"Nggak usah periksa rekaman CCTV. Aku akan gantikan Shella minta maaf padamu. Kamu pergi ganti baju saja dulu."

Amila pun terdiam. Dia telah menerima isyarat mata Riady. Meskipun enggan, dia harus menelan amarahnya untuk saat ini.

"Kalau begitu, apa Nyonya bisa temani aku pergi ganti baju?" tanya Amila. Matanya tertuju pada Shella.

Shella meliriknya. "Boleh saja."

Yanisa langsung merasa tegang. "Kalau nggak, aku ikut ya?"

Shella terkekeh. "Apa kamu takut aku akan membahayakan bayi di dalam perutnya? Itu kan bukan anak Riady, kenapa kalian berdua begitu gugup?"

Setelah sampai di ruang ganti, Amila sengaja mengeluarkan gaun panjang berwarna merah muda dan putih. Dia berkata, "Nyonya, ini gaun yang diberikan suamiku. Menurutmu, gaun ini bagus nggak?"

Shella tertegun. Ada gaun identik yang tergantung di walk-in closetnya. Itu adalah gaun pertama yang diberikan Riady kepadanya ketika mereka berpacaran. Riady mengatakan bahwa dia terlihat sangat cantik mengenakan warna merah muda dan putih. Sekarang, pria itu telah membelikan Amila gaun yang sama persis.

Shella tertawa dalam hati, tetapi dengan tenang menyahut, "Itu toh bukan hadiah dari suamiku, buat apa kamu begitu ingin memamerkannya padaku?"

"Nggak kenapa-apa. Hanya saja, hubunganku dengan suamiku sangat baik. Kami juga baru saja dikaruniai anak. Aku cuma ingin berbagi kebahagiaan ini dengan Nyonya."

Senyum Amila memudar saat berganti pakaian.

"Suamimu sangat mencintaimu, 'kan?" tanya Shella tiba-tiba.

Amila tersenyum. "Dia bilang akan mewariskan segalanya kepadaku dan anak kami. Dia juga bilang akan mencintai kami selamanya! Meski sangat sibuk dan nggak punya waktu untuk temani aku, dia tetap dengan teliti menyiapkan hadiah untukku. Aku punya banyak sekali gaun seperti ini."

"Lalu, kenapa kamu pakai barang replika ke kantor? Apa kamu cuma pantas pakai barang replika di depan orang luar?"

Mendengar ini, wajah Amila langsung pucat pasi.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 50

    Shella membayar biaya pengobatan Christoff, lalu berbalik untuk pergi. Sebelum berpisah, Christoff memberikan informasi kontaknya kepada Shella.Setelah agak malam, Amila mencoba menelepon Peter, tetapi nomor Peter tidak dapat dihubungi. Amila pun merasa bingung. Mengingat Shella tidak tewas hari ini, sepertinya pria tadi siang yang telah menyelamatkannya. Dia benar-benar beruntung! Namun, rencananya perlu dipercepat. Jika tidak, semuanya akan terlambat!Memikirkan hal ini, Amila sengaja mendekati Riady. "Riady, jangan marah lagi. Shella pasti nggak bermaksud begitu. Mungkin ada kesalahpahaman! Sebelumnya, kamu bilang Nenek sangat percaya sama mitos. Kebetulan, aku kenal seorang peramal yang bisa meramal dengan sangat akurat. Aku akan bawa dia untuk melakukan ritual buat Nenek besok. Gimana menurutmu?" ucap Amila dengan manja sambil merangkul lengan Riady.Mata Riady menjadi gelap. Rasa sakit hati karena Shella perlahan-lahan memudar. Dia berbalik dan mencium bibir Amila, lalu memper

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 49

    "Shella, kita akan segera menikah, apa gunanya kamu berbuat begini? Kamu sengaja pakai pria seperti ini untuk membuatku cemburu, 'kan?""Shella, kamu seharusnya minta maaf sama Riady. Bukan salahmu berselingkuh. Lagian, pria ini memang sangat tampan. Wajar saja kamu tergoda! Tapi karena kamu sudah berselingkuh, jangan berpegang teguh pada posisi istri Riady lagi."Hanya orang yang memfitnah orang lain yang tahu betapa tidak adilnya tuduhan itu.Tatapan dingin Shella tertuju pada Amila. Amila pun secara refleks merasa takut. Kemudian, entah sejak kapan, Shella telah berhasil menepis cengkeraman Riady dan menampar Amila dengan kuat."Ngomong soal ini, aku bahkan belum menyelesaikan urusanku denganmu. Amila, beraninya kamu menghasut kakakmu untuk menabrakku dengan mobil. Aku sudah lapor polisi, juga catat nomor pelatnya. Suruh dia siap-siap untuk masuk penjara!" Ekspresi Amila seketika berubah. Kemudian, dia menatap Riady dengan ekspresi sedih."Shella, apa-apaan kamu! Amila nggak punya

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 48

    "Dia pingsan karena gula darah rendah. Untungnya, dia dibawa ke rumah sakit tepat waktu. Berhubung pacarmu ada gula darah rendah, jangan lupa untuk tetap sediakan beberapa butir permen biar bisa antisipasi keadaan darurat," ujar dokter.Shella hendak menjelaskan bahwa Christoff bukan pacarnya. Namun, dokter itu sudah berbalik dan pergi.Kebetulan, Riady mendengar semua ini dari luar. Dia pun mengepalkan tangannya dan menerobos masuk.Shella seketika mematung. Riady menghampirinya, lalu meraih pergelangan tangannya dan menuntut, "Siapa dia?"Riady menunjuk ke arah Christoff yang bertelanjang dada. Amila yang baru saja masuk langsung merasakan aura mengesankan pria itu. Dia dapat menilai bahwa jam tangan di pergelangan tangan pria itu saja sudah bernilai miliaran. Shella juga mengenal orang sehebat itu?Amila menggigit bibir dan bertanya kepada Shella, "Shella, apa hubunganmu dengan orang ini? Kenapa kamu sampai secara khusus temani dia datang ke rumah sakit?"Shella sangat ingin merobek

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 47

    Bagi Amila, janji seperti itu hanyalah bentuk dari menguji kesabarannya. Perutnya sudah makin besar. Jika Riady benar-benar menikahi Shella, dia hanya bisa menjadi simpanan seumur hidupnya.Amila menarik napas dalam-dalam. Namun, sebentar lagi, dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya!Keesokan harinya.Shella bersiap untuk pergi memeriksa rumah di Kota Horion. Saat tiba di pintu masuk bandara dan baru saja dia keluar dari mobil, dia melihat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan kakinya lemas secara refleks.Ada seseorang yang menarik Shella dari belakang. Dia pun jatuh ke pelukan orang itu. Kemudian, terdengar erangan tertahan.Shella menunduk dan melihat Christoff menahan jatuhnya. Lengan pria itu memeluknya dengan erat. Mobil yang sudah lewat itu tiba-tiba mengerem, lalu berbalik dan kembali melaju ke arah Shella.Ekspresi Shella seketika berubah. Ini adalah pembunuhan yang disengaja! Shella menggigit bibirnya dan meraih lengan Christoff. "Cep

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 46

    Pernikahan itu tidak pernah ada.Shella menarik napas dalam-dalam, lalu memaksakan senyum."Resepsi pernikahan kita akan diadakan di sebuah pulau. Ibu sudah mengatur semuanya. Kalau nggak percaya, tanya saja sama dia."Shella segera menyebut nama Rossa.Kecurigaan Riady mulai goyah lagi. "Sayang, aku juga cuma nanya."Dia melangkah maju dan meraih lengan Shella. "Aku takut banget kehilangan kamu. Kamu tahu aku sudah tunggu enam tahun penuh untuk hari ini." Shella mengerutkan bibir. Enam tahun bukanlah waktu yang lama, tetapi juga tidak singkat. Bagi Shella, ini terasa seperti mimpi. Setelah bangun, semuanya pun hilang."Apa kamu benar-benar berpikir kita bisa menikah?" tanya Riady untuk menguji.Shella terkekeh. "Selama kamu mau, kita pasti bisa menikah."Riady memeluknya. "Sayang, terima kasih kamu bersedia menikahiku!"Shella tersenyum getir. Berakting sangat melelahkan. Namun, dia tidak tahu kenapa Riady dapat melakukannya dengan santai."Masih ada urusan di perusahaan. Aku pergi

  • Tak Rujuk, Tak Memaafkan, Penyesalanmu Datang Terlambat   Bab 45

    Tubuh Amila sedikit gemetar. Entah kenapa, tatapan Riady terasa menakutkan baginya. Dia mendekat ke arah Riady, ingin menyenangkan pria itu seperti biasa. Namun, Riady langsung menghindar. Jarang-jarang dia bersikap sedingin ini."Kamu sudah capek. Aku akan mengantarmu pulang sekarang!"Riady seolah-olah menolak melakukan kontak fisik dengan Amila.Setelahnya, Amila mencoba mengulangi trik lamanya. Dia ingin menggunakan anak untuk mengikat Riady. Namun, Riady tetap tenang dan berujar, "Aku ada urusan di perusahaan. Aku pulang dulu."Entah kenapa, setiap kali melihat Amila, Riady akan teringat adegan mesra Amila dan Kenji. Kenji merangkul pinggang Amila, sedangkan Amila mencium Kenji. Dia merasa seolah-olah barang miliknya telah disentuh orang lain dan tidak lagi murni.Ketika mendengar suara pintu ditutup, Amila mengentakkan kaki dengan marah. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Riady bahkan tidak mau menyentuhnya lagi sekarang?Amila mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang seperti b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status