Share

Part 20

Penulis: Zizara Geoveldy
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-15 14:15:05

Tangan Shankara menahan tubuh Vanka dengan kaku. Beberapa kali ia memanggil nama perempuan itu agar bangun. Tapi Vanka tetap tidak bergerak.

"Van, Vanka, bangun." Shankara mengulangi dan hasilnya tetap sama.

Tapi Shankara tidak langsung percaya. Menilik ke belakang, di mana Vanka sanggup melakukan hal-hal di luar dugaan, Shankara tidak yakin perempuan itu benar-benar pingsan. Bisa saja saat ini Vanka sedang berpura-pura.

Lelaki itu memandang ke sekeliling. Hening dan gelap. Jalan di depan r
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
Pengen buat hati Shankara luluh, tapi ga pake cara licik juga,, Biar SHANKARA kena AZAB...!!!!
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
aduuuhhh Vanka ga maen api dah... yg penting Lengkara sembuh dulu
goodnovel comment avatar
jamie
Vanka tetap pd niat asalmu. demi lengkara bukan cinta lama. nnt kau dikutuk, dihina, dimaki shankara yg tidak punyai hati.. ingat demi lengkara
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Sengaja Mencintaimu   Part 213 (Tamat)

    Katanya, anak adalah pembawa rezeki. Begitu pula yang terjadi pada keluarga Shankara dan Vanka. Sejak kelahiran Viggo hubungan mereka semakin harmonis, membuat pikiran tenang dan mendatangkan uang.​Bengkel baru Shankara semakin berkembang pesat bahkan melebihi bengkel pertamanya yang hangus terbakar dulu.​Momen krusial terjadi ketika kontrak kerja Shankara dengan Ducati sebagai specialist engineer akan segera berakhir. Pihak Ducati bahkan menawarkan posisi yang lebih tinggi dengan gaji yang sangat menggiurkan untuk memintanya bertahan.​Namun, saat Shankara duduk di ruang kerjanya yang baru, melihat laporan keuangan bengkelnya sendiri bulan itu, ia sempat termangu. Angka di sana menunjukkan sesuatu yang luar biasa. Laba bersih dari bengkel pribadinya kini mencapai empat kali lipat dari gaji bulanan yang ditawarkan Ducati. Semua ini adalah anugerah yang luar biasa dan tidak terjadi secara instan. Semua terbentuk dari air mata, tetesan keringat, harga diri yang terhina, kerja keras ha

  • Tak Sengaja Mencintaimu   Part 212

    Masa-masa newborn baby Viggo adalah fase di mana Shankara benar-benar membuktikan kesiagaan serta tanggung jawabnya sebagai ayah dan suami yang baik.Setiap malam Shankara menemani Vanka begadang menyusui putra mereka. Bukan itu saja, ia juga akan mengurus segala sesuatunya tentang anak itu dan menyuruh Vanka tetap di tempat.​Pukul 02.15 malam, suara tangisan Viggo memecah kesunyian kamar. Vanka yang baru saja terlelap tiga puluh menit setelah sesi menyusui yang panjang, tersentak kaget. Matanya perih, kepalanya berat karena kurang tidur yang kronis. ​Namun, sebelum Vanka sempat duduk, sebuah tangan besar yang hangat menahan bahunya dengan lembut, memintanya kembali berbaring.​"Sstt... tidur aja, Van. Biar Abang yang urus," bisik Shankara.Bayi mungil itu terus menangis meminta perhatian.​"Jagoan Papa kenapa? Olinya penuh ya?" canda Shankara sambil tertawa.​Dengan lincah, tangan Shankara membuka bedong dan memeriksa diaper. Ternyata Viggo pup. Shankara tertawa lalu membersihkan ku

  • Tak Sengaja Mencintaimu   Part 211

    Vanka sudah berada di rumah setelah kemarin pulang dari rumah sakit. Saat ini ia sedang menyusui bayinya setelah menerima kunjungan teman-temannya. Sejak di rumah sakit sampai ke rumah, tamu datang silih berganti. Lima menit yang lalu Andara, Ananta dan anak-anak mereka baru saja pulang. Setiap hari rombongan itu datang lantaran si kembar sangat antusias pada baby Viggo dan merengek minta adik pada orang tua mereka.Duduk bersandar pada tumpukan bantal, Vanka mendekap erat Baby Viggo—nama yang akhirnya mereka sepakati.Awalnya mereka bermaksud memberi nama Aksara Jiwa. Tapi demi menghargai Thalia, nama Viggo diselipkan di tengah-tengah menjadi Aksara Viggo Jiwa. Baby Viggo menyusu dengan begitu bersemangat. Thalia dan Lengkara duduk mengerumuni Vanka dengan penuh antusiasme, seolah sedang menyaksikan keajaiban dunia yang baru ditemukan.“Ma, lihat deh, tangannya beneran mungil banget,” ujar Thalia dengan gemas, jarinya ragu-ragu ingin menyentuh telapak tangan Viggo. “Tapi dia nyusu k

  • Tak Sengaja Mencintaimu   Part 210

    Pukulan Thalia yang mendarat telak di lengannya seketika memutus arus pendek di otak Shankara. Kesadarannya ditarik paksa kembali pada realita. Persetan dengan ikan penuh perjuangan itu, istrinya jauh lebih berharga.“Iya! Iya! Rumah sakit! Ayo Van, pegangan!” Shankara langsung membopong Vanka dengan sisa tenaga yang entah datang dari mana. Rasanya seperti mesin motor yang sudah panas dan dipaksa bore up melampaui batas.Ia berjalan terhuyung menuju garasi. Efek jetlag dan kurang tidur membuat keseimbangannya kacau, tapi ia mengunci lengannya sekuat mungkin agar Vanka tidak terjatuh. Thalia berlari di depan, membukakan pintu mobil dengan sigap.Begitu Vanka berhasil dibaringkan di kursi belakang, Shankara melompat ke kursi kemudi. Tangannya gemetar hebat saat memegang kunci kontak. Begitu mesin menyala, ia sempat terdiam selama tiga detik, menatap setir dengan tatapan kosong.“Papa! Jalan!” teriak Thalia dari belakang.“Iya, Kak ... Papa lagi ... lagi nunggu jalannya lurus,” gumam Sh

  • Tak Sengaja Mencintaimu   Part 209

    Memasuki trimester ketiga, kediaman Shankara berubah menjadi zona siaga satu. Shankara kini telah mengambil cuti panjang dari seluruh aktivitasnya. Ia menyerahkan operasional bengkel sepenuhnya kepada asisten kepercayaannya, hanya demi satu misi, menjadi garda terdepan penjaga Vanka.Keprotektifan Shankara mulai terasa berlebihan, namun sangat manis. Ia memasang sensor lampu otomatis di sepanjang lorong menuju kamar mandi agar Vanka tidak perlu meraba saklar dalam gelap jika terbangun malam-malam. Setiap sudut meja makan kini tertutup busa pelindung karena ia takut perut buncit Vanka terbentur.“Bang, aku cuma mau ke dapur ambil minum, bukan mau balapan di sirkuit,” protes Vanka saat melihat Shankara bersiap memasang karpet anti slip tambahan di lantai dapur yang sebenarnya sudah sangat kesat.“Lantai itu bisa menipu, Van. Gesekan antara telapak kaki dan ubin itu krusial. Abang nggak mau kamu selip,” jawab Shankara serius, tangannya masih memegang gulungan perekat kuat.Setiap kali Va

  • Tak Sengaja Mencintaimu   Part 208

    Malam itu, suasana di meja makan terasa lebih hangat dari biasanya. Shankara sengaja memesan makanan favorit anak-anak, sementara Vanka duduk di sampingnya dengan perasaan bercampur di dada. Ada satu beban yang ingin segera dilepaskan, namun ada satu ketakutan yang menghantui pikiran Vanka, yaitu reaksi Thalia.Si sulung pernah secara terang-terangan me-warning Vanka dan Shankara agar tidak memiliki anak lagi.Shankara berdeham, meletakkan sendoknya, lalu menatap kedua putrinya bergantian.“Kakak, Lengkara, Papa sama Mama punya kabar gembira,” buka Shankara.Vanka menggenggam jemari Shankara di bawah meja. Jantungnya berdegup kencang.“Mama lagi hamil, kalian bakal punya adek.” Shankara memberitahu.“Yeay! Aku punya adek!” Lengkara langsung melompat dari kursinya, bertepuk tangan kegirangan. “Adeknya nanti harus cewek ya, Ma, biar bisa main boneka sama aku! Nanti aku yang pilih namanya ya!” Lengkara menghambur memeluk perut Vanka dengan polosnya. “Halo adek bayi, ini Kak Lengkara.”Na

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status