Teilen

Cintanya Habis Di Ratu

last update Veröffentlichungsdatum: 19.07.2026 19:55:03
“Zyan … lo enggak akan ke sini dulu?” Suara Kaluna-sang kakak dari ujung panggilan sana terdengar menggoda.

Zyandru memejamkan mata, punggung pria itu bersandar pada kursi kebesarannya di ruang CEO gedung anak perusahaan AG Group.

“Enggak usah lah, Kak ….” Zyandru menghela nafas pelan.

“Yakin? Ratu bentar lagi balik ke NewYork, loh ….”

Zyandru berdecak lidah sebal. “Dulu, lo ngelarang gue pacaran sama Ratu … sekarang malah ngonok-ngojokin.”

Kaluna tertawa renyah. “Dulu ‘kan masala
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Jingga Edelweis
egak kebayang sedihbya ratu ditinggal nikah ama druuu
goodnovel comment avatar
eLLy aprilia
Yeayy rindu ke kaluna terobatiii
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Harus Dihukum

    Setelah sesi dansa, acara dilanjutkan dengan menerima ucapan selamat.Zyandru dan Vimala duduk berdampingan di area pelaminan yang dibuat sederhana di bawah pohon besar.Di sisi Vimala, Bi Tina mendampingi.Burhan juga berada di sana sebagai pihak yang dianggap mewakili keluarga Natamanggala.Yudha sesekali berdiri tidak jauh dari area tersebut.Dan ketiga teman Vimala sedang sibuk menggoda para sepupu Zyandru yang tampan-tampan.Sedangkan di sisi Zyandru, Kama dan Arshavina menemani dengan senyum hangat.Robi tidak terlihat.Dan tidak ada yang benar-benar mempertanyakan.Burhan mengatakan putranya sedang kurang sehat.Tentu hanya dirinya sendiri yang tahu kalau alasan sebenarnya adalah wajah Robi masih dihiasi lebam akibat pukulan Zyandru semalam.Burhan beberapa kali menatap Zyandru dari kejauhan.Namun tidak sekali pun membahas kejadian tersebut.Entah belum tahu.Atau sudah tahu dan memilih menunggu waktu.

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Pesta Pernikahan Impian

    Menjelang siang, garden party yang selama ini hanya ada dalam bayangan Vimala akhirnya terlihat nyata.Hamparan rumput luas di salah satu sisi resort Gunadhya disulap menjadi ruang pesta terbuka yang seolah keluar dari ilustrasi buku dongeng.Tidak ada panggung besar dengan dekorasi berlebihan.Pelaminan dibuat menyatu dengan alam.Sebuah struktur kayu tua berdiri di bawah pohon besar, dihiasi untaian bunga putih, blush pink, peach lembut, dan dedaunan hijau yang dibuat seolah tumbuh liar.Jalur menuju pelaminan dilapisi kelopak-kelopak bunga.Kursi tamu berwarna kayu alami tersusun rapi di dua sisi.Di atasnya tergantung lampu-lampu kecil yang akan menyala ketika sore mulai turun.Beberapa meja bundar tersebar di area taman dengan centerpiece bunga liar.Bahkan bagian sajian makanan dibuat menyerupai sudut-sudut kecil di tengah hutan.Air mancur kecil.Lilin.Tanaman merambat.Bunga-bunga gantung.Segala sesuatu terlihat elegan tanpa kehilangan kesan natural.Saat Vima

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Garden Party Sang Pewaris

    Pagi datang terlalu cepat bagi Vimala.Entah karena semalam ia tidak benar-benar tidur nyenyak atau karena suasana hatinya masih dipenuhi sesuatu yang sulit dijelaskan, perempuan itu sudah terbangun bahkan sebelum tim makeup datang mengetuk pintu suite.Hal pertama yang dilakukan Vimala setelah membuka mata adalah menoleh ke sisi kanan ranjang.Kosong.Zyandru sudah tidak ada.Seprai di bagian tempat pria itu tidur bahkan telah kembali dingin.Vimala menarik napas panjang kemudian membalik tubuh, menatap langit-langit kamar.Semalam mereka tidur di ranjang yang sama.Namun rasanya seperti dipisahkan dinding yang sangat tinggi.Tidak ada pelukan.Tidak ada kecupan di kening.Tidak ada tangan yang biasanya otomatis menarik pinggangnya mendekat bahkan ketika Zyandru sudah tertidur.Dan anehnya, justru setelah semua itu tidak ada, Vimala baru memahami seberapa besar dirinya telah terbiasa.Terbiasa dengan dada Zyandru sebagai bantal.Terbiasa dengan lengan pria itu di pingga

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Kecewanya Zyandru

    Langkah Zyandru santai ketika mendekati suite.Satu tangan berada di saku celana.Sementara tangan lainnya memegang ponsel.Ia sempat tersenyum saat melihat pesan terakhir Vimala satu menit setelah di keluar dari suite.Mala: masih lama?Zyandru belum sempat membalas.“Baru juga keluar, Mala… Mala.” Ia terkekeh sendiri.Kartu akses ditempelkan.Klik.Pintu terbuka.“Mala?”Tidak ada jawaban.Zyandru masuk.Langkahnya baru dua meter….Lalu berhenti.Seluruh senyum lenyap.Di hadapannya, Robi berdiri sangat dekat dengan Vimala.Terlalu dekat.Punggung Vimala menempel pada dinding.Satu tangan Robi berada di samping kepalanya.Tubuh pria itu mengurung.Dan ekspresi Vimala tampak ketakutan.Dalam sepersekian detik, sesuatu di dalam kepala Zyandru seperti meledak.“ROBI!”Robi bahkan belum sempat berbalik sempurna ketika Zyandru sudah menghampiri.Tangannya menceng

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Jatuh Cinta

    Di bangunan utama resort….Suasana bar keluarga jauh lebih ramai dibanding ruang makan beberapa saat lalu.Musik diputar pelan.Sebagian sepupu Zyandru duduk mengelilingi meja panjang.Beberapa bermain kartu.Yang lain bercanda sambil memegang minuman.Zyandru baru saja masuk ketika salah seorang sepupunya berseru.“WOOOOI! AKHIRNYA DATANG JUGA DIA!”Zyandru mengangkat satu tangan. “Berisik.”“Cepat amat nidurinnya?”Siulan langsung terdengar.Zyandru tertawa sambil menunjukkan jari tengah.“Pikiran kalian enggak pernah bersih ya?”“Bersih kok kalau bukan sama pengantin baru.”“Gue ke sini mau ketemu om Arkana dulu.”“Ooooo…. urusan serius.”Zyandru tidak menanggapi.Tatapannya sudah menangkap sang paman yang duduk sendiri di ujung bar.Arkana tampak sangat santai.Kemeja hitamnya digulung sampai siku.Satu tangan memegang gelas kristal berisi whiskey.Tatapannya mengarah ke dere

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Tindakan Impulsif Robi

    Pintu suite baru saja tertutup beberapa menit.Vimala masih duduk di sofa dengan bantal dipeluk di depan dada.Matanya sesekali melirik pintu.Entah kenapa setelah Zyandru benar-benar pergi, ruangan itu terasa terlalu sunyi.Padahal beberapa menit sebelumnya, ia sendiri yang mengizinkan pria itu menyusul para sepupunya ke bar.Bahkan sempat berkata tidak akan menunggu.Namun sekarang, Vimala melihat jam di ponselnya.Baru tujuh menit.“Yaa baru tujuh menit ….” Ia mendengus kesal kepada dirinya sendiri. “Ngapain juga gue ngitungin?”Vimala bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar.Baru beberapa langkah…TingTong.Suara bel terdengar dari pintu utama.Langkah Vimala langsung terhenti.Matanya membulat.Kemudian tanpa sadar senyum lebar merekah di wajahnya.“Dia balik lagi!”Ia bahkan tidak berusaha menyembunyikan rasa senangnya.Dalam pikirannya, Zyandru mungkin berubah pikiran.Mun

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status